BENGKALIS – KontrasRiau.com – Wakil Ketua DPRD Bengkalis, menegaskan gotong royong yang dilaksanakan merupakan wujud penerapan Pancasila.
Minggu (13/06/21) pagi sekitar pukul 08.00 sampai dengan pukul 15.00 WIB, wujud dari penerapan Pancasila itu dilakukan Wakil Ketua DPRD Bengkalis, Syaiful Ardi.
Pagi itu, politisi partai PAN itu ikut bergotong royong bersama warga 2 RW membuka bahu jalan dan pembuatan parit menggunakan alat berat untuk kelancaran masyarakat yang melintasi dari Jalan Andalas ke Jalan Makcik Gaya.
Hadir juga dalam kegiatan itu, Camat Mandau yang diwakili Kasubbag Keuangan M. Faisal, Lurah Air Jamban yang diwakili Sekretaris Lurah beserta perangkat, Babinsa, Ketua LPMK, ketua RW 20, RW 25 beserta RT dan masyarakat.
Pepohonan dan rumput yang berada di lokasi bahu jalan dan di sekelilingnya ikut dirapikan masyarakat. Perbaikan bahu jalan ini diapresiasi ketua RW 20 dan RW 25 serta masyarakat. Mereka tak lupa mengucapkan berterima kasih kepada Syaiful Ardi, pihak kecamatan dan pihak Kelurahan Air Jamban Duri.
Dengan adanya bahu jalan ini nantinya dapat dilanjutkan dengan melakukan semenisasi dan pembuatan parit beton agar jalan ini nantinya dapat segera dipergunakan bagi masyarakat.
“Perilaku gotong royong perlu ditanamkan agar nilai-nilai Pancasila dapat berkembang dan dilestarikan di tengah-tengah masyarakat. Gotong royong juga mampu meningkatkan tali persaudaraan dan kebersamaan antar warga,” Ungkap Syaiful Ardi. (Rilis/Rudi)
Zulkarnain atau yang akrab disapa Roy ini, dijemput dengan menggunakan ambulance Dokkes Polres Bengkalis di rumahnya yang beralamat di Jalan Damon, Kecamatan Bengkalis, Senin (10/10/2022) sore.
Disebutkan Kapolres, Zulkarnain diketahui mengidap penyakit kulit, dimana ada tumbuh kutil di sekitaran wajahnya.
Gejala penyakit ini bahkan sudah ada sejak Zulkarnain masih kecil. Ketika itu terlihat dibagian hidungnya ada seperti garis merah.
Semakin dewasa, ternyata semakin banyak tumbuh kutil di area hidung Zulkarnain.
“Kita mendatangi langsung kediaman warga bernama Zulkarnain ini untuk dibawa berobat,” kata AKBP Indra.
Dalam kunjungannya ini, AKBP Indra dan Kompol Anindhita bersama Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Bengkalis dr Ersan Saputra beserta rombongan, memberikan bantuan sembako kepada keluarga Zulkarnain.
Setelahnya, Zulkarnain dibawa dengan ambulance ke RSUD Bengkalis.
Ia ditempatkan di ruang rawat inap. Sembari menunggu, ia diberikan buah-buahan untuk dikonsumsi.
Tak berselang lama, Zulkarnain kemudian ditangani dokter spesialis kulit.
Sampel kulit Zulkarnain diambil untuk dibawa dan diperiksa di laboratorium Pekanbaru.
Ini untuk mengetahui secara pasti jenis penyakit yang dideritanya, sekaligus menentukan langkah penanganan medis berikutnya.
Zulkarnain, mengaku senang akhirnya bisa berobat untuk menyembuhkan penyakit yang sedang dideritanya itu.
“Terimakasih saya ucapkan kepada Kapolres Bengkalis, Wakapolres Bengkalis beserta jajaran. Terimakasih juga untuk Kadiskes Bengkalis. Akhirnya saya bisa berobat di rumah sakit,” ucapnya bahagia.
Sementara itu, Kadiskes Bengkalis, dr Ersan Saputra, menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Bengkalis AKBP Indra yang telah menginisiasi kegiatan kemanusiaan ini.
“Program ini tentunya dapat membantu masyarakat Kabupaten Bengkalis yang kurang mampu untuk melakukan pengobatan,” tuturnya. (Omeng)
BENGKALIS – KontrasRiau.com – Partisipasi warga Desa Pinggir dan Kelurahan Balairaja di Kabupaten Bengkalis menjadi yang terdepan dalam mendukung implementasi Program Agroforestri di Provinsi Riau. Mereka terlibat dalam pendirian Kelompok Tani Hutan (KTH) dan penggunaan lahan untuk tanaman tertentu guna meminimalisasi konflik antara manusia dan gajah. Upaya ini merupakan bagian dari ikhtiar pelestarian gajah di Bumi Lancang Kuning.
Pengukuhan KTH Alam Pusaka Jaya dari Desa Pinggir berlangsung di Aula Kantor Camat Pinggir, Bengkalis, pada Selasa (25/1). KTH Alam Pusaka Jaya akan dilegalkan melalui SK Kemenkumham RI. Selain pengukuhan KTH, pada acara tersebut juga dilakukan penandatanganan kesepakatan penggunaan lahan untuk Program Agroforestri di Desa Pinggir dan Kelurahan Balairaja.
”BBKSDA Riau mengapresiasi dan mendukung inisiatif Program Agroforestri beserta upaya konservasi gajah di Riau,” kata Hartono selaku Kabag Tata Usaha (TU) dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Kegiatan ini turut mendapat dukungan penuh SKK Migas Sumbagut, dengan kehadiran Yanin Kholison selaku Kepala Departemen Humas SKK Migas Sumbagut.
Program Agroforestri merupakan program kemitraan Rimba Satwa Foundation (RSF) dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang didukung oleh SKK Migas, pemerintah daerah, BBKSDA Riau, Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Mandau, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Indragiri Rokan Provinsi Riau, Forum Konservasi Gajah Indonesia. Program ini dirintis sejak 2020 lalu.
”Program ini merupakan inisiatif yang dapat mendukung upaya pemerintah, khususnya BBKSDA Riau, dalam mengurangi konflik antara manusia dan gajah yang sekaligus memberikan manfaat ekonomis bagi masyarakat ,” terang Pinto Budi Bowo Laksono selaku Manager Social Performance PHR WK Rokan. Program ini diselaraskan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan Environmental, Social and Corporate Governance (ESGs).
Melalui Program Agroforestri, masyarakat diharapkan menerapkan sistem tumpang sari di lahan masing-masing dengan tanaman hasil hutan bukan kayu yang bernilai ekonomis. Jenis tanaman dipilih adalah yang tidak disukai gajah. Dari hasil survei lapangan, tanaman yang disarankan di antaranya: gaharu, jengkol, rambutan, petai, kopi dan apokat. Cara tersebut diharapkan dapat meminimalisasi konflik manusia dan gajah akibat kerusakan tanaman atau lahan, serta diharapkan mampu mengembalikan fungsi hutan secara alami.
“Kami masyarakat Desa Pinggir menyambut baik program ini. Selain untuk mendukung upaya konservasi, Program Agroforestri diharapkan dapat mendukung perekonomian masyarakat desa,” ujar Abdullah selaku Ketua KTH Alam Pusaka Jaya.
Saat ini, sudah sekitar 41 hektar lahan yang menerapkan Program Agroforestri di Desa Pinggir dan Kelurahan Balairaja. Kedua desa/kelurahan itu berada di area lintasan gajah. Tak hanya pelestarian satwa liar dan lingkungan, Program Agroforestri juga memiliki komponen pemberdayaan perekonomian masyarakat.
Degradasi hutan yang masif mengakibatkan hilangnya habitat asli gajah Sumatera di kantong gajah Balairaja. Kondisi tersebut memicu timbulnya konflik berkepanjangan antara manusia dan gajah. Peran masyarakat merupakan komponen utama dalam pelaksanaan Program Agroforestri ini.*****
MANDAU – KontrasRiau.com – Bupati Bengkalis Kasmarni blusukan ke rumah masyarakat di kota Duri, Minggu (28/11/21). Selain bersilaturahmi dengan warga, Kasmarni juga menyerahkan Bantuan Usaha ekonomi Produktif (UEP) Kelompok Usaha Bersama (KUBE) untuk masyarakat miskin di Kecamatan Mandau.
Selain bantuan usaha, Bupati Bengkalis juga menyerahkan santunan anak yatim dan sembako kepada masyarakat kurang mampu.
Untuk bantuan sembako, Bupati Bengkalis langsung mendatangi ke rumah warga/door to door dan menyerahkan kepada tuan rumah.
Sementara untuk bantuan usaha, diserahkan langsung oleh Bupati Kasmarni, dimana beliau sekaligus ingin langsung berinteraksi dan memberi motivasi bagi para penerima.
Ada 4 lokasi yang didatangi Bupati Kasmarni untuk mengantar bantuan peningkatan ekonomi keluarga ini, yakni Kube Lestari di Jalan Pelita 5 RT 06 RW 02 Kelurahan Pematang Pudu.
Kube Lestari bergerak di bidang ternak bebek, Kube Dapur Berseri (kue kering/basah), Kube Tani Seri Mandiri (tanaman palawija). Masing-masing Kube menerima bantuan Rp 20.300.000,00.
“Dimanfaatkan bantuannya ya bapak/Ibu.Mudah-mudahan bisa meningkatkan ekonomi keluarga, ‘ ujar Bupati.
Berselang beberapa jam kemudian Bupati melanjutkan penyerahan bantuan UEP ke Kube Harapan Sejahtera di Jalan Kana 2 RT 05 RW 10 Kelurahan Air Jamban. Ada 4 kube yang menerima bantuan UEP, diantaranya Kube harapan sejahtera (ternak ayam), Kube Berkah Mandiri (Produksi tempe) dan Kube Maju Bersama (olahan kerupuk). Di lokasi itu pun Bupati Kasmarni kembali memberi motivasi agar bantuan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk peningkatan ekonomi keluarga.
Kunjungan pun di lanjutkan ke Kube Sidodadi di Jalan Sidodadi RT 03 RW 01 Kelurahan Babussalam. Ada 4 Kube yang menerima bantuan diantaranya Kube Sidodadi (ternak ayam), Kube KBS (kue kering/basah), Kube Kumpai (ternak sapi) dan Kube Aglonema (ternak sapi) dan Kube Kamboja (ternak sapi).
Kepada penerima, Kembali Bupati Kasmarni memberi pesan agar bantuan bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat.
“Bantuan yang diserahkan hari ini merupakan bagian dari bantuan yang diserahkan kepada Kube di seluruh Kecamatan di Bengkalis. Sebagian sudah diserahkan Bu Kadis, hari ini saya yang serahkan. Mudah-mudahan bermanfaat, ‘ ujar Bupati.
Disampaikan Bupati, bantuan dana yang diberikan tak di lepas begitu saja. Penerima akan didampingi tenaga pendamping yang akan mengarahkan usaha yang akan dijalankan Kube.
“Ini bantuan stimulus. Akan ada pendampingan untuk para penerima. InshaAllah program ini akan kita lakukan berkelanjutkan. Mohon doa dan dukungan bersama agar apa yang kita cita-citakan bersama menjadikan Bengkalis maju, bermarwah dan sejahtera bisa terwujud,” harapnya.
Sebagai info, Penyerahan bantuan seperti ini merupakan salah satu program unggulan Bupati Bengkalis yakni, program akses jaminan sosial bagi masyarakat.(rls/rudi)
GALERI FOTO
BATHIN SOLAPAN – KontrasRiau.com – Bupati Bengkalis Kasmarni membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-46 tingkat Kabupaten Bengkalis, Minggu (14/11/21) malam, di Halaman Kantor Camat Bathin Solapan.
Bupati Kasmarni dan rombongan tiba di lokasi acara tepat pukul 20.00 WIB dengan pakaian melayu warna kuning didampingi Wakil Bupati H Bagus Santoso dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bengkalis Hj Siti Aisyah.
Bupati Kasmarni mengapresiasi kepada Camat Bathin Solapan dan semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MTQ ke-46 tingkat Kabupaten Bengkalis meskipun sederhana dan terbatas.
“Mudah-mudahan kegiatan yang dilaksanakan ini tetap bermakna serta memiliki pengaruh besar dalam meraih rahmat Al-Qur’an menuju negeri yang Bermarwah Maju dan Sejahtera,” kata Kasmarni.
Lanjut Kasmarni, MTQ yang dilaksanakan ini merupakan wujud keinginan dalam membumikan Al-Quran dalam sendi kehidupan masyarakat mengingat Al Quran merupakan cahaya sekaligus sumber pengetahuan dan sumber kehidupan.
Jelas Kasmarni, spirit ukhuwah dan kepedulian terhadap sesama harus menjadi energi masyarakat Kabupaten Bengkalis apatah lagi dimasa pandemi Covid-19 harus membangun sikap saling membantu tanpa melihat perbedaan suku dan agama yang sedang menghadapi kesulitan.
Sebagai penyemarak sekaligus pemacu semangat para qori, Ustadz Muhammad Mas’ud Shahat Qori Internasional tahun 2021, turut di undang menjadi qori jemputan pada pembukaan MTQ ketua tingkat Kabupaten Bengkalis.
Ustadz Muhammad Mas’ud Shahat ini adalah qori nasional terbaik 1 cabang tilawah desa putra pada Seleksi Quran Nasional ke-24 tahun 2021 di Maluku Utara, juara internasional qiraat dan Naat Vitual Competition di University Of Faisalabad, Pakistan.
Lantunan ayat-ayat suci al-quran oleh Qori jemputan asal Kudus ini, sangat dinantikan oleh Bupati Bengkalis, Kasmarni, peserta MTQ dan para tamu undangan serta masyarakat yang hadir saat itu.
“Semoga kehadiran Ustadz Muhammad Mas’ud, dapat menjadi motivasi putra putri daerah kami, untuk lebih cinta dan berprestasi dengan al-Quran,” harap Bupati Bengkalis Kasmarni.
Turut hadir dalam acara Sekda H Bustami HY, Kapolres AKBP Hendra Gunawan, Dandim 0303 Bengkalis Letkol Inf Endik Yunia, Staf Ahli Bupati, Kepala Perangkat Daerah, Camat se-Kabupaten Bengkalis serta tamu undangan lainnya.
GALERI FOTO
BATHIN SOLAPAN – KontrasRiau.com – Bupati Bengkalis Kasmarni membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-46 tingkat Kabupaten Bengkalis, Minggu (14/11/21) malam, di Halaman Kantor Camat Bathin Solapan.
Bupati Kasmarni dan rombongan tiba di lokasi acara tepat pukul 20.00 WIB dengan pakaian melayu warna kuning didampingi Wakil Bupati H Bagus Santoso dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bengkalis Hj Siti Aisyah.
Bupati Kasmarni mengapresiasi kepada Camat Bathin Solapan dan semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MTQ ke-46 tingkat Kabupaten Bengkalis meskipun sederhana dan terbatas.
“Mudah-mudahan kegiatan yang dilaksanakan ini tetap bermakna serta memiliki pengaruh besar dalam meraih rahmat Al-Qur’an menuju negeri yang Bermarwah Maju dan Sejahtera,” kata Kasmarni.
Lanjut Kasmarni, MTQ yang dilaksanakan ini merupakan wujud keinginan dalam membumikan Al-Quran dalam sendi kehidupan masyarakat mengingat Al Quran merupakan cahaya sekaligus sumber pengetahuan dan sumber kehidupan.
Jelas Kasmarni, spirit ukhuwah dan kepedulian terhadap sesama harus menjadi energi masyarakat Kabupaten Bengkalis apatah lagi dimasa pandemi Covid-19 harus membangun sikap saling membantu tanpa melihat perbedaan suku dan agama yang sedang menghadapi kesulitan.
Sebagai penyemarak sekaligus pemacu semangat para qori, Ustadz Muhammad Mas’ud Shahat Qori Internasional tahun 2021, turut di undang menjadi qori jemputan pada pembukaan MTQ ketua tingkat Kabupaten Bengkalis.
Ustadz Muhammad Mas’ud Shahat ini adalah qori nasional terbaik 1 cabang tilawah desa putra pada Seleksi Quran Nasional ke-24 tahun 2021 di Maluku Utara, juara internasional qiraat dan Naat Vitual Competition di University Of Faisalabad, Pakistan.
Lantunan ayat-ayat suci al-quran oleh Qori jemputan asal Kudus ini, sangat dinantikan oleh Bupati Bengkalis, Kasmarni, peserta MTQ dan para tamu undangan serta masyarakat yang hadir saat itu.
“Semoga kehadiran Ustadz Muhammad Mas’ud, dapat menjadi motivasi putra putri daerah kami, untuk lebih cinta dan berprestasi dengan al-Quran,” harap Bupati Bengkalis Kasmarni.
Turut hadir dalam acara Sekda H Bustami HY, Kapolres AKBP Hendra Gunawan, Dandim 0303 Bengkalis Letkol Inf Endik Yunia, Staf Ahli Bupati, Kepala Perangkat Daerah, Camat se-Kabupaten Bengkalis serta tamu undangan lainnya.
BENGKALIS – KontrasRiau.com – Saat ini Pemda Bengkalis menunggak listrik penerangan jalan umum (PJU) Rp 2,6 miliar, Senin (30/08/2021). Akibatnya, pihak PLN Unit Bengkalis memutus sementara PJU di Kota Bengkalis dan Kota Duri sejak beberapa hari lalu.
Terkait Tunggakan tersebut Komisi II DPRD Bengkalis menggelar hearing dengan Manager PLN Unit Bengkalis dan Dinas Perkimtan Bengkalis.
Hearing (rapat dengar pendapat) itu dipimpin Ketua Komisi II DPRD Bengkalis, Ruby Handoko didampingi anggota Zamzani Harun, Laurensius Tampubolon, dan Haji Mawardi.
Dalam hearing, Ruby Handoko yang akrab disapa Akok meminta Manager unit PLN Bengkalis agar tidak melakukan pemutusan terhadap PJU.
Sementara terkait tunggakan PJU ini, ia berharap ada toleransi dari PLN.
“PLN dan Pemda Bengkalis sama-sama pelat merah, tapi secara sistim tidak bisa. Kendati demikian, kami (Komisi II) meminta PLN janganlah melakukan pemutusan. Sebab, PJU untuk kepentingan orang banyak,” kata Akok.
“Tetapi jika ini tidak ada solusinya, kita akan adakan hearing lintas komisiq,” kata Akok menambahkan.
Sementara Zamzami Harun meminta Dinas Perkimtan Bengkalis agar berhati-hati serta berdiskusi dengan DPRD saat akan melakukan pemotongan anggaran atau rasionalisasi anggaran. Karena tidak semua anggaran bisa dipotong.
“Kami menghitung 1 tahun tu 12 bulan, bukan 7 bulan. Karena anggaran PJU ikut dipotong akhirnya seperti ini (menunggak),” kata Zamzami.
Dalam hearing terungkap bahkan tagihan PJU pada bulan Juli 2021 sebesar Rp 1,7 miliar, dan baru dibayar Rp 1 miliar. Sedangkan untuk bulan Agustus belum dibayar sama sekali, karena anggaran PJU di Perkimtan sudah habis, dan baru akan dianggarkan di APBD perubahan 2021.
Disela-sela hearing, anggota komisi II H.Mawardi berharap kedepan pihak Perkimtan menghitung betul anggaran PJU agar tidak terjadi pemadaman PJU seperti saat ini.
Sementara terkait pemadaman PJU seperti saat ini, dia dan Komisi II akan berusaha agar pemadaman ini segera berakhir.
“Insya Allah, terkait pembayaran, kami di komisi II dan Pemerintah Bengkalis berupaya untuk menutupinya secepat mungkin. Jika ini tidak dilakukan akan terjadinya mutasi pembayaran lebih besar lagi,” kata politisi PBB itu.
Seusai hearing, Manager Unit PLN Bengkalis Andiko kepada wartawan menjelaskan, sampai bulan ini tunggakan listrik PJU Pemda Bengkalis sebesar Rp 2,6 miliar. Berdasarkan aturan PLN pembayaran tagihan listrik paling lambat setiap tanggal 20.
Sementara terkait Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang ditarik PLN saat konsumen membayar tagihan listrik, semuanya disetorkan ke Bapenda.
“Ini (PPJ) bagian terpisah dari alokasi pembayaran PJU. PPJ kami setorkan ke Dinas Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bengkalis,” tegas Andiko.
“Sedangkan untuk Penerangan Jalan Umum (PJU) dikelola Dinas Perkimtan Bengkalis, dan itu kewajiban Pemkab Bengkalis untuk membayar ke pihak PLN Bengkalis,” tambahnya. (Rudi)
BENGKALIS – KontrasRiau.com – Bersempena Hari Pers Nasional tahun 2021, Pengurus Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Provinsi Riau membagi-bagikan Ribuan masker ke sekolah dan Alqur’an ke masjid-masjid serta Kantor Kepala Desa Teluk Rhu Kecamatan Tupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Senin (08/02/2021).
Tidak hanya itu, IKWI juga menyalurkan buku-buku bacaan di Sekolah Dasar (SD) Negeri 3 Rupat Utara dan Perpustakaan Desa Teluk Rhu.
“Hari ini saya bersama pengurus IKWI provinsi Riau menyalurkan bantuan masker, buku-buku bacaan serta Alquran yang berjumlah sebanyak 60 buah yang diserahkan untuk tiga Masjid di Desa Teluk Rhu,” Kata Ketua IKWI Riau Hastuti Salta didampingi Fatia Ulfah dan Herlina.
Hastuti menyebutkan kegiatan ini merupakan momentum bagi IKWI dalam rangka memperingati hari Pers nasional tahun 2021.
Bantuan yang diserahkan tadi seperti masker, buku dan Alquran ini langsung diterima oleh pimpinan masing-masing lembaga. Seperti di SD Negeri 3 rupat Utara, buku dan masker langsung diterima kepala sekolahnya Warni Arfian.
Begitu juga di Perpustakaan Desa Teluk Rhu buku bacaan bagi anak-anak dan dewasa juga langsung diterima oleh kepala Pustakanya Erma Nika.
“Kemudian Alquran kami langsung mengantarkan ke Masjid-masjid di Desa ini sebanyak tiga Masjid dengan jumlah 20 Alquran. Kami berharap bantuan yang diberikan ini bermanfaat bagi masyarakat di Desa ini,”ungkap Hastuti.
Sementara itu, Kepala SD Negeri 3 Rupat Utara Warni Afian menyatakan, pihaknya akan segera membagikan bantuan masker tersebut kepada guru dan tenaga pendidik serta anak didik di lingkungan sekolah.
“Masker ini akan segera kami bagikan, kebetulan para guru sedang ada di sekolah. Namun, anak didik masih belajar dari rumah dengan sistem daring,”tuturnya.
Warni pun berterimakasih kepada PWI Riau dan Ibu-Ibu pengurus IKWI tersebut karena telah menunjukkan perhatian luar biasa, khususnya kepada tenaga pendidik. “Bantuan ini bagus sekali dan sengat bermanfaat,” pungkasnya.***
Pekanbaru, Hariantimes.com – Rombongan wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau bertolak ke Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Minggu (07/02/2021) pagi.
Rombongan yang berjumlah sebanyak 51 orang ini bertolak ke Pulau Rupat dalam rangka memperingati puncak Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2021 dan Hari Ulang Tahun PWI ke-75 pada 09 Februari 2021 lusa.
Sebelum menuju Rupat, keberangkatan rombongan dilepas langsung oleh Ketua PWI Riau H Zulmansyah Sekedang SSos saat melepas keberangkatan di halaman Kantor PWI Riau, Jalan Arifin Achmad Pekanbaru.
Saat acara pelepasan, Zulmansyah berpesan kepada seluruh peserta HPN mulai dari keberangkatan hingga setibanya di lokasi acara tetap mengikuti protokol kesehatan seperti masker, cuci tangan dan menghindari kerumunan. Serta juga mengikuti ketentuan yang sudah ditetapkan. Hal ini bertujuan untuk mencegah dan menghindari penyebaran covid-19.
Saya menghimbau dan mengajak seluruh kawan-kawan yang berangkat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dan juga mengikuti ketentuan yang sudah ada. Seperti selalu memakai masker, mencuci tangan dan tidak berkerumun,” pesan Zulmansyah.
Selama berada di Pulau Rupat, sebut Zulmansyah, ada beberapa agenda kegiatan yang akan diselenggarakan. Antara lain penanaman bibit pohon cemara pantai, Ngobrol Pintar (NgoPi) PWI Riau bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), bersih-bersih pantai dan MoU dengan BPDASHL Indragiri Rokan.
“Selama berada di Pulau Rupat, saya berharap kepada kawan-kawan untuk selalu happy-happy,”.
Tambah Zulmansyah, saya mohon kawan-kawan wartawan PWI Riau untuk membantu nantinya mempromosikan pulau rupat Utara melalui pemberitaan di media masing-masing.” Ujarnya.***
Bengkalis – KontrasRiau.com – Tebalnya ceceran tanah di tengah Jalan Bengkalis, Kelurahan Rimba Sekampung, Kecamatan Bengkalis, mengancam keselamatan pengendara motor dan sepeda, Jum’at (18/12/20). Mengapa tidak. Karena ceceran tanah itu berupa bagaikan kubangan dimusim hujan dan berdebu dikala panas.
Pantauan di lapangan, ceceran tanah tersebut berasal dari Dum Truk yang lalu lalang mengangkut tanah timbun dari tempat penumpukan tanah yang diduga milik Alang ke lokasi proyek milik warga Bengkalis bernama Herman yang berjarak sekitar 1 kilometer.
“Musim hujan saat ini, kami harus ekstra hati-hati. Kalau tak bisa jatuh. Dan mengisap debu dikala panas,” kata Biyek warga Bengkalis kepada media ini, Jum’at sore.
Herman yang ada kaitannya dengan ceceran tanah di Jalan Bengkalis, tak menampik. Bahkan, ia telah melihat ceceran tanah di Jalan Bengkalis yang saban hari dilewati ribuan warga.
Namun, ketika disinggung tentang tanggungjawab, Herman justru mengaku masalah tanah yang tercecer di Jalan Bengkalis, itu urusan seorang pengusaha bernama Alang.
Dalam hal ini, Herman mengaku hanya sebagai pembeli tanah timbun untuk sebidang tanahnya yang rendah. Dalam jual beli itu, Hm hanya tahu tanah timbun yang dibeli sampai ke lokasi tanah milik.
“Saya hanya membeli tanah timbun sama Alang. Saya hanya tahu tanah tersebut sampai ke lokasi tanah saya. Masalah adanya ceceran tanah yang diangkut truk untuk menimbun tanah saya, itu tanggungjawab Alang,” kata Herman melalaui telpon seluler, Jum’at malam
Ketika media ini meminta nomor kontak Alang untuk dikonfirmasi terkait ceceran tanah timbun di Jalan Bengkalis, Herman tak bersedia. Ia berjanji akan memberi tahu Alang tentang hal ini.
“Tadi Alang akan menyirim ceceran tanah tersebut, karena dia (Alang) punya mobil tangki untuk menyirim. Tapi, kok belum disiram. Tapi, nanti saya kasih tahu,” ujarnya. (Rudi)
Bengkalis – KontrasRiau.com – Masyarakat Kabupaten Bengkalis meneken petisi Pilkada anti politik uang. Kegiatan ini diinisiasi oleh Kapolres Polres Bengkalis, AKBP Hendra Gunawan, SIK, MT, dan diikuti jajaran Polres.
Rilis Polres yang diterima media ini, Senin (30/11/20) siang, mengatakan, untuk tingkat Polres kegiatan ini digelar di Pendopo Wisma Sri Mahkota, Kota Bengkalis, Senin (23/11/20) minggu lalu.
Hadir dalam deklarasi di Pendopo Wisma Daerah, PJ. Bupati Bengkalis, H. Syahrial Abdi A.P M.Si, Dandim 0303 Bengkalis diwakili Danramil, Kapten Isnanu, Ketua LAMR, Ketua KPU, Fadhilah Al Mausully, Ketua Bawaslu, Mukhlasin, beberapa Paslon dan perwakilan Paslon Bupati dan Wakil Bupati, perwakilan Perkumpulan Gerakan Kebangsaan, perwakilan GenPi, perwakilan Politeknik Negeri Bengkalis, perwakilan STAIN Bengkalis, perwakilan STIE Syariah Bengkalis, perwakilan Pemuda Pancasila, perwakilan RBP, dan beberapa elemen masyarakat lainnya.
Acara diawali pembacaan naskah deklarasi, dan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan petisi.
Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan mengatakan, kegiatan ini bertujuan agar elemen masyakat secara sadar dan peduli serta dapat bekerja sama dengan petugas pengawas pemilu maupun penegak hukum untuk mencegah adanya praktik Money Politic (politik uang) dalam pelaksanaan Pilkada 2020 Bengkalis.
Sementara, penandatanganan petisi serupa juga digelar di Kecamatan Bathin Solapan. Acara ini dihadiri Camat Bathin Solapan, Wahyudin, Kapolsek Mandau, Kompol Arvin Hariyadi, S.IK, Danramil 04 Mandau yang diwakili Serma Sutrisno, Ketua PPK Kecamatan Bathin Solapan, Rahmad Hidayat, S.H, Panwascm, Firdaus, Kasi Trantib Kecamatan Bathin Solapan, Maspuri, S.H, Kepala Puskesmas Balai Makam, Drg. Novi Nurmayanty. Kapuskesmas Sebangar, Nanci Ika D.H, UPT Parkir Mandau, Desi, gabungan Ormas di Kecamatan Bathin Solapan, dan elemen masyarakat lainnya.
Berikut isi deklarasi atau petisi yang ditandatangani tersebut:
1. Tolak dan lawan Money Politik dalam Pilkada Serentak di Tahun 2020 yang berintregritas di Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis.
2. Mengawal pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis dari praktek Money Politik karena merupakan ancaman besar bagi demokrasi dan kedaulatan Rakyat.
3. Tidak membenarkan money politik sebagai sarana meraih simpati pemilih karena menciderai intregritas dan kedaulatan rakyat.
4. Mengajak pemilih untuk menentukan pilihannya secara cerdas berdasarkan Visi Misi dan program para Calon Kepala Daerah.
5. Mendukung kegiatan pengawasan dan penanganan pelanggaran yang dilakukan oleh lembaga Pengawas Pemilu.
6. Menolak segala bentuk intimidasi, kekerasan atau aktifitas dalam bentuk apapun yang dapat mengganggu proses pemilihan Kepala Daerah.
Sebagai mana di Kota Bengkalis, deklarasi Anti politik uang di Kecamatan Bathin Solapan juga diawali dengan mengucapkan poin d+eklarasi oleh Panwascam Kecamatan Bathin Solapan, Firdaus dan diikuti seluruhnya peserta.
Setelah pengucapan deklarasi, dilanjutkan dengan pembubuhan tanda tangan dari masing – masing instansi, Ormas dan elemen masyarakat yang hadir. (Rudi).
Bengkalis – KontrasRiau.com – Sebanyak 17 orang anggota DPRD Kabupaten Bengkalis dari berbagai fraksi menandatangani pembentukan panitia khusus (Pansus) proyek penunjukan langsung (PL) di Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan (Perkimta)yang diduga bermasalah, Senin (16/11/2020).
Inisiatif pembentukan Pansus ini disampaikan oleh anggota DPRD Bengkalis, Simon Lumban Gaol di pengujung Rapat Paripurna penetapan 25 Ranperda, Senin siang. Sidang tersebut dihadiri Pj Bupati Bengkalis yang diwakili Asisten III, Tengku Zainuddin, dan pimpinan OPD dilingkup Pemda Bengkalis.
Simon dkk mengaku, inisiatif membentuk Pansus ini setelah pihaknya menerima banyak laporan masyarakat terkait melaksanakan proyek PL oleh pihak Perkimta yang diduga pilih kasih. Dimana, pihak Perkimta diduga hanya memberikan proyek yang dibiayai APBD Bengkalis, itu kepada kontraktor/masyarakat yang disukainya. Kebijakan ini meresahkan masyarakat yang ingin dapat penghasilan dari pekerjaan PL tersebut. Padahal, proyek PL diharapkan dapat membantu ekonomi masyarakat dalam situasi menghadapi pendemi COVID-19.
“Kami banyak menerima keluhan dari masyarakat tentang proyek PL. Dinas Perkim membagikan berdasarkan like and dislike (suka atau tidak suka). Mereka hanya memberikan proyek kepada orang yang disukanya aja,” tegas politisi PDIP itu.
Namun, sebelum dokumen inisiatif pembentukan Pansus proyek PL Perkimta diserahkan kepada pimpinan rapat H. Khairul Umam, Rubi Handoko dari Komisi II yang merupakan mitra kerja Perkimta mencoba membujuk teman sejawatnya yang ingin membentuk Pansus dengan menawarkan dialog terlebih dahulu.
Menurut Rubi Handoko, sebaiknya masalah proyek PL di Perkimta bisa dibicarakan dengan Komisi II dan Dinas Perkimta terlebih dahulu.
Namun, keinginan Rubi Handoko diselah oleh anggota Fraksi PKS, H. Adri yang juga ikut tanda tangan. H. Adri yang merupakan Ketua Komisi III DPRD Bengkalis menjelaskan, syarat untuk pembentukan Pansus cukup ditandatangani 4 orang anggota dewan.
“Izin pimpinan. Berdasarkan aturan, untuk pembentukan Pansus cukup 4 orang anggota dewan yang terhormat yang tanda tangan. Sementara ini (tanda tangan) 17 orang. Artinya lebih dari cukup untuk membentuk Pansus,” papar H. Ardi.
Usai Simon Lumban Gaol menyerahkan dokumen alasan pembentukkan Pansus, pimpinan Rapat Paripurna penetapan 25 Ranperda, H. Khairul Umam menutup Rapat Paripurna.
“Karena tidak ada lagi teman-teman anggota dewan yang terhormat yang ingin menyampaikan masukan, untuk itu Rapat Paripurna saya tutup,” kata Khairul Umam sembari mengetok palu. (Rudi).
Bengkalis – KontrasRiau.com – Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis Khairul Umam mendatangi massa mahasiswa, pelajar dan buruh di Kota Bengkalis yang menggelar demonstrasi menolak Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja di depan kantor DPRD Jalan Antara, Selasa [13/10/20] siang. Mereka mendesak agar DPRD Bengkalis mendukung pencabutan Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja yang disahkan DPR RI 5 Oktober lalu.
Kehadiran Ketua DPRD, Khairul Umam dan anggota DPRD Sanusi mendapat pengawalan ketat dari Polres Bengkalis dan TNI serta Satpol PP. Terlihat ditengah lautan massa demonstran, Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan bersama beberapa perwira dan puluhan. Selain itu, juga terlihat Dandim 0303 Bengkalis, Letkol Inf Lizardo Gumay berikut puluhan anggota berpakaian lengkap.
Disamping itu, pasukan anti huru hara [PHH] dari Dalmas Polres juga sudah berjaga-jaga mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Bahkan, sebelum massa aksi sampai di kantor DPRD, pintu masuk dan keluar DPRD sudah dikunci. Sekitar 2 meter dari pagar dipasang barikade 1 unit mobil security barrier atau pagar kawat berduri untuk menghalangi pengunjukrasa masuk ke dalam perkarangan kantor DPRD.
Sekitar pukul 8.40 WIB massa yang berjumlah sekitar lima ratusan orang itu sudah sampai di depan kantor DPRD. Mereka berkonsentrasi dipertigaan Jalan Antata-Pertanian. Para orator massa baik dan mahasiswa maupun buruh bergantian berorasi mendesak pemerintah pusat melalui DPRD Bengkalis mencabut Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja.
Setelah berorasi sekitar 2 jam, Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis Khairul Umam dan anggota DPRD Sanusi [keduanya dari PKS] menemui massa di pinggir jalan depan pagar kantor DPRD.
Kehadiran Khairul Umam disambut hangat oleh massa. Kendati demikian, Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan yang bertanggung jawab atas keselamatan Ketua DPRD langsung mengatur strategi pengamanan.
Koordinator aksi kemudian meminta Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis Khairul Umam membacakan surat pernyataan aspirasi sebelum dikirim ke Jakarta.
Surat pernyataan aspirasi yang dibaca Khairul Umam, direkam melalui handphone oleh pengunjukrasa. Mereka tak ingin surat aspirasi penolakan Omnibus Law hanya sekedar dibaca. Tapi, harus dikirim ke Jakarta ke Presiden Joko Widodo.
Usai mendengar pembacaan surat aspirasi, sekitar pukul 11. 40 WIB, ratusan massa mahasiswa, buruh dan pelajar SMK [STM] itu membubarkan diri dengan tertib.
Selain itu, rencana aksi di kantor bupati dan Mapolres Bengkalis dibatalkan. [Rudi]
Bengkalis – KontrasRiau.com – Saat ini hasil pertanian seperti umbi [bongkol] talas, pisang tanduk, pinang dan kelapa berpeluang menjadi ekspor unggulan Kabupaten Bengkalis ke Malaysia. Hal ini diungkapkan Chairil Kennedy, ST, MBA, yang melakukan ekspor perdana umbi talas dan pisang tanduk ke Malaysia, Sabtu [10/20/20].
Kennedy mengungkapkan saat ini pasar hasil pertanian Bengkalis memiliki prospek yang baik di negeri jiran tersebut.
“Berapapun kita ekspor diambil orang Malaysia, tapi hasil panen petani di Bengkalis masih terbatas,” ujarnya kepada media ini sore tadi di pelabuhan Camat Bengkalis.
Menurut Kennedy, bagusnya prospek pasar hortikultura di Malaysia harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh petani di Kabupaten Bengkalis khususnya dari Pulau Bengkalis. Apalagi dimusim pendemi COVID-19 seperti saat ini yang betul-betul merusak sendi-sendi ekonomi masyarakat.
“Peluang yang bagus ini harus dimannfaatkan oleh petani di Kabupaten Bengkalis khususnya Pulau Bengkalis,” ujarnya.
Dengan pangsa pasar yang jelas dan bagus serta waktu tempuh yang tak begitu lama, merupakan keuntungan tersendiri bagi petani Bengkalis. Sebab, mereka tak lagi sulit memasarkan.
“Kita siap menampung hasil panen mereka,” kata eksportir dengan bendera PT. Lhenny Mandiri Lintas Samudera itu.
Pada kesempatan itu, pihaknya juga meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan agar bisa mengeluar Surat Keterangan Asal [SKA] barang atau Certificate of Origin (COO) Form D. COO merupakan sertifikasi asal barang, dimana dinyatakan dalam sertifikat tersebut bahwa barang / komoditas yang diekspor adalah berasal dari [Bengkalis]. Namun, sampai saat ini, ungkap Kennedy, pihaknya harus meminta COO di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti.
“Harusnya Disperindag Bengkalis bisa mengeluarkan Surat Keterangan Asal Komoditi [barang], soalnya sampai sekarang kami harus mengurus SKA di Meranti. Jadi asal barang dari Meranti,” kata Kennedy yang juga agen pelayaran PT. Pelnas Jaya Utama tersebut.
Diungkapkan Kennedy, ekspor perdana umbi talas sebanyak 150 goni atau 4,5 ton, dan pisang tanduk 220 goni [4,2 ton] menggunakan Kapal Layar Motor [KLM] Melibur Jaya 99 dengan nakhoda Jumadi, Sabtu sore tadi bertolak dari pelabuhan Camat Bengkalis menuju Malaysia.
Sebelum berangkat, semua komoditi tersebut terlebih dahulu diperiksa oleh Balai Karantina Pertanian Wilayah Kerja Bengkalis. Dua orang petugas dari karantina, masing-masing Reza dan Ahmad melakukan pemeriksaan dan mengambil sampel hasil pertanian yang akan diekspor tersebut.
Reza mengatakan, eksportir membuat surat permohonan ke karantina, kemudian pihak Balai Karantina Pertanian memeriksa komoditi yang akan diekspor tersebut untuk kemudian dikeluarkan sertifikat ekspornya.
“Setelah kami periksa dan dikeluarkan sertifikat karantina, kemudian baru pemberitahuan ekspor barang ke Bea Cukai.
Pada kesempatan itu, Reza juga memaparkan tentang peluang pasar hasil pertanian Bengkalis di Malaysia. Tertarik dengan kondisi harga pasar tersebut, Reza kemudian menggagas pembentukan kelompok di Desa Simpang Ayam, Kecamatan Bengkalis. Menurut Reza, kelompok tani yang dibinanya menanam jahe merah yang sekarang harganya sedang tinggi.
Reza yang didampingi rekannya Ahmad menjelaskan, peluang masyarakat Pulau Bengkalis menjadi petani sukses terbuka. Sebab, di pulau ini masih luas lahan ‘tidur’ yang belum dimanfaatkan.
“Di Bengkalis lahan tidur [tak digarap] banyak [luas] bisa ditanami komoditi ekspor, seperti jahe merah yang saya coba dengan masyarakat Desa Simpang Ayam,” kata Reza. [Rudi].
Acara penyerahan BLT tersebut dilangsungkan di kantor desa, dan dihadiri camat Bengkalis diwakili Kasi PMD, Babinsa Kecamatan Bengkalis, Pendamping Desa, Korcam dan semuar unsur aparatur pemerintah Desa Senderak. (Rudi)
Bengkalis – KontrasRiau.com – Kejaksaan Negeri Bengkalis akan melakukan pemusnahan barang bukti. Pelaksanaan pemusnahan barang bukti tersebut akan dilakukan pada Minggu pertama Juni depan.







