Articles by "KEMENAG RIAU"
Tampilkan postingan dengan label KEMENAG RIAU. Tampilkan semua postingan
RIAU (KEMENAG) — KONTRASRIAU.COM - 
Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Republik Indonesia, Ny. Hj. Helmi Nasaruddin Umar, menegaskan pentingnya peran perempuan dalam membangun keluarga yang kuat dan harmonis. Hal tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Selasa (9/6/2026).
 
Kunjungan kerja tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus DWP Kementerian Agama RI, pengurus DWP Kanwil Kemenag Riau, serta perwakilan DWP Kemenag Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau.
 
Dalam arahannya, Ny. Hj. Helmi Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa perempuan memiliki posisi yang sangat strategis dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat. Menurutnya, perempuan, khususnya seorang ibu, merupakan pilar utama yang menentukan ketahanan dan keharmonisan keluarga.
 
"Perempuan adalah jantung keluarga. Tanpa ibu, keluarga tidak akan memiliki kekuatan yang utuh. Karena itu, kita harus membangun keluarga yang harmonis dan menjadikan DWP sebagai sarana belajar yang memberikan dampak positif," ujarnya.
 
Ia menekankan bahwa Dharma Wanita Persatuan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga ruang pembelajaran dan pemberdayaan bagi para perempuan agar mampu meningkatkan kapasitas diri, memperkuat peran dalam keluarga, serta memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.
 
Lebih lanjut, Ny. Hj. Helmi Nasaruddin Umar mengajak seluruh anggota DWP untuk menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.
 
"Mari kita perkuat peran Dharma Wanita Persatuan sebagai mitra strategis Kementerian Agama dalam mendukung berbagai program dan pelayanan kepada masyarakat," ajaknya.
 
Sementara itu, Ketua DWP Kementerian Agama RI, Ny. Sinarliati Kamaruddin Amin, berharap seluruh DWP Kementerian Agama Kabupaten/Kota di Provinsi Riau terus aktif melaksanakan berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
 
Menurutnya, berbagai kegiatan sosial, pendidikan, pemberdayaan perempuan, maupun pembinaan keluarga yang dilaksanakan DWP perlu terus dikembangkan dan dipublikasikan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
 
"Saya berharap DWP Kabupaten/Kota dapat terus melaksanakan program dan kegiatan yang berdampak. Selain itu, silakan mengunggah dan mempublikasikan berbagai kegiatan tersebut agar manfaatnya dapat diketahui oleh masyarakat luas," ungkapnya.
 
Kegiatan kunjungan kerja ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara DWP Kementerian Agama RI dengan DWP Kemenag Provinsi maupun Kabupaten/Kota dalam mendukung program-program Kementerian Agama, khususnya yang berkaitan dengan penguatan keluarga, pemberdayaan perempuan, pendidikan, dan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
 
Melalui peran aktif para anggota DWP, diharapkan lahir berbagai inovasi dan program yang mampu meningkatkan kualitas kehidupan keluarga serta memperkuat kontribusi perempuan dalam pembangunan bangsa.
RIAU (KEMENAG) - KONTRASRIAU.COM - 
Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Riau ke-44 direncanakan akan dibuka oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar. Rencana tersebut disampaikan dalam audiensi Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), H. Suhardiman Amby, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Kuansing dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, yang didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Selasa (14/4/2026).

Audiensi tersebut dilaksanakan dalam rangka penyampaian undangan sekaligus koordinasi pembukaan resmi MTQ Tingkat Provinsi Riau ke-44 yang akan digelar di Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, pada 26 Juni 2026 mendatang.

Dalam pertemuan itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi atas rencana pelaksanaan MTQ di Kabupaten Kuantan Singingi serta menyambut baik undangan yang disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Kuansing.

“InsyaAllah, saya akan upayakan untuk hadir,” ujar Menteri Agama.

Bupati Kuansing, H. Suhardiman Amby, menyampaikan terima kasih atas sambutan Menteri Agama beserta jajaran. Ia berharap kehadiran Menteri Agama dapat memberikan motivasi sekaligus dukungan bagi kelancaran dan kesuksesan penyelenggaraan MTQ Riau ke-44.

“Mudah-mudahan tidak ada halangan, dan Bapak Menteri dapat hadir di Kuansing pada pembukaan MTQ Riau ke-44 nanti,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi, di tempat terpisah menegaskan bahwa rencana kehadiran Menteri Agama menjadi dorongan positif bagi daerah dalam menyukseskan kegiatan keagamaan berskala provinsi tersebut.

Menurutnya, pelaksanaan MTQ tidak hanya menjadi ajang syiar Islam, tetapi juga momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

“Kehadiran Menteri Agama nantinya di Kabupaten Kuantan Singingi diharapkan dapat menjadi motivasi dan menjadi energi positif dalam menyukseskan pelaksanaan MTQ tingkat provinsi tersebut.. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan di daerah,” ujarnya.

MTQ Tingkat Provinsi Riau ke-44 direncanakan akan diikuti oleh kafilah dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Riau dan menjadi salah satu agenda strategis keagamaan di daerah.
JAKARTA (KEMENAG) - KONTRASRIAU.COM -Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya menjadikan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) sebagai instrumen strategis dalam memperkuat moderasi beragama melalui integrasi nilai-nilai spiritual dan kearifan budaya lokal. Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi bersama Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby, dan Kakanwil Kemenag Riau Muliardi terkait persiapan MTQ Provinsi Riau 2026 di Kuansing.

MTQ yang direncanakan berlangsung pada Juni–Juli 2026 di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dinilai memiliki nilai strategis karena beririsan dengan agenda budaya Pacu Jalur yang akan digelar pada Agustus di lokasi yang sama. Menag melihat momentum ini sebagai peluang untuk memperkuat harmoni antara nilai spiritual dan kearifan lokal.

“MTQ bukan sekadar ajang lomba membaca Al-Qur’an, tetapi juga ruang membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya nilai keagamaan yang inklusif dan moderat. Ketika dipadukan dengan tradisi seperti Pacu Jalur, ini menjadi kekuatan besar dalam merawat harmoni sosial,” ujarnya di Jakarta, pada Selasa (14/04/2026).

Ia menambahkan, pendekatan berbasis budaya lokal menjadi salah satu strategidalam mengarusutamakan moderasi beragama di tengah masyarakat. Tradisi yang hidup dan berkembang di daerah dinilai memiliki daya jangkau yang kuat dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan secara kontekstual.

Menurut Menag, integrasi antara MTQ dan Pacu Jalur dapat menjadi model praktik baik (best practice) dalam mengelola keberagamaan yang ramah, terbuka, dan berakar pada nilai-nilai lokal. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa agama dan budaya dapat berjalan beriringan dalam memperkuat persatuan.

Bupati Kuansing, Suhardiman Amby, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus mematangkan berbagai aspek persiapan MTQ, mulai dari sarana-prasarana hingga keterlibatan masyarakat. Ia berharap dukungan Kementerian Agama dapat memperkuat kualitas penyelenggaraan sekaligus memberikan dampak sosial yang luas.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Riau Muliardi menegaskan kesiapan jajaran Kemenag di daerah untuk mengawal seluruh proses persiapan MTQ. Koordinasi lintas sektor, menurutnya, terus diperkuat agar pelaksanaan kegiatan berjalan lancar dan sesuai dengan harapan.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, MTQ Riau 2026 diharapkan tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga mampu menjadi momentum strategis dalam memperkuat moderasi beragama berbasis budaya lokal serta mempererat kohesi sosial masyarakat
RIAU(KEMENAG) - KontrasRiau.com - 
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi, menegaskan bahwa layanan publik harus tetap berjalan optimal meskipun Aparatur Sipil Negara (ASN) menerapkan skema work from home (WFH) setiap hari Jumat.

Penegasan tersebut sejalan dengan instruksi Menteri Agama Nasaruddin Umar agar kualitas pelayanan kepada masyarakat tidak mengalami penurunan di tengah penyesuaian sistem kerja. Kebijakan ini juga merujuk pada Surat Edaran Menteri PAN-RB Nomor 3 Tahun 2026 tentang pelaksanaan tugas kedinasan ASN dalam rangka mendukung percepatan transformasi tata kelola pemerintahan.

“Pelayanan publik adalah prioritas utama. Penyesuaian sistem kerja, termasuk WFH, tidak boleh mengurangi kualitas layanan. Layanan harus tetap hadir, mudah diakses, dan berkualitas bagi masyarakat,” ujar Muliardi di sela-sela mendampingi pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Kamis (2/4/2026).

Muliardi meminta seluruh Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), penyuluh agama, penghulu, serta satuan pendidikan madrasah untuk tetap memberikan pelayanan secara maksimal, baik melalui layanan tatap muka maupun berbasis digital.

Menurutnya, optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi menjadi kunci dalam menjaga kualitas layanan publik. Digitalisasi layanan diharapkan mampu memastikan masyarakat tetap memperoleh akses layanan tanpa hambatan, sekaligus meningkatkan efisiensi dan transparansi.

“Pemanfaatan teknologi harus menjadi solusi untuk menjaga kualitas layanan. Digitalisasi layanan perlu terus diperkuat agar masyarakat tetap terlayani tanpa hambatan. Informasi layanan juga harus tersampaikan dengan jelas kepada masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, Muliardi juga mengingatkan pentingnya membangun budaya kerja yang adaptif di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Riau. Seluruh ASN diimbau untuk mendukung praktik efisiensi, termasuk dalam penggunaan energi di lingkungan kerja.

Ka. Kanwil mendorong setiap satuan kerja, baik di Kanwil, Kemenag kabupaten/kota, madrasah, maupun KUA, untuk menggunakan listrik secara bijak sebagai bagian dari upaya mendukung kebijakan efisiensi anggaran dan optimalisasi sumber daya.

Dengan langkah tersebut, diharapkan pelayanan publik di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Riau tetap berjalan optimal, responsif, dan berkualitas, meskipun terdapat penyesuaian pola kerja ASN.