Articles by "PEMKO PEKANBARU"
Tampilkan postingan dengan label PEMKO PEKANBARU. Tampilkan semua postingan
PEKANBARU – KONTRASRIAU.COM - 
Sebanyak 63 Ketua RT/RW dan 60 Ketua Dasawisma se-Kecamatan Pekanbaru Kota resmi dikukuhkan dalam sebuah prosesi yang dipimpin Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, di Gedung Dharma Wanita, Senin (3/8/2026).

Pengukuhan tersebut menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian pemilihan Ketua RT dan RW di Kecamatan Pekanbaru Kota yang sebelumnya sempat diwarnai berbagai dinamika. Wali Kota menegaskan, kini saatnya seluruh pengurus lingkungan bersatu dan fokus menjalankan tugas melayani masyarakat.

Acara tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar, Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin, Camat Pekanbaru Kota Pondris Wandri, S.Pd., M.Si., Ketua TP PKK Kota Pekanbaru Hj. Sulastri Agung, S.Sos., M.H., Ketua I TP PKK Kota Pekanbaru dr. Hj. Sari Rahmawati, Sp.OG, Kapolsek Pekanbaru Kota Deswandi, S.H., Danramil 02/Kota Mayor Arm. Febrizal, para kepala OPD se-Kota Pekanbaru, Sekretaris Forcintaku Pekanbaru Ermaneli, para lurah se-Kecamatan Pekanbaru Kota, serta ratusan Ketua RT, RW, dan Ketua Dasawisma.

Dalam sambutannya, Agung Nugroho mengajak seluruh Ketua RT dan RW meninggalkan seluruh perbedaan yang terjadi selama proses pemilihan. Menurutnya, tidak ada lagi kelompok ataupun kubu karena seluruh pengurus kini merupakan bagian dari Pemerintah Kota Pekanbaru yang memiliki tujuan sama, yakni melayani masyarakat.

"Hari ini adalah momen yang bersejarah. RT/RW yang selama ini menjadi polemik dan penuh dinamika, hari ini sudah selesai. Sekarang saatnya Bapak dan Ibu menuntaskan tanggung jawab kepada masyarakat," ujar Agung.

Ia menegaskan bahwa Ketua RT dan RW merupakan ujung tombak pelayanan pemerintahan karena paling dekat dengan masyarakat. Oleh sebab itu, mereka diminta tidak hanya menunggu program pemerintah, tetapi aktif melihat persoalan yang terjadi di lingkungan masing-masing.

"RT/RW jangan lagi menunggu pemerintah datang membantu masyarakat. Justru RT/RW harus proaktif, bersama warga membangun Kota Pekanbaru dari lingkungan masing-masing," katanya.

Menurut Agung, Ketua RT dan RW harus menjadi mata dan telinga pemerintah. Jika menemukan jalan rusak, warga miskin, anak putus sekolah, maupun masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi, seluruh persoalan tersebut harus segera dilaporkan kepada Pemerintah Kota Pekanbaru agar dapat ditindaklanjuti.

"Kalau ada jalan rusak, ada warga tidak mampu, ada orang yang tidak bisa makan, jangan dibiarkan. Jangan merasa sebagai pejabat. Laporkan kepada kami, itu tugas kita bersama melayani masyarakat," tegasnya.

Bahkan, Agung membuka akses komunikasi seluas-luasnya kepada seluruh Ketua RT dan RW.

"Silakan Pak RT dan Pak RW datang ke rumah saya 24 jam, kapan saja, asalkan membawa persoalan masyarakat. Kalau ada warga miskin, anak putus sekolah, atau persoalan yang memang harus segera ditangani, jangan ragu datang. Pemerintah harus hadir untuk masyarakat," katanya.

Untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan para Ketua RT/RW, Agung mengungkapkan rencana menggelar retreat atau malam keakraban. Kegiatan tersebut akan menjadi forum diskusi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi di masing-masing wilayah sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan pengurus lingkungan.

"Saya tidak ingin menjadi pejabat yang hanya dihormati dari jauh. Saya ingin berada di tengah-tengah RT/RW dan masyarakat. Karena itu saya juga akan ikut bermalam bersama RT/RW dalam kegiatan nanti," ujarnya.

Selain itu, Pemerintah Kota Pekanbaru juga akan meningkatkan kesejahteraan Ketua RT dan RW melalui pembayaran insentif yang tepat waktu. Bahkan, ke depan pemerintah juga mengupayakan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR).

"Insya Allah, bukan hanya insentif yang dibayarkan tepat waktu, tetapi kami juga sudah memikirkan agar RT/RW nantinya mendapatkan THR," ungkapnya yang disambut tepuk tangan peserta.

Tidak hanya itu, Pemko Pekanbaru juga berencana menyiapkan seragam baru dan pelatihan bagi para Ketua RT dan RW agar semakin siap menjalankan tugas sebagai ujung tombak pelayanan pemerintahan.

Pada kesempatan yang sama, Agung turut menyoroti pentingnya peran Dasawisma sebagai garda terdepan dalam mendukung program TP PKK di tingkat lingkungan. Menurutnya, Dasawisma memiliki peran strategis dalam pendataan keluarga, pemberdayaan masyarakat, hingga mendukung keberhasilan berbagai program pemerintah.

Pemerintah Kota Pekanbaru bersama TP PKK, lanjutnya, akan terus memberikan pembinaan serta dukungan kepada Dasawisma, bahkan menyiapkan penghargaan bagi kelompok Dasawisma yang aktif dan berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka.

Sementara itu, Camat Pekanbaru Kota Pondris Wandri, S.Pd., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa proses pemilihan Ketua RT dan RW telah dilaksanakan sesuai Peraturan Daerah Kota Pekanbaru dan Peraturan Wali Kota Pekanbaru Nomor 48 Tahun 2025 tentang Pedoman Pemilihan, Pengesahan, dan Pengukuhan Ketua RT dan RW.

Dari hasil pemilihan tersebut ditetapkan 44 Ketua RT dan 19 Ketua RW, sehingga total 63 Ketua RT/RW dikukuhkan. Mereka berasal dari enam kelurahan di Kecamatan Pekanbaru Kota, yakni Kelurahan Tanah Datar, Kota Baru, Simpang Empat, Kota Tinggi, Sumahilang, dan Sukaramai. Selain itu, sebanyak 60 Ketua Dasawisma juga resmi dikukuhkan.

Pondris berharap seluruh pengurus yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta menjadi penggerak pembangunan di lingkungan masing-masing.

"Kami mengucapkan selamat kepada seluruh Ketua RT, Ketua RW, dan Ketua Dasawisma yang telah dikukuhkan. Semoga amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan baik, membawa kemajuan, ketertiban, dan kesejahteraan bagi masyarakat Kecamatan Pekanbaru Kota," ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para Ketua RT dan RW yang telah mengakhiri masa pengabdiannya.

"Terima kasih kepada seluruh Ketua RT dan RW yang telah mengabdi dengan penuh keikhlasan. Semoga segala pengabdian yang telah diberikan menjadi amal ibadah di sisi Allah SWT," tutup Pondris.
PEKANBARU – KONTRASRIAU.COM - 
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru untuk menghadirkan program seragam sekolah gratis bagi seluruh siswa baru jenjang SD dan SMP negeri. Kebijakan tersebut diambil sebagai upaya meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama saat memasuki tahun ajaran baru.

Komitmen itu disampaikan Agung Nugroho saat menghadiri acara Pengukuhan Ketua RT/RW dan Ketua Dasawisma se-Kecamatan Pekanbaru Kota di Gedung Dharma Wanita, Senin (3/8/2026).

Menurut Agung, program seragam sekolah gratis lahir dari banyaknya aspirasi masyarakat yang mengeluhkan tingginya biaya perlengkapan sekolah. Tidak sedikit orang tua yang harus mengeluarkan biaya jutaan rupiah hanya untuk membeli seragam bagi anak-anak mereka.

"Saya sudah menugaskan agar program ini benar-benar bisa meringankan beban masyarakat. Saya punya tetangga yang memiliki tiga orang anak. Satu masuk SMP dan dua lagi masuk SD kelas satu. Untuk satu anak saja, biaya membeli satu paket seragam bisa mencapai sekitar Rp1,5 juta. Ini tentu menjadi beban yang cukup berat bagi keluarga," ujar Agung.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kota Pekanbaru telah mengalokasikan anggaran agar siswa baru SD dan SMP memperoleh paket seragam sekolah secara gratis.

Menurut Agung, pendidikan merupakan salah satu sektor yang menjadi perhatian utama pemerintahannya bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar. Karena itu, berbagai kebijakan akan diarahkan untuk mengurangi beban biaya pendidikan yang selama ini ditanggung masyarakat.

"Sejak Indonesia merdeka sampai hari ini, bahkan usia Kota Pekanbaru sudah lebih dari dua abad, seragam sekolah masih dibeli sendiri oleh masyarakat. Insya Allah, pada masa kepemimpinan kami bersama Wakil Wali Kota, seluruh paket seragam sekolah SD dan SMP akan kami gratiskan," tegasnya.

Ia berharap kebijakan tersebut menjadi langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan sekaligus membantu masyarakat menghadapi kebutuhan sekolah yang terus meningkat setiap tahun.

Selain meringankan beban orang tua, program tersebut juga diharapkan mampu menciptakan kesetaraan bagi peserta didik. Dengan adanya seragam gratis, seluruh siswa memiliki kesempatan yang sama untuk memulai pendidikan tanpa terkendala biaya perlengkapan sekolah.

Agung menegaskan bahwa pemerintah akan mengawal pelaksanaan program tersebut agar berjalan sesuai tujuan dan tepat sasaran.

"Kami ingin memastikan tidak ada lagi orang tua yang terbebani hanya karena harus membeli seragam sekolah. Pemerintah harus hadir memberikan solusi atas persoalan yang dirasakan masyarakat," katanya.

Ia juga berharap program ini dapat menghapus praktik pungutan pembelian seragam yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat setiap awal tahun ajaran baru.

Menurut Agung, kebijakan seragam sekolah gratis merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang pendidikan.

"Pendidikan adalah investasi masa depan. Karena itu, pemerintah berkewajiban memberikan kemudahan agar anak-anak Pekanbaru dapat bersekolah dengan baik tanpa membebani orang tuanya," tutup Agung.
PEKANBARU - KONTRASRIAU.COM - Pemilhan Ketua RW 02 Kelurahan Tangkerang Tengah akan digelar besok minggu, tanggal 12 April 2026 dilapangan takraw depan pos ronda Jalan kasah, Gg. Kenanga.

Ketua panitia pemilihan RT dan RW Kelurahan Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai Zamrimas, menghimbau kepada warga RW 02 untuk dapat hadir pada acara pemiihan nantinya." Terang Zamrimas, yang akrab disapa Bang Yakub, Kepada Media KontrasRiau.com.

" Semua persiapan sudah matang, pemilihan ketua RW 02 akan digelar pada besok minggu tanggal 12 April 2026 dilapangan takraw jalan kasah." Ujarnya.

Lanjut Zamrimas, undangan yang sudah diedarkan bisa menjadi motivasi bagi semua warga RW 02 untuk Dapat berkontribusi, serta hadir dalam rangka pemilihan ketua RW 02 yang baru." Tambahnya.

Harapan kami, siapapun yang terpilih nantinya sebagai ketua RW 02, kepada semua warga untuk dapat mendukung ketua RW 02 yang baru dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai perpanjangan tangan pemerintah kota pekanbaru. demi kemajuan daerah kita." Tutupnya.

Editor : Omeng