Articles by "Kemenag Riau"
Tampilkan postingan dengan label Kemenag Riau. Tampilkan semua postingan
PEKANBARU (KEMENAG) - KontrasRiau.com - 
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pekanbaru. M. Arief Hidayat Annas, siswa kelas XII.5, berhasil lolos seleksi di 13 perguruan tinggi luar negeri dari berbagai negara.

Siswa kelahiran Pekanbaru, 3 Juli 2008 ini diterima di sejumlah universitas ternama dengan beragam program studi, di antaranya RMIT University (Bachelor of Urban Planning), Western Sydney University (Bachelor of Planning), Bond University (Bachelor of International Relations/Business), hingga Wageningen University & Research (Bachelor of Tourism).

Selain itu, Arief juga dinyatakan diterima di Deakin University (Bachelor of Laws), University of Canterbury (Bachelor of Science in Geology), Swinburne University of Technology (Bachelor of Laws/Bachelor of Business), University of Wollongong Australia (Bachelor of Business/Bachelor of Laws), University of Southern Queensland (Bachelor of Aviation), Auckland University of Technology (Bachelor of Business), Victoria University of Wellington (Bachelor of Laws), Management and Science University (Bachelor in Economic and Finance), serta Charles Darwin University (Bachelor of Science).

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Muliardi, Kamis (2/4/25), menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas prestasi yang diraih siswa MAN 2 Pekanbaru tersebut. Muliardi mengatakan prestasi tersebut merupakan bukti nyata bahwa kualitas pendidikan madrasah saat ini tidak diragukan lagi.

“Capaian ini juga tidak terlepas dari kerja keras, disiplin, serta dukungan dari orang tua dan para guru di MAN 2 Pekanbaru,” ujarnya.

Muliardi juga menekankan pentingnya siswa MAN Pekanbaru untuk terus berprestasi hingga tingkat internasional, menjaga marwah madrasah, serta terus berinovasi dalam menghadapi perkembangan zaman.

“Siswa harus siap menghadapi tantangan digitalisasi dan mampu berkompetisi di masa depan sebagai calon pemimpin. Selain itu, penting untuk terus mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dan semangat perjuangan dalam setiap langkah,” tambahnya.

Di akhir keterangannya, Muliardi mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru pembimbing yang telah berupaya mempersiapkan para siswa untuk dapat melanjutkan pendidikannya ke beberapa universitas lainnya di luar negeri.

Sementara itu Kepala MAN 2 Pekanbaru gharafdi juga menyampaikan mengucapkan selamat atas keberhasilan siswa MAN 2 bisa diterima pada 13 universitas di Luar Negeri, ini menjadi bukti bahwa siswa madrasah mampu bersaing di tingkat global.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa madrasah tidak hanya unggul dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga mampu mencetak generasi yang berdaya saing internasional,” ungkapnya.

Arief anak pasangan Nasrul dan Asmawati ini dikenal sebagai siswa yang tekun dan memiliki semangat belajar tinggi. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berprestasi dan berani meraih peluang pendidikan hingga ke tingkat internasional.

MAN 2 Pekanbaru terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan dan membuka akses seluas-luasnya bagi peserta didik untuk meraih masa depan yang gemilang.
MEMPURA, SIAK - KontrasRiau.com - 
Bupati Siak, Afni Z, secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan 18 anggota Pergantian Antar Waktu (PAW) Badan Permusyawaratan Kampung (Bapekam) se-Kecamatan Mempura. Kegiatan ini berlangsung di Aula Pertemuan Kantor Kecamatan Mempura, Kampung Benteng Hilir, Rabu (1/4/2026).
Adapun 18 anggota Bapekam yang dilantik berasal dari enam kampung, dengan rincian: 3 orang dari Kampung Koto Ringin, 1 orang dari Kampung Paluh, 4 orang dari Kampung Benteng Hilir, 7 orang dari Kampung Benteng Hulu, 1 orang dari Kampung Tengah, dan 2 orang dari Kampung Merempan Hilir.

Dalam arahannya, Bupati Afni Z menegaskan bahwa kehadirannya di tengah masyarakat merupakan komitmen nyata pemerintah daerah untuk terus menjalankan roda pemerintahan demi pelayanan publik yang maksimal.

"Hari ini kita masih terus bersama-sama, tanda bahwa Pemerintah Kabupaten Siak tetap konsisten menjalankan roda pemerintahan dengan tujuan utama memberikan layanan terbaik bagi masyarakat," ujar Bupati Afni.

Terkait kondisi keuangan daerah, Bupati Afni secara terbuka memaparkan bahwa saat ini Kabupaten Siak tengah menghadapi tantangan defisit anggaran. Kondisi ini dipicu oleh beban utang tunda bayar serta dampak pemotongan anggaran dalam konteks APBN, di mana pengeluaran daerah melampaui pendapatan.

Meski demikian, Bupati mengajak seluruh pihak untuk tetap kompak dan bekerja ikhlas. Ia menekankan pentingnya sinergi untuk menyukseskan program strategis Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, khususnya program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diintegrasikan melalui Koperasi Desa Merah Putih dan Sekolah Rakyat.

"Mari kita saling berkolaborasi dan mengawasi secara inklusif. Dukung penuh program pusat demi penguatan sumber daya manusia dan ekonomi kerakyatan, agar seluruh masyarakat dapat terlayani dengan baik meski di tengah keterbatasan anggaran," pungkasnya.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Siak, Sujarwo, SMSM, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK), Susilawati, Camat Mempura, Harland Winanda Mulya, para Penghulu Kampung serta unsur Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan tokoh masyarakat setempat.

Doli_Wtr/MC-Siak
Riau (Kemenag) — KontrasRiau.com -
Pemerintah mulai memberlakukan pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun sejak 28 Maret 2026. Kebijakan ini merupakan turunan dari Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau dikenal sebagai PP Tunas (Tunggu Anak Siap), yang diatur lebih lanjut dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi, menyampaikan bahwa Menteri Agama telah menginstruksikan seluruh jajaran, khususnya di madrasah serta lembaga pendidikan agama dan keagamaan, untuk mengawal implementasi kebijakan tersebut secara optimal.

Menurut Muliardi, ruang digital memerlukan penguatan nilai agama dan etika sebagai fondasi utama bagi anak-anak sebelum terjun ke dunia maya.

“Ruang digital perlu fondasi agama dan etika. Kita ingin memastikan nilai-nilai tersebut tertanam kuat di lingkungan keluarga dan pendidikan sebelum anak melangkah ke jagat digital,” ujarnya.

Muliardi menegaskan, peran keluarga menjadi kunci utama dalam mengontrol akses dan penggunaan gawai oleh anak. Oleh karena itu, Ka. Kanwil mengajak para guru, kiai, serta orang tua untuk bersama-sama melakukan pendampingan secara bijak dan penuh kasih sayang.

“Pendampingan yang tepat dari orang tua dan pendidik akan membantu anak memahami batasan serta penggunaan teknologi secara sehat,” tambahnya.

Di sisi lain, Kanwil Kemenag Riau juga mendorong lembaga pendidikan untuk mengoptimalkan penguatan literasi digital dalam proses pembelajaran. Langkah ini dinilai penting agar anak tidak hanya dibatasi, tetapi juga dibekali kemampuan dalam menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

Kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak serta mendukung tumbuh kembang generasi muda yang berkarakter dan berakhlak.
Riau (Kemenag) — KontrasRiau.com - 
Komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terus ditunjukkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tenayan Raya, meski di tengah kebijakan Work From Anywhere (WFA) pasca Idulfitri 1447 H. Hingga 29 Maret 2026, tercatat sebanyak 14 peristiwa nikah telah dijadwalkan dan dilaksanakan.

Kepala KUA Kecamatan Tenayan Raya, Hairullah, bersama penghulu Pujianto, menjelaskan bahwa pelaksanaan akad nikah berlangsung baik di Balai Nikah maupun di luar Balai Nikah, menyesuaikan kebutuhan dan permintaan masyarakat.

“Seluruh layanan pencatatan nikah tetap berjalan sebagaimana mestinya, baik yang dilaksanakan di kantor maupun di luar. Kami memastikan setiap pasangan mendapatkan layanan yang optimal,” ungkap Hairullah.

Hairullah menegaskan, penerapan WFA tidak mengurangi kualitas pelayanan. Bahkan, jajaran KUA tetap melayani pencatatan nikah di luar hari dan jam kerja, termasuk pada akhir pekan, demi memenuhi kebutuhan masyarakat yang meningkat usai Lebaran.

“Walaupun di masa WFA dan pelaksanaan akad nikah juga berlangsung pada hari Sabtu dan Minggu, kami tetap hadir untuk memberikan pelayanan secara profesional dan sesuai aturan,” tambahnya.

Momentum pasca Hari Raya Idulfitri yang identik dengan meningkatnya pelaksanaan pernikahan menjadi perhatian khusus bagi KUA Tenayan Raya. Dengan kesiapan sumber daya dan komitmen pelayanan, setiap peristiwa nikah tetap tercatat secara resmi sebagai bagian dari tertib administrasi negara.

Berdasarkan data yang disampaikan, pada tanggal 26 Maret 2026 terdapat 3 peristiwa nikah, terdiri dari 1 yang dilaksanakan di Balai Nikah dan 2 di luar Balai Nikah. Selanjutnya, pada 27 Maret 2026 tercatat 1 peristiwa nikah yang dilaksanakan di Balai Nikah. Sementara itu, pada tanggal 28 dan 29 Maret 2026 masing-masing terdapat 4 peristiwa nikah yang dilaksanakan, baik di dalam maupun di luar Balai Nikah.

Melalui langkah ini, KUA Kecamatan Tenayan Raya menegaskan perannya sebagai garda terdepan pelayanan keagamaan, yang adaptif terhadap kebijakan serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Riau (Kemenag) — KontrasRiau.com - 
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi, menerima kunjungan tokoh lintas agama di kediaman pribadinya, Kamis (26/3/2026). Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka silaturrahmi sempena Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan ini menjadi wujud nyata toleransi dan harmonisasi dalam menjaga kerukunan umat beragama di Provinsi Riau. Suasana penuh keakraban dan kebersamaan tampak mewarnai pertemuan tersebut, yang dihadiri oleh berbagai perwakilan tokoh agama.

Muliardi menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut sebagai bentuk komitmen bersama dalam mempererat persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman masyarakat. Ia berharap para tokoh agama di Provinsi Riau dapat terus berperan aktif dalam menjaga serta meningkatkan kerukunan antarumat beragama.

“Kerukunan yang telah terjalin dengan baik ini harus terus kita rawat dan tingkatkan. Peran tokoh agama sangat penting dalam memberikan teladan serta menanamkan nilai-nilai toleransi di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ka. Kanwil menambahkan, kondisi kerukunan umat beragama di Provinsi Riau saat ini tergolong baik. Masyarakat hidup dalam suasana heterogen dengan beragam latar belakang agama, namun tetap mampu menjaga toleransi dan saling menghormati.

“Ini tercermin dari pelaksanaan berbagai perayaan keagamaan yang berlangsung secara aman dan damai. Selama bulan Ramadan yang bertepatan dengan perayaan Imlek, masyarakat tetap dapat menjalankan ibadah dan tradisinya masing-masing dengan penuh khidmat. Demikian pula dengan perayaan Hari Raya Nyepi yang juga berjalan lancar sesuai dengan tradisi umat Hindu”.

Lebih lannjut Muliardi mengatakan, momentum perayaan hari besar keagamaan yang berlangsung hampir bersamaan pada tahun ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat persatuan bangsa.

“Rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Nilai-nilai seperti empati dan kepedulian sosial yang dilatih selama Ramadan harus terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam semangat Prapaskah,” tuturnya.

Melalui kegiatan silaturrahmi lintas agama ini, diharapkan sinergi antar tokoh agama semakin kuat dalam menjaga keharmonisan serta memperkokoh persatuan di Provinsi Riau.
RIAU (Kemenag) - KontrasRiau.com - 
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Binawidya tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat meskipun dalam masa kebijakan Work From Anywhere (WFA). Selama periode tersebut, KUA Kecamatan Binawidya telah melaksanakan 12 peristiwa nikah, yang terdiri dari 8 peristiwa nikah di rumah atau di luar Balai Nikah serta 4 peristiwa nikah yang dilaksanakan di Balai Nikah KUA Kecamatan Binawidya.

Kepala KUA Kecamatan Binawidya, H. Fahmi Wahyudi, S.H.I., M.Sy, menyampaikan bahwa pelayanan pernikahan tetap berjalan sebagaimana mestinya sebagai bentuk komitmen KUA dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Walaupun terdapat kebijakan WFA, pelayanan pencatatan nikah tetap kami laksanakan dengan baik. Total ada 12 peristiwa nikah yang kami layani, baik di luar balai maupun di balai nikah,” ujarnya.

https://riau.kemenag.go.id/berita/600565/KUA-Binawidya-Layani-12-Peristiwa-Nikah-Saat-Kebijakan-WFA
Riau (Kemenag) — KontrasRiau.com - 
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi, menjadi khatib dalam pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah / 2026 Masehi yang digelar pada Sabtu (21/3/2026) di lingkungan Kantor Gubernur Riau.

Shalat Idul Fitri yang awalnya direncanakan berlangsung di halaman Kantor Gubernur Riau tersebut diikuti masyarakat dari berbagai wilayah di Provinsi Riau. Namun, karena hujan yang turun sejak pagi hari, pelaksanaan shalat akhirnya dipindahkan ke Masjid Kantor Gubernur Riau agar jamaah dapat beribadah dengan lebih nyaman.

Meski terjadi perubahan lokasi, pelaksanaan Shalat Idul Fitri tetap berlangsung tertib dan khidmat. Jamaah yang hadir tetap antusias mengikuti rangkaian ibadah hingga khutbah selesai.

Dalam khutbahnya yang mengangkat tema “Kemenangan Idul Fitri: Menyemai Kebaikan, Meraih Keberkahan”, Muliardi menyampaikan bahwa bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat mulia karena memiliki sejumlah keistimewaan yang tidak dimiliki bulan lainnya.

“Ramadhan menjadi bulan yang sangat istimewa karena di dalamnya terdapat berbagai ibadah yang tidak ditemukan pada bulan lain, seperti puasa selama satu bulan penuh, shalat tarawih setiap malam, hadirnya malam Lailatul Qadr yang lebih baik dari seribu bulan, ditutupnya ibadah Ramadhan dengan zakat fitrah, serta diturunkannya kitab suci Al-Qur’an,” ujar Muliardi dalam khutbahnya.

Ia juga menjelaskan bahwa selain Al-Qur’an, beberapa kitab suci lain juga diturunkan pada bulan Ramadhan. Shuhuf Nabi Ibrahim AS diturunkan pada malam pertama Ramadhan, Taurat kepada Nabi Musa AS pada malam keenam Ramadhan, Zabur kepada Nabi Daud AS pada malam ke-12 Ramadhan, serta Injil kepada Nabi Isa AS pada malam ke-18 Ramadhan.

Menurutnya, kemuliaan Ramadhan juga semakin terlihat dari berbagai peristiwa penting dalam sejarah Islam yang terjadi pada bulan tersebut.

“Banyak peristiwa besar yang terjadi di bulan Ramadhan, seperti kemenangan kaum muslimin dalam Perang Badar, pembebasan Kota Mekah, hingga berbagai peristiwa penting lainnya dalam sejarah Islam. Bahkan kemerdekaan Republik Indonesia juga terjadi pada bulan Ramadhan tahun 1364 Hijriah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Muliardi mengingatkan bahwa ibadah puasa yang telah dijalani selama bulan Ramadhan memiliki banyak nilai yang harus terus dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari.

“Ibadah puasa mengajarkan banyak nilai penting bagi kehidupan kita, di antaranya nilai kejujuran, karena hanya Allah dan diri kita yang mengetahui apakah kita benar-benar berpuasa atau tidak. Puasa juga melatih kesabaran serta mengajarkan kedisiplinan dan penghargaan terhadap waktu,” ungkapnya.

Ia juga mengajak umat Islam untuk tetap menjaga semangat ibadah setelah Ramadhan berakhir.

“Semangat ibadah yang telah kita jalani selama Ramadhan hendaknya tidak berhenti setelah bulan suci berlalu. Kita tetap dianjurkan memperbanyak ibadah seperti puasa sunnah, menjaga shalat berjamaah di masjid, serta memperbanyak zakat, infak, dan sedekah sebagai wujud kepedulian sosial kepada sesama,” pesannya.

Menurut Muliardi, keberkahan Idul Fitri hendaknya menjadi momentum bagi umat Islam untuk terus menebar kebaikan di tengah masyarakat serta memperkuat ukhuwah dan kebersamaan.

Pelaksanaan Shalat Idul Fitri yang berlangsung di tengah suasana hujan tersebut justru menambah kekhidmatan ibadah. Jamaah mengikuti shalat dan mendengarkan khutbah dengan penuh khusyuk hingga kegiatan selesai. (Jf)
Riau (Kemenag) — KontrasRiau.com - 
Pelaksanaan rukyatul hilal tingkat Provinsi Riau dilaksanakan di Markas Observasi Hilal (MOH) Rooftop Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Bangkinang, Kabupaten Kampar, Kamis (19/3/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pemantauan hilal secara nasional yang dilakukan pemerintah sebagai dasar penentuan awal bulan hijriah.

Kepala Bidang Urais Kanwil Kemenag Riau Muhammad Fakhri menjelaskan bahwa berdasarkan data hisab di lokasi rukyat dengan koordinat Lintang 00° 18' 52.88" LU dan Bujur 101° 2' 7.66" BT, posisi hilal pada saat pengamatan menunjukkan parameter tertentu yang menjadi dasar analisis visibilitas hilal, posisi matahari pada saat terbenam pada pukul 18:27:05 WIB dengan azimut matahari tercatat pada posisi 269° 33' 35", sedangkan bulan atau hilal terbenam pada pukul 18:40:02 WIB denngan azimut bulan pada 273° 46' 05".

“Adapun tinggi hilal hakiki tercatat sebesar 2° 45' 54", dengan lama hilal berada di atas ufuk sekitar 12 menit 57 detik setelah matahari terbenam. Letak dan posisi hilal berada pada 4° 12' 30" di belahan utara dan sebelah kanan matahari, namun begitu hilal tidak bisa terlihat karena terhalang awan,” jelas Fakhri.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau Muliardi mengimbau masyarakat untuk menunggu keputusan resmi pemerintah terkait penetapan awal Syawal atau Hari Raya Idul Fitri.

Menurutnya, penentuan awal Syawal akan diputuskan melalui sidang isbat oleh Menteri Agama Republik Indonesia setelah menghimpun laporan hasil rukyatul hilal dari berbagai daerah di Indonesia.

“Penentuan awal Syawal atau Idul Fitri hendaknya kita menunggu keputusan pemerintah melalui Menteri Agama yang akan berlangsung setelah terkumpul data dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Papua hingga Sabang, Aceh,” ujarnya. 
Muliardi juga mengingatkan bahwa jika nantinya terjadi perbedaan dalam penentuan hari raya, masyarakat di Provinsi Riau diharapkan tetap menjaga kerukunan dan persatuan.

“Apabila terdapat perbedaan, masyarakat hendaknya tetap menjaga kerukunan. Harmoni dan toleransi antarumat beragama maupun antar sesama umat Islam harus tetap dijaga,” tegasnya.

Hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pengamatan di Indonesia selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbat Kementerian Agama Republik Indonesia untuk menetapkan secara resmi awal bulan Syawal 1447 Hijriah.

Kegiatan rukyatul hilal tersebut dihadiri oleh Bupati Kampar beserta jajaran, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Muliardi, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Riau, serta Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kanwil Kemenag Riau, Wakil Rektor Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Kementerian Agama Kabupaten Kampar beserta jajaran, Ketua Pengadilan Agama, para Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan, serta unsur organisasi kemasyarakatan keagamaan terdiri Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Khatib Surya dari Nahdlatul Ulama, Sekretaris Muhammadiyah, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta pengurus Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti).
Riau (Kemenag) — KontrasRiau.com - 
Kementerian Agama menyampaikan panduan pelaksanaan ibadah apabila Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang jatuh pada 19 Maret 2026 bertepatan dengan malam takbiran Idulfitri 1447 H. Panduan tersebut dirumuskan melalui koordinasi antara Kementerian Agama, pemerintah daerah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Provinsi Bali.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi, menjelaskan bahwa pemerintah telah mengeluarkan ketentuan terkait pelaksanaan Hari Raya Nyepi yang berpotensi bersamaan dengan malam takbiran Idulfitri. Namun demikian, ketentuan tersebut secara khusus berlaku untuk wilayah Provinsi Bali.

Muliardi juga mengajak masyarakat, khususnya di Provinsi Riau, untuk tetap menjaga suasana damai serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak utuh atau menyesatkan di media sosial. Menurutnya, dalam beberapa hari terakhir beredar konten yang menyebutkan bahwa pedoman tersebut berlaku secara nasional, padahal faktanya hanya diperuntukkan bagi wilayah Bali.

https://riau.kemenag.go.id/berita/599984/Muliardi-Ajak-Masyarakat-Bijak-Menyikapi-Informasi-Panduan-Nyepi-dan-Takbiran
Riau (Kemenag) — KontrasRiau.com - 
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau melalui Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Kristen mengimbau seluruh pengelola dan pimpinan lembaga keagamaan Kristen di wilayah Riau untuk turut berpartisipasi memberikan pelayanan kepada para pemudik pada arus mudik dan arus balik Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M.

Pembimbing Masyarakat Kristen Kanwil Kemenag Provinsi Riau, Armin Antoni Silaban, mengatakan imbauan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia yang mendorong lembaga keagamaan Kristen berpartisipasi aktif dalam memberikan pelayanan sosial keagamaan kepada masyarakat.

“Imbauan ini merupakan bentuk kepedulian bersama dalam mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Idul Fitri. Kami mengajak gereja dan lembaga keagamaan Kristen di Provinsi Riau, khususnya yang berada di jalur mudik, untuk turut memberikan pelayanan bagi para pemudik,” ujar Armin Antoni Silaban di Pekanbaru, Jumat (6/3/2026).

https://riau.kemenag.go.id/berita/600031/Dukung-Arus-Mudik-Lebaran-33-Gereja-di-Riau-Sediakan-Layanan-Bagi-Pemudik
Riau (Kemenag) — KontrasRiau.com - 
Masjid Al Husna Marpoyan di Kota Pekanbaru ditetapkan sebagai salah satu Masjid Ramah Pemudik pada arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M. Masjid yang berada di Jalan Kaharuddin Nasution tersebut dinilai representatif sebagai tempat singgah bagi para pemudik karena lokasinya berada di lintas jalur mudik Provinsi Riau.

Kementerian Agama Republik Indonesia melalui jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau terus mendorong peran masjid sebagai pusat pelayanan umat, termasuk dalam mendukung kelancaran arus mudik Lebaran. Penetapan Masjid Al Husna Marpoyan sebagai Masjid Ramah Pemudik diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jauh untuk beristirahat maupun menunaikan ibadah.

Masjid yang berdiri pada tahun 2023 ini menempati lahan seluas kurang lebih dua hektare dengan kapasitas tampung sekitar 1.000 jamaah. Bangunan yang luas dan fasilitas yang memadai menjadikan masjid ini cukup representatif untuk disinggahi para pemudik yang melintas di Kota Pekanbaru.

https://riau.kemenag.go.id/berita/600157/Masjid-Al-Husna-Marpoyan-Salah-Satu-Masjid-Ramah-Pemudik-Provinsi-Riau
Riau (Kemenag) — KontrasRiau.com - 
Hilal penanda awal bulan Ramadan 1447 Hijriah tidak terlihat di wilayah Provinsi Riau. Meski demikian, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi, menegaskan bahwa Sidang Isbat tetap menjadi mekanisme resmi pemerintah dalam menetapkan awal Ramadan.

Hal tersebut disampaikan Muliardi saat pelaksanaan kegiatan rukyatul hilal yang digelar pada Selasa (17/2/2026) di rooftop Hotel Sonaview Dumai.

Menurut Muliardi, Kementerian Agama sebagai representasi pemerintah memiliki kewajiban untuk melakukan verifikasi langsung terhadap posisi hilal di lapangan. Hasil pemantauan tersebut selanjutnya akan dibahas secara nasional melalui Sidang Isbat yang dipimpin oleh Menteri Agama.

“Kementerian Agama perlu melakukan konfirmasi langsung dengan melihat posisi hilal, kemudian diputuskan melalui Sidang Isbat. Hasil Sidang Isbat selalu menjadi rujukan resmi pemerintah dalam menentukan awal Ramadan maupun Idul Fitri,” jelasnya.

Lebih lanjut, Muliardi menjelaskan bahwa dalam penetapan awal bulan hijriah, Indonesia berpedoman pada kesepakatan negara-negara anggota MABIMS (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Kesepakatan tersebut menetapkan kriteria visibilitas hilal (imkanur rukyat), yakni ketinggian hilal minimal 3 derajat di atas ufuk saat matahari terbenam serta elongasi atau jarak sudut bulan–matahari minimal 6,4 derajat.

Berdasarkan hasil pemantauan hilal di Provinsi Riau pada Selasa (17/2/2026), diperoleh data astronomis sebagai berikut: waktu terbenam matahari pukul 18:30:27 WIB dengan azimut 258°08'03", sedangkan waktu terbenam bulan tercatat pada pukul 18:26:29 WIB dengan azimut 257°08'25’'.

Selain itu, tinggi hilal tercatat -00°47'34'', dengan letak dan posisi hilal berada pada 00°59'38'' di belahan utara dan sebelah kiri matahari. Adapun peristiwa ijtimak (konjungsi) terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 19:02:52 WIB.

Data tersebut menunjukkan bahwa bulan terbenam lebih dahulu dibandingkan matahari dan posisi hilal masih berada di bawah ufuk, sehingga secara astronomis hilal tidak memungkinkan untuk teramati dari wilayah Riau dan belum memenuhi kriteria imkanur rukyat yang telah ditetapkan.

Dalam kesempatan itu, Muliardi juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kebersamaan dan toleransi, khususnya dalam menyikapi perbedaan pandangan terkait awal Ramadan.

“Dengan adanya penetapan pemerintah, masyarakat diharapkan tetap menjaga kerukunan. Meskipun terdapat perbedaan, tujuan kita tetap sama, yakni melaksanakan ibadah puasa Ramadan,” ujarnya.

Ka. Kanwil menambahkan, Ramadan tahun ini bertepatan dengan perayaan Imlek. Oleh karena itu, Muliardi mengingatkan pentingnya menjaga harmoni antarumat beragama dan saling menghormati satu sama lain.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan, saling menghargai, serta meningkatkan toleransi, sehingga Ramadan tahun ini dapat dijalani dengan suasana yang menyenangkan dan menenangkan,” tutupnya.
Pekanbaru (Kemenag Riau) — MAN 2 Pekanbaru menggelar Tasyakuran Renovasi Bangunan melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) sekaligus menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H, Jumat (23/1/2026), di Aula MAN 2 Pekanbaru.
Kegiatan ini menjadi penanda rampungnya renovasi sarana dan prasarana MAN 2 Pekanbaru sebagai bagian dari komitmen peningkatan mutu layanan pendidikan madrasah di Provinsi Riau.

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Riau H. Muliardi dalam arahannya menegaskan bahwa renovasi madrasah bukan sekadar pembenahan fisik bangunan, melainkan investasi jangka panjang untuk melahirkan pendidikan yang lebih berkualitas dan berdaya saing.

“Renovasi ini bertujuan menjadikan madrasah sebagai sekolah yang lebih baik dan bermutu. Infrastruktur sudah kita benahi, selanjutnya yang paling penting adalah bagaimana SDM guru memaksimalkan perannya dalam membentuk generasi unggul,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa MAN 2 Pekanbaru merupakan salah satu madrasah reguler yang telah diakui secara nasional, sejajar dengan MAN Insan Cendekia Siak sebagai madrasah unggulan di Riau.

“Setiap langkah harus mengedepankan kualitas. Saat ini kita juga sedang melakukan penataan untuk menempatkan SDM sesuai bidang keilmuan agar kinerja semakin optimal,” tambahnya.

Ditambahkan Kepala Satuan Kerja Sarana dan Prasarana M. Yudi dalam laporannya menyampaikan bahwa program rehabilitasi madrasah di Provinsi Riau saat ini terus berjalan.

“Sebanyak 63 madrasah riau ditangani dalam kurun waktu 2025/2026, sementara itu 5 madrasah skema tahun tunggal (Single Year), 
diantaranya MAN 2 Pekanbaru, dan 54 madrasah dengan skema tahun jamak (Multi Year)” jelasnya.

Ia berharap hasil renovasi tersebut dapat memberikan manfaat nyata serta mendukung terciptanya suasana pembelajaran yang aman, nyaman, dan berkualitas.

Sementara itu, Kepala MAN 2 Pekanbaru H. Ghafardi menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan seluruh pihak selama proses renovasi berlangsung.

Ia mengungkapkan bahwa sekitar enam bulan lalu, seluruh civitas akademika MAN 2 Pekanbaru harus menjalani kegiatan belajar mengajar di UIN Suska Riau, Jalan Ahmad Dahlan, Pekanbaru, demi kelancaran proses renovasi.

“Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, hari ini kampus MAN 2 Pekanbaru telah kembali dan tampil lebih indah, nyaman, serta kondusif untuk kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.

Kegiatan tasyakuran juga diisi dengan ceramah agama oleh H. Zulhendri yang menyampaikan tausiah tentang pentingnya persiapan menyambut Bulan Suci Ramadhan.

Ia menekankan bahwa kesiapan Ramadhan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga spiritual dan intelektual.

“Ramadhan harus disiapkan dengan ilmu dan mental yang baik, termasuk pemahaman tentang hal-hal yang membatalkan puasa agar ibadah kita berjalan sempurna,” pesannya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Riau H. Rahmat Suhadi, Kabid Pendidikan Madrasah H. Jisman Tim Satpras Bidang Penmad, Kepala Kantor Kemenag Kota Pekanbaru, Ka. Prasarana Strategis Wilayah Riau Kementerian PU Muhammad Yudhy Prasetya, perwakilan Dinas PUPR Provinsi Riau, Penasehat dan Ketua Komite MAN 2 Pekanbaru, para tokoh pendidikan, serta undangan lainnya.

Melalui tasyakuran ini, Kanwil Kemenag Riau menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat mutu madrasah, baik dari sisi sarana prasarana maupun kualitas sumber daya manusia, demi mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.
Kemenag RI (Riau) - KontrasRiau.com - 
Menteri Agama Nasaruddin Umar, mengungkapkan bahwa Indonesia akan memainkan peran strategis terutama, dalam bidang pendidikan dan pengembangan bahasa Arab.  Menurutnya, Al Azhar memberi sinyal positif atas kerja sama yang dijalin antara Indonesia dan Mesir. 
“Al-Azhar sangat mendukung kerja sama antara kedua negara, bukan saja dari soal pendidikan, tapi berbagai macam kepentingan sebagai sesama negara mayoritas Muslim yang moderat,” ungkap Menag Nasaruddin sepulang dari kunjungan kerja ke Mesir atas mandat Presiden Prabowo di Tangerang, Kamis (22/1/2026).

Menag menjelaskan bahwa Al Azhar siap memberikan asistensi kepada perguruan tinggi keagamaan di Indonesia, baik negeri maupun swasta. Tujuannya, menguatkan kapasitas institusi  agar menghasilkan lulusan yang lebih kompeten. 

“Al-Azhar bersedia untuk memberikan asistensi terhadap perguruan tinggi-perguruan tinggi, terutama perguruan tinggi negeri, UIN, IAIN, dan PTKIS untuk kendali mutu,” lanjutnya.

"Al-Azhar juga bersedia untuk mengirim dosen-dosen yang diperlukan oleh Indonesia, terutama Bahasa Arab dan juga 200 sampai 1000 tenaga ahli Bahasa Arab Mesir bersedia untuk datang ke Indonesia," sambungnya.

Dikatakan Menag, pada April 2026, Pemerintah Mesir berencana melakukan kunjungan ke Indonesia untuk penandatanganan MoU dan membahas lebih lanjut program-program strategis yang akan dijalin antara Indonesia dan Mesir. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat pendidikan tinggi Islam di Indonesia seiring dengan pengembangan pendidikan dan pembelajaran yang semakin relevan dengan kebutuhan zaman.

*Apresiasi Internasional*

Menteri Agama Nasaruddin Umar menambahkan, Indonesia mendapat apresiasi internasional setelah melakukan kunjungan ke Mesir. Dalam pertemuan dengan pemerintahan Mesir dan ulama-ulama dunia, Menag mendapatkan pengakuan bahwa Indonesia memiliki peran strategis dalam pengembangan sains dan teknologi, terutama dalam bidang Artificial Intelligence (AI), yang dinilai dapat menjadi kekuatan baru dalam peradaban dunia Islam.

Menag menyampaikan bahwa dalam pertemuan dengan Menteri Wakaf Mesir, Usamah Al-Sayyid Al-Azhari, dibahas bagaimana mengantisipasi perkembangan teknologi, khususnya AI, agar dapat menjadi alat untuk memperkuat peradaban, memberikan dampak positif bagi peradaban dunia Islam, bukan justru melemahkannya.
“Kita diminta untuk mengantisipasi perkembangan sains dan teknologi, terutama _Artificial Intelligence_, supaya itu bisa menjadi kekuatan untuk pengembangan peradaban kebudayaan. Bukan sebaliknya, justru akan memperlemah posisi peradaban yang substantif itu,” ungkap Menag.

Menag mengungkapkan bahwa Indonesia mendapatkan pengakuan penting dalam forum tersebut. “Indonesia disebut-sebut punya peran yang sangat strategis di masa akan datang,” ujarnya.

Ditambahkan Menag, banyak ulama besar dari berbagai negara memberikan apresiasi terhadap Indonesia sebagai negara yang dianggap paling aman dan strategis untuk mengembangkan sains dan teknologi peradaban modern. Menurut Menag, pengakuan ini sekaligus menantang Indonesia untuk menjadi epicentrum baru dalam pengembangan peradaban dunia Islam modern. 

"Indonesia ini dituntut dan ditantang untuk menjadi _epicentrum_ baru untuk sebuah pengembangan peradaban dunia Islam modern,” tegasnya.

Dengan pengakuan ini, Indonesia diharapkan dapat memainkan peran utama dalam mengarahkan perkembangan teknologi yang berdampak positif, tidak hanya untuk umat Islam, tetapi juga untuk dunia secara keseluruhan.
Riau (Kemenag) — KontrasRiau.com - 
Dalam rangka memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau bersama Kelompok Kerja Majelis Taklim (KKMT) Riau menggelar Festival Shalawat dengan tema “Membumikan Shalawat, Merajut Jagat: Pesan Ekoteologi dalam Peristiwa Isra Mikraj”.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kanwil Kemenag Riau, Sabtu (17/1/2026) ini diikuti oleh 41 grup shalawat dari berbagai daerah di Provinsi Riau, tidak hanya dari Pekanbaru, namun juga dari Rokan Hulu, Siak, Kampar, dan Pelalawan. Festival ini menjadi wujud nyata sinergi majelis taklim dalam menghidupkan syiar Islam sekaligus memperkuat pembinaan umat.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag Riau yang diwakili Kabid Penaiszawa H. Mas Jekki Amri. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa shalawat bukan hanya lantunan suara indah semata, melainkan energi spiritual yang dapat menghidupkan kesadaran sosial, kemanusiaan, dan kepedulian ekologis.

Menurutnya, tema festival selaras dengan arah kebijakan Kementerian Agama melalui Asta Protas Kemenag, khususnya penguatan nilai-nilai spiritual yang berdampak pada kehidupan nyata.

“Peristiwa Isra Mikraj bukan sekadar perjalanan spiritual Rasulullah SAW, tetapi mengandung pesan mendalam tentang hubungan harmonis antara langit dan bumi, antara Tuhan, manusia, dan alam semesta. Alam bukanlah objek eksploitasi semata, namun amanah ilahi yang wajib dijaga,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, membumikan shalawat berarti membumikan akhlak Rasulullah, menghadirkan teladan dalam menjaga keseimbangan alam, mencintai makhluk hidup, serta menjauhkan diri dari perusakan bumi.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Hj. Kamalia dalam laporannya menyampaikan bahwa Festival Shalawat ini digelar sebagai sarana dakwah sekaligus penguatan budaya shalawat di tengah masyarakat, khususnya dalam momentum peringatan Isra Mikraj dan menyambut bulan suci Ramadhan. Ia menuturkan bahwa kegiatan ini juga menjadi ruang kebersamaan majelis taklim lintas daerah untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat persatuan umat.

Melalui festival ini, shalawat yang dilantunkan diharapkan menjadi doa bagi keselamatan dunia, memperkuat nilai rahmatan lil ‘alamin, sekaligus mempererat persatuan umat.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan turut dimeriahkan oleh stand bazar UMKM yang tergabung dalam MT Perwira, serta partisipasi sponsor melalui tenda layanan dan promosi. Panitia juga menyediakan penghargaan bagi para pemenang berupa uang tunai, sertifikat, dan piala untuk Juara 1, 2, 3 serta Juara Harapan 1, 2, dan 3 dengan total hadiah uang tunai sebesar 6,3 juta.

Adapun sponsor kegiatan antara lain BSI Cabang Rumbai, Dashnet, BPRS Hasarah, Leng Kafe, Cava Living & Coffee, serta sejumlah donatur lainnya.

Hadir dalam kegiatan ini antara lain Ketua Tim Publikasi Dakwah dan HBI H. Firdaus, Ketua Panitia Pelaksana Hj. Kamalia, dewan juri, para peserta, panitia, serta undangan lainnya.

Festival Shalawat ini diharapkan dapat menjadi agenda yang terus berlanjut sebagai ruang pembinaan umat, penguatan budaya shalawat, serta gerakan spiritual yang membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat dan kelestarian alam. (*)
RIAU (Kemenag) - KontrasRiau.com -  
Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau yang juga merupakan Bunda Inklusi Kanwil Kemenag Riau, Ny. Tina Mailinda Muliardi, secara resmi menobatkan 12 Bunda Inklusi Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau. Penobatan tersebut dilaksanakan dalam kegiatan Rapat Koordinasi DWP dan Penobatan Bunda Inklusi yang digelar di Aula MAN 1 Kabupaten Kuantan Singingi, Jumat (02/01/2026).
Prosesi penobatan ditandai dengan pemasangan selempang dan penyematan pin Bunda Inklusi kepada masing-masing Ketua DWP Kankemenag Kabupaten/Kota. Penyematan ini menjadi simbol amanah dan komitmen dalam menguatkan peran inklusi sosial di lingkungan Kementerian Agama.
Dalam sambutannya, Ny. Tina Mailinda Muliardi menegaskan bahwa penobatan Bunda Inklusi bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal penguatan komitmen bersama untuk menghadirkan wajah Kementerian Agama yang ramah, adil, dan inklusif.
“Bunda Inklusi diharapkan menjadi figur yang hadir, mendengar, dan bergerak. Menjadi teladan dalam menciptakan lingkungan kerja yang ramah, pelayanan publik yang manusiawi, serta kebijakan yang tidak meninggalkan siapa pun,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh Bunda Inklusi Kabupaten/Kota untuk memulai gerakan inklusi dari hal-hal kecil dan dari lingkungan terdekat. Menurutnya, perubahan besar selalu lahir dari langkah yang tulus dan dilakukan secara berkesinambungan.

Penobatan 12 Bunda Inklusi ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Puncak Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung program pemberdayaan perempuan serta penguatan nilai kemanusiaan, moderasi beragama, dan kepedulian sosial di Provinsi Riau.

Sementara itu, dalam sambutannya, Penasihat DWP Pemerintah Daerah Kabupaten Kuantan Singingi, Ny. Yulia Herma Suhardiman Amby, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai program inklusi yang diinisiasi Kementerian Agama sangat bernilai positif dan sejalan dengan program Pemerintah Daerah, khususnya dalam penguatan pendidikan anak usia dini (PAUD).
“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dengan menjadikan Kabupaten Kuantan Singingi sebagai tuan rumah. Semoga kegiatan ini membawa manfaat yang luas. Ke depan, kami juga berharap kegiatan DWP dan Bunda Inklusi terus melibatkan kami di DWP Pemda,” ungkap Yulia.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pelaksana, Ny. Rina Srihandayani Suhelmon, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Rapat Koordinasi DWP dan Penobatan Bunda Inklusi diikuti oleh lebih dari 100 peserta. Peserta berasal dari perwakilan DWP 12 Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bunda Inklusi Provinsi Riau, Penasihat DWP Pemda Kuantan Singingi, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semoga kegiatan ini menjadi awal yang baik dalam menguatkan peran inklusi di lingkungan Kementerian Agama,” harapnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua DWP UIN Suska Riau, Ketua DWP IAIN Bengkalis, Ketua DWP Loka Diklat Keagamaan Pekanbaru, Ketua DWP Pemda Kuansing, Plt Ketua DWP Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Ketua FKMT Riau, Kepala MAN 1 Kuantan Singingi beserta jajaran, serta para pengurus DWP Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau.

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh Bunda Inklusi Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau sebagai simbol kebersamaan dan komitmen dalam merawat nilai inklusi di lingkungan Kementerian Agama. (*)
RIAU (Kemenag) - KontrasRiau.com - 
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Muliardi melantik 31 Kepala Kantor Urusan Agama se Provinsi Riau, Senin (29/12/25). Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI Nomor 3849 s/d 3882 / KW.04.1/3/KP.07.5/SK/2025. 

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau mengatakan bahwa Kepala KUA merupakan penentu wajah Kementerian Agama di tingkat kecamatan. Sukses atau tidaknya Kementerian Agama di daerah merupakan cerminan dari kinerja KUA sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat.
“Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) merupakan garda terdepan dan penentu wajah Kementerian Agama di tingkat kecamatan. Keberhasilan Kementerian Agama di daerah sangat ditentukan oleh kinerja KUA, karena di sanalah masyarakat langsung merasakan kehadiran negara melalui layanan keagamaan”. 

Muliardi menambahkan, sejalan dengan salah satu program prioritas Menteri Agama, yakni menghadirkan layanan keagamaan yang berdampak, Kepala KUA tidak hanya berfokus pada layanan pernikahan semata. “Ada sembilan tugas dan fungsi KUA yang harus dijalankan di lapangan. Seluruh layanan tersebut harus dikemas secara profesional, dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, serta disesuaikan dengan kebutuhan dan posisi KUA saat ini, sehingga benar-benar memberi manfaat nyata bagi umat dan masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut ia meminta kepada para Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota agar melakukan monitoring secara berkelanjutan terhadap layanan keagamaan hingga ke tingkat desa dan kelurahan. “Saya juga ingin menegaskan bahwa yang dilantik hari ini adalah orang-orang pilihan. Amanah yang baru saja dititipkan ini harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, penuh tanggung jawab dan integritas,” pungkasnya.

Hadir dalam pelantikan tersebut Pejabat Administrator di Kanwil Kemenag Riau dan Kepala Kemenag Kab. Kuantan Singingi. Indragiri Hilir, Dumai, Rokan Hilir dan Bengkalis serta bertindak sebagai saksi Nofriyandra dan Sukemi dengan rohaniawan Khairulnas. 

Adapun pejabat yang dilantik tersebut diantaranya : 
1.  Arismanto Arianto, S. Sos. I sebagai Kepala KUA Kec. Inuman
2.  Yusnadi, S. Ag sebagai Kepala KUA Kec. Kuantan Hilir Seberang
3.  Imsal, S. Ag sebagai kepala KUA Kec. Kuantan Mudik
4.  Riko Pilihantoni, SE.I, ME sebagai Kepal KUA Kec. Sengingi Hilir
5.  Rismandianto, S. PdI sebagai Kepala KUA Kec. Logas Tanah Darat
6.  Firdaus, S. ThI sebagai Kepala KUA Kec. Cerenti 
7.  Drs. H. Mahmud sebagai Kepala KUA Kec. Bengkalis 
8.  Sugeng Widodo, SHI sebagai Kepala KUA Kec. Rupat
9.  Fachrud Rasyid, S. Ag, M. PdI sebagai Kepala KUA Kec. Tanah Merah
10. Drs. Muhammad Nur, MA sebagai Kepala KUA Kec. Tempuling
11. M. Mahbub, SHI sebagai Kepala KUA Kec. Sungai Sembilan
12. As’ad, S. Ag sebagai Keplaa KUA Dumai Barat
13. Husnul Hadi, SHI sebagai Kepala KUA 
14. Muhammad Subhan, S. Ag sebagai kepala KUA Kec. Bukit Kapur
15. Nuzul Taufik, S. Ag sebagai kepala KUA Kec. Dumai Kota
16. Hartono, S. Ag sebagai Kepala KUA Kec. Kandis
17. Heri Purwanto, S. Ag sebagai Kepala KUA Kec. Mempura
18. Alwis, Sos, I, MA sebagai Kepala KUA Kec. Siak
19. Andri, S. Ag, MH sebagai Kepala KUA Kec. Tualang
20. Kusdiyanto, S. Ag sebagai Kepala KUA Kec. Kerinci Kanan
21. Subambang Isa Amsari, SHI sebagai kepala KUA Kec. Lubuk Dalam
22. Junaidi, S. Ag sebagai Kepala KUA Kec. Sabak Auh
23. Najamudin, SHI, MH sebagai Kepala KUA Kec. Dayun
24. Ahmad Syahril, S. Ag sebagai Kepala KUA Kec. Siak Kecil
25. Suhardi, S. Ag sebagai Kepala KUa Kec. Bukit Batu
26. Suryadi, S. Sy sebagai Kepala KUA Kec. Dumai Selatan
27. Ahmad Risky, S. Sy sebagai Kepala KUA Kec. Medang Kampai
28. Kausari S.Ag sebagai Kepala KUA Kec. Pusako
29. Zulaidi, S. Ag sebagai Kepala KUA Kec. Pasir Limau Kapas
30. Ulil Albab, S. Pd I, MH sebagai Kepala KUA Kec. Bandar Sekijang
31. Azwar. Z, S. Ag sebagai Kepala KUA Kec. Bandar Petalangan
PEKANBARU - KontrasRiau.com - 
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau mengimbau agar pelaksanaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) dilaksanakan secara sederhana, tertib, aman, dan khidmat, sesuai dengan ketentuan pemerintah. 

Imbauan tersebut disampaikan dalam Coffee Morning Kanwil Kemenag Riau bersama insan pers, Kamis (18/12/2025), di Aula Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenag Riau.

Kepala Kanwil Kemenag Riau Dr. H. Muliardi, M.Pd menjelaskan bahwa pelaksanaan Natal dan Tahun Baru di Riau mengacu pada Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE 7 Tahun 2025 tentang Panduan Penyelenggaraan Natal Tahun 2025 dan Tahun Baru 2026.

Dalam SE tersebut, umat Kristen dan Katolik diimbau melaksanakan ibadah dan perayaan Natal secara sederhana dengan tetap menjaga kekhidmatan, ketertiban, serta sesuai tata cara liturgi masing-masing gereja. Panitia perayaan juga diminta berkoordinasi dengan aparat keamanan dan pemerintah daerah, terutama jika kegiatan dilaksanakan di tempat umum.

“Kami mengimbau agar perayaan Natal dan Tahun Baru tidak dilakukan secara berlebihan, tidak disertai pawai atau arak-arakan, serta mengedepankan empati sosial. Perayaan keagamaan harus membawa ketenangan, tidak hanya bagi umat yang merayakan, tetapi juga masyarakat sekitar,” ujar Muliardi.

Ia menambahkan, SE Menteri Agama juga mengatur penerapan prinsip ramah lingkungan, penggunaan bahasa yang santun dalam publikasi, penyediaan layanan kesehatan dan mitigasi bencana untuk kegiatan berskala besar, serta anjuran kegiatan sosial sebagai wujud sukacita Natal.

*Data Lokasi Ibadah Natal di Riau*

Pembimas Kristen Kanwil Kemenag Riau Armin Antoni Silban memaparkan bahwa berdasarkan pendataan, perayaan Natal umat Kristen di Provinsi Riau akan dilaksanakan di 1.802 titik ibadah, dengan jumlah jemaat sekitar 637.989 orang yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota.

Ia memastikan seluruh gereja telah diarahkan untuk mematuhi ketentuan Surat Edaran Menteri Agama serta melakukan koordinasi dengan aparat keamanan.

“Kami mengimbau jemaat dan panitia gereja untuk menjaga ketertiban, keamanan, serta menghormati lingkungan sekitar agar ibadah Natal berjalan aman dan khidmat,” katanya.

Sementara itu, Pembimas Katolik yang diwakili Kori Simanjuntak menjelaskan bahwa di Provinsi Riau terdapat 236 tempat ibadah umat Katolik, dengan 13 lokasi yang menjadi titik fokus peribadatan Natal.

Di Kota Pekanbaru, dua titik utama peribadatan Natal berada di Gereja Santa Maria dan Gereja Katolik Jalan Soekarno Hatta. Selebihnya, titik peribadatan Katolik tersebar di 12 kabupaten dan kota se-Provinsi Riau.

*373 Masjid Ramah Nataru di Riau*

Kabid Urais Kanwil Kemenag Riau Dr. H. M. Fakhri, M.Ag menjelaskan bahwa sebagai bentuk dukungan pelayanan publik selama Nataru, Kemenag Riau menyiapkan 373 Masjid Ramah Nataru yang tersebar di berbagai wilayah.

Masjid-masjid tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat singgah, ruang istirahat, layanan sosial, dan tempat ibadah bagi pelaku perjalanan selama libur Natal dan Tahun Baru.

Program ini sejalan dengan kebijakan nasional Kementerian Agama yang secara nasional menyiapkan 6.919 Masjid Ramah Pemudik di 30 provinsi. Masjid diarahkan menjadi rest area alternatif yang aman, bersih, dan gratis, sekaligus memperkuat solidaritas sosial berbasis komunitas.

*Sinergi Media*

Coffee Morning ini dipandu oleh Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenag Riau Dr. H. Rahmat Suhadi, M.Pd dan dihadiri Kabid Penaiszawa H. Masjekki Amri, S.Sos., M.M, Katim Humas Nurhanah, serta perwakilan sejumlah media di Riau.

Melalui koordinasi lintas sektor dan dukungan media, Kemenag Riau berharap perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Provinsi Riau dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh kedamaian, sekaligus memperkuat kerukunan umat beragama. (***)
Riau (Kemenag) -- KontrasRiau.com - 
Untuk memberikan ruang kompetisi sehat dibidang sains dan riset serta memotivasi siswa dalam mengembangkan intelektual dan mencetak duta madrasah yang mampu bersaing ditingkat nasional, Kepala Kantor Wilayah kementerian Agama Provinsi Riau melepas kontingen Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Riau 2025 ke tingkat nasional, Minggu (9/11/25) di Bandara Sultan Syarif Kasim Riau. 

Pelaksanaan OMI tingkat Nasional tahun 2025 diselenggarakan oleh Direktorat KSKK Madrasah dengan mengambil tempat Grand El Hajj - By Asrama Haji Kota Tangerang Banten dari tanggal 10 – 14 November 2025. 
Dalam pesannya melepas kontingen Riau, Muliardi berharap kontingen Riau dapat menunjukkan kemampuan terbaik, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjadi duta yang mampu berprestasi dan mengharumkan nama daerah. 

“Saya berharap kontingen Riau dapat menunjukkan kemampuan terbaik, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjadi duta yang berprestasi dan mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional,” ujar Muliardi. 

Muliardi menegaskan agar seluruh peserta tetap menjaga semangat dan kekompakan selama mengikuti ajang nasional tersebut. Ia juga menekankan pentingnya doa dan restu orang tua dalam setiap langkah perjuangan.

“Setiap kali melangkah, berdoalah dan mohon restu kepada orang tua. Jangan lupa untuk selalu menjaga nama baik Riau,” tegasnya.

Kegiatan seperti ini bukan hanya ajang lomba, tetapi juga sarana pembinaan karakter, penanaman nilai-nilai keislaman, dan penguatan integritas peserta didik madrasah. 

“Menang adalah harapan, tetapi proses perjuangan jauh lebih bermakna. Jadilah pribadi yang rendah hati saat menang dan tetap tegar menghadapi setiap tantangan,” tutupnya.

Provinsi Riau mengutus 17 orang peserta pada kompetisi bidang Sains dan bidang Riset untuk tingkat MI/SD/Sederajat cabang Matematika terintegrasi dan IPAS Terintegrasi, MTs/SMP/Sederajat cabang Matematika terintegrasi, IPA Terintegrasi dan IPS Terintegrasi, serta tingkat MA/SMA/Sederajat dengan cabang Matematika terintegrasi, Biologi Terintegrasi, Fisika Terintegrasi, Kimia Terintegrasi, Ekonomi Terintegrasi dan Geografi Terintegrasi. Dan bidang riset jenjang MTs & MA dengan bidang kompetisi Integrasi Keislaman dan Keilmuan (Ekoteologi), Sustainable Development Goals (SDGs) dan Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional.
Kemenag RI - KontrasRiau.com - 
Kementerian Agama mengumumkan sebanyak 101.786 guru madrasah dan guru Pendidikan Agama di sekolah dinyatakan lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan (Daljab) Angkatan 3 Tahun 2025. Kelulusan ini sekaligus menjadi kado jelang peringatan Hari Guru pada 25 November mendatang.

Guru yang dinyatakan lulus PPG terdiri atas 140 Guru Pendidikan Agama Buddha, 2.369 Guru Pendidikan Agama Hindu, 68.601 Guru Pendidikan Agama Islam, 4.250 Guru Pendidikan Agama Katolik, 7.436 Guru Pendidikan Agama Kristen, dan 18.990 Guru Madrasah. Kelulusan ini menjadi momentum penting bagi upaya Kemenag untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan guru agama di Indonesia. 

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut, pencapaian ini adalah bentuk penghargaan negara terhadap para guru agama yang terus berjuang meningkatkan kompetensi di tengah berbagai keterbatasan.

“Guru adalah pahlawan masa kini. Mereka berjuang bukan di medan perang, tapi di ruang kelas, menanamkan nilai, membangun karakter, dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Kelulusan PPG ini adalah bentuk penghargaan negara atas perjuangan mereka,” tegas Menag Nasaruddin di Jakarta, Rabu (12/11/2025).

Para guru yang lulus PPG 2025 akan menerima sertifikat dan Nomor Registrasi Guru (NRG). Dua hal ini menjadi syarat pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) mulai tahun 2026. Bagi guru ASN (PNS dan PPPK), tunjangan diberikan sebesar satu kali gaji pokok per bulan, sedangkan guru Non-ASN akan memperoleh Rp2.000.000 per bulan, meningkat dari sebelumnya Rp1.500.000.

“Kenaikan tunjangan bagi guru Non-ASN adalah wujud nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru. Kemenag akan terus memperjuangkan hak-hak para pendidik, terutama guru agama yang menjadi penjaga moral bangsa,” lanjut Menag.

*Profesionalisme Guru Agama*

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amien Suyitno menyampaikan bahwa kelulusan 101.786 guru madrasah dan guru pendidikan agama di sekolah dalam PPG Angkatan 3 ini merupakan hasil sinergi antara berbagai pihak — mulai dari Kemenag, LPTK, pemerintah daerah, hingga lembaga pendukung seperti Baznas.

“Meskipun tahun 2025 terdapat kebijakan efisiensi anggaran, Kemenag tetap mengoptimalkan program PPG sesuai arahan Menteri Agama. Fokus utama kami adalah menuntaskan PPG Daljab bagi guru pendidikan agama di sekolah, agar mereka memiliki kompetensi profesional dan layak mendapatkan pengakuan formal sebagai pendidik profesional,” ujar Suyitno.

Selesai PPG Angkatan 3, Kemenag akan memusatkan perhatian pada peningkatan mutu pembinaan dan pelatihan berkelanjutan bagi para guru agama. Langkah ini diharapkan mampu memastikan bahwa sertifikasi profesi bukan hanya bersifat administratif, tetapi berdampak langsung terhadap peningkatan mutu pembelajaran agama di sekolah.

*Penghargaan bagi Pejuang Ilmu*

Direktur Pendidikan Agama Islam (PAI) M. Munir, selaku Panitia Nasional PPG Kemenag, menjelaskan bahwa PPG Dalam Jabatan merupakan salah satu program strategis nasional yang dijalankan Kementerian Agama untuk memastikan setiap guru memiliki kompetensi profesional sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Kemenag mencatat peningkatan signifikan dalam capaian sertifikasi guru agama dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. "Hal ini menandai langkah konkret pemerintah dalam memperkuat kapasitas dan kesejahteraan tenaga pendidik di bidang keagamaan," sebut Munir.

Bagi banyak guru, lanjut Munir, kelulusan ini bukan hanya soal sertifikat, tetapi juga bentuk pengakuan atas perjuangan panjang dalam mengabdi di dunia pendidikan.

"Kelulusan 101.786 guru madrasah dan guru pendidikan agama di sekolah bukan sekadar data statistik, melainkan simbol bahwa negara hadir untuk memuliakan profesi guru agama — para penjaga nilai, pembentuk akhlak, dan penerus semangat juang para pahlawan bangsa," tutup Munir.