Pelaksanaan rukyatul hilal tingkat Provinsi Riau dilaksanakan di Markas Observasi Hilal (MOH) Rooftop Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Bangkinang, Kabupaten Kampar, Kamis (19/3/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pemantauan hilal secara nasional yang dilakukan pemerintah sebagai dasar penentuan awal bulan hijriah.
Kepala Bidang Urais Kanwil Kemenag Riau Muhammad Fakhri menjelaskan bahwa berdasarkan data hisab di lokasi rukyat dengan koordinat Lintang 00° 18' 52.88" LU dan Bujur 101° 2' 7.66" BT, posisi hilal pada saat pengamatan menunjukkan parameter tertentu yang menjadi dasar analisis visibilitas hilal, posisi matahari pada saat terbenam pada pukul 18:27:05 WIB dengan azimut matahari tercatat pada posisi 269° 33' 35", sedangkan bulan atau hilal terbenam pada pukul 18:40:02 WIB denngan azimut bulan pada 273° 46' 05".
“Adapun tinggi hilal hakiki tercatat sebesar 2° 45' 54", dengan lama hilal berada di atas ufuk sekitar 12 menit 57 detik setelah matahari terbenam. Letak dan posisi hilal berada pada 4° 12' 30" di belahan utara dan sebelah kanan matahari, namun begitu hilal tidak bisa terlihat karena terhalang awan,” jelas Fakhri.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau Muliardi mengimbau masyarakat untuk menunggu keputusan resmi pemerintah terkait penetapan awal Syawal atau Hari Raya Idul Fitri.
Menurutnya, penentuan awal Syawal akan diputuskan melalui sidang isbat oleh Menteri Agama Republik Indonesia setelah menghimpun laporan hasil rukyatul hilal dari berbagai daerah di Indonesia.
“Penentuan awal Syawal atau Idul Fitri hendaknya kita menunggu keputusan pemerintah melalui Menteri Agama yang akan berlangsung setelah terkumpul data dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Papua hingga Sabang, Aceh,” ujarnya.
Muliardi juga mengingatkan bahwa jika nantinya terjadi perbedaan dalam penentuan hari raya, masyarakat di Provinsi Riau diharapkan tetap menjaga kerukunan dan persatuan.
“Apabila terdapat perbedaan, masyarakat hendaknya tetap menjaga kerukunan. Harmoni dan toleransi antarumat beragama maupun antar sesama umat Islam harus tetap dijaga,” tegasnya.
Hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pengamatan di Indonesia selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbat Kementerian Agama Republik Indonesia untuk menetapkan secara resmi awal bulan Syawal 1447 Hijriah.
Kegiatan rukyatul hilal tersebut dihadiri oleh Bupati Kampar beserta jajaran, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Muliardi, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Riau, serta Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kanwil Kemenag Riau, Wakil Rektor Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Kementerian Agama Kabupaten Kampar beserta jajaran, Ketua Pengadilan Agama, para Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan, serta unsur organisasi kemasyarakatan keagamaan terdiri Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Khatib Surya dari Nahdlatul Ulama, Sekretaris Muhammadiyah, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta pengurus Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti).
Post A Comment:
0 comments:
Berikan Komentar Terbaik Anda yang Mencerminkan Kredibilitas Anda Untuk Kemajuan NKRI yang Kita Cintai