TRENDING NOW

PEKANBARU - KontrasRiau.com - 
Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru sebagai salah satu bandara di bawah naungan PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), menegaskan posisinya di industri aviasi global. Pekanbaru (25/02/2026)

Organisasi Global yang mewakili kepentingan Bandara dunia yakni Airport Council International (ACI) yang menaungi lebih dari 2.200 bandara pada 24 Februari 2026 mengumumkan bahwa 10 bandara di bawah InJourney Airports berhasil meraih total 32 penghargaan kelas dunia di bidang pelayanan bandara yakni Airport Service Quality Customer Experience Awards 2025 (ACI ASQ Customer Experience Awards 2025) dimana Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru merupakan salah satu bandara yang berhasil menyabet penghargaan prestisius kelas dunia kategori Best Airport of 2 to 5 Million Passengers in Asia Pasific.  

ACI ASQ Customer Experience Awards sendiri merupakan satu-satunya program global yang mengukur tingkat kepuasan penumpang pesawat secara langsung (_real-time_) saat mereka berada di bandara memberikan gambaran paling akurat mengenai pengalaman pengguna di setiap tahap perjalanan, baik di area keberangkatan maupun kedatangan. 

General Manager Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Achmad mengatakan bahwa pencapaian global ini merupakan fase penting dalam mewujudkan Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru sebagai wajah dan kebanggaan bangsa (_Face and Pride of the Nation_).”

"Program ASQ secara spesifik mengukur kepuasaan pengguna jasa bandara dengan tools yang dimiliki ACI dalam melihat kualitas pelayanan di bandara dan customer experience di bandara. Karena itu, ASQ ini menjadi salah satu referensi utama di dunia dalam mengukur kinerja layanan bandara", jelas Achmad.

Achmad menambahkan bahwa penghargaan yang berhasil diraih oleh Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru ini merupakan hasil kerja keras serta kolaborasi seluruh _stakeholder_ terkait yang selama ini senantiasa konsisten memberikan pelayanan kelas dunia dengan semangat melayani sepenuh hati kepada para pengguna jasa.   

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Daerah, regulator, para _stakeholders_ serta seluruh karyawan perusahaan dan pengguna jasa bandara atas dukungannya. Penghargaan ini sekaligus sebagai wujud konkret atas konsistensi serta sinergi seluruh _stakeholders_ dalam memberikan layanan kelas dunia dan menunaikan janji Melayani Sepenuh Hati kepada para pengguna jasa,” ujar Achmad. 

Penghargaan yang diperoleh dalam ACI ASQ Customer Experience Awards 2025 ini sebagai pemacu semangat manajemen Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru beserta seluruh _stakeholders_ untuk senantiasa menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi para pengguna jasa melalui pelayanan kelas dunia. 


PEKANBARU - KontrasRiau.com - 
Dalam rangka persiapan pengamanan arus mudik dan balik Idul Fitri melalui Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026, Ditlantas Polda Riau menggelar Rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pada Kamis (26/2/2026) pukul 09.00–11.30 WIB di Ruang Rapat Gedung BPKB Ditlantas Polda Riau, Jalan Pattimura, Pekanbaru.
Rapat dipimpin langsung oleh Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, S.I.K., M.H., dan dihadiri Wadirlantas AKBP Budi Setiyono, S.I.K., M.H., para pejabat utama Ditlantas, serta instansi terkait, di antaranya pihak BPJN Riau, PT Hutama Karya (HK), PT Jasa Raharja, Dinas PUPR Provinsi Riau dan PUPR Kota, Dinas Perhubungan Provinsi Riau dan Dishub Kota, Dinas Kesehatan, serta stakeholder lainnya.

Dalam arahannya, Dirlantas Polda Riau menegaskan bahwa forum ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan manajemen lalu lintas menjelang arus mudik Lebaran 2026.

“Kita tidak ingin bekerja setelah kejadian. Seluruh potensi kerawanan harus diidentifikasi sejak dini dan diselesaikan sebelum puncak arus mudik. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama dan tidak bisa ditawar,” ucap Kombes Jeki.

Ia juga menekankan pentingnya komitmen bersama seluruh instansi terkait agar target perbaikan jalan, khususnya di ruas strategis dan jalur dengan mobilitas tinggi, dapat diselesaikan maksimal H-7 sebelum Idul Fitri.

“Kami berharap BPJN, PUPR Provinsi maupun Kota, serta pihak pengelola jalan tol dapat mempercepat proses perbaikan. Koordinasi harus berjalan cepat dan responsif. Jangan sampai ada titik kerusakan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau, AKBP Dasril, menyampaikan bahwa aspek keselamatan akan diperkuat melalui pemetaan titik black spot dan trouble spot, serta peningkatan kegiatan preemtif dan preventif.

“Kami akan mengoptimalkan sosialisasi keselamatan berlalu lintas, pelaksanaan ramp check kendaraan angkutan umum, serta pengawasan di jalur rawan kecelakaan. Tujuan utama kami adalah menekan angka kecelakaan dan fatalitas selama Operasi Ketupat berlangsung,” jelas AKBP Dasril.

Ia juga mengimbau masyarakat agar memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan, tidak memaksakan diri saat lelah, dan selalu mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

Dengan sinergitas BPJN, PT Hutama Karya, PT Jasa Raharja, PUPR, Dishub, serta seluruh stakeholder terkait, diharapkan arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 H di wilayah Provinsi Riau dapat berjalan aman, lancar, dan selamat. (***)
PEKANBARU - KontrasRiau.com - 
Kamis 26 Februari 2026 – Empat personel Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Direktorat Lalu Lintas Polda Riau (Ipda Indra Gunawan, Aiptu Jansen Sihombing, Aipda Ismet, Aipda Robi Hertanto) menerima penghargaan atas respons cepat dan aksi kemanusiaan dalam membantu seorang pengendara yang mengalami sakit saat berkendara di jalan raya.
Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, S.I.K.,M.H, dalam apel resmi yang digelar di Gedung BPKB Prototipe Ditlantas Polda Riau, Jalan Pattimura, Pekanbaru.

Apel pemberian penghargaan berlangsung khidmat dan diikuti oleh seluruh Pejabat Utama, para kepala seksi, perwira, personel, ASN, serta PHL di lingkungan Ditlantas Polda Riau.

Dalam amanatnya, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas dedikasi serta kepedulian personel Sat PJR yang sigap memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pimpinan atas dedikasi dan kepedulian personel dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat. Apa yang dilakukan rekan-rekan adalah wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada seluruh personel Ditlantas Polda Riau agar senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan penuh keikhlasan, profesionalisme, dan rasa tanggung jawab.

“Saya mengingatkan kepada seluruh personel untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, bersikap humanis, responsif, serta selalu hadir sebagai solusi bagi masyarakat. Jadikan setiap tugas sebagai ladang pengabdian,” tegasnya.

Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Ditlantas Polda Riau dalam menghadirkan pelayanan yang cepat, tepat, dan berorientasi pada keselamatan serta kemanusiaan.
PEKANBARU - KontrasRiau.com - 
Satgas TMMD ke-127 Kodim 0301/Pekanbaru bersama warga RT 04 RW 04 melaksanakan kegiatan ronda malam di Jalan Bukit Jamin, Kelurahan Tuah Negeri, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Rabu malam (25/2/2026). 
Kegiatan ini menjadi wujud kebersamaan TNI dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, khususnya selama bulan suci Ramadhan 1447 H.

Ronda malam tersebut dipimpin langsung oleh Ketua RW 04, Haryadi, dengan menyasar kawasan permukiman warga. Sejak awal kegiatan, suasana akrab terasa saat personel Satgas TMMD berbaur dengan warga. Sambil berkeliling lingkungan, mereka saling berbincang, bertukar cerita, sekaligus mengingatkan pentingnya kewaspadaan bersama demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif.

Kehadiran Satgas TMMD dalam kegiatan ronda malam ini disambut positif oleh masyarakat. Warga merasa lebih tenang dan nyaman karena keamanan lingkungan dijaga secara bersama-sama. Kebersamaan yang terjalin pun memperkuat ikatan emosional antara TNI dan warga, sehingga tercipta rasa saling percaya dan kepedulian.

Dansatgas TMMD ke-127, Kolonel Inf Ikhsanuddin., S.Sos., M.M., menegaskan bahwa kegiatan ronda malam bersama warga merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap keamanan dan kenyamanan masyarakat.

“Kehadiran Satgas TMMD di tengah warga bukan hanya untuk melaksanakan program pembangunan, tetapi juga untuk membangun kebersamaan serta kepedulian terhadap keamanan lingkungan. Apalagi di bulan suci Ramadhan, suasana aman dan nyaman sangat dibutuhkan agar masyarakat dapat beribadah dengan khusyuk. Kami ingin masyarakat merasa TNI selalu hadir dan siap bersama rakyat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ronda malam ini, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih aman, tenteram, dan harmonis. Kebersamaan antara Satgas TMMD dan masyarakat tidak hanya menjaga kamtibmas, tetapi juga mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat, sehingga nilai gotong royong dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah kehidupan bermasyarakat.
Jakarta (Kemenag) - KontrasRiau.com 
Menteri Agama menegaskan bahwa zakat tidak boleh digunakan di luar ketentuan delapan asnaf sebagaimana diatur dalam Al-Qur’an. Penegasan ini disampaikan untuk menepis disinformasi yang menyebut Kementerian Agama memaksimalkan zakat untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Zakat itu tidak boleh dimanfaatkan di luar asnafnya. Jangan sampai zakat ini diberikan kepada yang non asnaf. Itu persoalan syariah,” tegas Menag di Kantor Pusat Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (25/3/2026).


Menag menyatakan, zakat memiliki aturan syariah yang tegas dan tidak boleh dimanfaatkan di luar kelompok penerima yang telah ditetapkan. Ia merujuk pada firman Allah dalam QS. At-Taubah ayat 60, yang menjelaskan delapan golongan (asnaf) penerima zakat. 

Ayat tersebut menyebutkan bahwa zakat diperuntukkan bagi fakir (orang yang tidak memiliki harta dan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan dasar), miskin (orang yang punya pekerjaan tapi hasilnya tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari), amil (petugas yang sesuai dengan ketentuan ditetapkan sebagai pengelola zakat), muallaf (orang yang baru masuk Islam), riqab (hamba sahaya), gharimin (orang yang terlilit hutan), fisabilillah (orang yang berjuang di jalan Allah), dan ibnu sabil (orang yang dalam perjalanan).

“Saya kira itu yang sangat penting. Berikanlah zakat itu seperti apa yang tercantum di dalam asnaf secara tegas. Saya kira itu yang sangat penting. Jangan berikan zakat itu kepada yang mereka tidak berhak,” ungkap Menag.

Sebelumnya, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, juga telah menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kebijakan penyaluran zakat yang dikaitkan dengan Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Tidak ada kebijakan zakat untuk MBG. Kami pastikan penyaluran zakat dilakukan sesuai Syariat dan peraturan perundang-undangan. Zakat diperuntukkan bagi delapan golongan ashnaf sebagaimana tercantum dalam QS. At-Taubah ayat 60 serta diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Prinsip ini menjadi landasan utama dalam tata kelola zakat nasional,” tegas Thobib.

Menurut Thobib, dalam Pasal 25 UU No 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, diatur bahwa zakat wajib didistribusikan kepada mustahik sesuai dengan syariat Islam. Mustahik adalah orang yang berhak menerima zakat. Sementara pada pasal 26, ditegaskan bahwa pendistribusian zakat, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25, dilakukan berdasarkan skala prioritas dengan memperhatikan prinsip pemerataan, keadilan, dan kewilayahan.

“Zakat adalah amanah umat yang harus dijaga dan disalurkan sesuai ketentuan Syariat. Hak para mustahik adalah prioritas dalam setiap kebijakan pengelolaan dana zakat,” lanjutnya.

Thobib juga menegaskan bahwa pengelolaan zakat dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel melalui lembaga resmi yang diawasi dan diaudit secara berkala, baik melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) maupun Lembaga Amil Zakat (LAZ).

“Saya mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakatnya pada lembaga pengelola zakat yang memiliki izin resmi dari pemerintah, baik Baznas maupun LAZ. Untuk akuntabilitas, kinerja mereka juga diaudit oleh auditor independen secara berkala,” tandasnya.
PEKANBARU - KontrasRiau.com - 
Sunyi dini hari di ruas Tol Pekanbaru–Dumai mendadak berubah menjadi momen penuh haru. Di tengah gelapnya malam, sekitar pukul 00.45 WIB, Selasa (24/2/2026), personel Direktorat Lalu Lintas Polda Riau menunjukkan makna sesungguhnya dari pengabdian.

Sebuah mobil pick up terlihat melaju perlahan tanpa TNKB. Petugas patroli rutin yang curiga kemudian menghentikan kendaraan tersebut. Namun, yang ditemukan bukan sekadar pelanggaran administratif—melainkan seorang pria yang tengah menahan sakit luar biasa akibat batu ginjal.

Ia adalah Junaidi Silalahi. Dengan kondisi tubuh lemah dan rasa nyeri yang tak tertahankan, ia nekat menempuh perjalanan sekitar 13 jam demi mencapai RS Eria Bunda Pekanbaru untuk menjalani operasi. Di balik kemudi, ia berjuang antara harapan untuk sembuh dan risiko keselamatan di jalan.

Melihat kondisi tersebut, anggota Ditlantas Polda Riau tak tinggal diam. Tanpa ragu, mereka segera mengambil langkah cepat. Demi keselamatan dan percepatan penanganan medis, Junaidi dipindahkan ke mobil patroli PJR agar dapat dikawal langsung menuju rumah sakit.

Pengawalan dilakukan oleh IPDA Indra Gunawan bersama Aiptu Jansen Sihombing, Aipda Ismet, dan Aipda Robi Hertanto. Di tengah malam yang sepi, sirene patroli mengiringi perjalanan menuju Pekanbaru—bukan untuk penindakan, melainkan untuk kemanusiaan.

Setibanya di rumah sakit, para personel tak hanya memastikan kendaraan tiba dengan selamat, tetapi juga membantu mengantarkan Junaidi hingga ke ruang perawatan. Sebuah gestur sederhana, namun sarat makna.

Aipda Ismet mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi sakit berat.
“Jika mengalami sakit serius, segera koordinasikan dengan tenaga kesehatan atau perangkat desa agar dapat dirujuk menggunakan ambulans. Berkendara dalam kondisi sakit sangat berbahaya bagi diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” pesannya.

Dengan suara bergetar, Junaidi menyampaikan rasa syukurnya.
“Saya sudah 13 jam menahan sakit. Terima kasih kepada bapak-bapak polisi yang sudah membantu dan mengantar saya sampai rumah sakit untuk operasi. Saya tidak tahu bagaimana jadinya kalau tidak dibantu,” ucapnya penuh haru.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik seragam dan tugas penegakan hukum, ada hati yang bekerja dengan empati.

Aksi tersebut menjadi cerminan komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat—memberikan rasa aman, menolong tanpa pamrih, dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap langkah pengabdian.(***)