TRENDING NOW

BANGKINANG KOTA - KONTRASRIAU.COM - Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Kampar menggelar Rembug Paripurna Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kampar, yang diselnggarakan di Aula Stanum Bangkinang, Selasa (28/4/2026).

Rembug KTNA tersebut di buka oleh Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos, MT yang diwakili oleh Asisten II Setda Kampar Drs. Muhammad dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Nur Ilahi Ali, SP, MMA , Anggota DPRD Kampar Eko Sutrisno, serta seluruh Pengurus KTNA kecamatan.

Pertemuan tersebut merupakan membahas program kerja, kebijakan, aspirasi petani dan nelayan, serta merumuskan keputusan strategis organisasi dengan Tema “ Penguatan Kelembagaan sebagai Mitra Strategis Pemerintah Daerah Dalam Mencapai Kemandirian Petani dan Swasembada Pangan.”

Dalam sambutanya, Asisten II Setda Kampar Drs. Muhammad menyampaikan apresiasi Kepada KTNA Kampar, Menurutnya KTNA ini merupakan Andalan dan dipilih untuk mewakili aspirasi petani nelayan dari tingkat Desa sampai tingkat Nasional dan merupakan organisasi Profesi bersifat sosial dan ekonomi sebagai kelembagaan resmi petani nelayan tumbuh dari bawah dan bersifat independen.

"Sebagai wadah yang memperjuangkan nasib para petani, KTNA Kampar harus di isi oleh mereka yang benar-benar paham tentang dunia pertanian, yang mengetahui dengan jelas pasang surutnya kehidupan keluarga petani.”ungkapnya.”

Ia juga mengingatkan pengurus yang terpilih nanti, selain bekerja untuk membantu petani, mereka juga harus bisa bermitra dengan Pemerintah untuk bersama-sama membangun Kampar.

“Untuk itu, melalui rembug KTNA Kabupaten Kampar tahun 2026 berharap dapat menghasilkan Program kerja sesuai kebutuhan masyarakat Nelayan, menjawab permasalahan Petani Nelayan yang dapat mendukung serta mewujudkan Swasembada Pangan sesuai dengan Visi dan Misi Bapak Presiden RI Prabowo Subianto.”tutupnya.”

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Kampar Nur Ilahi Ali menyebutkan Potensi Pertanian di Kabupaten Kampar ini sangat Melimpah dan diperlukan inovasi berkelanjutan agar Investasi Potensi Daerah semakin terbuka.

“Saya berterimakasih Kepada Seluruh jajaran semua, dengan Rambug Paripurna KTNA di Kampar ini berharap Kepengurusan yang baru semakin Semangat dan Bergairah, hal tersebut menjadi penting bahwa ditengah daya Pacu peningkatan hasil Panen dan wajib ada inovasi berkelanjutan.”tutupnya.”
(DiskominfoKampar/IsN).
BATAM (KEMENHAJ) - KONTRASRIAU.COM - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, menyampaikan bahwa keberangkatan jemaah haji Provinsi Riau yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) BTH-5 mengalami penundaan akibat kendala teknis, yang kemudian diikuti dengan penyesuaian jadwal oleh pihak penerbangan.

Hal tersebut disampaikan Defizon pada Senin (27/4/2026) dari Asrama Haji Embarkasi Batam. Ia menjelaskan bahwa penyesuaian ini berdasarkan informasi resmi dari maskapai Saudia melalui Hajj Operation Command Center.

“Setelah sebelumnya ditunda akibat kendala teknis, jemaah haji Kloter BTH-5 kemudian mengalami penyesuaian jadwal keberangkatan dari pihak penerbangan,” ujar Defizon.

“Semula, jemaah haji Kloter BTH-5 dengan nomor penerbangan SV 5312 dijadwalkan berangkat pada 27 April 2026 pukul 20.15 waktu setempat dari Batam menuju Madinah, dan diperkirakan tiba pada 28 April 2026 pukul 01.40,” lanjutnya.

Namun, berdasarkan pemberitahuan terbaru, jadwal tersebut mengalami perubahan. “Keberangkatan dijadwalkan ulang menjadi 28 April 2026 pukul 09.00 waktu setempat, dengan estimasi tiba di Madinah pada hari yang sama pukul 14.25,” jelasnya.

Defizon menegaskan bahwa pihaknya telah menyampaikan informasi penyesuaian ini kepada seluruh petugas dan jemaah terkait agar dapat dipahami dengan baik serta tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.

“Kami mengimbau kepada seluruh jemaah agar tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di asrama haji. Penyesuaian jadwal ini merupakan hal yang biasa dalam operasional penerbangan, dan kami pastikan seluruh proses tetap berjalan dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Defizon juga menyampaikan bahwa hingga hari ini terdapat 14 jemaah haji asal Provinsi Riau yang mengalami penundaan keberangkatan karena sakit dan juga pendamping jemaah sakit. Dari jumlah tersebut, 7 orang dirawat di rumah sakit di Batam, 1 orang dirawat di daerah asal, dan 6 orang merupakan pendamping jemaah sakit.

“Jemaah yang ditunda keberangkatannya akan diberangkatkan pada kloter berikutnya apabila telah dinyatakan layak terbang oleh tim kesehatan embarkasi,” ungkapnya.

Ia juga memastikan bahwa pelayanan terhadap jemaah selama masa tunggu di Asrama Haji Embarkasi Batam tetap diberikan secara optimal, mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga layanan kesehatan.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar jemaah tetap merasa nyaman dan siap menjalankan ibadah haji,” tutup Defizon
PEKANBARU - KONTRASRIAU.COM - 
Kehadiran Polisi Lalu Lintas di titik-titik rawan kepadatan saat jam sibuk menjadi harapan utama masyarakat di Kota Pekanbaru. Menjawab kebutuhan tersebut, Direktorat Lalu Lintas Polda Riau terus mengoptimalkan langkah preventif melalui patroli rutin yang dikenal dengan Patroli Beat. Senin (27/04/26)

Di bawah kepemimpinan Jeki Rahmat Mustika, intensitas patroli dan monitoring arus lalu lintas terus ditingkatkan, khususnya pada jam-jam rawan kemacetan. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen dalam menghadirkan situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di tengah tingginya aktivitas masyarakat.
Pada Senin, 27 April 2026, tim Patroli Beat siang yang menggunakan kendaraan roda dua dipimpin oleh AKP Awi Ruben, S.H., M.H., Kanit 7 Sat PJR Ditlantas Polda Riau, melaksanakan penertiban di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Kantor Gubernur Riau. Dalam kegiatan tersebut, petugas memberhentikan sejumlah pengendara yang tidak menggunakan helm.

Tidak hanya melakukan penindakan, petugas juga mengedepankan pendekatan humanis dengan memberikan edukasi langsung kepada para pelanggar terkait pentingnya keselamatan berkendara. Selanjutnya, pelanggar diserahkan kepada personel Satlantas Polresta Pekanbaru untuk proses penindakan sesuai aturan yang berlaku.

Patroli Beat sendiri bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas, sekaligus memastikan terciptanya kelancaran arus lalu lintas di Kota Pekanbaru. Kegiatan patroli ini dimulai sekitar pukul 12.00 WIB hingga sore hari, menyesuaikan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat.

Fokus patroli diarahkan pada ruas-ruas jalan protokol dengan tingkat kepadatan tinggi, seperti Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Riau, Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Arifin Ahmad, Jalan SM Amin, hingga Jalan HR Soebrantas. Selain itu, personel Sat PJR Ditlantas Polda Riau juga aktif melakukan penguraian arus lalu lintas di kawasan pusat perbelanjaan, seperti Mal SKA, Ciputra Seraya Mall, Plaza Sukaramai (RTC), Mal Pekanbaru, dan Ramayana Soebrantas.

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada jam pulang kantor, Ditlantas Polda Riau juga melaksanakan kegiatan strong point sore di sejumlah titik rawan kepadatan, guna memastikan arus lalu lintas tetap lancar dan terkendali.

Salah satu warga, Erni dari Kecamatan Payung Sekaki, turut merasakan langsung kehadiran dan kepedulian Polantas saat membantu dirinya menyeberang jalan. Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada Ditlantas Polda Riau atas pelayanan yang diberikan.

“Terima kasih kepada Polantas yang sudah membantu saya saat menyeberang. Semoga pelayanan kepada masyarakat terus ditingkatkan, khususnya patroli di jam-jam rawan kepadatan kendaraan. Tetap semangat Pak, terima kasih atas bantuannya,” ujarnya.

Sementara itu, Jeki Rahmat Mustika memberikan semangat kepada seluruh personel yang bertugas di lapangan agar terus hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Terus semangat kepada seluruh personel yang bertugas di lapangan. Kehadiran Polantas di tengah masyarakat adalah bentuk pelayanan nyata untuk memberikan rasa aman, nyaman, dan kelancaran aktivitas warga. Selain itu, kami juga terus mengedukasi masyarakat agar selalu mematuhi tata tertib berlalu lintas saat berkendara. Perlu diketahui, tertib berlalu lintas adalah tanggung jawab kita bersama untuk menciptakan lalu lintas yang aman, nyaman, dan berkeselamatan,” tegasnya.

Melalui kehadiran aktif di lapangan, Ditlantas Polda Riau berharap kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat, sehingga tercipta budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan di Bumi Lancang Kuning.
BANGKINANG KOTA - KONTRASRIAU.COM - Bangkinang Kota - Dalam Rangka Peringatan Hari Otonomi Daerah Tahun 2026, Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos, MT yang diwakili oleh Asisten II Setda Kampar Drs. Muhammad jadi Inspektur Upacara, yang diselenggrakan di Halaman Kantor Bupati Kampar, Senin (27/4/2026).

Peringatan Hari Otonomi Daerah XXX Tahun 2026 mengangkat tema yaitu: Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita.

Dalam sambutan Menteri Dalam Negeri yang dibacakan oleh Asisten II Drs. Muhammad menyampaikan peringatan Hari Otda merupakan momentum untuk memperkuat komitmen seluruh jajaran pemerintah dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penyelenggaraan otonomi daerah.

“Otonomi daerah adalah instrumen dalam mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh tanah air.”ungkapnya.”

Dengan mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, Mendagri menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan nasional sangat bergantung pada sinkronisasi dan koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah.

Ia menjelaskan, masih terdapat sejumlah tantangan dalam pelaksanaan otonomi daerah, seperti belum optimalnya integrasi perencanaan dan penganggaran, birokrasi yang belum sepenuhnya berorientasi pada hasil, hingga tingginya ketergantungan fiskal daerah terhadap pemerintah pusat.

Selain itu, kurangnya kolaborasi antar daerah serta ketimpangan akses layanan dasar juga menjadi perhatian, terutama di wilayah tertinggal, terluar, dan terpencil.

Untuk itu, Mendagri mendorong pemerintah daerah agar fokus pada peningkatan kualitas layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, air bersih, dan perlindungan sosial, sekaligus memperkuat stabilitas dan ketahanan daerah dalam menghadapi tantangan global.

Lebih lanjut, kepala daerah juga diimbau menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, termasuk dalam mewujudkan swasembada pangan dan energi, pengelolaan sumber daya air, serta pengembangan kewirausahaan guna membuka lapangan kerja.

Mendagri menegaskan bahwa pelaksanaan otonomi daerah harus tetap berada dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan menjaga keseimbangan antara kemandirian daerah dan kepentingan nasional.

Di akhir sambutannya, Mendagri mengingatkan seluruh pemerintah daerah untuk menjalankan kegiatan secara efisien dan tidak berlebihan, serta memastikan penggunaan anggaran memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.”tutupnya.”
(DiskominfoKampar/IsN).
BANGKINANG KOTA - KONTRASRIAU.COM - Bupati Kampar yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Suhermi, ST, menghadiri acara Tasyakuran Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62. Acara yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di Lapas Kelas IIA Bangkinang, Senin (27/4/2026)

Selain memperingati hari jadi institusi pemasyarakatan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan aksi kemanusiaan berupa penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat kurang mampu serta pemberian beasiswa pendidikan hasil kolaborasi dengan Inpokasindo.

Dalam kegiatan tersebut,pesan Bupati Kampar, Suhermi menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran pemasyarakatan yang telah bertransformasi menjadi lembaga yang lebih humanis dan berorientasi pada pembinaan kemandirian.

 "Pemerintah Kabupaten Kampar mengucapkan selamat Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62. Kami melihat peran Lapas kini bukan sekadar tempat penahanan, melainkan wadah produktif yang menyiapkan warga binaan untuk kembali berkontribusi bagi masyarakat," ujar Suhermi.

Sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan sekitar, acara ini diisi dengan dua agenda utama pemberian, Bantuan Sosial paket sembako diberikan kepada masyarakat di sekitar lingkungan Lapas sebagai bentuk rasa syukur dan upaya meringankan beban ekonomi warga dan Bantuan Beasiswa bekerja sama dengan Inpokasindo, diberikan bantuan pendidikan bagi siswa berprestasi dan keluarga yang membutuhkan, sebagai investasi jangka panjang untuk sumber daya manusia di Kabupaten Kampar.

 Puncak acara ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Staf Ahli Suhermi, ST, yang kemudian diserahkan kepada Kepala Lapas Kelas IIA Bangkinang. Momen ini melambangkan rasa syukur atas pencapaian dedikasi insan pemasyarakatan selama 62 tahun mengabdi pada negeri.

 Peringatan ke-62 tahun ini mengusung semangat transformasi untuk mewujudkan sistem pemasyarakatan yang semakin PASTI (Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan, dan Inovatif) serta berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.
(Diskominfo Kampar/Srn)
KUOK - KONTRASRIAU.COM - 
Semangat gotong royong kembali menggema di tengah masyarakat Persukuan Melayu Datuok Majolelo Pulau Belimbing, Kenegerian Kuok, Kecamatan Kuok. Kebersamaan ini tidak hanya tercermin dalam kegiatan kerja bakti, tetapi juga dalam semangat berbagi dan menjadi donatur untuk pembangunan Balai Adat.

Partisipasi yang mengalir tidak hanya berasal dari anak kemenakan yang berada di kampung halaman, tetapi juga dari para perantau yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian adat dan budaya. Mereka turut berkontribusi dalam pembangunan Balai Adat Persukuan Melayu Datuok Majolelo Pulau Belimbing Kenegerian Kuok.

Kepala Persukuan Melayu Pulau Belimbing Kenegerian Kuok, Damanhuri Datuok Majolelo, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Hal tersebut disampaikannya di sela-sela kegiatan gotong royong di lokasi pembangunan Balai Adat, Dusun Pulau Belimbing I, Desa Persiapan Pulau Belimbing, Senin (26/04).

“Kami atas nama pucuk adat Persukuan Melayu Datuok Majolelo mengucapkan terima kasih kepada seluruh anak kemenakan dan para donatur yang telah memberikan dukungan terhadap pembangunan Balai Adat ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh pemangku adat, anak kemanakan dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan pembangunan secara swadaya ini. 

“Semangat ini sangat kami apresiasi, sehingga bangunan yang dibangun secara swadaya ini dapat segera terwujud,” tambahnya.

Damanhuri juga menegaskan bahwa dukungan yang diberikan tidak hanya berasal dari internal Persukuan, Pemkab Kampar, Anggota DPRD Kampar, Pemerintah Desa Kuok tetapi juga dari masyarakat luas yang turut berpartisipasi.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pendirian Balai Adat ini merupakan bagian dari upaya melestarikan adat istiadat, sejalan dengan jati diri Kabupaten Kampar sebagai negeri yang kental dengan nilai-nilai adat dan budaya.

“Balai adat ini diharapkan nantinya tidak hanya dimanfaatkan untuk kegiatan adat, tetapi juga untuk berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Balai Adat, Khairul, menyampaikan bahwa sejak awal perencanaan, dukungan terus mengalir dari berbagai pihak baik di Kampar sendiri maupun di Pekanbaru dan berbagai daerah, termasuk dari para perantau di luar negeri seperti Malaysia dan Australia. 

“Alhamdulillah, bantuan pembangunan terus mengalir, bahkan progresnya telah melampaui target yang kita prediksi,” ungkap Khairul.

Ia juga menambahkan bahwa panitia masih terus membuka peluang bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi, baik dalam bentuk material seperti semen dan sirtu, maupun bantuan dana.

Dengan semangat gotong royong yang terus terjaga, diharapkan pembangunan Balai Adat Persukuan Melayu Datuok Majolelo dapat segera rampung dan menjadi pusat pelestarian adat serta wadah mempererat silaturahmi masyarakat.
(Diskominfo Kampar / Pdy)