TRENDING NOW

RIAU (KEMENHAJ) - KONTRASRIAU.COM - 
Proses perpindahan jemaah haji Indonesia dari Kota Madinah menuju Kota Makkah terus berlangsung secara bertahap. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan petugas kloter, Kamis (7/5/2026), jemaah haji Kloter BTH 06 telah tiba di Kota Makkah dengan selamat.

“Alhamdulillah, saat ini jemaah haji Kloter BTH 06 telah sampai di Hotel Tilal Al Qodir tepat pukul 15.28 WAS dalam keadaan selamat. Seluruh jemaah yang berjumlah 444 orang berada dalam kondisi sehat,” ujar Defizon.

Defizon menjelaskan, proses pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah berjalan lancar dengan pengawalan dan pendampingan dari petugas kloter serta tenaga kesehatan.
Sementara itu, untuk jemaah haji yang tergabung dalam Kloter BTH 07, pada Kamis (7/5/2026) pukul 14.00 WAS telah diberangkatkan dari Madinah menuju Makkah dengan jumlah jemaah sebanyak 443 orang. Dari jumlah tersebut, terdapat satu orang jemaah atas nama Sammiyyeti yang berada dalam pengawasan tim dokter guna memastikan kondisi kesehatannya tetap stabil selama perjalanan.

"jemaah Kloter BTH 07 tiba di kota Makkah pukul 11.30 WAS dan menempati Hotel Tilal Al Ghadeer. Seluruh jemaah yang berjumlah 443 orang dilaporkan dalam keadaan sehat walafiat, sebagaimana dilaporkan petugas kloter".

Sedangkan bagi jemaah Kloter BTH 05, seluruh rangkaian pelaksanaan umrah wajib telah selesai dilaksanakan. Pada hari berikutnya, petugas kloter melanjutkan pendampingan pelaksanaan umrah bagi jemaah lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas agar seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.

Defizon juga mengapresiasi kerja sama seluruh petugas haji yang terus memberikan pelayanan maksimal kepada jemaah, khususnya dalam proses mobilisasi antar kota serta pendampingan ibadah di Tanah Suci.
SIAK — KONTRASRIAU.COM -
Pemerintah Kabupaten Siak bersama Polres Siak dan Densus 88 Anti Teror Polri memperkuat langkah pencegahan dini terhadap penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) yang kini banyak berkembang di ruang digital.

Wakil Bupati Siak Syamsurizal saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, meski Siak dalam kondisi aman dan terkendali namun, ia meminta seluruh elemen pemerintah dan masyarakat tetap waspada dan terus melakukan sosialisasi IRET melalui media sosial. 
“Alhamdulillah Siak saat ini dalam kondisi aman dan kondusif, namun upaya pencegahan tetap harus dilakukan melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi seperti ini,” ujar Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, di Zamrud Room, Komplek Rumah Rakyat, Kamis (7/5/2026). 

Syamsurizal menegaskan, Sosialisasi ini, memperkuat langkah pencegahan dini terhadap penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) yang kini banyak berkembang di ruang digital.
Menurutnya, pencegahan ini harus dimulai dari dua hal, yakni "Hubungan kita manusia dengan Allah (hablu minallah) dan hubungan  kita dengan sesama manusia (hablu minannas). karena jika dua hal ini kuat, insyaAllah dapat menghindarkan kita dari hal-hal yang tidak baik," kata dia.

“Kami mengapresiasi peran Densus 88, ini juga menjadi tugas kita bersama agar masyarakat kita waspada terhadap paham IRET ini. Apalagi di era digital baik lewat media sosial maupun video game, jadi kita harus melakukan pencegahan dini mulai dari keluarga, seperti anak kita, lalu sekolah hingga masyarakat,” sambungnya lagi.

Sementara itu, Kasat Intel, Polres Siak yang diwakili Brigpol Omes menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan deteksi dini terhadap potensi penyebaran paham IRET di wilayah Kabupaten Siak serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

“Berkaitan dengan itu, kami sudah melakukan sosialisasi ke beberapa sekolah. Untuk Kabupaten Siak, kegiatan ini sudah masuk di wilayah Perawang hampir 80 persen, mencakup seluruh SMA dan SMP. Di Kecamatan Siak sendiri, kami juga sudah masuk ke beberapa sekolah tingkat SMA dan SMP. InsyaAllah akan terus kami lanjutkan dan kami ratakan agar dapat terselesaikan dengan baik,” terangnya.

Narasumber Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, Brigpol Bayu Oktara, menjelaskan bahwa saat ini pendekatan yang dilakukan lebih mengedepankan pencegahan dengan target zero attack melalui strategi pendekatan tanpa penindakan hukum (non-penal). 

“Ideologi teror bisa menyasar siapa saja, tanpa memandang agama, latar belakang pekerjaan maupun pendidikan. Pendekatan kami saat ini adalah pencegahan melalui non-penal, dengan fokus sosialisasi dan pembinaan menuju target zero attack,” jelasnya.

Menurutnya, apabila ditemukan individu yang mulai terpapar paham radikal, maka akan dilakukan pendekatan pembinaan dan pendampingan agar tidak berkembang ke arah yang lebih ekstrem.

“Jika ada yang terindikasi, kami lakukan pendekatan dan pembinaan. Kami coba mediasi, dirangkul, dan arahkan agar mereka bisa kembali ke pemahaman yang benar,” tambah nya. 

Ia juga menjelaskan, proses penyebaran paham radikal umumnya terjadi bertahap, dimulai dari intoleransi yaitu sikap tidak menerima perbedaan atau pandangan orang lain, berkembang menjadi radikal, hingga berpotensi aksi teror jika tidak dicegah sejak dini. Kelompok yang kerap menjadi sasaran adalah generasi muda, terutama yang sedang dalam proses pencarian jati diri.

“Pelaku teror menargetkan pemuda yang sedang mencari jati diri. Saat ini penyebaran paham radikal juga banyak melalui media sosial, mereka tidak lagi datang dari rumah ke rumah, tetapi masuk lewat ruang digital,” ucapnya.

Kegiatan ini juga melibatkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Siak yang berperan dalam membantu penyebaran informasi dan edukasi kepada masyarakat.

“Kami selalu berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Siak dalam mendistribusikan pesan pencegahan melalui media sosial agar lebih mudah dipahami masyarakat dan menjangkau lebih luas, jadi kita jangan sampai lengah, kita tidak boleh kalah,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pencegahan tidak dapat dilakukan aparat semata, tetapi membutuhkan keterlibatan semua pihak. Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Siak, TNI, Polri, stakeholder, penyuluh agama, dan tokoh masyarakat semakin kuat dalam mencegah paham radikal demi menjaga Kabupaten Siak tetap aman dan kondusif. (Rahma/MC Siak)
KUANTAN SUNGINGI - KONTRASRIAU.COM - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, Kamis (7/5/2026), mengunjungi ahli waris jemaah haji asal Kabupaten Kuantan Singingi yang meninggal dunia ketika akan berangkat menuju Embarkasi Batam.

Jemaah haji atas nama Ngadiyem Arjo Wiyono tergabung dalam Kloter BTH 08 beralamat di Desa Geringging Baru, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi.

Kedatangan Ka. Kanwil Kemenhaj Provinsi Riau tersebut untuk menyampaikan langsung belasungkawa kepada keluarga almarhumah yang diterima oleh anak almarhumah di kediaman keluarga.

Dalam kesempatan tersebut, Defizon menyampaikan rasa duka cita mendalam atas wafatnya almarhumah yang telah lama menantikan kesempatan berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

“Almarhumah merupakan seorang petani yang dengan penuh kesabaran menunggu antrean keberangkatan haji. Tentunya ini menjadi duka bagi kita semua. Semoga almarhumah husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Defizon.

Selain menyampaikan belasungkawa, Defizon juga memberikan penjelasan terkait hak-hak yang akan diterima oleh ahli waris almarhumah. Ahli waris berhak mendapatkan pelimpahan porsi haji dan berkesempatan menunaikan ibadah haji sebagai pengganti jemaah atas nama Ngadiyem Arjo Wiyono sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia juga meminta jajaran Kementerian Haji dan Umrah di daerah untuk terus mendampingi keluarga dalam proses administrasi pelimpahan porsi agar berjalan lancar dan sesuai prosedur.

“Kami berharap keluarga tetap sabar dan tabah. Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah akan membantu proses hak-hak jemaah sesuai aturan yang berlaku,” tutupnya
KAMPAR UTARA - KONTRASRIAU.COM - Sebanyak 1.071 keluarga penerima manfaat (KPM) Tahap I di Kecamatan Kampar Utara, Kabupaten Kampar menerima Kartu Kesejahteraan Sosial (KKS) program bantuan sembako dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Penyerahan kartu dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, S.Ag, M.Si yang Penerima Susulan Tahap I Tahun 2026 sebanyak 57 Orang Penerima Manfaat di Kecamatan Kampar Utara Pada Kamis (7/5/2026).

Tampak Hadir, Kepala Dinas Sosial Kampar Agustar, Katim SDM PKH Kabupaten Kampar Helkis.S.Pd, Camat Kampar Utara Syamsurizal beserta jajaran dan 57 Penerima Manfaat Kartu Keluarga Sejahtera dan PKH Kampar serta Bansos Sembako.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti menyampaikan bahwa program KKS merupakan bagian dari kebijakan strategis pemerintah dalam membangun sistem perlindungan sosial yang inklusif.

“Program ini merupakan bukti nyata Pemerintah Hadir bersama Masyarakat dalam perlindungan sosial sebagai hak Warga Negara.”ungkapnya.”

Wakil Bupati Kampar juga apresiasi kepada seluruh pihak yang berperan aktif dalam pelaksanaan program, mulai dari jajaran pemerintah daerah, Dinas Sosial, pihak BRI, hingga kepala desa dan masyarakat.

“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum memperkuat komitmen bersama dalam membangun Kabupaten Kampar yang lebih sejahtera dan berkeadilan.”ungkapnya.”

“Untuk itu, ia menegaskan Penerima Manfaat Kartu Kesejahteraan Sosial (KKS) program bantuan sembako dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI ini harus tepat sasaran.”tutupnya.”

Dalam hal tersebut Kepala Dinas Sosial Kampar Agustar mengatakan mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari penyaluran bantuan sosial non-tunai bagi keluarga yang memenuhi kriteria penerima manfaat sesuai ketetapan Kemensos.

“Total untuk Kabupaten Kampar ada 24.239 KKS baru Tahap I Tahun 2026, dan hari ini diserahkan 57 KKS susulan, dan untuk Keluarga Penerima Manfaat di Kecamatan Kampar Utara ada 1.071 Penerima Manfaat.”ungkapnya.”

Ia menambahkan, proses penyaluran dilakukan bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) serta didampingi oleh pendamping sosial guna memastikan bantuan diterima secara tepat sasaran, transparan, dan aman.

“Proses verifikasi dan pendampingan dilakukan agar bantuan benar-benar sampai kepada keluarga yang berhak menerimanya”tutupnya.”
(DiskominfoKampar/IsN).
BANGKINANG KOTA - KONTRASRIAU.COM -
Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kabupaten Kampar resmi memiliki nakhoda baru. Melalui Musyawarah Kabupaten (Muskab) yang digelar di Kantor KONI Kabupaten Kampar, Kamis (7/5/2026), Zainal Arifin S.Pd terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PODSI Kampar untuk periode mendatang.

Pemilihan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran pengurus olahraga, atlet, serta perwakilan dari pengurus provinsi. Kehadiran tokoh-tokoh penting dalam dunia olahraga dayung ini menegaskan legitimasi dan harapan besar bagi kebangkitan prestasi dayung di Negeri Serambi Mekkah.

Muskab kali ini terasa spesial dengan kehadiran langsung perwakilan dari Pengurus Provinsi (Pengprov) PODSI Riau. Wakil Ketua PODSI Riau, Muhammad Rusdi S.E, hadir untuk memantau sekaligus memberikan arahan strategis bagi kepengurusan yang baru terbentuk.
Dalam sambutannya, Muhammad Rusdi menekankan pentingnya sinergi antara daerah dan provinsi.

"Kampar adalah gudang atlet dayung potensial. Kami berharap di bawah kepemimpinan Pak Zainal Arifin, pembinaan atlet terus berkelanjutan dan prestasi dayung Kampar bisa kembali berbicara banyak di level nasional maupun internasional," ujar Rusdi.

Setelah dinyatakan terpilih, Zainal Arifin S.Pd menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia berkomitmen untuk langsung tancap gas melakukan konsolidasi organisasi dan pembenahan atlit atlit untuk melakukan persiapan yang matang untuk menghadapi Porprov ke XI di Siak - Dumai yang mendatang 

"Tugas ini adalah amanah besar. Saya mengajak seluruh pengurus dan insan dayung di Kampar untuk merapatkan barisan. Kita ingin dayung bukan hanya sekadar olahraga, tapi menjadi identitas prestasi bagi Kabupaten Kampar," tegas Zainal dalam pidato perdana pasca terpilih.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa fokus utamanya adalah mengembalikan kejayaan dayung Kampar melalui manajemen organisasi yang modern dan transparan.

"Kita ingin olahraga dayung bukan sekadar rutinitas kompetisi, melainkan menjadi identitas prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Kampar di mata dunia," pungkasnya.
(DISKOMINFO KAMPAR/SRN)
SIAK - KONTRASRIAU.COM - 
Muammar (22) pemuda asal Kampung Pusako, Kecamatan Pusako, Siak tak mampu menyembunyikan harunya saat dilepas Bupati Siak Afni Zulkifli mengikuti pelatihan keterampilan di Sentra Terpadu “Inten Soeweno” Bogor, program Kementerian Sosial.
 
Ia salah satu dari lima penyandang disabilitas asal Kabupaten Siak yang mendapatkan kesempatan dari Kementrian Sosial untuk mengikuti pelatihan selama 6 bulan kedepan. Saat dilepas keberangkatannya oleh Bupati Afni, terlihat mata Muammar berkaca-kaca dan mengucapkan terimakasih kepada Bupati Afni.
 
“Terimakasih bu, atas dukungannya. Saya tak menyangka bisa mengikuti pelatihan ini, tentu ini kesempatan bagi saya untuk belajar agar lebih produktif dan ilmu yang didapat bisa diterapkan nantinya,” kata Muammar, Kamis (7/5/2026).
 
Ia menjelaskan, keterbatasan fisik bukanlah halangan untuk berprestasi dan berkarya. Di STIS Bogor nantinya, Muammar akan mengikuti pelatihan las. Sementara empat temannya yang lain, mengikuti pelatihan elektro dan lain-lain.
 
“Alhamdulillah, saya terharu dengan kondisi seperti ini, bisa diberikan kesempatan untuk menimba ilmu yang lebih tinggi lagi, saya akan bersungguh-sungguh belajar,” kata dia.
 
Bupati Siak Afni Zulkifli mengucapkan selamat bagi para peserta pelatihan Vokasional angkatan 29 asal Kabupaten Siak. Ini merupakan kesempatan bagi kaum disabilitas Siak bangkit dan bersaing di dunia kerja nantinya.
 
“Selamat belajar kepada anak-anak istimewa kami, semoga dengan adanya program pelatihan ini bisa memberikan ilmu yang berguna baik untuk diri sendiri, keluarga maupun Kabupaten Siak," kata Afni.

Penyandang Disabilitas yang berangkat ke Bogor tetap dilakukan pendampingan dari Dinas Sosial PPPA Siak, mereka mulai mengikuti pelatihan dari tanggal 22 April sampai dengan 22 Oktober 2026 di STIS Bogor.
 
Berikut nama-nama pemuda disabilitas asal Kabupaten Siak yang mengikuti Diklat program pelatihan Vokasional gelombang I tahun 2026.

1.Wahyu Ridho Padli, Tambak Rejo, Sungai Mempura, Rungu Wicara, 2 . M. Syuhada, Bandar Sungai, Daksa, 3. Muammar, Dusun Pusako-Pusako, Daksa, 4. Hafiz Syahputra, Teluk Kemas, Minas Timur, Daksa dan 5. Davin Fatuh Gaulay, Dayun, Rungu Wicara. (Dep/MC Siak)