TRENDING NOW

PEKANBARU - KontrasRiau.com - Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M. Ketua Dewan.Pimpinan Cabang (DPC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Bukit Raya Fadli Zad, SE,Ak, malam ini mengajak pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam.Indonesia (LDII) SeKecamatan Bukit Raya, yang terdiri Ketua PAC LDII Air Dingin Ahmad Fatoni Febri, Ketua PAC LDII Simpang Tiga Dwi Rahmanto, SH. Ketua PAC LDII Tangkerang Utara. Rokan Hermanto.
Dan di dampingi olah Pembina LDII Kecamatan Bukit Raya, Marlan.
Dalam pertemuan malam ini, Ketua PC LDII Kecamatan Bukit Raya, membahas kegiatan untuk malam Ramadhan 1447 H yang sudah didepan mata. Yang difokuskan pada tema 5 Sukses Ramadhan. " Pungkas Fadli Zad, SE,Ak. kepada awak Media KontrasRiau.com. Selasa(17/02/2026)malam.

5 Sukses Ramadhan diantaranya : Sukses Puasa, Sukses Sholat Taraweh, Sukses Tadarus Al-Quran, Sukses Lailatul Qadar dan Sukses Zakat Fitrah." Tambahnya.

Editor : TIM.


Riau (Kemenag) — KontrasRiau.com - 
Hilal penanda awal bulan Ramadan 1447 Hijriah tidak terlihat di wilayah Provinsi Riau. Meski demikian, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi, menegaskan bahwa Sidang Isbat tetap menjadi mekanisme resmi pemerintah dalam menetapkan awal Ramadan.

Hal tersebut disampaikan Muliardi saat pelaksanaan kegiatan rukyatul hilal yang digelar pada Selasa (17/2/2026) di rooftop Hotel Sonaview Dumai.

Menurut Muliardi, Kementerian Agama sebagai representasi pemerintah memiliki kewajiban untuk melakukan verifikasi langsung terhadap posisi hilal di lapangan. Hasil pemantauan tersebut selanjutnya akan dibahas secara nasional melalui Sidang Isbat yang dipimpin oleh Menteri Agama.

“Kementerian Agama perlu melakukan konfirmasi langsung dengan melihat posisi hilal, kemudian diputuskan melalui Sidang Isbat. Hasil Sidang Isbat selalu menjadi rujukan resmi pemerintah dalam menentukan awal Ramadan maupun Idul Fitri,” jelasnya.

Lebih lanjut, Muliardi menjelaskan bahwa dalam penetapan awal bulan hijriah, Indonesia berpedoman pada kesepakatan negara-negara anggota MABIMS (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Kesepakatan tersebut menetapkan kriteria visibilitas hilal (imkanur rukyat), yakni ketinggian hilal minimal 3 derajat di atas ufuk saat matahari terbenam serta elongasi atau jarak sudut bulan–matahari minimal 6,4 derajat.

Berdasarkan hasil pemantauan hilal di Provinsi Riau pada Selasa (17/2/2026), diperoleh data astronomis sebagai berikut: waktu terbenam matahari pukul 18:30:27 WIB dengan azimut 258°08'03", sedangkan waktu terbenam bulan tercatat pada pukul 18:26:29 WIB dengan azimut 257°08'25’'.

Selain itu, tinggi hilal tercatat -00°47'34'', dengan letak dan posisi hilal berada pada 00°59'38'' di belahan utara dan sebelah kiri matahari. Adapun peristiwa ijtimak (konjungsi) terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 19:02:52 WIB.

Data tersebut menunjukkan bahwa bulan terbenam lebih dahulu dibandingkan matahari dan posisi hilal masih berada di bawah ufuk, sehingga secara astronomis hilal tidak memungkinkan untuk teramati dari wilayah Riau dan belum memenuhi kriteria imkanur rukyat yang telah ditetapkan.

Dalam kesempatan itu, Muliardi juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kebersamaan dan toleransi, khususnya dalam menyikapi perbedaan pandangan terkait awal Ramadan.

“Dengan adanya penetapan pemerintah, masyarakat diharapkan tetap menjaga kerukunan. Meskipun terdapat perbedaan, tujuan kita tetap sama, yakni melaksanakan ibadah puasa Ramadan,” ujarnya.

Ka. Kanwil menambahkan, Ramadan tahun ini bertepatan dengan perayaan Imlek. Oleh karena itu, Muliardi mengingatkan pentingnya menjaga harmoni antarumat beragama dan saling menghormati satu sama lain.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan, saling menghargai, serta meningkatkan toleransi, sehingga Ramadan tahun ini dapat dijalani dengan suasana yang menyenangkan dan menenangkan,” tutupnya.
PEKANBARU - KontrasRiau.com - Dalam rangka menyambut bulan suci RA mudahan 1447 H WaliKota Pekanbaru H. Agubg Nugroho hari ini, Selasa (17/02/2026) memgubdabag Lembaga Pengeleloa Sampah (LPS) Kota Pekanbaru di rumah kediaman WaliKota Jalan Jenderal Ahmad Yani.

Suprapto  Ketua LPS Kota Pekanbaru yang akrab disapa Ito Mengatakan bahwa kami sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Bapak WaliKota Pekanbaru atas undangan ini, kepada kawan-kawan LPS di Kota Pekanbaru." Ujarnya.

" Dengan hal ini tentunya, kami sangat senang sekali atas undangan dari Bapak Walikota Pekanbaru, dan untuk LPS sendiri sudah lengkap di 85 LPS Se-kelurahan di 15 Kecamatan di Kota Pekanbaru." Terangnya.

Dan Alhamdulillah permasalahan sampah di Kota Pekanbaru, sudah jauh berkurang dari tahun-tahun sebelumnya. Dan saya berharap kedepan sudah tuntas sampah ini di Kota Pekanbaru.

Reza SDA putra Plt Kadis DLHK Kota Pekanbaru Menyebutkan bahwa kita mengambil LPS ini sebagai lembaga resmi, dari masyarakat untuk masyarakat." Terangnya.

" Jadi masyarakat dapat dimanfaatkan  dengan baik, gunakanlah  LPS ini dengan saling berkoordinasi dan bersinergi, Karenakan ini untuk kepentingan bersama. " Ujar Reza.

Harapan kita LPS ini terus meningkat dan kedepannya LPS ini bisa naik kelas. Terkait dengan juara 1, 2 dan 3 nantinya kita perlu Koordinasi, Sesuai dengan arahan Bapak WaliKota tadi tetap akan dibantu dan sudah niat untuk mengumrohkan bagi pemenang juara 1,2 dan 3." Tutupnya.

Editor : Omeng
PEKANBARU – KontrasRiau.com - 
Komisi I DPRD Provinsi Riau hingga kini belum menerima data terkait Barang Milik Negara (BMN) dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) berupa lahan kiri dan kanan masing-masing 50 meter di ruas Jalan Pekanbaru–Dumai sepanjang 180 kilometer.

Ketua Komisi I DPRD Riau, Nur Azmi Hasyim, mengatakan bahwa berdasarkan kesepakatan rapat antara Komisi I DPRD Riau, PHR dan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) di Kementerian Keuangan Republik Indonesia pada 27 Januari lalu di Jakarta, PHR berkomitmen menyerahkan data tersebut paling lambat dua minggu setelah pertemuan.

“Sekarang sudah lewat dua minggu, namun data itu belum kami terima,” ujar Nur Azmi, Senin (16/2/2026).

Ia meminta agar PHR segera menyelesaikan persoalan tersebut, termasuk kejelasan status lahan di  Jalan Jenderal Sudirman Kota Dumai yang menurut PHR juga masuk dalam kategori BMN.

Nur Azmi menjelaskan, sebelumnya Komisi I DPRD Riau melakukan konsultasi ke DJKN untuk mempertanyakan status lahan masyarakat yang masuk kategori BMN. Dalam pertemuan tersebut, rombongan DPRD diterima langsung oleh Direktur PKN DJKN, Purnamatesi Anturi, beserta jajaran.

Komisi I menyampaikan banyaknya pengaduan masyarakat terkait status tanah yang diklaim sebagai BMN, khususnya di sepanjang ruas jalan Dumai–Pekanbaru. Persoalan ini dinilai telah berlangsung lama dan menimbulkan dampak hukum serta keresahan di tengah masyarakat.

DPRD Riau juga telah beberapa kali melakukan pertemuan dengan pihak terkait, termasuk BPN dan Kanwil di Provinsi Riau, serta turun langsung ke daerah terdampak seperti Kabupaten Bengkalis untuk memastikan kondisi di lapangan.

“Bukan hanya di sepanjang jalan, tetapi juga masuk ke kawasan permukiman dan jalan protokol. Bahkan di beberapa titik sudah berdiri rumah sakit, perkantoran, hotel hingga bank,” ungkapnya.

Menurutnya, sebagian masyarakat terdampak telah memiliki alas hak atas tanah tersebut. Karena itu, DPRD meminta kepastian mengenai titik awal dan akhir BMN Hulu Migas sepanjang 180 kilometer agar persoalan ini tidak berlarut-larut.

Dalam pertemuan itu jelas politisi Demokrat ini, DJKN meminta PHR segera mengirimkan surat resmi kepada Komisi I DPRD Riau yang memuat kejelasan titik lokasi BMN tersebut dalam waktu dua minggu. Selain itu, tanah yang tidak masuk dalam peta BMN akan dikeluarkan dari kategori Barang Milik Negara.

Komisi I DPRD Riau berharap PHR segera memenuhi komitmennya agar kejelasan dan kepastian hukum bagi masyarakat di sepanjang Jalan Pekanbaru–Dumai dan Jalan Jenderal Sudirman Kota Dumai dapat segera terwujud.
PEKANBARU – KontrasRiau.com - 
Bertempat di jalan Sekolah kelurahan Meranti Pandak Kecamatan Rumbai Pesisir kota Pekanbaru Riau, silaturahmi Tahun Baru sekaligus perayaan Ulang Tahun yang ke 6 Serikat Tolong Menolong (STM) IKMT (Ikatan Keluarga Marga Telaumbanua) berjalan dengan baik sesuai harapan, Minggu (15/2/2026).

Pada perayaan ulang tahun ke 6 saat ini terlihat antusias jajaran keluarga besar IKMT dan seluruh anggota hadir untuk merayakan.
Panduan yang dikonsep ketua panitia begitu sangat luar biasa, acara yang diawali dengan ibadah gereja yang di pandu oleh ibu Pendeta Mariani Telaumbanua S,,Th yang melayani di Gereja Amin Pantai Raja.

Turut hadir beberapa tamu undangan khusus seperti Messanwansyah  Halawa ( yang kerab disapa bung Iwan, owner musik BMJ Tokoh Ono Niha kota Pekanbaru serta turut hadir dari berbagai Organisasi STM Marga dan Paguyuban Ono Niha yang ada di Pekanbaru

Ketua Umum Serikat Tolong Menolong ( STM ) IKMT ( Ikatan Keluarga Marga Telaumbanua )  Mawardin Telaumbanua menyampaikan harapan agar seluruh keluarga besar Ikatan Keluarga Marga Telaumbanua (IKMT), khususnya yang berada di Pekanbaru, terus bersatu dan bergandengan tangan demi memajukan organisasi. Hal itu disampaikannya dalam sambutan pada acara syukuran Tahun Baru sekaligus perayaan Hari Ulang Tahun ke-6 STM IKMT Pekanbaru.

Dalam pidatonya, Mawardin menjelaskan bahwa IKMT Pekanbaru telah berdiri selama kurang lebih enam tahun dan selama itu pula organisasi berupaya menjalankan roda kepengurusan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Ia mengajak seluruh anggota untuk memperkuat kebersamaan demi membangun organisasi yang semakin solid.

“Kami menyadari selama masa kepemimpinan tentu masih terdapat kekurangan dan kelemahan. Karena itu mari kita perkuat kembali solidaritas dan membangun organisasi yang lebih baik ke depannya,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras sehingga rangkaian perayaan HUT ke-6 dapat terlaksana dengan lancar. Ke depan, Mawardin berharap IKMT dapat berkembang, terutama di bidang usaha dan kerja sama ekonomi melalui wadah koperasi agar organisasi semakin mandiri dan produktif serta tetap berjalan sesuai peraturan yang berlaku di Indonesia.

Selain itu, ia berharap dukungan dari Pemerintah Kota Pekanbaru terhadap program dan kegiatan IKMT agar organisasi tersebut dapat memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia HUT ke-6 IKMT, Etizaro Telaumbanua  menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya dan panitia untuk menyelenggarakan kegiatan. Ia menjelaskan rangkaian acara dimulai dari ibadah singkat, penampilan kesenian tari, hingga kegiatan bakti sosial berupa penyaluran tujuh paket bantuan bagi anak yatim dan janda.

Menurut Etizaro, seluruh kegiatan dapat terlaksana berkat partisipasi sukarela anggota IKMT dengan dana terkumpul sekitar Rp12 juta yang digunakan untuk seluruh rangkaian acara. Ia berharap ke depan kebersamaan anggota tetap terjaga dan organisasi semakin solid.

“Jika selama pelaksanaan kegiatan terdapat kekurangan, kami memohon maaf. Harapan kami, ke depan IKMT semakin maju dan program usaha seperti koperasi dapat berkembang dengan dukungan berbagai pihak terutama Pemerintah kota Pekanbaru. Lewat dari kegiatan yang kami selenggarakan hari ini harapan kami bapak Walikota Pekanbaru ' Agung Nugroho ' pemimpin muda yang cerdas dan berintelektual yang tinggi, agar kiranya IKMT diberikan penguatan agar koperasi IKMT dapat bekerjasama dengan Pemko Pekanbaru untuk diberikan modal usaha koperasi IKMT, ucapnya.

Perayaan HUT ke-6 tersebut berlangsung penuh keakraban dan menjadi momentum mempererat tali persaudaraan antar anggota sekaligus memperkuat komitmen memajukan organisasi.

Dari awal sampai seluruh rangkaian acara selesai berlangsung dengan baik, seluruh keluarga besar IKMT sangat merasa bangga dengan perayaan tahun ini, harapan keluarga besar IKMT untuk perayaan ulang tahun IKMT ke 7 nantinya dapat lebih meriah lagi , namun yang terpenting keluarga besar IKMT semakin solid, semakin kompak dan semakin di berkati Tuhan Yesus, baik dari segi kesehatan maupun ekonomi semakin diberkati Tuhan.

Liputan Khusus ST
PEKANBARU - KontrasRiau.com - 
Ahmad Nasir Harahap dan Willy Robinson Lubis secara Resmi Terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Lancang Kuning untuk periode kepengurusan terbaru taun 2026-2027.

Keduanya dinyatakan terpilih secara sah berdasarkan hasil pemilihan umum mahasiswa yang telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku di lingkungan kampus. Proses pemilihan berlangsung secara demokratis, transparan, serta mendapat partisipasi aktif dari mahasiswa berbagai fakultas.

Dalam sambutannya, Ahmad Nasir Harahap menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh mahasiswa. Ia menegaskan komitmennya untuk membawa Badan Eksekutif Mahasiswa menjadi wadah aspirasi yang inklusif, progresif, dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa.

Sementara itu, Willy Robinson Lubis menyampaikan harapannya agar kepengurusan yang baru dapat mempererat kolaborasi antarorganisasi mahasiswa serta meningkatkan program-program yang berdampak positif bagi civitas akademika.

Pihak universitas turut mengapresiasi seluruh panitia penyelenggara dan mahasiswa yang telah berpartisipasi dalam menjaga kondusivitas serta integritas proses pemilihan.

Dengan terpilihnya kepemimpinan baru ini, diharapkan semangat kolaborasi, inovasi, dan pengabdian dapat terus tumbuh demi kemajuan mahasiswa dan almamater.