TRENDING NOW

PEKANBARU - KONTRASRIAU.COM - Pelaksanaan Acara Peringatan Maulid Nabi besar Muhamad SAW di SMAN 6 Pekanbaru berlangsung meriah, khidmat dan antusias siswa. Giat pertama kali diisi dengan acara tausiah agama oleh ustadz Edy Marwan, M.PdI. 
Oleh panitia acara, kepala sekolah diminta untuk Adzan sebagai pembuka acara lomba. 
Tema Maulid Nabi kali menteladani Akhlakul Karimah Nabi Besar Muhammad SAW, untuk memantapkan sikap yang luhur serta Taqwa kita kepada Allah yang tinggi bagi kita semua, terutama bagi seluruh siswa kami." Ujar Kepsek Drs. Yon Hendry Y, M.Pd. kepada media KONTRASRIAU.COM. Jumat (04/0/09/2026) di ruang kerjanya.
" Tambah Kepsek kegiatan ini ditaja oleh tim Ekskul Rohis yang diketuai oleh Ahmad Zamhuri, M.PdI dan segenap pengurus OSIS bidang Rohis." Urainya.
Dan kegiatan ini dapat dukungan dari para orangtua siswa berupa sumbangan konsumsi Snack dan minuman secara sukarela.

" Untuk para guru dan seluruh siswa SMAN 6 Pekanbaru. Selesai tausiah agama kegiatan berlanjut dengan perlombaan seperti : Lomba Adzan, Lomba Tahfidz serta Lomba Rangking Satu Islami." Pungkas Drs. Yon Hendry Y, M.Pd.

Dan hasil lomba akan di umumkan paling lambat jam 12.00 WIB siang ini. Dan bagi pemenang lomba, kepala sekolah memberikan apresiasi berupa piagam penghargaan.

" Maksud dan tujuan utama kegiatan ini adalah mengajak seluruh siswa, para guru serta tenaga kependidikan SMAN 6 Pekanbaru, guna menyemarakan dan meningkatkan rasa syukur kepada Allah SAW, dengan menteladani serta mengingat kelahiran nabi besar Muhammad SAW sebagai ekspresi serta rasa cinta dan hormat terhadap nabi besar Muhammad SAW." Sebutnya.

Alhamdulillah kegiatan peringatan Maulid Nabi  besar Muhammad SAW berjalan dengan lancar penuh khidmat serta antusias seluruh siswa.

" Inilah para pemenang lomba dalam rangka memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Juara 1 Lomba Adzan atas nama : Almashud Kelas XII 9 nilai 99, Juara II atas nama : Farhan Kelas XI 4 nilai 97, Juara III atas nama : Ahmad Fadil Kelas XI 5 nilai 96. Juara Lomba Tahfidz, Juara I atas nama : Sasa Kelas X 8 nilai 90, Juara II atas nama : M. Cahyo Kelas X 8 nilai 89, Juara III atas nama : Fathir Kelas X 8. Juara Rrangking Satu, Juara I atas nama : Ragil Kelas Xi 8, Juara II atas nama : Fahira Kelas XI 8, Jaura III atas nama : Shaqulle Kelas XI 8." Tutur Drs. Yon Hendry Y, M.Pd.

Editor : Omeng





PEKANBARU - KONTRASRIAU.COM - Guna meningkatkan kesehatan siswa -siswi SDN 45 Pekanbaru besok pihak sekolah akan mengadakan Imunisasi MR (Campak Rubela) bagi kelas 1 laki-laki dan perempuan, kemudian yang  berikutnya adalah Imunisasi HPV bagi murid perempuan kelas 5 dan 6.

Kegiatan akan digelar diruang TK Ar-Rahmi jalan Badak, pada hari Sabtu tanggal 05 September 2026.

Hal ini dibenarkan oleh Kepsek SDN 45 Pekanbaru Drs. Yasrimeddi bahwa tujuan pelaksanaan Imunisasi adalah memberikan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit bagi peserta didik. Tentunya dalam hal ini kami menghimbau kepada seluruh orangtua murid, untuk dapat berpartisipasi pada kegiatan Imunisasi MR dan Imunisasi HPV yang merupakan program pemerintah melalui Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru yang bekerjasama dengan sekolah." Pungkasnya.

" Harapan kami pada kegiatan Imunisasi ini, nantinya dapat dukungan penuh dari pihak orangtua murid, dan giat dapat berjalan dengan lancar dan aman serta kondusif." Ujarnya.

Insya Allah kegiatan Imunisasi tersebut, akan digelar besok hari Selasa tanggal 05 September 2026 pada pukul 07.30 WIB s/d selesai.

" Kami pihak sekolah merasa bersyukur serta berterimakasih kepada Pemerintah melalui Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Puskesmas Rejosari, terkait pelaksanaan kegiatan Imunisasi MR dan Imunisasi HPV nantinya." Tuturnya.

Editor : Omeng
PEKANBARU - KONTRASRIAU.COM - Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (KEMENDIKDASMEN RI)  memberikan bantuan berupa program  Revitalisasi untuk sekolah SD dan SMP Negeri, yang sekolahnya dianggap rusak sedang dan berat berdasarkan data Dapodik sekolah.

Salah satunya adalah SDN 45 Pekanbaru yang beralamat jalan Badak, Kelurahan Rumah Negeri, Kecamatan Tenayan Raya - Kota Pekanbaru.

Hal ini dijelaskan oleh Kepsek SDN 45 Pekanbaru Drs. Yasrimeddi mengatakan bahwa program Revitalisasi bantuan dari KEMENDIKDASMEN RI untuk sekolah kami berupa 7 rehab ruang kelas, dan 3 toilet. Dan Alhamdulillah proses sedang berjalan saat ini." Terang Yasrimeddi kepada awak media KONTRASRIAU.COM.

" Dengan bantuan Revitalisasi dari Pemerintah pusat melalui KEMENDIKDASMEN RI mudah-mudahan sekolah kami semakin bagus, rapi dan indah.. sehingga seluruh SDN 45 Pekanbaru menjadi lebih nyaman." Pungkasnya.

Insya Allah pengerjaan diperkirakan selesai waktnya sekitar 4 bulan, artinya diakhir Desember 2026 selesai.

" Kami juga tidak juga mengucapkan banyak terimakasih kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kota Pekanbaru atas perhatian, dukungan serta bantuan Revitalisasi untuk sekolah kami." 

Harapan kami selaku pihak sekolah, semoga pelaksanaan  proses Revitalisasi berjalan dengan lancar, sukses dan aman." Tuturnya.

" Seiring dengan proses pelaksanaan Revitalisasi ini, proses pembelajaran siswa SDN 45 tetap berjalan sesuai dengan aturan. Jadi siswa dan siswi kami sementara ini belajar memakai fasilitas ruang kelas TK dan ruko masyarakat yang letaknya tidak jauh dari sekolah kami." Ujarnya.

Terkait jam belajar sama seperti biasa siswa masuk jam 07.15 WIB s/d 12.30 WIB dan kelas siang masuk jam 13.00 WIB s/d 17.15 WIB. Guru juga hadir 100 persen.

Editor : Omeng
PEKANBARU - KONTRASRIAU.COM - Pembelajaran kembali normal pasca libur beberapa hari yang lalu, dikarenakan kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru, hari ini selasa hari kedua siswa belajar tatap muka disekolah, tingkat kehadiran hadir semua, begitu juga guru SDN 76 Pekanbaru.

Hal ini dijelaskan oleh Kepsek SDN 76 Arnis, S.Pd. mengatakan bahwa harapan kami tidak ada lagi kabut asap di Kota Pekanbaru, dan anak-anak bisa kembali belajar dengan normal.

Himbauan kepada anak-anak tetap belajar dengan fokus, dan aktifitas diluar ditiadakan seperti kegiatan olahraga, sampai nanti himbauan lebih lanjut dari Disdik Kota Pekanbaru." Tuturnya.

Editor : Omeng
INHIL — KONTRASRIAU.COM - 
 Kodam XIX Tuanku Tambusai melalui kekuatan gabungan bergerak cepat memadamkan titik api yang membakar sekitar 2 hektare lahan di Desa Pungkat, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Minggu (30/8/2026). Pemadaman melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat yang langsung turun ke lokasi.
Sejak pukul 10.00 WIB, kekuatan gabungan dikerahkan untuk mengendalikan api. Tim terdiri dari personel TNI, Polri, perangkat desa, serta masyarakat yang bersama-sama membantu proses pemadaman.

Tim menggunakan satu unit mesin pemadam, satu alat berat, lima rol selang, dua nozzle, dan tiga parang untuk menjangkau titik api sekaligus membuka akses menuju area yang terbakar.

Kondisi medan menjadi tantangan tersendiri. Karakteristik tanah gambut, cuaca panas, serta arah angin yang berubah-ubah membuat api berpotensi kembali menjalar. Tim tidak hanya memadamkan api, tetapi juga membuat pembatas untuk mempersempit ruang gerak api.

“Tim terus melaksanakan pemadaman dan pendinginan di titik api. Kami juga membuat pembatas agar api tidak meluas,” kata salah satu personel di lapangan.

Perkembangan terakhir menunjukkan titik api telah berhasil dipadamkan. Tim kemudian melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak muncul kembali bara api di dalam lahan gambut.

Seluruh personel dan materiil dalam kondisi aman. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.

Masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api guna mencegah kebakaran meluas (Pendam19)
PEKANBARU - KONTRASRIAU.COM - 
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau menuntaskan rangkaian pembelajaran Sekolah Pemilu Hijau _(Green Election School)_ Tahun 2026 di Kantor KPU Provinsi Riau, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam 16 sesi pembelajaran ini menjadi ruang bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang sedang melaksanakan program magang di KPU Provinsi Riau untuk memperkuat pemahaman mengenai demokrasi dan kepemiluan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemilu yang berkelanjutan.

Dalam rangkaian pembelajaran hari terakhir, peserta mendapatkan sejumlah materi yang membahas berbagai perspektif mengenai pemilu hijau. Anggota KPU Provinsi Riau selaku Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan, Supriyanto, menyampaikan materi dengan tema “Penegakan Hukum Pemilu dan Penyelesaian Masalah Hukum Pemilu Perspektif Pemilu Hijau”. 

Dalam paparannya, Supriyanto menjelaskan pentingnya penegakan hukum dan penyelesaian masalah hukum dalam memastikan penyelenggaraan pemilu berjalan sesuai dengan ketentuan sekaligus dapat dikembangkan dengan memperhatikan prinsip keberlanjutan. 

“Penegakan hukum pemilu tidak hanya berkaitan dengan memastikan setiap tahapan berjalan sesuai dengan ketentuan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga integritas penyelenggaraan pemilu. Dalam perspektif pemilu hijau, kepatuhan terhadap aturan perlu berjalan beriringan dengan kesadaran untuk mengurangi dampak lingkungan dalam setiap aktivitas kepemiluan,” ujar Supriyanto.

Pembelajaran berikutnya menghadirkan Dosen Universitas Islam Riau Agung Wicaksono yang menyampaikan materi “_Green Democracy dan Green Political Parties:_ Studi Beberapa Negara”. Materi tersebut memberikan perspektif mengenai perkembangan gagasan demokrasi hijau dan partai politik hijau di sejumlah negara serta bagaimana nilai-nilai lingkungan dapat menjadi bagian dari kehidupan demokrasi. 

Agung menjelaskan bahwa demokrasi tidak hanya berkaitan dengan proses politik, tetapi juga perlu memberi ruang bagi keberlanjutan lingkungan sebagai bagian dari kepentingan masyarakat. “ _Green democracy_ menunjukkan bahwa demokrasi dapat berkembang dengan menempatkan keberlanjutan lingkungan sebagai salah satu perhatian penting dalam proses pengambilan keputusan. Pengalaman berbagai negara memberikan pembelajaran bahwa isu lingkungan dapat menjadi bagian dari agenda demokrasi dan politik untuk menjawab kebutuhan masyarakat saat ini maupun generasi yang akan datang,” jelas Agung.

Sementara itu, Pimpinan Pusat Aliansi Gerakan Reforma Agraria Rendy Perdana Khasmy menyampaikan materi dengan tema “Perubahan Iklim, Jejak Karbon & Mitigasi Penyelenggara Pemilu Hijau”. 

Materi tersebut membahas tantangan perubahan iklim, jejak karbon yang dapat muncul dalam penyelenggaraan pemilu, serta berbagai langkah mitigasi yang dapat dilakukan oleh penyelenggara pemilu. Rendy menekankan pentingnya membangun kesadaran bahwa setiap aktivitas penyelenggaraan pemilu memiliki konsekuensi terhadap lingkungan. 

“Perubahan iklim dan jejak karbon merupakan persoalan yang perlu menjadi perhatian bersama, termasuk dalam penyelenggaraan pemilu. Karena itu, penyelenggara pemilu perlu melihat peluang untuk melakukan mitigasi melalui penggunaan sumber daya secara lebih efisien dan penerapan praktik yang lebih ramah lingkungan,” kata Rendy.

Ketiga materi tersebut melengkapi rangkaian pembelajaran Sekolah Pemilu Hijau Tahun 2026 dengan memberikan perspektif yang saling berkaitan, mulai dari aspek penegakan hukum pemilu, perkembangan demokrasi dan partai politik yang berwawasan lingkungan, hingga tantangan perubahan iklim dan upaya mengurangi jejak karbon dalam penyelenggaraan pemilu.

Setelah seluruh rangkaian pembelajaran pada hari terakhir selesai dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan acara penutupan Sekolah Pemilu Hijau Tahun 2026. Penutupan dihadiri Ketua KPU Provinsi Riau Rusidi Rusdan, Anggota KPU Provinsi Riau, serta pejabat manajerial dan fungsional KPU Provinsi Riau.

Dalam acara penutupan, Ketua KPU Provinsi Riau Rusidi Rusdan menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber dan peserta yang telah mengikuti rangkaian Sekolah Pemilu Hijau hingga selesai. 

Menurutnya, program tersebut menjadi bagian dari upaya KPU Provinsi Riau memperluas wawasan generasi muda mengenai demokrasi dan kepemiluan sekaligus memperkenalkan pentingnya perspektif lingkungan dalam penyelenggaraan pemilu. 

“Sekolah Pemilu Hijau bukan hanya ruang untuk belajar tentang pemilu, tetapi juga ruang untuk membangun kesadaran bahwa demokrasi dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan bersama. 

Kami berharap pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk ikut mendorong budaya demokrasi yang berintegritas, partisipatif, dan berkelanjutan,” ujar Rusidi.

Rusidi juga menekankan bahwa nilai-nilai yang diperoleh selama mengikuti Sekolah Pemilu Hijau diharapkan tidak berhenti pada ruang pembelajaran, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bagian dari kesadaran generasi muda. 

Menurutnya, keterlibatan generasi muda memiliki peran penting dalam membangun budaya demokrasi sekaligus memperkuat kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.

Dengan berakhirnya seluruh rangkaian pembelajaran dan dilaksanakannya acara penutupan, Sekolah Pemilu Hijau KPU Provinsi Riau Tahun 2026 resmi menuntaskan seluruh kegiatannya. 

Melalui program ini, KPU Provinsi Riau terus mendorong penguatan pendidikan pemilih yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan literasi demokrasi dan kepemiluan, tetapi juga menanamkan kesadaran terhadap lingkungan. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh peserta diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan pemilu yang bersih, berintegritas, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.