TRENDING NOW

INHIL — KONTRASRIAU.COM - 
 Kodam XIX Tuanku Tambusai melalui kekuatan gabungan bergerak cepat memadamkan titik api yang membakar sekitar 2 hektare lahan di Desa Pungkat, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Minggu (30/8/2026). Pemadaman melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat yang langsung turun ke lokasi.
Sejak pukul 10.00 WIB, kekuatan gabungan dikerahkan untuk mengendalikan api. Tim terdiri dari personel TNI, Polri, perangkat desa, serta masyarakat yang bersama-sama membantu proses pemadaman.

Tim menggunakan satu unit mesin pemadam, satu alat berat, lima rol selang, dua nozzle, dan tiga parang untuk menjangkau titik api sekaligus membuka akses menuju area yang terbakar.

Kondisi medan menjadi tantangan tersendiri. Karakteristik tanah gambut, cuaca panas, serta arah angin yang berubah-ubah membuat api berpotensi kembali menjalar. Tim tidak hanya memadamkan api, tetapi juga membuat pembatas untuk mempersempit ruang gerak api.

“Tim terus melaksanakan pemadaman dan pendinginan di titik api. Kami juga membuat pembatas agar api tidak meluas,” kata salah satu personel di lapangan.

Perkembangan terakhir menunjukkan titik api telah berhasil dipadamkan. Tim kemudian melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak muncul kembali bara api di dalam lahan gambut.

Seluruh personel dan materiil dalam kondisi aman. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.

Masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api guna mencegah kebakaran meluas (Pendam19)
PEKANBARU - KONTRASRIAU.COM - 
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau menuntaskan rangkaian pembelajaran Sekolah Pemilu Hijau _(Green Election School)_ Tahun 2026 di Kantor KPU Provinsi Riau, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam 16 sesi pembelajaran ini menjadi ruang bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang sedang melaksanakan program magang di KPU Provinsi Riau untuk memperkuat pemahaman mengenai demokrasi dan kepemiluan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemilu yang berkelanjutan.

Dalam rangkaian pembelajaran hari terakhir, peserta mendapatkan sejumlah materi yang membahas berbagai perspektif mengenai pemilu hijau. Anggota KPU Provinsi Riau selaku Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan, Supriyanto, menyampaikan materi dengan tema “Penegakan Hukum Pemilu dan Penyelesaian Masalah Hukum Pemilu Perspektif Pemilu Hijau”. 

Dalam paparannya, Supriyanto menjelaskan pentingnya penegakan hukum dan penyelesaian masalah hukum dalam memastikan penyelenggaraan pemilu berjalan sesuai dengan ketentuan sekaligus dapat dikembangkan dengan memperhatikan prinsip keberlanjutan. 

“Penegakan hukum pemilu tidak hanya berkaitan dengan memastikan setiap tahapan berjalan sesuai dengan ketentuan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga integritas penyelenggaraan pemilu. Dalam perspektif pemilu hijau, kepatuhan terhadap aturan perlu berjalan beriringan dengan kesadaran untuk mengurangi dampak lingkungan dalam setiap aktivitas kepemiluan,” ujar Supriyanto.

Pembelajaran berikutnya menghadirkan Dosen Universitas Islam Riau Agung Wicaksono yang menyampaikan materi “_Green Democracy dan Green Political Parties:_ Studi Beberapa Negara”. Materi tersebut memberikan perspektif mengenai perkembangan gagasan demokrasi hijau dan partai politik hijau di sejumlah negara serta bagaimana nilai-nilai lingkungan dapat menjadi bagian dari kehidupan demokrasi. 

Agung menjelaskan bahwa demokrasi tidak hanya berkaitan dengan proses politik, tetapi juga perlu memberi ruang bagi keberlanjutan lingkungan sebagai bagian dari kepentingan masyarakat. “ _Green democracy_ menunjukkan bahwa demokrasi dapat berkembang dengan menempatkan keberlanjutan lingkungan sebagai salah satu perhatian penting dalam proses pengambilan keputusan. Pengalaman berbagai negara memberikan pembelajaran bahwa isu lingkungan dapat menjadi bagian dari agenda demokrasi dan politik untuk menjawab kebutuhan masyarakat saat ini maupun generasi yang akan datang,” jelas Agung.

Sementara itu, Pimpinan Pusat Aliansi Gerakan Reforma Agraria Rendy Perdana Khasmy menyampaikan materi dengan tema “Perubahan Iklim, Jejak Karbon & Mitigasi Penyelenggara Pemilu Hijau”. 

Materi tersebut membahas tantangan perubahan iklim, jejak karbon yang dapat muncul dalam penyelenggaraan pemilu, serta berbagai langkah mitigasi yang dapat dilakukan oleh penyelenggara pemilu. Rendy menekankan pentingnya membangun kesadaran bahwa setiap aktivitas penyelenggaraan pemilu memiliki konsekuensi terhadap lingkungan. 

“Perubahan iklim dan jejak karbon merupakan persoalan yang perlu menjadi perhatian bersama, termasuk dalam penyelenggaraan pemilu. Karena itu, penyelenggara pemilu perlu melihat peluang untuk melakukan mitigasi melalui penggunaan sumber daya secara lebih efisien dan penerapan praktik yang lebih ramah lingkungan,” kata Rendy.

Ketiga materi tersebut melengkapi rangkaian pembelajaran Sekolah Pemilu Hijau Tahun 2026 dengan memberikan perspektif yang saling berkaitan, mulai dari aspek penegakan hukum pemilu, perkembangan demokrasi dan partai politik yang berwawasan lingkungan, hingga tantangan perubahan iklim dan upaya mengurangi jejak karbon dalam penyelenggaraan pemilu.

Setelah seluruh rangkaian pembelajaran pada hari terakhir selesai dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan acara penutupan Sekolah Pemilu Hijau Tahun 2026. Penutupan dihadiri Ketua KPU Provinsi Riau Rusidi Rusdan, Anggota KPU Provinsi Riau, serta pejabat manajerial dan fungsional KPU Provinsi Riau.

Dalam acara penutupan, Ketua KPU Provinsi Riau Rusidi Rusdan menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber dan peserta yang telah mengikuti rangkaian Sekolah Pemilu Hijau hingga selesai. 

Menurutnya, program tersebut menjadi bagian dari upaya KPU Provinsi Riau memperluas wawasan generasi muda mengenai demokrasi dan kepemiluan sekaligus memperkenalkan pentingnya perspektif lingkungan dalam penyelenggaraan pemilu. 

“Sekolah Pemilu Hijau bukan hanya ruang untuk belajar tentang pemilu, tetapi juga ruang untuk membangun kesadaran bahwa demokrasi dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan bersama. 

Kami berharap pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk ikut mendorong budaya demokrasi yang berintegritas, partisipatif, dan berkelanjutan,” ujar Rusidi.

Rusidi juga menekankan bahwa nilai-nilai yang diperoleh selama mengikuti Sekolah Pemilu Hijau diharapkan tidak berhenti pada ruang pembelajaran, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bagian dari kesadaran generasi muda. 

Menurutnya, keterlibatan generasi muda memiliki peran penting dalam membangun budaya demokrasi sekaligus memperkuat kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.

Dengan berakhirnya seluruh rangkaian pembelajaran dan dilaksanakannya acara penutupan, Sekolah Pemilu Hijau KPU Provinsi Riau Tahun 2026 resmi menuntaskan seluruh kegiatannya. 

Melalui program ini, KPU Provinsi Riau terus mendorong penguatan pendidikan pemilih yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan literasi demokrasi dan kepemiluan, tetapi juga menanamkan kesadaran terhadap lingkungan. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh peserta diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan pemilu yang bersih, berintegritas, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Rokan Hilir, Riau — KONTRASRIAU.COM - 
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP., meninjau Jembatan Perintis Garuda di Jalan Air Pas, Dusun Mulya Makmur, Kepenghuluan Bangko Pusaka, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir, Kamis (27/8/2026) pagi. Peninjauan tersebut menjadi bagian dari komitmen TNI dalam mendukung peningkatan akses dan konektivitas masyarakat di wilayah pedesaan.
Didampingi Danrem 031/WB Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, S.Sos., M.Si., M.Han., Pangdam bersama rombongan tiba di wilayah Bangko Jaya menggunakan helikopter sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi jembatan.

Setibanya di lokasi, Pangdam meninjau kondisi Jembatan Perintis Garuda sekaligus melihat secara langsung manfaat keberadaan jembatan tersebut bagi mobilitas masyarakat. Kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah bersama unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh masyarakat, serta warga.

“Jembatan ini bukan sekadar sarana penghubung, tetapi menjadi bagian dari upaya kita membuka akses dan menghadirkan manfaat pembangunan secara langsung bagi masyarakat,” ujar Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo.

Keberadaan jembatan diharapkan memperlancar mobilitas warga, distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta akses menuju fasilitas pendidikan, kesehatan, pemerintahan, dan pusat kegiatan ekonomi.

Bagi masyarakat Kepenghuluan Bangko Pusaka dan wilayah sekitarnya, jembatan tersebut menjadi penghubung strategis yang dapat mengurangi hambatan perjalanan dan membuka peluang aktivitas ekonomi yang lebih luas.

Peninjauan Jembatan Perintis Garuda juga menunjukkan sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan wilayah. Kehadiran Pangdam di tengah masyarakat menegaskan komitmen TNI untuk terus hadir memberikan manfaat nyata bagi rakyat.

Usai seluruh rangkaian kegiatan, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai bersama rombongan meninggalkan lokasi dan kembali menuju Pekanbaru. Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif (pendam19)
Kampar, Riau — KONTRASRIAU.COM - 
Tim gabungan terus berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Jalan Keluarga, RT 01/RW 02, Dusun II, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Kamis (27/8/2026). Penanganan memasuki hari ke-13 dengan luasan lahan terdampak sekitar 14 hektare.

Koramil 07-0313/KPR bersama unsur Polri, Manggala Agni, dan BPBD bergerak melakukan pemadaman sekaligus pendinginan untuk memastikan bara api tidak kembali menyala. Hingga perkembangan terakhir, titik api telah padam, namun kepulan asap tebal masih muncul sehingga proses penanganan terus dilanjutkan.

Kondisi lapangan menjadi tantangan tersendiri. Petugas menghadapi angin kencang dan cuaca panas, sementara karakter lahan gambut serta semak belukar membuat api berpotensi kembali menjalar. Keterbatasan sumber air juga menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman.

Untuk mempercepat penanganan, tim mengerahkan berbagai sarana pemadaman, termasuk tangki air, mesin pemadam, mini striker, selang, selang isap, nozzle, serta kendaraan operasional roda dua dan roda empat.

Petugas juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memperkuat penanganan di lapangan. Sementara itu, kepemilikan lahan dan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan Polsek Tambang.

Penanganan Karhutla dilakukan secara berkelanjutan dengan prioritas memadamkan bara, mencegah penjalaran api, dan memastikan kawasan yang telah terbakar benar-benar aman dari potensi munculnya titik api baru (pendam19)
Pekanbaru, Riau – KONTRASRIAU.COM - 
Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI tiba di Provinsi Riau, Rabu (26/8/2026), untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui penyuluhan, penggalian permasalahan di lapangan, serta penyusunan masukan dan rekomendasi kepada Pemerintah Pusat.
Kegiatan penerimaan tim berlangsung pukul 15.00 WIB di Ruang Rapat Nakula, Lanud Roesmin Nurjadin, Jalan Adi Sucipto, Pekanbaru. Kegiatan tersebut dihadiri Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP., Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Hery Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Dr. Agus Tatius Sitepu, S.Sos., M.Han., Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Dr. Abdul Haris, M.Pol., M.M.O.A.S., Danlanal Dumai Kolonel Laut (P) Agung N. Kusumaji, serta para tamu dan undangan.

Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI berjumlah 100 personel yang berasal dari unsur TNI Angkatan Darat sebanyak 53 personel, TNI Angkatan Laut 19 personel, TNI Angkatan Udara 17 personel, serta unsur pendukung lainnya. Sebelum melaksanakan tugas di wilayah, seluruh personel telah mendapatkan pembekalan dari Mabes TNI sebagai bekal dalam melaksanakan penyuluhan dan pengumpulan informasi di lapangan.

Selanjutnya, tim akan didistribusikan ke 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau dengan mempertimbangkan kondisi wilayah, jumlah kecamatan, serta kebutuhan penanganan Karhutla. Dalam pelaksanaannya, tim akan berkoordinasi dan berinteraksi langsung dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan, masyarakat, serta unsur terkait lainnya.

Kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada penyuluhan kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan Karhutla, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menggali kondisi faktual di lapangan. Berbagai persoalan akan diidentifikasi, mulai dari kondisi lahan, ketersediaan sumber air, akses menuju lokasi kebakaran, pola pembukaan lahan, kesiapsiagaan masyarakat, hingga kendala koordinasi dan dukungan sarana prasarana.

Hasil penyuluhan dan identifikasi permasalahan tersebut selanjutnya akan dihimpun serta dianalisis sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi Pemerintah Pusat dalam merumuskan kebijakan dan program pencegahan maupun penanganan Karhutla yang lebih tepat sasaran.

Melalui kegiatan ini, diharapkan diperoleh gambaran nyata kondisi di lapangan sebagai dasar dalam menentukan langkah penanganan yang efektif. Pendekatan tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, dan masyarakat dalam menghadapi ancaman Karhutla di Provinsi Riau.

Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI akan melaksanakan kegiatan secara terpadu bersama jajaran kewilayahan. Dengan demikian, pelaksanaan tugas diharapkan tidak hanya menghasilkan data dan informasi, tetapi juga memetakan kebutuhan setiap wilayah serta merumuskan rekomendasi yang dapat menjadi dasar tindak lanjut para pemangku kepentingan (pendam19 19)
PEKANBARU -- KONTRASRIAU.COM - 
Yang pertama tentunya kami ucapkan selamat dan sukses terlebih dahulu kepada ketua terpilih DPW 234 SC Provinsi Riau Ginda Burnama dan jajarannya. Jelas Reky Fitro, S.Pt, M.Pt Ketua DPC 234 SC Kabupaten Kuansing.

" Tambah Reky Fitro bahwa kami tahu, ketua Ginda Burnamwa adalah senior kami di partai Gerindra satu partai. Dan kami tahu juga sepak terjang beliau dan kinerja beliau untuk membawa 234 SC lebih maju dan berkembang lagi di Provinsi Riau." Pungkasnya 

Melihat kader kader yang di rekrut beliau adalah orang-orang yang mumpuni apalagi kami dari daerah akan banyak kegiatan kegiatan sosial dan roadshow ke daerah akan semakin banyak dan tentunya bawa manfaat  bagi masyarakat luas di Provinsi Riau." Tutupnya.
 
Editor : Omeng