TRENDING NOW

no image
PEKANBARU – KONTRASRIAU.COM - 
SMA Negeri 10 Pekanbaru menggelar pesta demokrasi pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) periode 2026–2027 di lapangan sekolah, Jumat (6/11/2026).

Kegiatan berlangsung meriah dan tertib dengan melibatkan para siswa kelas X dan XI. Sebanyak tiga pasangan calon (paslon) Ketua OSIS bersama calon Wakil Ketua OSIS mengikuti rangkaian kegiatan pemilihan, termasuk penyampaian visi dan misi serta debat kandidat.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 10 Pekanbaru, Astur, S.Pd.I., mengatakan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pembukaan hingga debat kandidat, berjalan lancar.

"Alhamdulillah, pagi ini kita sudah melaksanakan pesta demokrasi pemilihan Ketua OSIS dan Wakil Ketua OSIS periode 2026–2027. Kegiatan berjalan sukses, termasuk debat dari ketiga pasangan calon," ungkapnya.

Ia menjelaskan, pengumuman hasil perolehan suara dijadwalkan pada Senin, 9 November 2026. Setelah itu, pada pekan berikutnya akan dilaksanakan pelantikan pengurus OSIS terpilih sekaligus Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK).

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar memilih pemimpin organisasi siswa, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran demokrasi dan pembentukan karakter kepemimpinan sejak dini.

"Melalui kegiatan ini, kita ingin melatih jiwa kepemimpinan siswa. OSIS menjadi wadah bagi mereka untuk belajar berorganisasi, menyampaikan pendapat, menerima perbedaan, serta bertanggung jawab dalam menjalankan amanah," jelasnya.

Harapkan OSIS mampu menampung aspirasi siswa

Pihak sekolah berharap Ketua dan Wakil Ketua OSIS yang terpilih nantinya mampu menjalankan organisasi dengan baik serta menjadi wadah penyaluran aspirasi, minat, dan bakat seluruh peserta didik.

Aspirasi tersebut diharapkan dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Kegiatan pemilihan dibuka langsung oleh Kepala SMAN 10 Pekanbaru, Albert Gafar, M.Pd., serta dihadiri jajaran wakil kepala sekolah, staf, Kepala Tata Usaha, dan seluruh siswa. Kegiatan juga disaksikan mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PLP) dari UIN Sultan Syarif Kasim Riau.

Astur menambahkan, pengalaman berorganisasi sejak sekolah menengah diharapkan dapat membentuk siswa menjadi pribadi yang memiliki rasa tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, dan keberanian mengambil keputusan.

Prestasi siswa terus dikembangkan

Selain pembinaan organisasi, SMAN 10 Pekanbaru juga terus mendorong pengembangan potensi siswa melalui kegiatan akademik maupun olahraga.

Salah satu capaian terbaru adalah keberhasilan tim futsal SMAN 10 Pekanbaru meraih juara II dalam kompetisi Futsal Series setelah menghadapi SMAN 12 Pekanbaru di Gelanggang Remaja.

Dengan jumlah peserta didik lebih dari 1.200 orang, sekolah berharap keberadaan OSIS dapat menjadi motor penggerak berbagai kegiatan positif dan pengembangan potensi siswa.

Pemilihan OSIS periode 2026–2027 ini sekaligus menjadi momentum bagi siswa untuk belajar bahwa demokrasi bukan hanya tentang memilih pemimpin, tetapi juga tentang menghargai pilihan, menerima hasil, dan menjalankan tanggung jawab bersama.

Pihak sekolah berharap kepengurusan OSIS yang baru nantinya mampu membawa semangat perubahan dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan SMAN 10 Pekanbaru.
PEKANBARU – KONTRASRIAU.COM - 
SMK Negeri 3 Pekanbaru menggelar sosialisasi Penguatan Kegiatan Bursa Kerja Khusus (BKK) dengan melibatkan guru-guru SMK Negeri 3 Pekanbaru. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan peran pengelola BKK dalam membantu para alumni memperoleh informasi serta akses kesempatan kerja sesuai kompetensi keahlian.

Kegiatan berlangsung di Ballroom Edotel Syariah Nilam Sari, Jalan Sukaterus, Pekanbaru, Jumat (6/11/2026), dengan menghadirkan narasumber Kepala Bidang Bina Penta dan PKK Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru, Supra Yogi, S.T., M.T.
Kepala SMK Negeri 3 Pekanbaru, Wawan Suryawan, S.Pd., mengatakan Bursa Kerja Khusus memiliki peran penting sebagai jembatan antara lulusan SMK dengan dunia usaha dan dunia industri, terutama bagi alumni yang belum mendapatkan pekerjaan.

Menurut Wawan, melalui BKK, para alumni dapat memperoleh informasi lowongan pekerjaan dari berbagai perusahaan, baik melalui Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru maupun informasi yang disampaikan langsung oleh pihak industri kepada sekolah.

"Kalau ada alumni yang memang belum mendapatkan pekerjaan, informasi lowongan pekerjaan itu nantinya bisa diperoleh melalui BKK yang ada di sekolah masing-masing, khususnya di SMK Negeri 3 Pekanbaru. Kami memiliki peran membantu para alumni mencarikan informasi lowongan pekerjaan," jelas Wawan.

Ia menerangkan, BKK merupakan salah satu program yang menjadi bagian dari pengembangan layanan di lingkungan SMK. Dalam pelaksanaannya, terdapat guru atau petugas khusus yang bertanggung jawab mengelola kegiatan Bursa Kerja Khusus.

Informasi lowongan pekerjaan yang diterima sekolah akan ditindaklanjuti dan disampaikan kepada para alumni melalui grup komunikasi alumni.

"Misalnya ada perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dengan kualifikasi tertentu, seperti tenaga perhotelan atau bidang lainnya, informasi tersebut akan kami sampaikan kepada alumni. Jadi, bagi alumni yang belum bekerja bisa mengetahui peluang dan mendaftarkan diri sesuai persyaratan perusahaan," ungkapnya.

Kerja sama dengan Disnaker dan dunia industri

Wawan menjelaskan, dalam memperkuat fungsi BKK, SMK Negeri 3 Pekanbaru juga menjalin koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru.

Apabila terdapat informasi lowongan pekerjaan dari Disnaker, pihak sekolah akan membantu menyebarluaskannya kepada para alumni. Selain itu, perusahaan atau industri juga dapat menyampaikan langsung kebutuhan tenaga kerja kepada sekolah, termasuk kualifikasi dan kompetensi yang dibutuhkan.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, Wawan berharap para guru yang terlibat dalam kepengurusan BKK semakin memahami tugas dan tanggung jawabnya dalam mengelola informasi lowongan kerja serta membangun komunikasi dengan dunia industri.

Kehadiran narasumber dari Disnaker Kota Pekanbaru juga diharapkan memperkuat koordinasi antara sekolah dan pemerintah daerah dalam memperluas akses kesempatan kerja bagi lulusan SMK.

Enam kompetensi keahlian menjadi potensi alumni

Lebih lanjut, Wawan menyebutkan SMK Negeri 3 Pekanbaru memiliki keunggulan pada bidang pariwisata dan sejumlah kompetensi keahlian yang berkaitan dengan kebutuhan dunia kerja.

Sekolah tersebut memiliki enam kompetensi keahlian, yakni perhotelan, kuliner, busana, tata kecantikan, pariwisata, dan broadcasting, dengan jumlah peserta didik hampir 1.500 orang.

Menurutnya, keberadaan BKK menjadi penting untuk menghubungkan kompetensi yang diperoleh siswa selama mengikuti pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja di dunia industri.

Ia berharap penguatan BKK dapat membantu semakin banyak alumni SMK Negeri 3 Pekanbaru terserap di berbagai sektor pekerjaan, baik di Kota Pekanbaru maupun di luar daerah.

"Harapan kita ke depan, dengan memperkuat BKK SMK Negeri 3 Pekanbaru, para alumni dapat tersalurkan ke industri-industri yang ada di Kota Pekanbaru ataupun di luar Pekanbaru," ujarnya.

Wawan menegaskan, pendidikan SMK tidak hanya bertujuan menghasilkan lulusan yang memiliki ijazah, tetapi juga tenaga kerja yang mempunyai keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan soft skill yang baik.

"Program SMK itu bagaimana menciptakan tenaga kerja yang handal, memiliki keterampilan, pengetahuan, serta soft skill yang baik. Karena itu, keberadaan BKK harus benar-benar dimanfaatkan untuk membantu alumni mendapatkan peluang kerja," tutupnya.
PEKANBARU — KONTRASRIAU.COM - 
Dalam rangka memperingati Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Ke-2, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Riau melaksanakan kegiatan pemberian bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan, Kamis (5/11/26).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat IMIPAS Peduli 2026, sebagai wujud kepedulian dan kehadiran Kemenimipas melalui jajaran Pemasyarakatan di tengah masyarakat. Bantuan sosial disalurkan kepada Panti Asuhan Anak Yatim Al-Ikhlas, serta masyarakat di sekitar lingkungan kantor yang membutuhkan bantuan.
Penyaluran bantuan diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Riau, Rudy Fernando Sianturi, bersama jajaran pejabat struktural dan pegawai Kanwil Ditjenpas Riau. Kehadiran jajaran Kanwil dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata komitmen untuk terus membangun kepedulian sosial serta mempererat hubungan dengan masyarakat di lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan ini, Kanwil Ditjenpas Riau berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan kebutuhan masyarakat serta anak-anak di panti asuhan. Lebih dari sekadar bantuan, kegiatan ini menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat berbagi, empati, dan gotong royong di lingkungan jajaran Pemasyarakatan.

IMIPAS Peduli 2026 menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas dan pelayanan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama. Kanwil Ditjenpas Riau berkomitmen untuk terus hadir, berbagi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara.
PEKANBARU — KONTRASRIAU.COM - 
Semangat menjaga kebugaran dan membangun kekompakan terus ditanamkan di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Riau. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan senam pagi bersama yang dilaksanakan pada Kamis (5/11).

Mengikuti setiap gerakan dengan penuh antusias, para pegawai memanfaatkan kegiatan tersebut untuk menjaga kebugaran sekaligus melepas sejenak kepenatan dari rutinitas pekerjaan. Suasana berlangsung santai namun tetap penuh energi, menciptakan ruang kebersamaan yang positif di lingkungan 
kantor.
Senam pagi juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang sehat. Kebugaran fisik menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stamina, konsentrasi, dan kesiapan pegawai dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Lebih dari sekadar olahraga, kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kinerja yang kuat turut lahir dari tim yang sehat dan solid. Dengan tubuh yang bugar dan semangat yang terjaga, jajaran Kanwil Ditjenpas Riau siap menjalankan tugas dan memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi.
Mulai pagi dengan gerak, jalani tugas dengan semangat, dan wujudkan kinerja yang hebat.
PEKANBARU — KONTRASRIAU.COM - 
Dalam rangka menyemarakkan Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) ke-2 Tahun 2026, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau melaksanakan aksi bersih-bersih lingkungan kantor melalui semangat IMIPAS Peduli 2026, Kamis (5/11).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Riau, Rudy Fernando Sianturi, bersama jajaran pejabat struktural dan seluruh pegawai. Dengan penuh semangat kebersamaan, jajaran Kanwil Ditjenpas Riau bergotong royong membersihkan lingkungan kantor, mulai dari area halaman, taman, hingga berbagai fasilitas pendukung di sekitar kantor.
Aksi bersih-bersih ini menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang bersih, sehat, nyaman, dan tertata, sekaligus menumbuhkan kepedulian serta rasa memiliki terhadap lingkungan kantor. Kegiatan dilakukan secara bersama-sama dengan mengedepankan semangat gotong royong dan kekompakan antarpegawai.

Kakanwil Ditjenpas Riau, Rudy Fernando Sianturi, menegaskan bahwa momentum Hari Bakti Kemenimipas ke-2 tidak hanya menjadi peringatan seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kepedulian dan kebersamaan di lingkungan kerja.

“Melalui IMIPAS Peduli 2026, mari kita tumbuhkan kepedulian mulai dari lingkungan terdekat. Lingkungan yang bersih mencerminkan kepedulian, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan kita dalam memberikan pelayanan terbaik,” ujar Rudy.

Semangat IMIPAS Peduli 2026 di Kanwil Ditjenpas Riau diharapkan dapat terus diwujudkan melalui aksi nyata dan budaya positif dalam kehidupan sehari-hari. Dengan lingkungan yang bersih dan nyaman, diharapkan tercipta suasana kerja yang semakin kondusif dalam mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan Pemasyarakatan Riau.
PEKANBARU – KONTRASRIAU.COM - 
Dalam rangka mendukung tertib administrasi serta memastikan kesiapan pelaksanaan pengadaan bahan makanan (Bama) bagi Warga Binaan, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau mengikuti Rapat Koordinasi Persiapan Pengadaan Bahan Makanan bagi Warga Binaan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Senin (2/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00 WIB hingga selesai di Aula Lantai 6 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Jalan Veteran Nomor 11, Gambir, Jakarta Pusat, diikuti secara langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Riau, Rudy Fernando Sianturi dan diikuti zoom meeting Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum (Kabag TUM) Muhammad Lukman, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta Pengelola Pengadaan Barang/Jasa Ahli Pertama.

Rapat koordinasi ini menjadi wadah untuk menyamakan pemahaman, memperkuat koordinasi, serta membahas berbagai aspek persiapan pengadaan bahan makanan agar pelaksanaannya berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, tertib administrasi, ketepatan perencanaan, dan kesiapan seluruh pihak terkait menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran proses pengadaan.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Kanwil Ditjenpas Riau berkomitmen untuk terus meningkatkan koordinasi dan kesiapan pelaksanaan pengadaan bahan makanan pada UPT Pemasyarakatan di wilayah Riau, sehingga kebutuhan pangan Warga Binaan dapat terpenuhi secara terencana, tertib, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.