TRENDING NOW

BANGKINANG - KontrasRiau.com -
Bupati Kampar Ahmad Yuzar S.Sos MT sangat antusias dalam mengikuti pelaksanaan ziarah Qubur, selain mendampingi Gubernur Riau yang diwakili oleh Sekda Provinsi Riau Syahrial Abdi, AP, M.Si juga di hadiri oleh Walikota Pekanbaru Agung Nugroho. 

Bupati Kampar Ahmad Yuzar S.Sos yang didampingi, Pj Sekda Kampar Ardi Mardiansyah S.STP, M.Si dan Isteri dan Forkopimda Kampar dan isteri tersebut mengunjungi lebih kurang 15 lokasi pemakaman yang tersebar di Kecamatan Bangkinang dengan berjalan kaki dan diakhiri di Masjid Mujahidin untuk melaksanakan shalat berjamaah dan makan bersama. 

Gubernur Riau yang diwakili oleh Sekda Riau Syahrial Abdi, AP, M.Si dalam arahannya menyampaikan memang ini ajang silaturrahmi bagi masyarakat perantau 

Momentum Ayo Onam inilah sebagai bentuk jalinan silaturrahmi maupun menjadi pengingat bagi kita bahwa setia manusia akan kembali sang Khaliq 

Oleh sebab itu dengan Ziarah qubur ini akan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt, setiap makam dikunjungi oleh setiap kampung " Ujar Syahrial Abdi 

Iedul futri merupakan kemenangan spiritual yang mana kita telah melewati Ramadhan selama sebulan penuh 


Bupati Kampar Ahmad Yuzar dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih atas kehadiran bapak Gubernur Riau yang pada kesempatan ini diwakili oleh Sekda Provinsi Riau Syahrial Abdi, AP, M.Si terkhusus kepada bapak Zainal Abidin dan Forkopimda Riau dan Forkopimda Kampar, para Kepala OPD Riau dan Kampar 

Kebersamaan dan kesolidan kita dalam membangun kehidupan sosial kemasyarakatan, ini terbukti 

Agung Nugroho yang merupakan kali pertama menghadiri Raya Onam ini merupakan belum lengkap jika Iedul Fitri tidak menghadiri Raya Onam 

Kampar ini tidak asing bagi kami 

Kami mewakili masyarakat pekanbaru yang tak dapat dipisahkan dari Kabupaten Kampar karena 3/4 warga Pekanbaru adalah masyarakat Kampar 

Pada kesempatan tersebut Walikota Pekanbaru ikut memberikan sumbangan untuk pembangunan Masjid sebesar Rp. 20 juta 

Tokoh masyarakat Kecamatan Bangkinang Zainal Abidin dalam sambutannya menyampaikan Ayo Onam semangatnya luar biasa 

Alhamdulilah pada hari Ayo Onam Kita semua dapat berkumpul dalam rangka silaturrahmi dapat kita diteruskan dan dikuatkan 

Terimaksih atas kehadiran tokoh-tokoh pada hari Raya Enam di Bangkinang ini "Kata H. Zainal Abidin 

Hadir pada kesempatan tersebut, para Kepala OPD di lingkungan Pemprov Riau dan Kabupaten kampar, Forkopimda Kampar  (Diakominfo Kampar /Pdy)

//////

Bupati Kampar Dampingi Sekda Riau Ziarah Kubur pada Hari Raya Onam

Bangkinang – Bupati Kampar Ahmad Yuzar, S.Sos., MT menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti rangkaian kegiatan ziarah kubur pada peringatan Hari Raya Onam di Bangkinang. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Gubernur Riau yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi, AP, M.Si serta dihadiri Walikota Pekanbaru Agung Nugroho.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Kampar Ahmad Yuzar didampingi oleh Pj Sekda Kampar Ardi Mardiansyah, S.STP., M.Si beserta istri, Forkopimda Kampar dan istri, serta para pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau dan Kabupaten Kampar. Rombongan melakukan ziarah ke lebih kurang 15 lokasi pemakaman yang tersebar di Kecamatan Bangkinang dengan berjalan kaki. Kegiatan kemudian diakhiri di Masjid Mujahidin dengan shalat berjamaah dan makan bersama.

Sekda Provinsi Riau Syahrial Abdi dalam arahannya menyampaikan bahwa tradisi Ayo Onam merupakan ajang silaturahmi bagi masyarakat, khususnya para perantau yang pulang kampung setelah Hari Raya Idul Fitri.
“Momentum Ayo Onam ini menjadi bentuk jalinan silaturahmi sekaligus pengingat bagi kita bahwa setiap manusia akan kembali kepada Sang Khalik. Dengan ziarah kubur ini diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT,” ujar Syahrial Abdi.

Ia juga menambahkan bahwa Idul Fitri merupakan kemenangan spiritual setelah umat Islam menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan.

Sementara itu, Bupati Kampar Ahmad Yuzar dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Gubernur Riau yang diwakili oleh Sekda Provinsi Riau, serta kepada tokoh masyarakat, Forkopimda Riau dan Kampar, serta seluruh Kepala OPD yang hadir.
“Kebersamaan dan kesolidan kita dalam membangun kehidupan sosial kemasyarakatan ini terus terjaga dan terbukti melalui kegiatan silaturahmi seperti Ayo Onam ini,” ujar Ahmad Yuzar.

Sedangkan Walikota Pekanbaru Agung Nugroho yang untuk pertama kalinya menghadiri Raya Onam setelah menjadi Walikota Pekanbaru menyampaikan bahwa perayaan Raya Onam terasa belum lengkap jika setelah Idul Fitri tidak menghadiri tradisi tersebut di Kampar.
“Kampar ini tidak asing bagi kami. Kami mewakili masyarakat Pekanbaru yang tidak dapat dipisahkan dari Kabupaten Kampar, karena sebagian besar masyarakat Pekanbaru berasal dari Kampar,” ungkap Agung Nugroho.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Pekanbaru juga memberikan bantuan untuk pembangunan Masjid sebesar Rp20 juta.

Tokoh masyarakat Kecamatan Bangkinang H. Zainal Abidin yang sukses di Pulau Batam dalam sambutannya menyampaikan bahwa semangat Ayo Onam sangat luar biasa karena mampu mempererat silaturahmi masyarakat.
“Alhamdulillah pada hari Ayo Onam kita semua dapat berkumpul dalam rangka silaturahmi yang terus dapat kita perkuat dan pertahankan. Terima kasih atas kehadiran para tokoh pada Hari Raya Enam di Bangkinang ini,” kata H. Zainal Abidin.

Turut hadir pada kegiatan tersebut para Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau dan Kabupaten Kampar, serta Forkopimda Kampar.
(Diskominfo Kampar /Pdy)
KAMPAR - KontrasRiau.com - 
Gubernur Riau SF. Hariyanto diwakili Sekdaprov Riau Syahrial Abdi, AP, M.Si larut dalam kerumunan warga yang melaksanakan tradisi Raya Enam di Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, ia pun mengakui Raya Enam adalah momen silaturahmi terbesar yang telah berlangsung lama. Tidak hanya bagi sesama warga, perantau dengan sanak famili di kampung, tapi juga "silaturahmi" dengan karib kerabat, para leluhur yang telah berpulang ke pangkuan ilahi.

 "Hari raya Enam atau Hari Raya Zora sebagai bentuk jalinan silaturrahmi maupun menjadi pengingat bagi kita bahwa setia manusia akan kembali sang Khaliq, Oleh sebab itu dengan Ziarah kubur ini akan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt, setiap makam dikunjungi oleh setiap kampung," ujar Syahrial Abdi dalam sambutannya di Peringatan Hari Raya Enam di Masjid.Almujahidin, Sabtu (28/3/2026).

 Pj. Bupati Kampar pada masanya itu juga menyebut bahwa Raya Enam menjadi bagian dari bentuk kemenangan di Idul Fitri, setelah melewati Ramadhan selama sebulan penuh.

 Sementara itu, Bupati Kampar Ahmad Yuzar dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih atas kehadiran Sekdaprov Riau mewakili Gubernur beserta jajaran, Forkopimda Riau, Walikota Pekanbaru Agung Nugroho serta tamu undangan lainnya.

 "Terimakasih kehadirannya Bapak Gubernur Riau yang pada kesempatan ini diwakili oleh Sekda Provinsi Riau Syahrial Abdi, AP, M.Si terkhusus kepada bapak Zainal Abidin dan Forkopimda Riau dan Forkopimda Kampar, para Kepala OPD Riau dan Kampar, kehadiran bapak ibu di Bangkinang pada momen Hari Raya Enam ini sebagai bukti kebersamaan dan kesolidan kita dalam membangun kehidupan sosial kemasyarakatan," ucap Bupati Ahmad Yuzar.

 Sementara itu, kesan lain juga diungkap Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, ia mengaku merasakan kehangatan dan kebersamaan di Peringatan Hari Raya Enam yang ia ikuti untuk kali pertama.

 "Kalau di Bangkinang, rasanya belum lengkap jika Idul Fitri tidak menghadiri Raya Onam. Kami mewakili masyarakat Pekanbaru yang tak dapat dipisahkan dari Kabupaten Kampar karena 3/4 warga Pekanbaru adalah masyarakat Kampar," ucap Agung. Pada kesempatan tersebut Walikota Pekanbaru juga ikut memberikan sumbangan untuk pembangunan Masjid sebesar Rp. 20 juta rupiah.

 Sementara itu, Tokoh masyarakat Kecamatan Bangkinang Zainal Abidin dalam sambutannya menyampaikan bahwa Ayo Onam memiliki spirit luar biasa, "Alhamdulilah pada hari Ayo Onam Kita semua dapat berkumpul dalam rangka silaturrahmi dapat kita diteruskan dan dikuatkan, semangat yang kuat biasa itu bisa terlihat dari banyaknya tokoh-tokoh, pejabat yang hadir ditengah-tengah kita, terimakasih atas kehadiran tokoh-tokoh pada hari Raya Enam di Bangkinang ini," kata H. Zainal Abidin.(Diskomimfo Kampar /Ari)
JAKARTA ,(Kemenag) - KontrasRiau.com - 
Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik untuk Perlindungan Anak (PP Tunas) resmi berlaku mulai 28 Maret 2026. Kemenag berkomitmen untuk memperkuat literasi digital bagi siswa dan santri yang berada di lingkungan pendidikan agama dan keagamaan sebagai bagian dari implementasi kebijakan tersebut.

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama Thobib Al Asyhar mengatakan, Kemenag memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cakap secara digital, tetapi juga beretika dan berkarakter. Hal ini mengingat lebih dari 13 juta siswa dan santri berada dalam binaan Kemenag.

“Kami menyambut baik berlakunya PP Tunas. Ini menjadi momentum untuk memperkuat literasi digital di kalangan siswa dan santri, agar mereka mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab,” ujar Thobib di Jakarta, Jumat (28/3/2026).

Thobib menjelaskan bahwa penguatan literasi digital salah satu caranya dilakukan dengan mengintegrasikan dalam proses pembelajaran di lembaga pendidikan agama dan keagamaan. Materi yang dapat diberikan berupa etika digital, kemampuan memilah informasi, serta penguatan nilai-nilai agama.

Selain itu, Kemenag juga mengoptimalkan peran guru, penyuluh agama, pengelola pesantren, para dai dan khatib dalam memberikan edukasi digital kepada masyarakat. Kolaborasi dengan berbagai pihak terus diperkuat guna menciptakan ruang digital yang aman dan ramah anak.

“Literasi digital adalah bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda. Kami ingin memastikan siswa dan santri tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai positif di ruang digital,” tandasnya.

*Kemenag Dukung PP Tunas*
Menag Nasaruddin Umar turut menegaskan bahwa implementasi PP TUNAS harus dibarengi dengan penguatan nilai dan literasi digital berbasis keluarga serta pendidikan keagamaan.

“Kita ingin ruang digital menjadi ruang yang aman, sehat, dan mendidik bagi generasi muda. Karena itu, literasi digital harus diperkuat, tidak hanya pada anak, tetapi juga pada orang tua dan lingkungan terdekatnya,” ujar Menag.

Ia menambahkan, Kementerian Agama akan mengoptimalkan peran madrasah, pesantren, serta penyuluh agama dalam membangun kesadaran kolektif tentang etika dan tanggung jawab bermedia digital.

“Kita memiliki lebih dari 13 juta siswa madrasah dan santri. Ini adalah kekuatan besar untuk membangun budaya digital yang beretika, beradab, dan selaras dengan nilai-nilai keagamaan,” imbuhnya.

Melalui langkah tersebut, Kementerian Agama berharap implementasi PP TUNAS dapat berjalan optimal dan mampu menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak, sekaligus memperkuat peran keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam mendampingi generasi muda di era digital.

PEKANBARU - KontrasRiau.com - 
Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau melaporkan perkembangan situasi arus balik H+7 Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah hukum Polda Riau dalam kondisi aman, tertib, lancar, dan terkendali.
Laporan tersebut disampaikan dalam kegiatan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) yang dilaksanakan pada Jumat (27/3/2026) dalam rangka Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026. Kegiatan monitoring dipimpin oleh Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Riau, AKBP Budi Setiyono, S.I.K., M.H, bersama Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau AKBP Dasril, S.Pd., M.M, serta didampingi Kapolres Kampar AKBP Bobby Putra Sebayang, S.I.K., M.H beserta jajaran pejabat utama Polres Kampar.

Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemantauan langsung terhadap situasi arus lalu lintas di sejumlah jalur utama yang menjadi pintu masuk ke Provinsi Riau. Selain itu, dilakukan pula koordinasi lintas sektoral dengan instansi terkait guna memastikan kelancaran arus balik.

Secara umum, pada H+7 Idul Fitri 1447 H, terjadi peningkatan volume kendaraan yang masuk ke wilayah Riau, khususnya dari arah Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jambi, serta jalur tengah Sumbar–Kuansing. Meski terjadi peningkatan, kondisi lalu lintas tetap terpantau ramai lancar tanpa adanya kemacetan signifikan.

Guna mengantisipasi potensi lonjakan arus balik, Ditlantas Polda Riau telah mengambil berbagai langkah strategis, di antaranya melakukan pemantauan dan pengendalian lalu lintas secara intensif di jalur-jalur rawan, menempatkan personel pada titik potensi kemacetan dan kecelakaan, serta mengoptimalkan peran Tim Pengurai Macet Reaksi Cepat (TPRC) melalui patroli mobile.

Selain itu, patroli bersinggungan oleh Satlantas Polres jajaran terus ditingkatkan, didukung koordinasi lintas sektoral yang solid. Petugas juga meningkatkan intensitas patroli pada jam-jam puncak arus balik serta menyiapkan rekayasa lalu lintas apabila terjadi lonjakan kendaraan secara signifikan.

Dalam keterangannya di lapangan, Wadirlantas Polda Riau AKBP Budi Setiyono, S.I.K., M.H yang didampingi Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau AKBP Dasril, S.Pd., M.M serta Kanit Tol Pekbang Iptu Haris menyampaikan bahwa secara umum arus balik di wilayah Riau masih dalam kondisi terkendali.

“Alhamdulillah hingga H+7 ini, arus balik yang masuk ke wilayah Riau terpantau mengalami peningkatan, namun tetap dalam kondisi ramai lancar. Kami bersama seluruh personel terus melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas, khususnya di titik-titik rawan, guna memastikan masyarakat dapat kembali dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi potensi lonjakan arus balik yang diperkirakan terjadi pada Sabtu malam, 28 Maret 2026, Dirlantas Polda Riau Kombes Pol. Jeki Rahmat Mustika, S.I.K., M.H telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait serta para Kasat Lantas jajaran.

Koordinasi tersebut dilakukan guna memastikan seluruh personel siap memberikan pelayanan dan pengamanan arus balik secara maksimal kepada masyarakat, terutama pada waktu-waktu yang diprediksi menjadi puncak arus kendaraan. Seluruh jajaran juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan di lapangan melalui pengaturan lalu lintas, patroli, serta langkah-langkah preventif lainnya.

Di penutup kegiatan monitoring, Wadirlantas Polda Riau juga menyampaikan pesan edukasi Kamseltibcarlantas kepada seluruh masyarakat pengguna jalan. Ia mengimbau kepada para pengendara arus balik agar tetap berhati-hati, menjaga kondisi fisik, mematuhi peraturan lalu lintas, serta memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum melanjutkan perjalanan.

“Utamakan keselamatan selama perjalanan, tetap tertib berlalu lintas, dan semoga seluruh masyarakat dapat selamat sampai tujuan di rumah masing-masing,” pesannya.

Dengan sinergi antara Polri, instansi terkait, dan masyarakat, diharapkan seluruh rangkaian arus balik Idul Fitri 1447 H dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.(***)
PULAU LAWAS, Bangkinang – Bupati Kampar Ahmad Yuzar secara resmi membuka Festival Lomang yang digelar di Desa Pulau Lawas, Kecamatan Bangkinang, Jumat (27/03) pagi. Pembukaan festival tersebut ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Kampar Ahmad Yuzar bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Kampar Ny. Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar.

Dalam sambutannya, Bupati Kampar Ahmad Yuzar menyampaikan bahwa Festival Lomang merupakan bagian dari adat dan tradisi masyarakat Kampar yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para pendahulu. Oleh karena itu, kegiatan ini harus terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya daerah.

Ia menambahkan bahwa Festival Lomang tidak hanya sebagai upaya melestarikan adat dan budaya, tetapi juga memiliki dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Melalui festival ini diharapkan dapat membangkitkan ekonomi masyarakat serta mendorong pertumbuhan sektor kuliner khas daerah, khususnya lomang yang menjadi makanan tradisional kebanggaan masyarakat Kampar.

“Festival Lomang ini bukan sekadar kegiatan seremonial, namun merupakan bentuk pelestarian budaya sekaligus upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor kuliner dan pariwisata,” ujar Ahmad Yuzar.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pj Sekda Kampar Dr. Ardi Mardiansyah, S.STP, M.Si, Mewakili Pemprov Riau, unsur Forkopimda Kampar, Camat Bangkinang Kholis Febriyasmi, S.STP, M.Si, serta tokoh masyarakat dan masyarakat Desa Pulau Lawas yang tampak antusias mengikuti pembukaan festival.

Festival Lomang sendiri merupakan tradisi masyarakat Kampar yang biasanya dilaksanakan menjelang hari raya besar keagamaan dan menjadi momen kebersamaan masyarakat dalam menjaga warisan budaya daerah.
(Diskominfo Kampar /Pdy)
BANGKINANG - KontrasRiau.com - 
Dalam rangka menyambut Hari Raya Enam Tradisi Masyarakat Bangkinang, Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos, MT Hadiri acara khas penuh nuansa tradisi yakni Festival Lemang yang digelar di Desa Pulau Lawas Kecamatan Bangkinang, Jum’at (27/3/2026).

Pembukaan Festival Lomang (lemang) ini ditandai dengan Pemukulan Gong oleh Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos, MT Bersama Kajari Kampar Dwianto Prihartono, SH, MH dan dihadiri oleh Ketua TP-PKK Kampar Ny. Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar, Pj Sekda Kampar Dr. Ardi Mardiansyah, S.STP, M.Si, Kajari Kampar Dwianto Prihartono, SH, MH dan seluruh Kepala OPD, Camat Bangkinang Kholis Pebriyasmi, S.STP, M.Si serta Kepala Desa Sekecamatan Bangkinang.

Lemang, makanan khas yang terbuat dari beras ketan dan santan lalu dimasak dalam bambu, menjadi simbol utama dalam festival ini. Tradisi membakar lemang telah lama melekat dalam budaya masyarakat Kecamatan Bangkinang Desa Pulau Lawas terutama saat menyambut momen-momen penting seperti Ayi Ayo Onam ( Hari Raya Enam).

Dalam sambutannya, Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar mengucapkan atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar mengucapkan Minal Aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin kepada kita semua, mari kita songsong kedepan kampar lebih baik dengan bekerja sama.

“Mari kita bersama-sama untuk melestarikan kebisaan kearifan lokal yang baik untuk kemasa yang akan datang, sehingga tradisi ini tidak terputus ke anak cucu kita.”ungkapnya.”

Ia juga menjelaskan bahwa masak lomang merupakan tradisi turun-temurun warga yang dilaksanakan di rumah masing-masing menjelang Idul Fitri dan hari raya enam serta Idul Adha. Selain Festival Lomang dan peringatan Hari Raya Enam, kegiatan pacu sampan di Tepian Jembatan Waterfront City Pulau Lawas juga akan digelar beberapa hari kedepan.

“mari kita manfaatkan momen ini untuk meningkatkan skala dan ekonomi masyarakat, orang banyak berkunjung, banyak kebutuhan tentu memerlukan makan, memerlukan minum dan memerlukan akomodasi, jadikan ini nanti sebagai pertumbuhan untuk ekonomi kreatif.”tutupnya.”
(DiskominfoKampar/IsN).