TRENDING NOW

PEKANBARU – KONTRASRIAU.COM - 
Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau, Muhammad Lukman, beserta jajaran mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Penyelenggaraan Kerja Sama dan Tata Kelola Imigrasi dan Pemasyarakatan secara daring, Senin (19/10/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Pengembangan Kapasitas Strategis Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk Mendukung Kerja Sama dan Tata Kelola Imigrasi dan Pemasyarakatan yang Profesional, Adaptif, dan Berdaya Saing Global.” Bimbingan teknis tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas aparatur dalam memahami serta mengoptimalkan penyelenggaraan kerja sama dan tata kelola di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Keikutsertaan Muhammad Lukman bersama jajaran Kanwil Ditjenpas Riau menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, memperkuat koordinasi, serta mendorong tata kelola organisasi yang efektif dan akuntabel. Pemahaman yang baik mengenai mekanisme kerja sama diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan secara optimal.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh untuk memperkuat sinergi antarinstansi, meningkatkan kualitas tata kelola, serta menyesuaikan pelaksanaan tugas dengan dinamika dan tantangan yang terus berkembang. Hal ini sejalan dengan kebutuhan organisasi untuk membangun sistem kerja yang profesional, responsif, dan berorientasi pada hasil.

Kanwil Ditjenpas Riau terus berkomitmen mendukung pengembangan kapasitas aparatur dan penguatan tata kelola organisasi sebagai langkah mewujudkan penyelenggaraan pemasyarakatan yang profesional, adaptif, transparan, dan berdaya saing global.
PEKANBARU — KONTRASRIAU.COM - 
SMA Negeri 8 Pekanbaru terus berupaya mempertahankan reputasinya sebagai salah satu sekolah unggulan di Provinsi Riau. Berbagai capaian siswa di bidang akademik maupun nonakademik menjadi modal bagi sekolah tersebut untuk meningkatkan daya saing di tingkat nasional.

Kepala SMAN 8 Pekanbaru, Beni Rio Denaldy, S.Si., M.Si., mengatakan bahwa pembinaan sumber daya manusia, penguatan karakter, serta sinergi antara guru, orang tua dan peserta didik menjadi faktor penting dalam mendorong prestasi sekolah.

Hal tersebut disampaikan Beni Rio Denaldy kepada Tim Media saat wawancara di ruang kerja Kepala SMAN 8 Pekanbaru, Selasa (20/10/2026).

Dalam wawancara tersebut, Beni menyampaikan bahwa siswa SMAN 8 Pekanbaru masih aktif mengikuti berbagai kompetisi dan berhasil meraih sejumlah penghargaan sepanjang 2026.

“Untuk tahun ini, kita mendapatkan medali perak pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Kimia. Kemudian, siswa kita juga menjadi finalis tingkat nasional di bidang fotografi,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan bahwa siswa SMAN 8 Pekanbaru baru-baru ini meraih juara ketiga tingkat nasional dengan medali perunggu. Selain itu, siswa sekolah tersebut memperoleh medali emas, perak dan perunggu dalam kompetisi Olimpiade Biologi di Bandung.

Di tingkat lokal, siswa SMAN 8 Pekanbaru juga menorehkan prestasi dalam Olimpiade Ekonomi yang diselenggarakan di lingkungan perguruan tinggi di Pekanbaru dengan meraih juara pertama.

Menurut Beni, capaian tersebut menunjukkan bahwa pengembangan potensi siswa tidak hanya diarahkan pada bidang akademik, tetapi juga mencakup kegiatan nonakademik, termasuk olahraga dan berbagai kompetisi lainnya.

Sinergi Guru, Orang Tua dan Siswa

Beni menjelaskan, salah satu faktor utama yang mendukung pencapaian prestasi sekolah adalah kerja sama seluruh unsur pendidikan.

Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan dan membangun kemandirian siswa. Di sisi lain, keterlibatan orang tua juga dibutuhkan untuk memberikan dukungan kepada anak dalam mengembangkan kemampuan dan mengejar prestasi.

“Faktor utamanya adalah sinergi. Bagaimana sekolah bisa bekerja sama, ada sinergi antara guru, siswa dan keterlibatan orang tua dalam mendukung prestasi anak,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pembinaan karakter harus berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan akademik. Kedua aspek tersebut menjadi bagian dari program yang ingin diperkuat selama masa kepemimpinannya di SMAN 8 Pekanbaru.

Beni diketahui sebelumnya menjabat sebagai Kepala SMAN 13 Pekanbaru sebelum dipercaya memimpin SMAN 8 Pekanbaru. Saat wawancara berlangsung, ia menyebut telah menjabat sekitar lima bulan.

Dalam masa kepemimpinannya, pembinaan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas, dengan mengoptimalkan potensi guru, peserta didik dan dukungan orang tua.

Menanggapi Pemeringkatan Puspresnas

Terkait pemeringkatan SMA berprestasi versi Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Beni menyatakan bahwa berdasarkan data terakhir yang pernah dilihatnya, SMAN 8 Pekanbaru berada pada kisaran peringkat 80-an.

Ia juga menyebutkan bahwa sekolah tersebut pernah berada di posisi 10 besar dalam pemeringkatan yang dirujuknya. Karena itu, pihak sekolah bertekad memperbaiki capaian dan meningkatkan pembinaan prestasi siswa.

“Kita juga memperbaiki statistik kita. Ke depan, kita berupaya memperkuat pembinaan prestasi agar SMAN 8 bisa kembali masuk jajaran atas di tingkat nasional,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian di tengah upaya sekolah memperkuat prestasi siswa. Namun, posisi yang disampaikan kepala sekolah masih perlu dicocokkan dengan daftar resmi Puspresnas dan periode data yang digunakan.

Hal ini penting karena pemetaan prestasi melalui Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) memiliki indikator yang berbeda dengan pemeringkatan sekolah berdasarkan nilai akademik atau hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Tantangan Menjaga Konsistensi

Saat ditanya mengenai tantangan terbesar yang dihadapi SMAN 8 Pekanbaru, Beni menekankan pentingnya menjaga konsistensi dan integritas dalam penyelenggaraan pendidikan.

Menurutnya, tanggung jawab seorang aparatur sipil negara (ASN) sekaligus tenaga pendidik tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, tetapi juga memastikan peserta didik memperoleh pembinaan yang mendukung perkembangan kualitas diri mereka.

Ia juga mengakui bahwa pengelolaan pendidikan harus memperhatikan kondisi keuangan dan anggaran yang tersedia.

Beni mengatakan, dukungan pemerintah tetap diperlukan. Namun, pihak sekolah juga dituntut untuk memaksimalkan sumber daya yang ada agar proses pembelajaran dan pembinaan prestasi tetap berjalan optimal.

“Sebagai ASN, tugas kami adalah bagaimana memaksimalkan pendidikan dengan anggaran yang tersedia. Apa pun anggaran yang ada, kita harus siap memaksimalkannya untuk mencerdaskan peserta didik,” katanya.

Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan orang tua menjadi salah satu bagian penting dalam memenuhi kebutuhan pengembangan sekolah dan mendukung prestasi siswa.

Bidik Prestasi Akademik dan Nonakademik hingga 2027

Untuk satu hingga tiga tahun mendatang, SMAN 8 Pekanbaru menargetkan peningkatan prestasi akademik maupun nonakademik melalui penyediaan fasilitas, pendampingan siswa berprestasi, serta penguatan koordinasi antara sekolah, orang tua dan pemerintah.

Beni menegaskan bahwa siswa yang mengikuti kompetisi harus tetap mendapatkan pendampingan agar kegiatan tersebut tidak mengganggu penyelesaian pembelajaran di kelas.

Menurutnya, prestasi dan proses pendidikan formal harus berjalan seimbang sehingga siswa dapat mengembangkan kemampuan tanpa mengabaikan kewajiban akademiknya.

Memasuki 2027, pihak sekolah juga mulai memproyeksikan kebutuhan program dan anggaran untuk mendukung kegiatan pembinaan prestasi pada tahun berikutnya.

Ia berharap Pemerintah Provinsi Riau dan Dinas Pendidikan dapat terus memberikan dukungan serta mendorong inovasi program pendidikan agar semakin banyak sekolah di Riau mampu melahirkan siswa berprestasi di tingkat nasional.

“Harapan kita, anak-anak terus berprestasi dan membawa kebanggaan, baik di tingkat lokal maupun nasional. Untuk 2027, kita sudah mulai memproyeksikan program agar pembinaan prestasi menjadi salah satu prioritas,” tutupnya.

Upaya SMAN 8 Pekanbaru tersebut menjadi bagian dari gambaran tantangan pendidikan menengah di Riau, yakni bagaimana mempertahankan prestasi yang telah diraih sekaligus memperluas kesempatan bagi siswa untuk berkembang di tengah kebutuhan sarana, pembinaan dan dukungan anggaran.

Tim Media akan terus menelusuri perkembangan prestasi dan tantangan yang dihadapi SMA Negeri di Provinsi Riau, termasuk upaya sekolah dan pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
PEKANBARU — KONTRASRIAU.COM - 
Peta prestasi pendidikan menengah di Indonesia kembali menjadi perhatian setelah Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) memublikasikan daftar 100 SMA berprestasi di Indonesia berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) per 21 Mei 2026.

Pemeringkatan ini memberikan gambaran mengenai capaian prestasi peserta didik, baik di tingkat nasional maupun internasional. Penilaian tersebut berbeda dengan pemeringkatan sekolah berdasarkan nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang sebelumnya dirilis Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

Dalam daftar Top 100 SMA berprestasi tersebut, SMA Trensains Muhammadiyah Sragen menempati posisi pertama dengan 1.664 poin, disusul SMA Pradita Dirgantara dengan 1.228 poin dan SMA Negeri 03 dengan 973 poin.

Dari Provinsi Riau, SMAS Darma Yudha Pekanbaru tercatat berada di posisi ke-15 dengan 567 poin. Sementara MAN 2 Pekanbaru berada di posisi ke-26 dengan 413 poin.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa sekolah di Pekanbaru juga memiliki tempat dalam peta prestasi pendidikan nasional, meskipun daftar Puspresnas ini menggunakan indikator capaian prestasi siswa, bukan semata-mata nilai akademik atau hasil ujian masuk perguruan tinggi.

Bagaimana dengan SMAN 8, SMAN 1, SMAN 5 dan SMAN 4 Pekanbaru?

Pertanyaan menarik muncul mengenai posisi sejumlah SMA negeri di Kota Pekanbaru, khususnya SMAN 8, SMAN 1, SMAN 5 dan SMAN 4 Pekanbaru.

Berdasarkan daftar Top 100 SMA berprestasi versi Puspresnas per 21 Mei 2026 yang dipublikasikan media nasional, keempat sekolah tersebut tidak tercantum dalam daftar 100 besar tersebut.

Namun, kondisi ini tidak serta-merta menunjukkan bahwa sekolah-sekolah tersebut tidak memiliki prestasi. Daftar Puspresnas menggunakan indikator jumlah capaian prestasi siswa yang tercatat dalam sistem, sehingga hasilnya tidak dapat langsung disamakan dengan kualitas keseluruhan proses pendidikan di sekolah.

Rekam jejak pemeringkatan berdasarkan nilai UTBK

Sebelumnya, sejumlah SMA negeri di Pekanbaru pernah tercatat dalam daftar Top 1.000 sekolah berdasarkan nilai UTBK tahun 2022 yang dirilis LTMPT.

Berdasarkan data pemeringkatan tersebut, SMAN 8 Pekanbaru berada di peringkat nasional ke-358 dengan nilai UTBK 541,295. SMAN 1 Pekanbaru menempati peringkat ke-724 dengan nilai 521,502, sedangkan SMAN 4 Pekanbaru berada di peringkat ke-805 dengan nilai 517,870.

Data tersebut memperlihatkan bahwa ketiga sekolah itu pernah masuk dalam daftar nasional berdasarkan indikator nilai UTBK, meskipun tidak termasuk 100 besar nasional pada pemeringkatan tersebut.

Sementara itu, untuk SMAN 5 Pekanbaru, riwayat masuk daftar nasional perlu ditelusuri melalui arsip pemeringkatan pada tahun-tahun sebelumnya sebelum dapat dipastikan
.
Dua indikator, gambaran yang berbeda
Pemeringkatan Puspresnas dan LTMPT memiliki tujuan serta indikator yang berbeda. Puspresnas memetakan capaian prestasi siswa melalui SIMT, sedangkan pemeringkatan LTMPT tahun 2022 didasarkan pada nilai UTBK.

Karena itu, hasil kedua pemeringkatan tersebut sebaiknya dibaca sesuai konteksnya. Sekolah yang tidak masuk Top 100 Puspresnas belum tentu memiliki capaian akademik yang rendah, sebagaimana sekolah yang masuk daftar UTBK tidak otomatis menduduki peringkat tinggi dalam pemetaan prestasi Puspresnas.

Bagi dunia pendidikan di Riau, data tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pembinaan prestasi siswa, pengembangan potensi akademik, serta peningkatan capaian di berbagai kompetisi tingkat daerah, nasional, dan internasional.

Catatan Redaksi: Data Puspresnas mengacu pada daftar Top 100 SMA berprestasi yang dipublikasikan berdasarkan data per 21 Mei 2026. Data LTMPT mengacu pada pemeringkatan Top 1.000 sekolah berdasarkan nilai UTBK tahun 2022. Keduanya merupakan pemeringkatan berbeda dan tidak dapat dibandingkan sebagai satu peringkat yang sama.

Sumber: Puspresnas/Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT), arsip pemeringkatan LTMPT 2022, dan pemberitaan media nasional.
PEKANBARU – KONTRASRIAU.COM - 
Mengawali pekan dengan semangat dan komitmen baru, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau melaksanakan apel pagi pada Senin (19/10/2026).
" Apel dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjendpas, Rudy Fernando Sianturi, yang menyampaikan apresiasi atas kinerja dan kedisiplinan seluruh pegawai.

Dalam arahannya, Rudy menyampaikan penghargaan kepada seluruh jajaran yang telah menunjukkan dedikasi, tanggung jawab, dan kedisiplinan dalam melaksanakan tugas. Ia menegaskan bahwa konsistensi dalam menjaga kinerja merupakan bagian penting dalam membangun organisasi yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada hasil.

"Rudy juga mengingatkan bahwa kedisiplinan tidak hanya tercermin dari kehadiran tepat waktu, tetapi juga dari kesungguhan dalam bekerja, kepatuhan terhadap aturan, serta kemampuan menyelesaikan tugas secara optimal. Menurutnya, setiap pegawai memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan di wilayah Riau.

Ia mengajak seluruh jajaran untuk terus memperkuat koordinasi, menjaga kekompakan, serta membangun budaya kerja yang positif dan produktif. Dengan semangat kebersamaan, setiap tantangan diharapkan dapat dihadapi melalui kerja sama dan komitmen yang kuat.

“Kinerja yang baik harus berjalan beriringan dengan kedisiplinan dan integritas. Mari kita jaga komitmen, perkuat kerja sama, dan terus berikan kontribusi nyata untuk kemajuan Pemasyarakatan,” tegasnya.

Melalui apel pagi ini, Kanwil Ditjenpas Riau meneguhkan kembali komitmen seluruh pegawai untuk meningkatkan kualitas kinerja, menjaga profesionalisme, serta memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi dan masyarakat.
PEKANBARU - KONTRASRIAU - Proses Revitalisasi SDN 45 Pekanbaru sudahr mencapai 70 persen. Jadi saat ini pengerjaan tinggal pengecatan dan finishing. Hal ini dijelaskan oleh Kepsek SDN 45 Pekanbaru Drs. Yasrimeddi Kepada Media KONTRASRIAU.COM. Senin (19/10/2026)pagi.
" Tambah Kepsek semoga pengerjaan Revitalisasi di SDN 45 dapat selesai sesuai dengan waktu yang telah dijadwalkan." Pungkasnya.
Sementara ini seluruh siswa atau peserta didik mulai belajar tatap muka, sesuai dengan surat edaran dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru. Nomor surat : B.400.3.1/DISDIK/45/2026, Tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran di Kota Pekanbaru. Di Tetapkan tanggal 18 Oktober 2026.

" Harapan kami semoga kedepan bencana kabut asap segera berlalu, sehingga kita semua Keluarga besar SDN 45 Pekanbaru, dapat menjalankan proses belajar mengajar secara optimal dan maksimal." Tuturnya

Editor : Omeng 






PEKANBARU – KONTRASRIAU.COM - 
RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau menjadi lokasi pelaksanaan operasi Telinga, Hidung, Tenggorok, Bedah Kepala dan Leher (THTBKL) dalam rangka memperingati Hari Mega Bakti Nasional (MBKN) IV Tahun 2026 Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher Indonesia (PERHATI-KL).

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu dan Minggu, 17–18 Oktober 2026, ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat kolaborasi antardokter spesialis THTBKL di Indonesia.

Ketua Panitia MBKN IV Tahun 2026, dr. Asmawati Adnan, Sp.T.H.T.B.K.L., menyampaikan bahwa operasi tersebut dilakukan terhadap 17 pasien yang berasal dari berbagai daerah di Provinsi Riau.

Para pasien menjalani penanganan dengan beragam kasus THT, mulai dari gangguan telinga beserta tindakan rekonstruksi, sinusitis, polip, hingga kasus onkologi berupa tumor atau kanker.

Pelaksanaan operasi melibatkan dokter spesialis THTBKL dari berbagai daerah, di antaranya Aceh, Padang, Riau, Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Keterlibatan para dokter tersebut diharapkan dapat memperkuat pertukaran pengetahuan serta pengalaman dalam menangani berbagai kasus THTBKL.

Selain kegiatan operasi, rangkaian MBKN IV Tahun 2026 juga diisi dengan simposium di Ruang Serbaguna RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Kegiatan edukasi kesehatan turut dilaksanakan melalui program pengkaderan sadar bising di SMA Negeri 1 Pekanbaru dan SMA di Perawang.

Dr. Asmawati berharap kegiatan ini dapat mempererat kolaborasi antarsejawat dokter spesialis THTBKL di Indonesia, sekaligus meningkatkan pengetahuan dan kompetensi tenaga medis agar pelayanan kepada pasien dapat diberikan secara optimal.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kesehatan telinga, hidung, dan tenggorokan dengan mengutamakan langkah pencegahan serta segera berkonsultasi dengan tenaga medis apabila mengalami keluhan kesehatan.

Menurutnya, upaya pencegahan merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko penyakit dan menjaga kualitas kesehatan masyarakat.

Masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan telinga dan hidung serta memperhatikan pola konsumsi makanan dan minuman. Menghindari makanan atau minuman dengan suhu yang terlalu ekstrem serta membatasi makanan yang terlalu berminyak atau pedas dapat menjadi bagian dari kebiasaan hidup yang lebih sehat.

Melalui rangkaian MBKN IV Tahun 2026 ini, diharapkan pelayanan kesehatan THTBKL di Provinsi Riau semakin berkembang, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan telinga, hidung, tenggorokan, kepala, dan leher.