TRENDING NOW

PEKANBARU - KONTRASRIAU.COM - Anggota DPRD Provinsi Riau Sumardany Zirnata, ST, MSc Jemput Aspira bagi warga Kelurahan Agro Wisata. Antusias dari para warga, yang kebanyakan hadir adalah kaum emak-emak dari wilayah RT di lingkungan RW 02. Kegiatan Jemput Aspira bertempat di RT 02/ RW 02. Selasa (04/08/2026)sore.
Antusias warga di Kelurahan Agro Wisata ini, yang menyampaikan aspiranya agar bisa di terima, ditampung dan dengan harapan dapat langsung di eksekusi aspiranya oleh anggota DPRD Provinsi Riau Sumardany Zirnata, ST,MSc.
Seorang Ibu Sri Mawar yang menyampaikan keluhanannya bahwa di daerahnya masih tidak teraturnya atau semrawut perparkiran disini, sehingga beberapa waktu lalu pernah ada warga yang kecelakaan akibat parkir kendaraan." Ujarnya.

Ditambah lagi dengan lampu penerangan yang kurang, tidak ada di beberapa titik lampu yang belum ada, jadi hal ini jadi rawan kejahatan serta kecelakaan bagi warga yang lewat, karena tidak adanya lampu dijalan.

" Harapan kami dengan hadirnya, Bapak Sumardany Zirnata sebagai anggota DPRD Riau dapat membantu, dan menindaklanjuti apa yang kami keluhkan ini, dengan pihak terkait." Pintanya.

Paulina Pordasi warga yang tinggal diperumahan menyampaikan keluhannya bahwa saat ini suaminya sedang sakit stroke, dan saya harus kontrol ke rumah sakit dan terapi, karena suami saya yang bekerja saat ini suami sakit stroke.
Jadi masalahnya ada pada pembiayaan yang rutin inilah kami merasa tidak sanggup, karena tidak ada biaya." Ucap Paulina Pordasi dihadapan anggota DPRD Riau Sumardany Zirnata.

" Semoga dengan hadirnya Bapak disini, Bapak Sumardany Zirnata anggota DPRD Riau dari partai Demokrat dapat membantu kami dalam hal pembiayaan berobat suami saya." Harapnya.

Selanjutnya Ibu Yenny Menyampaikan aspiranya yakni bahwa kegiatan posyandu di daerah kami ada, namun permasalahannya adalah kegiatan Posyandu kami belum punya tempat yang tetap, maksudnya permanen. Karena saat ini kegiatan posyandu di daerah kami hanya di teras rumah warga." Katanya.

Tambah lagi daerah kami juga sering banjir, bila curah hujan tinggi, maka daerah kami banjir, karena gorong-gorong yang ada di tempat kami itu kecil gorong-gorongnya. Semoga dengan hadirnya Bapak Sumardany Zirnata disini, dapat hendaknya membantu kami warga disini dan mencarikan solusinya, agar dapat segera terbangunnya posyandu, dan masalah banjir juga dapat teratasi, sehingga tidak mengalami banjir lagi kedepannya." Tutupnya.

Lain halnya dengan Ibu Ratna, sebagai Ketua Majelis Taklim di Masjid Al-Jihad dimana kawan-kawan anggota majelis taklim yang jumlahnya 60 orang, kalau bisa kami dapat bantuan baju seragam majelis taklim. Kami mohon kiranya Bapak Sumardany Zirnata dapat membantu kami untuk baju seragam majelis taklim kami." Jelas Ibu Ratna.

Tambah Ketua RW 02 Kelurahan Agrowisata Berdinan Panggabean Menyampaikan bahwa kami sangat merasa senang sekali dengan kedatangan anggota DPRD Riau Sumardany Zirnata ke daerah kita ini, untuk jemput Aspira. semoga dapat menerima aspirasi warga kami disini, selanjutnya dapat membantu serta carikan solusi yang terbaik buat warga kami ini." Sebutnya 

" Masalah parkir kendaraan yang sangat masih semrawut hal ini urgen mengkhawtair bagi warga sekitar, pernah terjadi kecelakaan di daerah sini, akibat parkir yang tidak teratur." Pungkasnya 

Di tambah lagi dengan lampu penerang jalan, kan daerah kita ini kan masih sebagian terang dan sebagian lagi gelap, karena lampu jalan yang kurang memadai.

" Harapan kami dengan hadirnya anggota DPRD Provinsi Riau Sumardany Zirnata, ST,MSc. Dapat menampung aspirasi dari para warga disini, sehingga kedepan dapat di laksanakan guna membantu kelancaran dan pembangunan didaerah kami." Tuturnya.

Sumardany Zirnata, ST, MSc dengan mendengar aspirasi langsung dari Ketua RW 02 dan juga para Ibu-ibu warga yang hadir disini, bahwa permasalahan dan aspiranya, saya terima dengan senang hati, dan akan kami carikan solusinya, buat membantu Bapak dan Ibu-ibu Disni warga kelurahan agro wisata." Jawabnya.

" Insya Allah kami bantu, dengan hadirnya kami sebagai anggota DPRD Riau dari Partai Demokrat, guna mendengar langsung dan menampung segala aspiranya, dan selanjutnya Insya Allah kita carikan solusinya, dengan berkoordinasi dengan pihak terkait dan pemerintah." Ungkapnya.

Editor : Omeng


PEKANBARU - KONTRASRIAU.COM - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI) memberikan bantuan Revitalisasi sekolah di beberapa SD Negeri, Swasta di Kota Pekanbaru. Salah satunya adalah SDN 45 Pekanbaru.

Hal ini dijelaskan oleh Kepsek SDN 45 Pekanaru Drs.Yasmeddi mengatakan Insya Allah, pada hari Senin besok tanggal 03 Agustus 2026 kami akan berangkat ke Jakarta dalam rangka bimbingan teknis Revitalisasi Bantuan Sekolah dari Kemendikdasmen RI. Kegiatan tersebut akan berlangsung selama 4 hari mulai tanggal 03 sampai dengan. 06 Agustus 2026." Pungkasnya.

" SDN 45 Pekanbaru sesuai dengan finalisasi pengajuan Revitalisasi akan mendapatkan bantuan rehab 7 ruang kelas dah rehab 3 toilet sekolah. Semoga saja dengan adanya Bimtek yang di Taja oleh Kemendikdasmen RI kami mendapat pencerahan dan wawasan dalam pelaksanaan program Revitalisasi di sekolah." Pungkasnya.

Kami pihak sekolah sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Kemendikdasmen RI, Pemko Pekanbaru serta Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, yang telah banyak membantu kami guna mewujudkan pelayanan pendidikan yang memadai dan berkualitas.

" Semoga saja semua kegiatan dari awal hingga akhirnya nantinya dapat berjalan sesuai dengan keinginan bersama, dan juga mendapatkan hasil yang terbaik dan maksimal." Tutupnya.

Editor  : Omeng
PEKANBARU - KONTRASRIAU.COM - Dalam rangka menyambut hari jadi Provinsi Riau yang Ke -69 yang jatuh pada tanggal 09 Agustus 2026, dan HUT Kemerdekaan Republik Indoneiaa yang Ke-81 tahun 2026.

kami pihak sekolah turut berpartisipasi dan menyemarakan, nantinya SDN 45 Pekanbaru akan memasang umbul-umbul serta hiasan-hiasan menarik lainnya.

Hal ini di jelaskan oleh Kepsek SDN 45 Pekanbaru Drs. Yasrimeddi kepada awak media KONTRASRIAU.COM. " Bahwa dalam rangka Hari Jadi Provinsi Riau yang Ke-69 kami para guru SDN 45 diharapkan memakai pakaian Melayu, pada awal bulan Agustus 2026 mendatang." Ujar Kepsek.

" Selanjutnya Insya Allah pada hari Senin besok pada tanggal 03 Agustus 2026 kami pihak sekolah akan memasang umbul-umbul guna memeriahkan hari jadi Provinsi Riau yang Ke-69." Pungkas Yasrimeddi.

Harapan kami di Hari Jadi Provinsi Riau yang Ke-69, Semoga Pendidikan di Provinsi Riau, semakin maju, cemerlang, gemilang dan berintegritas." Ujarnya 

Tambah Kepsek untuk menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke-81, kami pihak sekolah merencakan berbagai kegiatan guna mensukseskan dan menyemarakan acara tersebut.

" Yang pertama akan menggelar Upacara Bendera Bersama di halaman sekolah, kemudian berlanjut dengan kegiatan berbagai lomba seperti : Lomba Makan Kerupuk, Balap Karung, Pensil Masuk ke  Lobang Botol, giat ini khusus untuk murid-murid. Dan khusus guru giatnya seperti : Estapet Tepung, Nyanyi dan Volly Ball." Tutur Yasrimeddi 

Harapan kami dengan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke-81, Semoga Bangsa Indonesia Semakin Sejahtera, Makmur, Aman dan Berkeadilan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Serta Dunia Pendidikan di Riau dan Khususnya di Kota Pekanbaru bertambah Cemerlang di Era Digitisasai saat ini" Tutupnya.

Editor : Omeng 
PEKANBARU – KONTRASRIAU.COM - 
Kinerja Bagian Humas Sekretariat DPRD (Setwan) Riau kembali menjadi sorotan tajam. Hingga penghujung Juli 2026, pencairan dana kerja sama media yang telah dinantikan sejak awal tahun belum juga menunjukkan kepastian. Kondisi tersebut memicu keresahan di kalangan wartawan yang setiap hari melaksanakan tugas peliputan di lingkungan DPRD Riau.

Mandeknya proses pencairan dinilai bukan sekadar persoalan administrasi, tetapi juga mencerminkan lemahnya komunikasi dan pelayanan informasi dari jajaran Humas Setwan DPRD Riau kepada insan pers.

Merasa tidak memperoleh kepastian, sejumlah wartawan yang tergabung dalam Forum Bersama (Forbes) DPRD Riau pernah  mendatangi Ketua DPRD Riau, Kaderismanto, untuk menyampaikan langsung keluhan mereka.

Merespons hal itu, Kaderismanto langsung memanggil Sekretaris DPRD (Sekwan) Renaldi bersama Kepala Bagian Umum, Zulkarnain, guna meminta penjelasan terkait keterlambatan pencairan kerja sama media.

Di hadapan Ketua DPRD, Renaldi menjelaskan bahwa lambatnya proses disebabkan persoalan administrasi. Menurutnya, mutasi besar-besaran yang terjadi di lingkungan Setwan pada Juni lalu membuat sebagian besar pegawai yang menangani administrasi merupakan personel baru sehingga membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri.

Mendengar penjelasan tersebut, Kaderismanto meminta seluruh persoalan administrasi segera dituntaskan. Ia mengingatkan bahwa sebelumnya Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, dalam agenda coffee morning telah memberikan tenggat waktu maksimal dua pekan kepada Setwan DPRD Riau untuk menyelesaikan berbagai persoalan administrasi yang menjadi sorotan.

Namun hingga batas waktu tersebut berlalu, kepastian pencairan dana kerja sama media belum juga terealisasi.

Saat dikonfirmasi pada Senin (20/7/2026), Kabag Umum Setwan DPRD Riau, Zulkarnain, hanya menyampaikan bahwa proses masih berada pada tahap verifikasi.

"Iya pak, izin menyampaikan bahwa masih proses verifikasi. Mohon minta waktunya pak," ujarnya.

Sayangnya, ketika kembali dimintai konfirmasi pada Senin  (27/7/2026) mengenai perkembangan hasil verifikasi maupun rencana penandatanganan ulang kuitansi, Zulkarnain tidak lagi memberikan respons.

Sikap serupa juga ditunjukkan Koordinator Tim Humas DPRD Riau, Fadil. Ketua Wartawan Parlemen Riau (WPR), Edi Gustien, mengaku telah telah menghubungi yang bersangkutan melalui telepon maupun pesan singkat untuk meminta penjelasan terkait keresahan para wartawan. Namun hingga berita ini diterbitkan, tidak ada tanggapan.

"Tak ada respons dari Koordinator Tim Humas. Saya sangat kecewa. Seharusnya ia memahami tugas dan fungsinya sebagai humas. Kalau ada pesan atau telepon dari wartawan, seharusnya segera dibalas," ujar Edi.

Menurut Edi, yang telah meliput aktivitas DPRD Riau sejak 2005, keterlambatan pencairan kerja sama media sejak Januari 2026 telah memberikan dampak ekonomi bagi wartawan yang setiap hari menjalankan tugas jurnalistik di parlemen.

Ia menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh terus berlarut-larut dan meminta pimpinan DPRD Riau bersama Sekwan segera melakukan evaluasi terhadap kinerja Humas.

"Saya minta Sekwan dan pimpinan DPRD Riau segera mengganti koordinator Humas. Cari ASN yang memahami tanggung jawab, profesional, serta yang paling penting responsif terhadap persoalan yang terjadi di DPRD Riau," tegasnya.

Sebelumnya, berdasarkan informasi yang diperoleh dari sumber terpercaya, pasca munculnya mosi tidak percaya terhadap Sekwan DPRD Riau pada Juni lalu, Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, menggelar coffee morning bersama sejumlah pimpinan DPRD Riau.

Dalam pertemuan tersebut, SF Hariyanto disebut memberikan tenggat waktu maksimal dua minggu kepada Sekwan Renaldi untuk menyelesaikan seluruh persoalan di lingkungan Setwan DPRD Riau, termasuk penyelesaian dana Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) anggota dewan serta pencairan dana kerja sama media di Bagian Humas.

Hingga kini, berbagai persoalan tersebut masih belum sepenuhnya terselesaikan. Belum cairnya dana kerja sama media dan minimnya komunikasi dari pihak Humas pun semakin memperkuat desakan agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja jajaran Humas Setwan DPRD Riau, demi mengembalikan kepercayaan dan memastikan pelayanan kepada mitra media berjalan secara profesional.
PEKANBARU - KONTRASRIAU.COM - 
Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau, Dr. Nilam Sari, menegaskan bahwa ruang kelas bukan sekadar tempat menitipkan siswa, melainkan ruang pembelajaran yang harus mampu melahirkan generasi berkualitas. Karena itu, pengaturan jumlah peserta didik dalam setiap rombongan belajar (rombel) merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan mutu pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Dr. Nilam Sari kepada awak media pada Minggu (27/7/2026) saat menjelaskan pentingnya menjaga kualitas proses pembelajaran di satuan pendidikan.

Menurut Nilam, selama ini masih ada anggapan di tengah masyarakat bahwa semakin banyak siswa yang diterima di sebuah sekolah, maka semakin baik. Padahal, pemerintah telah menetapkan ketentuan mengenai jumlah ideal peserta didik dalam setiap rombel agar proses belajar mengajar berlangsung lebih efektif dan berkualitas.

Ia juga menyinggung adanya pandangan di sebagian sekolah yang menganggap semakin banyak siswa maka dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima juga semakin besar. Selain itu, ada pula anggapan bahwa penambahan rombongan belajar dapat membuka lebih banyak jam mengajar bagi guru sehingga membantu pemenuhan beban kerja untuk sertifikasi.

Namun, menurut Nilam, orientasi penyelenggaraan pendidikan tidak boleh semata-mata didasarkan pada pertimbangan administratif maupun pembiayaan. Penataan rombongan belajar harus tetap mengedepankan kepentingan peserta didik dan peningkatan kualitas proses pembelajaran.

Meski demikian, di lapangan ketentuan tersebut belum sepenuhnya dapat diterapkan. Tingginya minat masyarakat terhadap sekolah-sekolah tertentu membuat sejumlah SMA Negeri di Kota Pekanbaru masih memiliki rombel berisi 38 hingga 40 siswa, bahkan ada yang mencapai 42 siswa dalam satu kelas.

Nilam menjelaskan, pemerintah justru sedang mengupayakan agar jumlah siswa dalam setiap rombel dapat dikurangi secara bertahap sesuai arah kebijakan peningkatan mutu pendidikan.

Sebagai contoh, di SMA Negeri 15 Pekanbaru terjadi peningkatan daya tampung pada Tahun Ajaran 2026. Jika pada Tahun Ajaran 2025 sekolah tersebut memiliki 269 siswa yang terbagi dalam tujuh rombel, maka pada Tahun Ajaran 2026 jumlahnya meningkat menjadi 342 siswa yang terbagi dalam sembilan rombel.

Dengan penambahan dua rombel tersebut, sekolah memperoleh tambahan sekitar 73 kursi dibandingkan tahun sebelumnya, sementara jumlah siswa dalam setiap kelas tetap dijaga sekitar 38 orang. Menurut Nilam, kondisi itu menunjukkan peningkatan daya tampung dilakukan melalui penambahan rombel, bukan dengan memadati jumlah siswa dalam satu kelas.

"Kelas bukan tempat penitipan siswa. Tapi ada harapan siswa yang ingin dicapai untuk meraih masa depannya. Yang kita kejar adalah mutu pendidikan, bukan sekadar memenuhi ruang kelas dengan sebanyak-banyaknya siswa," tegas Dr. Nilam Sari kepada awak media.

Ia menambahkan, pemerintah terus mendorong agar jumlah peserta didik dalam setiap rombel semakin mendekati ketentuan ideal. Dengan jumlah siswa yang lebih proporsional, guru diharapkan dapat memberikan perhatian lebih optimal kepada setiap peserta didik sehingga kualitas pembelajaran, pembentukan karakter, serta capaian belajar siswa dapat terus meningkat.

Menurut Nilam, peningkatan mutu pendidikan tidak hanya diukur dari banyaknya siswa yang diterima di suatu sekolah, tetapi juga dari sejauh mana sekolah mampu memberikan layanan pembelajaran yang efektif, nyaman, dan berkualitas bagi seluruh peserta didik.
PEJANGKI – Dalam upaya menggalakkan pertanian modern dan menjaga ketahanan pangan keluarga, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau Desa Pejangki 2026 sukses menggelar Pelatihan Budidaya Tanaman Hidroponik di Desa Pejangki, Senin (13/7/2026).

​Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) WIDYA ERTI INDONESIA. Acara yang berlangsung interaktif ini dihadiri oleh perangkat desa, Babinsa, tokoh masyarakat, serta puluhan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Pejangki Berseri yang tampak antusias.
​Pelatihan ini menghadirkan pakar pertanian, Ibu Bety Ria Kartika Sari, S.P., M.MA., sebagai pemateri utama. Beliau tidak hanya sekadar membahas teori mengenai pemanfaatan pekarangan sempit, tetapi juga memberikan pemaparan mengenai konsep, manfaat, dan teknik budidaya tanaman menggunakan sistem hidroponik. 

​Masyarakat dipandu secara bertahap mulai dari teknik memotong media tanam, penyemaian benih yang benar, merakit instalasi pipa sederhana, hingga cara meracik dosis larutan nutrisi yang pas agar sayuran tumbuh subur dan higienis.
​Selain menghemat air dan ramah lingkungan, budidaya hidroponik ini diharapkan menjadi solusi konkret bagi warga Desa Pejangki yang ingin menekan pengeluaran dapur sekaligus menciptakan peluang bisnis baru melalui penjualan sayur segar siap panen.

​Melalui sinergi kuat antara perguruan tinggi, pemerintah desa, LSM, dan masyarakat, inovasi pertanian ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremonial belaka, melainkan berkelanjutan demi mewujudkan pemberdayaan ekonomi desa yang mandiri.

Editor: egaveraa