TRENDING NOW

PEKANBARU (KEMENAG) - KontrasRiau.com - 
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pekanbaru. M. Arief Hidayat Annas, siswa kelas XII.5, berhasil lolos seleksi di 13 perguruan tinggi luar negeri dari berbagai negara.

Siswa kelahiran Pekanbaru, 3 Juli 2008 ini diterima di sejumlah universitas ternama dengan beragam program studi, di antaranya RMIT University (Bachelor of Urban Planning), Western Sydney University (Bachelor of Planning), Bond University (Bachelor of International Relations/Business), hingga Wageningen University & Research (Bachelor of Tourism).

Selain itu, Arief juga dinyatakan diterima di Deakin University (Bachelor of Laws), University of Canterbury (Bachelor of Science in Geology), Swinburne University of Technology (Bachelor of Laws/Bachelor of Business), University of Wollongong Australia (Bachelor of Business/Bachelor of Laws), University of Southern Queensland (Bachelor of Aviation), Auckland University of Technology (Bachelor of Business), Victoria University of Wellington (Bachelor of Laws), Management and Science University (Bachelor in Economic and Finance), serta Charles Darwin University (Bachelor of Science).

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Muliardi, Kamis (2/4/25), menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas prestasi yang diraih siswa MAN 2 Pekanbaru tersebut. Muliardi mengatakan prestasi tersebut merupakan bukti nyata bahwa kualitas pendidikan madrasah saat ini tidak diragukan lagi.

“Capaian ini juga tidak terlepas dari kerja keras, disiplin, serta dukungan dari orang tua dan para guru di MAN 2 Pekanbaru,” ujarnya.

Muliardi juga menekankan pentingnya siswa MAN Pekanbaru untuk terus berprestasi hingga tingkat internasional, menjaga marwah madrasah, serta terus berinovasi dalam menghadapi perkembangan zaman.

“Siswa harus siap menghadapi tantangan digitalisasi dan mampu berkompetisi di masa depan sebagai calon pemimpin. Selain itu, penting untuk terus mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dan semangat perjuangan dalam setiap langkah,” tambahnya.

Di akhir keterangannya, Muliardi mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru pembimbing yang telah berupaya mempersiapkan para siswa untuk dapat melanjutkan pendidikannya ke beberapa universitas lainnya di luar negeri.

Sementara itu Kepala MAN 2 Pekanbaru gharafdi juga menyampaikan mengucapkan selamat atas keberhasilan siswa MAN 2 bisa diterima pada 13 universitas di Luar Negeri, ini menjadi bukti bahwa siswa madrasah mampu bersaing di tingkat global.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa madrasah tidak hanya unggul dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga mampu mencetak generasi yang berdaya saing internasional,” ungkapnya.

Arief anak pasangan Nasrul dan Asmawati ini dikenal sebagai siswa yang tekun dan memiliki semangat belajar tinggi. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berprestasi dan berani meraih peluang pendidikan hingga ke tingkat internasional.

MAN 2 Pekanbaru terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan dan membuka akses seluas-luasnya bagi peserta didik untuk meraih masa depan yang gemilang.
RIAU(KEMENAG) - KontrasRiau.com - 
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi, menegaskan bahwa layanan publik harus tetap berjalan optimal meskipun Aparatur Sipil Negara (ASN) menerapkan skema work from home (WFH) setiap hari Jumat.

Penegasan tersebut sejalan dengan instruksi Menteri Agama Nasaruddin Umar agar kualitas pelayanan kepada masyarakat tidak mengalami penurunan di tengah penyesuaian sistem kerja. Kebijakan ini juga merujuk pada Surat Edaran Menteri PAN-RB Nomor 3 Tahun 2026 tentang pelaksanaan tugas kedinasan ASN dalam rangka mendukung percepatan transformasi tata kelola pemerintahan.

“Pelayanan publik adalah prioritas utama. Penyesuaian sistem kerja, termasuk WFH, tidak boleh mengurangi kualitas layanan. Layanan harus tetap hadir, mudah diakses, dan berkualitas bagi masyarakat,” ujar Muliardi di sela-sela mendampingi pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Kamis (2/4/2026).

Muliardi meminta seluruh Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), penyuluh agama, penghulu, serta satuan pendidikan madrasah untuk tetap memberikan pelayanan secara maksimal, baik melalui layanan tatap muka maupun berbasis digital.

Menurutnya, optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi menjadi kunci dalam menjaga kualitas layanan publik. Digitalisasi layanan diharapkan mampu memastikan masyarakat tetap memperoleh akses layanan tanpa hambatan, sekaligus meningkatkan efisiensi dan transparansi.

“Pemanfaatan teknologi harus menjadi solusi untuk menjaga kualitas layanan. Digitalisasi layanan perlu terus diperkuat agar masyarakat tetap terlayani tanpa hambatan. Informasi layanan juga harus tersampaikan dengan jelas kepada masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, Muliardi juga mengingatkan pentingnya membangun budaya kerja yang adaptif di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Riau. Seluruh ASN diimbau untuk mendukung praktik efisiensi, termasuk dalam penggunaan energi di lingkungan kerja.

Ka. Kanwil mendorong setiap satuan kerja, baik di Kanwil, Kemenag kabupaten/kota, madrasah, maupun KUA, untuk menggunakan listrik secara bijak sebagai bagian dari upaya mendukung kebijakan efisiensi anggaran dan optimalisasi sumber daya.

Dengan langkah tersebut, diharapkan pelayanan publik di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Riau tetap berjalan optimal, responsif, dan berkualitas, meskipun terdapat penyesuaian pola kerja ASN.
JAKARTA (KEMENAG) - KontrasRiau.com - 
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i menegaskan bahwa Peraturan Presiden (Perpres) mengenai pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren sudah ditandatangani. Ini menjadi kabar gembira bagi dunia pendidikan Islam tanah air. 

“Perpres tentang Direktorat Jenderal Pesantren sudah ditandatangani. Saat ini sedang dalam tahap telaah di Sekretariat Umum untuk segera diundangkan ke dalam Lembaran Negara. Kehadiran Ditjen Pesantren adalah sebuah keniscayaan mengingat besarnya populasi pesantren, jumlah santri, hingga peran strategis para kiai bagi bangsa ini,” ujar Wamenag saat memberikan arahan pada Penyusunan Rancangan Organisasi dan Tata Kerja Ditjen Pesantren dan Direktorat Vokasi di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Hadir dalam giat tersebut, Staf Khusus Menteri Agama Nona Gayatri Nasution, Staf Ahli Menteri Agama Faisal Ali Hasyim, Tenaga Ahli Menteri Agama Junisab Akbar dan Jaka Setiawan, Direktur Pesantren Basnang Said serta jajaran pejabat Kemenag lainnya.
Struktur Organisasi yang Komprehensif

Dalam rancangan organisasi yang tengah dimatangkan, Ditjen Pesantren diproyeksikan memiliki lima direktorat strategis, yaitu: Direktorat Pendidikan Muadalah, Diniyah Formal, dan Kajian Kitab Kuning, Direktorat Pendidikan Ma'had Aly, Direktorat Pendidikan Diniyah Takmiliyah dan Pendidikan Al-Quran, Direktorat Pemberdayaan Pesantren, serta Direktorat Pengembangan Dakwah Pesantren. Setiap direktorat dan subdirektorat yang dibentuk memiliki argumentasi kuat dan saling melengkapi. 

"Struktur ini dirancang sedemikian rupa agar kerja Ditjen Pesantren bisa maksimal. Jika salah satu unsur ini tidak ada, maka gerak organisasi akan pincang dalam melayani kebutuhan pesantren yang sangat kompleks," imbuhnya.

Selain struktur, Wamenag juga memberikan perhatian khusus pada aspek sumber daya manusia (SDM) yang akan mengisi posisi di unit baru ini. Beliau mengingatkan agar proses rekrutmen personel segera dipersiapkan agar operasional ditjen dapat langsung berjalan cepat tanpa kendala teknis. Wamenag mensyaratkan agar posisi-posisi kunci diisi oleh figur yang memiliki pengalaman empiris di dunia pesantren. 

"Untuk urusan kurikulum dan pengasuhan asrama, harus diisi oleh orang-orang yang benar-benar memahami 'ruh' pesantren. Sementara untuk bidang seperti pemberdayaan, kita bisa melibatkan tenaga ahli yang kompeten di bidangnya," pungkasnya.

Dengan kehadiran Ditjen Pesantren, Kementerian Agama optimis mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang kokoh.
JAKARTA - KontrasRiau.com - 
Menteri Agama Nasaruddin Umar menginstruksikan seluruh jajaran Kementerian Agama (Kemenag) untuk memastikan layanan publik tetap berjalan optimal meski diterapkan skema work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk pada Surat Edaran Menteri PAN-RB Nomor 3 Tahun 2026 tentang pelaksanaan tugas kedinasan ASN dalam rangka mendukung percepatan transformasi tata kelola pemerintahan.

“Pelayanan publik adalah prioritas utama. Penyesuaian sistem kerja, termasuk WFH, tidak boleh mengurangi kualitas layanan. Layanan harus tetap hadir, mudah diakses, dan berkualitas bagi masyarakat,” tegas Menag, Kamis (2/4/2026).

Instruksi tersebut berlaku bagi seluruh satuan kerja Kemenag di pusat maupun daerah, dengan tujuan menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, pengaturan teknis pelaksanaan WFH diserahkan kepada pimpinan masing-masing satuan kerja dengan mempertimbangkan karakteristik tugas dan jenis layanan. Namun demikian, pimpinan satker tetap wajib memastikan bahwa layanan esensial yang berdampak langsung kepada masyarakat seperti layanan pencatatan nikah, legalisasi buku nikah, serta layanan keagamaan lainnya tetap tersedia dan dapat diakses.

Menag juga mendorong optimalisasi pemanfaatan teknologi sistem informasi dalam pelayanan publik di lingkungan Kemenag. “Pemanfaatan teknologi harus menjadi solusi untuk menjaga kualitas layanan. Digitalisasi layanan perlu terus diperkuat agar masyarakat tetap terlayani tanpa hambatan,” ujarnya.

Menag menambahkan, setiap satuan kerja perlu memastikan informasi layanan tersampaikan dengan jelas kepada masyarakat. Baik layanan daring maupun luring tetap harus memenuhi standar kualitas dan waktu yang telah ditetapkan. “Keterbukaan informasi menjadi kunci. Masyarakat harus mendapatkan kepastian layanan, meskipun ada penyesuaian sistem kerja,” tandasnya.

Selain itu, pimpinan satker diminta memastikan layanan publik tetap inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lanjut usia, ibu hamil, dan anak-anak.

*Menag Dorong Budaya Kerja Hemat Energi*

Lebih lanjut, Menag menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang adaptif sekaligus mendukung praktik hemat energi di lingkungan Kementerian Agama. Salah satu langkah yang diterapkan adalah pengaturan penggunaan kendaraan dinas hingga maksimal 50 persen, serta mendorong ASN untuk memprioritaskan penggunaan transportasi umum.

Selain itu, pengelolaan perjalanan dinas, baik dalam negeri maupun luar negeri, diarahkan secara lebih bijak. Pelaksanaan rapat dan koordinasi secara daring juga terus dioptimalkan guna mengurangi mobilitas, sehingga lebih ramah energi. 

“Kita ingin membangun kebiasaan kerja yang lebih adaptif sekaligus mendorong pola hidup yang lebih hemat energi. Pemanfaatan teknologi harus menjadi bagian dari solusi agar pekerjaan tetap berjalan optimal tanpa ketergantungan pada mobilitas tinggi,” lanjutnya.

Di sisi lain, seluruh satuan kerja didorong untuk menggunakan listrik secara bijak, baik di lingkungan kantor maupun di rumah, sebagai bagian dari pembiasaan budaya hemat energi. “Langkah-langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi sekaligus untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional,” ujar Menag.

JAKARTA - KontrasRiau.com - 
Menteri Agama Nasaruddin Umar menginstruksikan seluruh jajaran Kementerian Agama (Kemenag) untuk memastikan layanan publik tetap berjalan optimal meski diterapkan skema work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat. Kebijakan ini merujuk pada Surat Edaran Menteri PAN-RB Nomor 3 Tahun 2026 tentang pelaksanaan tugas kedinasan ASN dalam rangka mendukung percepatan transformasi tata kelola pemerintahan.

“Pelayanan publik adalah prioritas utama. Penyesuaian sistem kerja, termasuk WFH, tidak boleh mengurangi kualitas layanan. Layanan harus tetap hadir, mudah diakses, dan berkualitas bagi masyarakat,” tegas Menag, Kamis (2/4/2026).

Instruksi tersebut berlaku bagi seluruh satuan kerja Kemenag di pusat maupun daerah, dengan tujuan menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, pengaturan teknis pelaksanaan WFH diserahkan kepada pimpinan masing-masing satuan kerja dengan mempertimbangkan karakteristik tugas dan jenis layanan. Namun demikian, pimpinan satker tetap wajib memastikan bahwa layanan esensial yang berdampak langsung kepada masyarakat seperti layanan pencatatan nikah, legalisasi buku nikah, serta layanan keagamaan lainnya tetap tersedia dan dapat diakses.

Menag juga mendorong optimalisasi pemanfaatan teknologi sistem informasi dalam pelayanan publik di lingkungan Kemenag. “Pemanfaatan teknologi harus menjadi solusi untuk menjaga kualitas layanan. Digitalisasi layanan perlu terus diperkuat agar masyarakat tetap terlayani tanpa hambatan,” ujarnya.

Menag menambahkan, setiap satuan kerja perlu memastikan informasi layanan tersampaikan dengan jelas kepada masyarakat. Baik layanan daring maupun luring tetap harus memenuhi standar kualitas dan waktu yang telah ditetapkan. “Keterbukaan informasi menjadi kunci. Masyarakat harus mendapatkan kepastian layanan, meskipun ada penyesuaian sistem kerja,” tandasnya.

Selain itu, pimpinan satker diminta memastikan layanan publik tetap inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lanjut usia, ibu hamil, dan anak-anak.

*Menag Dorong Budaya Kerja Hemat Energi*

Lebih lanjut, Menag menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang adaptif sekaligus mendukung praktik hemat energi di lingkungan Kementerian Agama. Salah satu langkah yang diterapkan adalah pengaturan penggunaan kendaraan dinas hingga maksimal 50 persen, serta mendorong ASN untuk memprioritaskan penggunaan transportasi umum.

Selain itu, pengelolaan perjalanan dinas, baik dalam negeri maupun luar negeri, diarahkan secara lebih bijak. Pelaksanaan rapat dan koordinasi secara daring juga terus dioptimalkan guna mengurangi mobilitas, sehingga lebih ramah energi. 

“Kita ingin membangun kebiasaan kerja yang lebih adaptif sekaligus mendorong pola hidup yang lebih hemat energi. Pemanfaatan teknologi harus menjadi bagian dari solusi agar pekerjaan tetap berjalan optimal tanpa ketergantungan pada mobilitas tinggi,” lanjutnya.

Di sisi lain, seluruh satuan kerja didorong untuk menggunakan listrik secara bijak, baik di lingkungan kantor maupun di rumah, sebagai bagian dari pembiasaan budaya hemat energi. “Langkah-langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi sekaligus untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional,” ujar Menag.

PEKANBARU - KontrasRiau.com -
Keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 dalam mengamankan arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri di Provinsi Riau tidak terlepas dari kerja keras serta sinergitas seluruh pihak yang terlibat, khususnya peran strategis Jeki Rahmat Mustika selaku Direktur Lalu Lintas Polda Riau.
Operasi yang digelar selama 14 hari ini berlangsung dengan aman, lancar, dan kondusif. Berbagai langkah strategis telah dipersiapkan dan dilaksanakan secara maksimal guna memastikan keselamatan serta kenyamanan masyarakat selama perjalanan mudik.
Jelang pelaksanaan mudik, Ditlantas Polda Riau juga melaksanakan kegiatan Ramp Check terhadap kendaraan angkutan umum, khususnya bus, guna memastikan kelayakan teknis kendaraan. Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan kesehatan (tes kesehatan) bagi para pengemudi bus untuk memastikan kondisi fisik dan kesiapan mereka dalam berkendara.

Sejumlah kegiatan lain yang diintensifkan meliputi pengecekan jalan arteri, ruas tol utama seperti Tol Pekanbaru–Dumai (Permai) dan Tol Pekanbaru–Bangkinang (Pekbang), serta seluruh jalur lintas pintu masuk Provinsi Riau.

Dalam aspek pengamanan, Ditlantas Polda Riau menempatkan Pos Pengamanan (Pos Pam), Pos Pelayanan (Pos Yan), dan Pos Terpadu di titik strategis, serta meningkatkan patroli bersinggungan dan membentuk Tim Pengurai Macet Reaksi Cepat (TPRC).

Koordinasi lintas sektoral bersama TNI, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, tenaga kesehatan, dan stakeholder lainnya juga terus diperkuat guna menciptakan situasi Kamtibmas dan Kamseltibcarlantas yang kondusif.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat terus digencarkan melalui pemasangan spanduk imbauan, penyuluhan langsung kepada pengendara, serta penyampaian live report kondisi arus lalu lintas yang diperkuat melalui media dan platform digital.

Pemantauan arus lalu lintas dilakukan secara real time melalui RTMC dengan dukungan CCTV, serta analisis potensi kemacetan menggunakan metode Traffic Flow Group (TFG).

Keberhasilan operasi ini juga tercermin dari penurunan signifikan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah kejadian turun dari 6 kasus pada 2025 menjadi 3 kasus di tahun 2026.

Dari sisi fatalitas, korban meninggal dunia menurun dari 4 orang menjadi 3 orang (turun 25 persen), korban luka berat dari 3 orang menjadi 1 orang (turun 67 persen), serta korban luka ringan dari 2 orang menjadi nihil (turun 100 persen).

“Capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh personel di lapangan serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas,” ujar Jeki Rahmat Mustika.

Apresiasi atas keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 juga disampaikan oleh Kapolri dan Kakorlantas Polri kepada seluruh jajaran lalu lintas di Indonesia.

Dalam arahannya, Kakorlantas Polri menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para Pejabat Utama Korlantas Polri, Dirlantas jajaran, serta para Kasat Lantas se-Indonesia atas keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang telah berjalan dengan aman dan lancar.

Lebih lanjut, seluruh jajaran diimbau untuk terus menjaga marwah Polri melalui pelaksanaan tugas di bidang lalu lintas, serta mengimplementasikan program Polantas Menyapa dan Melayani dengan pendekatan dialogis dan super humanis, guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas serta mewujudkan Kamseltibcarlantas yang berkelanjutan.

Usai pelaksanaan operasi, kegiatan dilanjutkan dengan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) oleh Polda Riau selama tiga hari guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif pasca arus balik.

Di akhir, Jeki Rahmat Mustika menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pengendara, para Duta Mudik 2026, serta seluruh lapisan masyarakat yang telah berperan aktif dan patuh dalam berlalu lintas selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026.

“Terima kasih atas partisipasi dan kesadaran masyarakat dalam menjaga keselamatan di jalan. Kepatuhan ini menjadi kunci utama dalam mewujudkan mudik yang aman dan nyaman bagi kita semua,” tutupnya.

Dengan seluruh rangkaian kegiatan tersebut, diharapkan stabilitas keamanan dan kelancaran lalu lintas di wilayah Riau tetap terjaga secara berkelanjutan, sejalan dengan semangat tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.” (***)