TRENDING NOW

PEKANBARU - KontrasRiau.com - 
Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau terus berkomitmen menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini sekaligus memperkenalkan konsep Green Policing kepada generasi muda. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi Polisi Sahabat Anak (POLSANAK) yang digelar pada Rabu, 8 April 2026, pukul 09.30 WIB hingga 11.00 WIB, bertempat di Taman Lalu Lintas Ditlantas Polda Riau, Jalan Pesisir Rumbai.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Subdit Kamsel Ditlantas Polda Riau ini diikuti oleh 100 orang murid serta 16 guru dari TK Al Azhar Syifa Budi. Suasana penuh keceriaan terlihat saat para siswa dengan antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan edukatif yang disampaikan oleh personel Polantas.

Hadir sebagai pelaksana kegiatan, di antaranya Kasi Audit dan Inspeksi Subditkamsel AKP Dedy Siswanto, S.H., M.H., PS. Kanit Standar Cegah dan Tindak IPTU Riza Elfiera, serta personel lainnya yaitu Aipda Riyadi, Aipda Sartika F. E. Sitorus, S.H., Brigadir Annisa Widya, dan ASN R. Pardosi.

Dalam kegiatan tersebut, para murid diperkenalkan dengan tugas dan fungsi Polisi Lalu Lintas, serta berbagai jenis rambu lalu lintas seperti rambu larangan, rambu peringatan, dan rambu perintah. Selain itu, anak-anak juga diajak mengenal Tugu Laka Lantas yang berada di lapangan RSDC Ditlantas Polda Riau sebagai simbol pentingnya keselamatan berlalu lintas.

Untuk menambah semangat belajar, para siswa yang mampu menjawab pertanyaan dari Polwan diberikan hadiah berupa buku panduan keselamatan berlalu lintas. Tidak hanya itu, sebagai bentuk implementasi program Green Policing, Ditlantas Polda Riau juga membagikan bibit pohon kepada guru dan murid sebagai ajakan nyata untuk menjaga kelestarian lingkungan sejak dini.

AKP Dedy Siswanto, S.H., M.H. dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam membentuk karakter disiplin berlalu lintas sejak usia dini.

“Melalui program Polisi Sahabat Anak ini, kami ingin menanamkan pemahaman kepada anak-anak bahwa tertib berlalu lintas bukan hanya kewajiban, tetapi juga kebutuhan untuk keselamatan bersama. Selain itu, melalui Green Policing, kami juga mengajak anak-anak sejak dini untuk peduli terhadap lingkungan, karena keselamatan dan kelestarian alam adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa edukasi yang diberikan secara menyenangkan dan interaktif diharapkan dapat lebih mudah dipahami dan diingat oleh anak-anak, sehingga mereka dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di masa depan.

Sementara itu, pihak sekolah melalui perwakilan guru TK Al Azhar Syifa Budi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Ditlantas Polda Riau atas terselenggaranya kegiatan edukatif tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ditlantas Polda Riau yang telah memberikan edukasi yang sangat bermanfaat bagi anak-anak kami. Kegiatan ini sangat positif dalam menanamkan disiplin berlalu lintas serta kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika turut memberikan pernyataan terkait pelaksanaan program tersebut. Ia menegaskan bahwa program Polisi Sahabat Anak (POLSANAK) dan Green Policing merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun budaya tertib berlalu lintas sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.

“Program Polsanak ini adalah investasi jangka panjang dalam membentuk generasi yang sadar dan patuh terhadap aturan lalu lintas. Kami ingin menanamkan nilai-nilai keselamatan sejak usia dini agar kelak mereka tumbuh menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Sejalan dengan itu, melalui program Green Policing, kami juga mendorong kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga lingkungan, karena keselamatan berlalu lintas tidak dapat dipisahkan dari lingkungan yang sehat dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ia juga berharap sinergi antara kepolisian, sekolah, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna menciptakan situasi Kamseltibcarlantas yang aman dan kondusif di Provinsi Riau.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan pemberian bibit pohon serta foto bersama dengan para guru dan siswa-siswi sebagai bentuk kebersamaan dan komitmen dalam mendukung keselamatan berlalu lintas serta pelestarian lingkungan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pesan keselamatan berlalu lintas dapat tertanam kuat pada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Di sisi lain, edukasi Green Policing yang merupakan program Kapolda Riau juga berhasil disosialisasikan sebagai langkah konkret dalam mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk peduli terhadap kelestarian alam dan lingkungan.

Dengan adanya kegiatan ini, Ditlantas Polda Riau berharap dapat menciptakan generasi yang tidak hanya tertib berlalu lintas, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi dalam menjaga lingkungan, sehingga tercipta keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang berkelanjutan di Provinsi Riau.(***)
JAKARTA - KontrasRiau.com - 
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Paskah 2026 kepada umat Kristiani di Indonesia. Dalam pesannya, Menag mengajak umat untuk mendoakan kedamaian, ketenteraman, dan keharmonisan bagi bangsa Indonesia.

“Saya, Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia, mengucapkan Selamat Hari Raya Paskah Tahun 2026,” ujar Menag di Jakarta, Sabtu (4/4/2026). 

Menurut Menag, Paskah tidak hanya menjadi momentum perayaan keagamaan, tetapi juga penguatan nilai-nilai spiritual yang dapat diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menekankan pentingnya menjadikan semangat Paskah sebagai landasan untuk mempererat persaudaraan dan menjaga harmoni sosial.

“Saya menghimbau agar dalam sukacita Hari Raya Paskah ini, masyarakat Kristiani juga mendoakan masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia agar hidup dalam suasana damai, tenteram, sejuk, dan penuh harmoni,” ungkap Menag.

Menag berharap perayaan Paskah membawa keberkahan bagi seluruh umat dan bangsa. Ia juga mengajak semua pihak untuk terus merawat kebersamaan dalam keberagaman demi Indonesia yang rukun dan damai. 

Umat Kristiani telah menjalani masa Prapaskah selama 40 hari, yang dilanjutkan dengan peringatan Minggu Palma serta Trihari Suci, yakni Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Vigili, hingga tiba Perayaan Paskah. 

Menag berharap seluruh rangkaian ibadah tersebut semakin meneguhkan umat Kristiani dalam sukacita iman, pengharapan, dan kasih Tuhan.

“Sekali lagi, selamat Hari Raya Paskah. Tuhan memberkati kita semua,” tandasnya.


PEKANBARU - KontrasRiau.com - 
Tim Reaksi Cepat (Raicet) Satuan Lalu Lintas Polres Pelalawan berhasil mengurai kemacetan panjang yang terjadi di ruas Jalan Lintas Timur, tepatnya pada kilometer 75 hingga kilometer 83. Minggu 5 April 2026 
Kemacetan dipicu oleh aktivitas penimbunan untuk peninggian badan jalan yang berlangsung selama 24 jam di lokasi tersebut. Kondisi ini menyebabkan penyempitan jalur dan peningkatan volume kendaraan, sehingga arus lalu lintas sempat tersendat.

Dalam mengantisipasi hal tersebut, Tim Raicet secara rutin melaksanakan patroli dan pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan kepadatan. Setiap kali terjadi penumpukan kendaraan, petugas dengan sigap melakukan rekayasa dan penguraian arus guna memastikan lalu lintas kembali berjalan normal. Bahkan, personel Satlantas Polres Pelalawan secara khusus melaksanakan patroli rutin di lokasi penimbunan guna memastikan situasi tetap terkendali.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Pelalawan, IPDA Maryadi Putra, S.H., yang memimpin langsung patroli tersebut, menyampaikan bahwa keberhasilan penguraian kemacetan tidak terlepas dari peran aktif petugas di lapangan serta dukungan masyarakat.

“Apabila terjadi kepadatan kendaraan, tim Raicet kami siap melakukan penguraian arus lalu lintas. Namun demikian, kami juga membutuhkan kesadaran para pengendara yang melintasi Jalan Lintas Timur agar mematuhi imbauan petugas,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya disiplin pengendara, khususnya untuk tidak saling mendahului secara sembarangan atau melambung kendaraan di titik penyempitan jalan, karena hal tersebut dapat memperparah kemacetan.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Pelalawan, AKP Tatit Rizkyan Hanafi, menegaskan bahwa kegiatan penimbunan di Jalan Lintas Timur tersebut menjadi salah satu tugas prioritas bagi personel Tim Raicet Satlantas Polres Pelalawan.

“Kegiatan penimbunan di ruas Jalan Lintas Timur ini menjadi atensi dan prioritas kami. Personel Tim Raicet terus kami siagakan untuk melakukan pengaturan dan penguraian arus lalu lintas di lokasi tersebut,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait guna memastikan aktivitas lalu lintas tetap berjalan tertib, aman, dan lancar.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar pelaksanaan pekerjaan jalan dapat berjalan beriringan dengan kelancaran arus lalu lintas, sehingga tidak menimbulkan dampak kemacetan yang berkepanjangan bagi masyarakat,” tambahnya.

Terpisah, Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, turut memberikan apresiasi atas kinerja Satlantas Polres Pelalawan dalam menangani kemacetan di jalur strategis tersebut.

“Kami menyampaikan penghargaan atas kerja cepat dan responsif personel Satlantas Polres Pelalawan, khususnya Tim Raicet, yang mampu mengurai kepadatan arus lalu lintas secara efektif. Ini menunjukkan kesiapsiagaan dan profesionalisme anggota di lapangan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan penimbunan di lokasi tersebut merupakan salah satu program prioritas pemerintah.

“Lokasi penimbunan ini merupakan bagian dari kegiatan prioritas pemerintah, di mana jalan akan ditinggikan agar saat terjadi banjir, aktivitas lalu lintas tetap dapat dilintasi oleh masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya menegaskan bahwa Ditlantas Polda Riau akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan.

“Kami akan terus memantau perkembangan aktivitas lalu lintas di Jalan Lintas Timur, khususnya pada KM 75 hingga KM 83, guna memastikan situasi tetap aman, tertib, dan lancar,” pungkasnya.(**)
PEKANBARU (KEMENAG) - KontrasRiau.com - 
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pekanbaru. M. Arief Hidayat Annas, siswa kelas XII.5, berhasil lolos seleksi di 13 perguruan tinggi luar negeri dari berbagai negara.

Siswa kelahiran Pekanbaru, 3 Juli 2008 ini diterima di sejumlah universitas ternama dengan beragam program studi, di antaranya RMIT University (Bachelor of Urban Planning), Western Sydney University (Bachelor of Planning), Bond University (Bachelor of International Relations/Business), hingga Wageningen University & Research (Bachelor of Tourism).

Selain itu, Arief juga dinyatakan diterima di Deakin University (Bachelor of Laws), University of Canterbury (Bachelor of Science in Geology), Swinburne University of Technology (Bachelor of Laws/Bachelor of Business), University of Wollongong Australia (Bachelor of Business/Bachelor of Laws), University of Southern Queensland (Bachelor of Aviation), Auckland University of Technology (Bachelor of Business), Victoria University of Wellington (Bachelor of Laws), Management and Science University (Bachelor in Economic and Finance), serta Charles Darwin University (Bachelor of Science).

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Muliardi, Kamis (2/4/25), menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas prestasi yang diraih siswa MAN 2 Pekanbaru tersebut. Muliardi mengatakan prestasi tersebut merupakan bukti nyata bahwa kualitas pendidikan madrasah saat ini tidak diragukan lagi.

“Capaian ini juga tidak terlepas dari kerja keras, disiplin, serta dukungan dari orang tua dan para guru di MAN 2 Pekanbaru,” ujarnya.

Muliardi juga menekankan pentingnya siswa MAN Pekanbaru untuk terus berprestasi hingga tingkat internasional, menjaga marwah madrasah, serta terus berinovasi dalam menghadapi perkembangan zaman.

“Siswa harus siap menghadapi tantangan digitalisasi dan mampu berkompetisi di masa depan sebagai calon pemimpin. Selain itu, penting untuk terus mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dan semangat perjuangan dalam setiap langkah,” tambahnya.

Di akhir keterangannya, Muliardi mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru pembimbing yang telah berupaya mempersiapkan para siswa untuk dapat melanjutkan pendidikannya ke beberapa universitas lainnya di luar negeri.

Sementara itu Kepala MAN 2 Pekanbaru gharafdi juga menyampaikan mengucapkan selamat atas keberhasilan siswa MAN 2 bisa diterima pada 13 universitas di Luar Negeri, ini menjadi bukti bahwa siswa madrasah mampu bersaing di tingkat global.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa madrasah tidak hanya unggul dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga mampu mencetak generasi yang berdaya saing internasional,” ungkapnya.

Arief anak pasangan Nasrul dan Asmawati ini dikenal sebagai siswa yang tekun dan memiliki semangat belajar tinggi. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berprestasi dan berani meraih peluang pendidikan hingga ke tingkat internasional.

MAN 2 Pekanbaru terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan dan membuka akses seluas-luasnya bagi peserta didik untuk meraih masa depan yang gemilang.
RIAU(KEMENAG) - KontrasRiau.com - 
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi, menegaskan bahwa layanan publik harus tetap berjalan optimal meskipun Aparatur Sipil Negara (ASN) menerapkan skema work from home (WFH) setiap hari Jumat.

Penegasan tersebut sejalan dengan instruksi Menteri Agama Nasaruddin Umar agar kualitas pelayanan kepada masyarakat tidak mengalami penurunan di tengah penyesuaian sistem kerja. Kebijakan ini juga merujuk pada Surat Edaran Menteri PAN-RB Nomor 3 Tahun 2026 tentang pelaksanaan tugas kedinasan ASN dalam rangka mendukung percepatan transformasi tata kelola pemerintahan.

“Pelayanan publik adalah prioritas utama. Penyesuaian sistem kerja, termasuk WFH, tidak boleh mengurangi kualitas layanan. Layanan harus tetap hadir, mudah diakses, dan berkualitas bagi masyarakat,” ujar Muliardi di sela-sela mendampingi pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Kamis (2/4/2026).

Muliardi meminta seluruh Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), penyuluh agama, penghulu, serta satuan pendidikan madrasah untuk tetap memberikan pelayanan secara maksimal, baik melalui layanan tatap muka maupun berbasis digital.

Menurutnya, optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi menjadi kunci dalam menjaga kualitas layanan publik. Digitalisasi layanan diharapkan mampu memastikan masyarakat tetap memperoleh akses layanan tanpa hambatan, sekaligus meningkatkan efisiensi dan transparansi.

“Pemanfaatan teknologi harus menjadi solusi untuk menjaga kualitas layanan. Digitalisasi layanan perlu terus diperkuat agar masyarakat tetap terlayani tanpa hambatan. Informasi layanan juga harus tersampaikan dengan jelas kepada masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, Muliardi juga mengingatkan pentingnya membangun budaya kerja yang adaptif di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Riau. Seluruh ASN diimbau untuk mendukung praktik efisiensi, termasuk dalam penggunaan energi di lingkungan kerja.

Ka. Kanwil mendorong setiap satuan kerja, baik di Kanwil, Kemenag kabupaten/kota, madrasah, maupun KUA, untuk menggunakan listrik secara bijak sebagai bagian dari upaya mendukung kebijakan efisiensi anggaran dan optimalisasi sumber daya.

Dengan langkah tersebut, diharapkan pelayanan publik di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Riau tetap berjalan optimal, responsif, dan berkualitas, meskipun terdapat penyesuaian pola kerja ASN.
JAKARTA (KEMENAG) - KontrasRiau.com - 
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i menegaskan bahwa Peraturan Presiden (Perpres) mengenai pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren sudah ditandatangani. Ini menjadi kabar gembira bagi dunia pendidikan Islam tanah air. 

“Perpres tentang Direktorat Jenderal Pesantren sudah ditandatangani. Saat ini sedang dalam tahap telaah di Sekretariat Umum untuk segera diundangkan ke dalam Lembaran Negara. Kehadiran Ditjen Pesantren adalah sebuah keniscayaan mengingat besarnya populasi pesantren, jumlah santri, hingga peran strategis para kiai bagi bangsa ini,” ujar Wamenag saat memberikan arahan pada Penyusunan Rancangan Organisasi dan Tata Kerja Ditjen Pesantren dan Direktorat Vokasi di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Hadir dalam giat tersebut, Staf Khusus Menteri Agama Nona Gayatri Nasution, Staf Ahli Menteri Agama Faisal Ali Hasyim, Tenaga Ahli Menteri Agama Junisab Akbar dan Jaka Setiawan, Direktur Pesantren Basnang Said serta jajaran pejabat Kemenag lainnya.
Struktur Organisasi yang Komprehensif

Dalam rancangan organisasi yang tengah dimatangkan, Ditjen Pesantren diproyeksikan memiliki lima direktorat strategis, yaitu: Direktorat Pendidikan Muadalah, Diniyah Formal, dan Kajian Kitab Kuning, Direktorat Pendidikan Ma'had Aly, Direktorat Pendidikan Diniyah Takmiliyah dan Pendidikan Al-Quran, Direktorat Pemberdayaan Pesantren, serta Direktorat Pengembangan Dakwah Pesantren. Setiap direktorat dan subdirektorat yang dibentuk memiliki argumentasi kuat dan saling melengkapi. 

"Struktur ini dirancang sedemikian rupa agar kerja Ditjen Pesantren bisa maksimal. Jika salah satu unsur ini tidak ada, maka gerak organisasi akan pincang dalam melayani kebutuhan pesantren yang sangat kompleks," imbuhnya.

Selain struktur, Wamenag juga memberikan perhatian khusus pada aspek sumber daya manusia (SDM) yang akan mengisi posisi di unit baru ini. Beliau mengingatkan agar proses rekrutmen personel segera dipersiapkan agar operasional ditjen dapat langsung berjalan cepat tanpa kendala teknis. Wamenag mensyaratkan agar posisi-posisi kunci diisi oleh figur yang memiliki pengalaman empiris di dunia pesantren. 

"Untuk urusan kurikulum dan pengasuhan asrama, harus diisi oleh orang-orang yang benar-benar memahami 'ruh' pesantren. Sementara untuk bidang seperti pemberdayaan, kita bisa melibatkan tenaga ahli yang kompeten di bidangnya," pungkasnya.

Dengan kehadiran Ditjen Pesantren, Kementerian Agama optimis mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang kokoh.