TRENDING NOW

Pekanbaru, Riau – KONTRASRIAU.COM - 
Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI tiba di Provinsi Riau, Rabu (26/8/2026), untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui penyuluhan, penggalian permasalahan di lapangan, serta penyusunan masukan dan rekomendasi kepada Pemerintah Pusat.
Kegiatan penerimaan tim berlangsung pukul 15.00 WIB di Ruang Rapat Nakula, Lanud Roesmin Nurjadin, Jalan Adi Sucipto, Pekanbaru. Kegiatan tersebut dihadiri Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP., Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Hery Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Dr. Agus Tatius Sitepu, S.Sos., M.Han., Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Dr. Abdul Haris, M.Pol., M.M.O.A.S., Danlanal Dumai Kolonel Laut (P) Agung N. Kusumaji, serta para tamu dan undangan.

Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI berjumlah 100 personel yang berasal dari unsur TNI Angkatan Darat sebanyak 53 personel, TNI Angkatan Laut 19 personel, TNI Angkatan Udara 17 personel, serta unsur pendukung lainnya. Sebelum melaksanakan tugas di wilayah, seluruh personel telah mendapatkan pembekalan dari Mabes TNI sebagai bekal dalam melaksanakan penyuluhan dan pengumpulan informasi di lapangan.

Selanjutnya, tim akan didistribusikan ke 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau dengan mempertimbangkan kondisi wilayah, jumlah kecamatan, serta kebutuhan penanganan Karhutla. Dalam pelaksanaannya, tim akan berkoordinasi dan berinteraksi langsung dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan, masyarakat, serta unsur terkait lainnya.

Kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada penyuluhan kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan Karhutla, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menggali kondisi faktual di lapangan. Berbagai persoalan akan diidentifikasi, mulai dari kondisi lahan, ketersediaan sumber air, akses menuju lokasi kebakaran, pola pembukaan lahan, kesiapsiagaan masyarakat, hingga kendala koordinasi dan dukungan sarana prasarana.

Hasil penyuluhan dan identifikasi permasalahan tersebut selanjutnya akan dihimpun serta dianalisis sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi Pemerintah Pusat dalam merumuskan kebijakan dan program pencegahan maupun penanganan Karhutla yang lebih tepat sasaran.

Melalui kegiatan ini, diharapkan diperoleh gambaran nyata kondisi di lapangan sebagai dasar dalam menentukan langkah penanganan yang efektif. Pendekatan tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, dan masyarakat dalam menghadapi ancaman Karhutla di Provinsi Riau.

Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI akan melaksanakan kegiatan secara terpadu bersama jajaran kewilayahan. Dengan demikian, pelaksanaan tugas diharapkan tidak hanya menghasilkan data dan informasi, tetapi juga memetakan kebutuhan setiap wilayah serta merumuskan rekomendasi yang dapat menjadi dasar tindak lanjut para pemangku kepentingan (pendam19 19)
PEKANBARU -- KONTRASRIAU.COM - 
Yang pertama tentunya kami ucapkan selamat dan sukses terlebih dahulu kepada ketua terpilih DPW 234 SC Provinsi Riau Ginda Burnama dan jajarannya. Jelas Reky Fitro, S.Pt, M.Pt Ketua DPC 234 SC Kabupaten Kuansing.

" Tambah Reky Fitro bahwa kami tahu, ketua Ginda Burnamwa adalah senior kami di partai Gerindra satu partai. Dan kami tahu juga sepak terjang beliau dan kinerja beliau untuk membawa 234 SC lebih maju dan berkembang lagi di Provinsi Riau." Pungkasnya 

Melihat kader kader yang di rekrut beliau adalah orang-orang yang mumpuni apalagi kami dari daerah akan banyak kegiatan kegiatan sosial dan roadshow ke daerah akan semakin banyak dan tentunya bawa manfaat  bagi masyarakat luas di Provinsi Riau." Tutupnya.
 
Editor : Omeng
PELALAWAN, RIAU – KONTRASRIAU.COM - 
Kodam XIX/Tuanku Tambusai bersama unsur gabungan bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Toro Jaya, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Senin (24/8/2026). Kebakaran yang melanda sekitar 2 hektare lahan berhasil dikendalikan setelah dilakukan pemadaman dan pendinginan secara menyeluruh.

Informasi kebakaran diterima Babinsa Koramil 04/Pkl Kuras, Praka Yayan Sugianto, sekitar pukul 09.30 WIB berdasarkan laporan Regu Manggala Agni TNTN. Setelah menerima informasi tersebut, penanganan segera dilakukan dengan menyusuri akses menuju lokasi untuk memastikan kondisi kebakaran dan menentukan langkah pemadaman.

Proses pemadaman didukung berbagai sarana operasional, mulai dari kendaraan roda dua dan roda empat hingga mesin mini striker, gulungan selang, pompa penghisap, dan nozzle. Peralatan tersebut digunakan untuk menjangkau area terbakar sekaligus mendukung proses pendinginan setelah api berhasil dikendalikan.

Kondisi medan menjadi tantangan tersendiri. Lokasi kebakaran berjarak sekitar 80 kilometer dari Makoramil 04/Pkl Kuras, sementara sumber air yang tersedia berasal dari parit. Akses menuju lokasi juga cukup terbatas sehingga perjalanan harus menyesuaikan kondisi medan.

“Api sudah berhasil dipadamkan. Pendinginan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala, terutama pada bagian tunggul yang masih mengeluarkan asap,” ujar petugas di lokasi.

Setelah api padam, proses pendinginan dilakukan pada area terdampak untuk mengantisipasi munculnya kembali titik panas. Pemantauan juga terus dilakukan agar api tidak menjalar ke kawasan lain.

Sementara itu, pemilik lahan dan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan Polsek Ukui. Di tengah penanganan, masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran.

Penanganan karhutla berlangsung aman dan terkendali. Upaya pemantauan tetap dilakukan sebagai langkah pencegahan agar kebakaran tidak kembali terjadi dan meluas (pendam19)
PEKANBARU - KONTRASRIAU.COM - 
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP. menutup Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Piala Pangdam dalam rangka HUT ke-1 Kodam XIX/Tuanku Tambusai di Lapangan Tenis Makodam XIX/Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Senin (24/8/2026). Penutupan berlangsung tertib sekaligus menandai berakhirnya rangkaian pertandingan yang mengedepankan persaingan sehat dan sportivitas.
Pangdam hadir bersama PJU Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Irdam XIX/Tuanku Tambusai Brigjen TNI Totok Sutrisno, Kapoksahli Brigjen TNI Muhamad Yahya, Ketua Pelti, serta para undangan dan tamu kehormatan.

Dalam amanatnya, Pangdam menegaskan bahwa Kejurnas Tenis Piala Pangdam tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara dan Piala Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi, membangun persaudaraan, menumbuhkan sportivitas, serta mendorong peningkatan prestasi tenis di Provinsi Riau.

«“Kejuaraan ini tidak semata-mata menjadi ajang untuk memperebutkan gelar juara dan Piala Pangdam XIX/Tuanku Tambusai. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan wadah silaturahmi, mempererat persaudaraan, membangun sportivitas, sekaligus mendorong peningkatan prestasi olahraga tenis,” ujar Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo.»

Pangdam menambahkan, kolaborasi Kodam XIX/Tuanku Tambusai bersama Pelti Provinsi Riau memberikan ruang bagi para atlet untuk berkompetisi secara sehat, mengukur kemampuan, sekaligus memperoleh pengalaman bertanding yang lebih luas.

«“Dalam olahraga, kemenangan menjadi tujuan, tetapi sportivitas adalah kehormatan. Menang dan kalah dengan rendah hati dan terimalah kekalahan dengan lapang dada,” tegasnya.»

Menurut Pangdam, keberhasilan sebuah kejuaraan tidak semata diukur dari siapa yang keluar sebagai juara, tetapi juga dari kemampuan kompetisi tersebut melahirkan atlet yang semakin berkualitas, berkarakter, dan memiliki semangat untuk terus berkembang.

«“Yang kita cari bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana pertandingan ini mampu melahirkan atlet yang semakin berkualitas, berkarakter dan memiliki semangat untuk terus berkembang,” ungkap Pangdam.»

Penutupan dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada para juara oleh Pangdam dan PJU Kodam XIX/Tuanku Tambusai. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas perjuangan, kemampuan, dan sportivitas para atlet selama mengikuti kompetisi.

Kejurnas Tenis Piala Pangdam menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-1 Kodam XIX/Tuanku Tambusai sekaligus momentum memperkuat pembinaan prestasi dan sportivitas olahraga tenis di Provinsi Riau (pendam19)
PEKANBARU - KONTRASRIAU.COM - 
Presiden RI Prabowo Subianto memimpin rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Posko Aju Provinsi Riau, Lanud Rsn, Kota Pekanbaru, Senin (24/8/2026). Rapat dihadiri Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo bersama jajaran pemerintah pusat, TNI-Polri, dan Forkopimda Riau untuk memperkuat penanganan karhutla.
Dalam rapat, Kalaksa BPBD Riau M. Edy Afrizal melaporkan hingga 23 Agustus 2026 tercatat 10.514 hotspot sejak Januari, dengan 521 titik terbakar. Luas lahan terbakar mencapai 16.277,50 hektare, sementara sekitar 900 hektare masih terbakar di tujuh titik pada empat kabupaten.

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai menegaskan kondisi lahan yang lebih kering membutuhkan langkah terpadu melalui pengerahan kekuatan darat dan udara.

«“Tindakan efektif dengan melakukan IMC karena kadar tanah di Riau tahun ini lebih kering. Titik yang tidak terjangkau pasukan darat dibantu dengan helikopter water bombing untuk memutus luasan kebakaran,” ujar Pangdam.»

Untuk kawasan gambut, pengendalian diperkuat melalui pembangunan sekat kanal selebar 5–7 meter dengan mengerahkan 15 unit ekskavator. Dukungan udara juga disiapkan melalui rencana penambahan helikopter water bombing.

Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan menyampaikan bahwa sejak 2025 hingga 2026 telah terdapat 94 laporan polisi dengan 106 tersangka. Khusus 2026, tercatat 33 laporan polisi dengan 36 tersangka dan luas terbakar 806,57 hektare.

Presiden Prabowo memberikan arahan tegas agar penanganan dilakukan sejak dini. Pemerintah diminta menyiapkan 500 sumur bor, 700 tabung oksigen, serta dua helikopter water bombing. Aparat juga diperintahkan mencegah setiap bentuk pembakaran lahan dan menindak tegas korporasi yang terbukti melanggar, termasuk pencabutan izin.

Rapat berakhir pukul 12.00 WIB dalam keadaan aman dan kondusif. Penanganan karhutla selanjutnya diarahkan pada percepatan pemadaman, penguatan pencegahan, dukungan operasi darat dan udara, serta penegakan hukum secara terpadu (pendam19)
KAMPAR - KONTRASRIAU.COM - 
Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan oleh Kodam XIX/Tuanku Tambusai bersama unsur terkait guna mencegah meluasnya dampak kebakaran yang terjadi di wilayah Desa Rimba Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Minggu (23/08/2026)

Dalam pelaksanaan pemadaman, Kodam XIX/Tuanku Tambusai mengerahkan personel jajaran Koramil Kodim 0313/Kampar, diperkuat oleh 1 Satuan Setingkat Peleton (SST) Yon Arhanud 13/PBY serta 1 SST Kompi Kavaleri 6/RBT. Seluruh personel tersebut bersinergi dengan Polri, Manggala Agni, BPBD, serta unsur terkait lainnya dalam melakukan upaya pemadaman dan pengendalian titik api di lapangan.

Kondisi cuaca yang sangat panas menjadi salah satu faktor yang menyebabkan api cepat membesar dan menyulitkan proses pemadaman. Medan yang cukup berat serta karakteristik lahan yang mudah terbakar membuat personel gabungan harus bekerja secara maksimal dengan mengedepankan strategi, koordinasi, dan keselamatan selama pelaksanaan operasi.

Panglima Kodam XIX/Tuanku Tambusai melalui jajaran terkait menegaskan bahwa TNI AD akan terus hadir dan berperan aktif membantu pemerintah daerah dalam penanganan Karhutla. Seluruh personel di lapangan diarahkan untuk melakukan pemadaman secara terpadu, mencegah penyebaran api, serta memastikan kondisi wilayah tetap terkendali.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran operasi, Kodam XIX/Tuanku Tambusai juga mendirikan posko lapangan sebagai pusat koordinasi dan pengendalian kegiatan pemadaman. Selain itu, dapur lapangan turut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan logistik dan menjaga stamina para prajurit serta tim gabungan yang bertugas di lokasi kebakaran.

Keberadaan posko dan dapur lapangan menjadi wujud komitmen Kodam XIX/Tuanku Tambusai dalam memberikan dukungan penuh kepada personel yang berada di garis depan penanganan Karhutla.

Melalui sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, Manggala Agni, BPBD, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Kampar dapat segera dikendalikan serta tidak menimbulkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan.