TRENDING NOW

PEKANBARU - KONTRASRIAU.COM - Pukul  07.30 WIB siswa-siswi belajar seperti biasa masuk guru bidang studi kemudian acara siswa-siswi SMAN 7 Pekanbaru selanjutnya mengikuti kegiatan lomba dalam rangka memeriahkan, sukseskan Hari Jadi Provinsi Riau Ke-69 Tahun, dan sekaligus menyambut HUT Kemerdekaan RI Ke-81 tahun 2026.
Hal ini dijelaskan oleh Kepsek SMAN 7 Pekanbaru Amri, M.Pd. melalui Wakil Kesiswaan SMAN 7 Indriyanti menambahkan bahwa guna memeriahkan dan sukseskan 
di Bulan Agustus ini, ada 2 Momen penting yakni : Dirgahayu Ulang Tahun Provinsi Riau yang Ke-69 tahun dan juga sambut HUT Kemerdekaan RI Ke-81 tahun 2026, kegiatan yang kami Taja diantaranya : Lomba Kerupuk Juang, Pidato Perjuangan, Estafet Cawan dan kegiatan lainnya adalah nonton bareng film Perjuangan Tuanku Tambusai, didalam penonton tuanku Tambusai setelah film selesai lalu disimpulkan oleh Osis." Pungkas Indriyanti kepada Media Online KONTRASRIAU.COM. Kamis(13/08/2026) di ruang kerjanya.
" Pada kegiatan kali ini sebagai panitia pelaksanaan adalah anak-anak Osis SMAN 7 Pekanbaru,.Ada 12 pertanyaan yang dilontarkan, lalu dijawab secara pribadi oleh 12 orang siswa tadi. Dan mereka mendapatkan Hadiah Doorprize yang ditaja oleh Yamaha berupa Jaket dan Jam Dinding diberikan kepada 12 orang siswa." Ujarnya.
Lalu digelar juga Bazar menampilkan berupa kuliner tradisional dan kuliner kekinian artinya kulinernya bebas makanan dan minuman yang tentunya yang sehat, bergizi, bersih dan higienis.

" Lomba Pidato Perjuangan tersebut bertemakan perjuangan sebagaimana para pejuang kita terdahulu seperti Jenderal Soedirman." Jelas Indriyanti.

Kegiatan kami kali ini dimulai dari pagi hingga selesai nanti diperkirakan pukul 15.30 WIB sore nanti. Jadi satu hari ini saja.

" Harapan kami kepada anak-anak kami SMAN 7 Pekanbaru,  pada hari jadi Provinsi Riau yang Ke-69 tahun, semoga Provinsi Riau semakin maju, sejahtera dan Dunia Pendidikan di Riau semakin Cemerlang dan Gemilang. Semoga di HUT Kemerdekaan RI Ke-81 tahun, Indonesia semakin makmur dan rakyat sejahtera, Jaya Selalu." Sebut Indriyanti.

Siswa Kitakan sekarang ini ada pada generasi Gen Z, jadi dari kegiatan tadi bahwa dilapangan itu sangat diperlukan sekali kekompakan. Dan Alhamdulillah sampai saat ini dilapangan siswa-siswi Kami kompak dan semangat sekali dilapangan.

Pada pantauan awak media kegiatan berjalan dari awal hingga akhir acara, berjalan dengan baik, lancar, sukses dan penuh semangat para siswa-siswi SMAN 7 Pekanbaru ikuti berbagai kegiatan lomba.

Editor : Omeng









PEKANBARU - KONTRASRIAU.COM - 
Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru menggelar sosialisasi Biaya Operasional Sekolah (BOP) Pendidikan Non Formal pada Rabu, 12 Agustus 2026 di Aula Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Kelurahan Air Hitam, Pekanbaru, Riau.
Kegiatan ini dihadiri langsung Plt.Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Dr. Abdul Jamal, M.Pd, Kepala Bidang PAUD dan PNF Reni Bafita, S.Sos., M.Si.  para Kasi, serta jajaran pejabat Disdik lainnya.

Sebanyak 150 peserta mengikuti sosialisasi tersebut. Rinciannya terdiri dari 50 Kepala PKBM, 50 Bendahara, dan 50 Operator PKBM se-Kota Pekanbaru.

Dalam arahannya, Kadis Abdul Jamal menekankan pentingnya memahami fungsi dan manfaat BOP agar penggunaannya tepat sasaran. Mengingat sumber anggaran berasal dari APBN, maka pelaksanaannya wajib mengacu pada juklak dan juknis yang berlaku.

"Hari ini kita lakukan sosialisasi BOP. Kendati setiap tahun digunakan, kita ingin penggunaan dan pelaporannya lebih sempurna. Dalam sosialisasi ini juga kita menghadirkan narasumber dari unsur pajak, Inspektorat, dan BPKAD, agar semuanya baik penggunaan maupun pelaporannya sesuai dengan Undang-Undang," ujar Kadis Jamal.

Abdul Jamal yang didampingi Kabid PAU dan PNF Reni Bafita  berharap melalui sosialisasi ini seluruh pengelola PKBM dapat memahami aturan, sehingga dana BOP digunakan sesuai peruntukannya dan laporan pertanggungjawaban disusun dengan tertib.

"Harapannya semua penggunaan dana tepat sasaran dan pelaporan sesuai dengan yang diinginkan," pungkasnya. (**)
PEKANBARU – KONTRASRIAU.COM - 
Bumi Lancang Kuning kembali menorehkan sejarah besar bagi kebudayaan Indonesia. Lautan tanjak yang dikenakan ribuan pelajar memenuhi halaman Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Riau, menghadirkan pemandangan megah yang tidak hanya memukau mata, tetapi juga mengguncang rasa bangga terhadap jati diri bangsa.
Barisan Muda Laskar Melayu Bijuangsa Nusantara bersama Laskar Rumpun Masyarakat Riau Bersatu sukses menggelar Kenduri Akbar Melayu Nusantara 2026 di LAM Provinsi Riau, Pekanbaru, Minggu–Senin (9–10 Agustus 2026), dengan mengusung tema “Dengan Semangat Melayu Nusantara Kita Bangun Indonesia yang Maju, Berdaya dan Bermaruah.”
Kegiatan ini dipenuhi berbagai rangkaian acara budaya, mulai dari seminar kebudayaan, bazar UMKM, pertunjukan seni, hingga puncaknya pemecahan rekor nasional melalui tancak massal.
Sebanyak 10.080  peserta, yang mayoritas merupakan pelajar dari Kota Pekanbaru, tercatat mengenakan tanjak secara serentak dan resmi memecahkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai “Tancak oleh Pelajar Terbanyak di Indonesia.”

General Manager MURI Indonesia, Triono, menyampaikan bahwa setelah proses verifikasi dilakukan, MURI menetapkan kategori rekor khusus untuk pelajar karena mayoritas peserta merupakan siswa.

“Setelah kami konfirmasi datanya, ternyata pesertanya adalah mayoritas pelajar. Karena itu, MURI mengubah tajuk kegiatan menjadi tancak oleh pelajar terbanyak di Indonesia,” ujar Triono.

Ia menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar soal angka, melainkan sebuah inspirasi nasional dalam menjaga dan melestarikan khazanah budaya Nusantara.

Piagam rekor MURI kemudian diserahkan kepada Barisan Muda Laskar Melayu Pejuangsa Nusantara dan Laskar Rumpun Masyarakat Riau Bersatu sebagai penyelenggara kegiatan.

Kenduri Akbar Melayu Nusantara 2026 dihadiri sejumlah tokoh nasional, pejabat pusat dan daerah, unsur TNI-Polri, tokoh adat, serta pemimpin organisasi Melayu. Di antaranya Direktur Bina Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Kementerian Kebudayaan RI Sjamsul Hadi, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Riau Kristanto, Utusan Khusus Presiden RI sekaligus Ketua Umum PMRI Dr. H. Rusli Efendi, Dr. Farhat Abbas, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau Aryadi yang mewakili Plt Gubernur Riau, General Manager MURI Triono, jajaran TNI, Polri, serta tokoh-tokoh Melayu Riau. Daftar tamu undangan penting tersebut tercantum dalam dokumen kegiatan Kenduri Akbar Melayu Nusantara 2026.

Pemerintah Provinsi Riau memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan kegiatan ini.

Dalam sambutan mewakili Plt Gubernur Riau, Aryadi menegaskan bahwa Kenduri Akbar Melayu Nusantara bukan sekadar seremoni budaya, melainkan gerakan kolektif untuk memperkuat jati diri bangsa melalui nilai-nilai luhur Melayu.

Menurutnya, kemajuan bangsa tidak cukup dibangun dengan infrastruktur dan ekonomi semata, tetapi juga dengan karakter, identitas, dan kebanggaan terhadap budaya sendiri.

“Budaya tidak boleh berhenti menjadi cerita masa lalu, tetapi harus hadir sebagai inspirasi untuk melahirkan inovasi, memperkuat ekonomi kreatif, mengembangkan pariwisata, dan membentuk generasi muda yang percaya diri menghadapi persaingan global,” ujarnya.

Dari pemerintah pusat, Kementerian Kebudayaan RI menegaskan komitmennya mendukung pemajuan kebudayaan Melayu Riau.

Sjamsul Hadi menyampaikan pesan Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang berhalangan hadir karena agenda internasional. Ia menyebut Riau memiliki posisi strategis sebagai pusat peradaban Melayu dan Kementerian siap memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga adat, komunitas budaya, dan generasi muda.

Suasana haru dan kebanggaan juga terasa ketika Utusan Khusus Presiden RI, Dr. H. Rusli Efendi, berdiri di hadapan lautan peserta bertanjak.

Ia menyebut pemandangan tersebut sebagai manifestasi hidup dari ikatan batin masyarakat Melayu terhadap adat dan budayanya.

“Ini bukan sekadar angka atau rekor seremonial semata, melainkan manifestasi hidup dari sebuah ikatan batin yang tidak lekang oleh zaman,” ungkapnya.

Dengan mengusung tagline “Raga di Rantau, Jiwa di Riau,” Rusli menegaskan bahwa sejauh apa pun anak Melayu merantau, kompas batinnya akan selalu kembali kepada tanah Melayu yang bersendikan syarak dan Kitabullah.

Ketua Umum LAM Riau, Datuk Seri Haji Raja Marjohan Yusuf, menilai Kenduri Akbar Melayu Nusantara sebagai momentum strategis yang bertepatan dengan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia, Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau, dan menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat ketahanan budaya sebagai bagian tak terpisahkan dari ketahanan nasional, mencetak generasi muda yang cerdas dan berkarakter, serta menjaga kelestarian alam dan persatuan bangsa.

Menutup sambutannya, ia mengutip semangat yang menggema di seluruh arena kenduri: “Takkan Melayu hilang di dunia.”

Panglima Utama Tekankan Pembinaan Generasi Muda Melayu

Sementara itu, Panglima Utama Laskar Muda Melayu Bersatu Nusantara, Datuk Besar Muhammad Uzair, menegaskan pentingnya pembinaan generasi muda Melayu sebagai bagian dari upaya mempersiapkan masa depan bangsa.

Dalam sambutannya, Muhammad Uzair mengatakan bahwa keberadaan Barisan Muda Melayu Nusantara bukan sekadar organisasi, melainkan wadah untuk membina dan membentuk generasi baru Melayu agar memiliki mental yang kuat, berkarakter, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Menurutnya, generasi muda harus diberikan ruang untuk belajar, berkembang, dan mengambil peran dalam berbagai bidang kehidupan.

“Kami ingin generasi baru Melayu memiliki mental yang kuat untuk membangun masa depan bangsa Melayu ke depan,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa dalam perjalanan organisasi selalu ada dinamika dan perubahan. Namun, menurutnya, dinamika tersebut tidak boleh menghambat proses pembinaan generasi muda.

“Perubahan dalam organisasi itu memang selalu ada. Saya tidak menafikannya. Tetapi jangan sampai perubahan tersebut menghambat pembinaan generasi muda,” katanya.

Muhammad Uzair menegaskan bahwa generasi muda Melayu tidak boleh hanya menjadi penonton. Mereka harus diberikan kesempatan untuk berperan, belajar mengambil tanggung jawab, dan terlibat dalam pembangunan masyarakat.

Ia berharap Barisan Muda Melayu Nusantara dapat menjadi salah satu kekuatan yang mampu menggerakkan anak-anak muda untuk terus berkarya dan menjaga identitas Melayu di tengah perkembangan zaman.

“Momen seperti ini harus menjadi kesempatan untuk membangun kebersamaan dan memperkuat perjuangan kita,” ujarnya.

Menurutnya, pembinaan generasi muda merupakan investasi jangka panjang. Karena itu, seluruh elemen organisasi, lembaga adat, masyarakat, dan pemerintah harus memiliki komitmen yang sama untuk memberikan ruang dan kesempatan kepada generasi penerus.

Muhammad Uzair juga berharap pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, dapat memberikan perhatian dan dukungan terhadap gerakan kebudayaan serta pembinaan generasi muda Melayu Nusantara.

Ia menilai hubungan yang baik antara organisasi masyarakat, lembaga adat, generasi muda, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan akan menjadi modal penting dalam memperkuat kebudayaan Melayu.

Menutup sambutannya, Muhammad Uzair berharap Kenduri Akbar Melayu Nusantara 2026 tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum perjuangan kebudayaan Melayu yang berkelanjutan.

“Semoga acara ini menjadi motivasi bagi perjuangan Melayu Nusantara ke depan. Kita ingin kegiatan seperti ini terus berkembang dan memberikan manfaat bagi generasi muda serta masyarakat,” pungkasnya.

Di balik kemegahan acara, Ketua Konsolidasi sekaligus Ketua Barisan Muda Lembaga Melayu Bersatu Nusantara, Indra Gunawan, menyampaikan curahan hati yang menyentuh.

Ia mengakui kegiatan besar ini lahir dari semangat anak-anak muda Melayu dengan segala keterbatasan pembiayaan yang masih dihadapi panitia.

Namun, menurutnya, marwah Melayu dan nama baik generasi muda jauh lebih penting daripada segala kekurangan teknis.

“Kami ingin membuktikan bahwa anak-anak muda Melayu juga mampu membuat kegiatan besar,” tegasnya di hadapan ribuan peserta dan tamu undangan.

Keterlibatan para kepala sekolah, Dinas Pendidikan, dan ribuan pelajar menjadi salah satu kunci keberhasilan pemecahan rekor MURI.

Sementara itu, Ketua Panitia Tega Maulana Pitra menegaskan bahwa Kenduri Akbar Melayu Nusantara bukan hanya panggung hiburan, tetapi ruang silaturahmi, pelestarian budaya, dan penguatan persaudaraan rumpun Melayu Nusantara.

Ia berharap kegiatan ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan berkembang menjadi agenda budaya berskala nasional bahkan internasional.

Ketika senja mulai turun di halaman LAM Riau, ribuan tanjak masih tampak tegak di kepala para pelajar. Pemandangan itu seolah menjadi pesan kuat dari Riau kepada Indonesia: budaya tidak sedang dikenang, tetapi sedang dihidupkan kembali oleh generasi mudanya.

Dari Pekanbaru, marwah Melayu menggema lebih jauh dari sekadar pemecahan rekor. Ia menjelma menjadi seruan kebudayaan bahwa kemajuan bangsa harus berjalan seiring dengan akar tradisi, budi bahasa, dan jati diri yang tidak boleh hilang oleh zaman.
PEKANBARU - KONTRASRIAU.COM - Dalam rangka menyambut HUT RI Ke-81 tahun 2026, di gelar KAKANWIL DITJENPAS RIAU CUP 2026, Kanwil Ditjenpas Riau menggelar  pertandingan Mini Soccer guna memeriahkan dan menyemarakan kegiatan tersebut, diikuti oleh 19 Lapas, Rutan Se-Riau. Kegiatan bertempat dilapangan Mini Soccer Jalan Soekarno Hatta. Sabtu(08/08/3026) sore.

19 Lapas peserta Mini Soccer diantaranya : Lapas Narkotika, Lapas Pekanbaru, Rutan Ialang Bungkuk, Lapas Narkoba Pekanbaru, Lapas Bangkinang, Lapas Bengkalis, Lapas Siak, Lapas Selat Panjang, Lapas Rengat, Lapas Tembilahan, Lapas Dumai, Lapas Rohil, Lapas Pelalawan, Lapas Rohil, Lapas Kuantan Singingi, Ditjenpas Riau, Lapas Perempuan dan Ditjenpas Riau dan lapas lainnya.

Hal di jelaskan oleh Kepala Kanwil Ditjenpas Riau Rudy Fernando Sianturi melalui Kabag Umum dan Tata Usaha Muhammad Lukman bahwa kegiatan hari ini Kanwil Ditjenpas Riau menggelar pertandingan Mini Soccer yang diikuti oleh 19 peserta lapas se-Riau. Dan hari ini masuk babak penyisihan dann besok babak semi final dan final, kegiatan selama dua hari ( hari Sabtu dan Minggu)." Jelas Lukman kepada media KONTRASRIAU.COM. Sabtu(07/08/2026)sore.

" Pagi tadi acara dibuka oleh Kepala Kanwil Ditjenpas Riau, pesertanya dari satuan kerja di lingkungan Kanwil Ditejenpas Riau seperti : 
Karutan, lapas terbuka Lapas Narkotika, Lapas Perempuan Se-Riau. Tujuan dari kegiatan ini tidak lain untuk ajang silaturahmi antar satuan kerja baik Ditjenpas sendiri dan juga Karutan, Kalapas se-Riau, as sekitar 19 Lapas dan Karutan." Pungkas Muhammad Lukman.

Terus juga sinergi internal, penguatan - penguatan Institusi sesuai dengan arahan dari Kanwil Ditjenpas Riau. Sebagai kegiatan positif,selain olahraga juga memupuk tali silaturahmi.

" Harapan kita dengan kegiatan yang sama, kegiatan yang positif kegiatan yang bisa meningkatkan kinerja, dan silaturahmi serta jadi ajang perkuat sinergi dan solid antar instusi di lingkungan Kanwil Ditjenpas Riau." Ujarnya.

Tambah Lukman dalam rangkaian kegiatan memeriahkan dan mensukseskan HUT RI Ke-81 tahun 2026, kami Kanwil Ditjenpas Riau melaksnakan kegiatan bakti sosial lainnya seperti : Kegiatan Donor Darah, Membersihkan fasilitas umum dan fasilitas Ibadah Musholla dan Masjid, serta Membersihkan Taman makam pahlawan, dan melaksanakan permainan tradisional lainnya. " Tutup Lukman.

Editor : Omeng














PEKANBARU – KONTRASRIAU.COM - 
SMK Negeri 2 Pekanbaru resmi meluncurkan Daikin Center of Excellence pada Kamis (8/8/2026). Peresmian ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan vokasi dan dunia industri, khususnya di bidang tata udara (air conditioning).

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Riau, manajemen PT Daikin Air Conditioning Indonesia, kepala sekolah, guru, siswa, serta sejumlah mitra industri.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya, yang diwakili Pengawas Bidang SMK Akmaluddin, menyampaikan apresiasi atas terwujudnya kerja sama antara SMK Negeri 2 Pekanbaru dan Daikin Indonesia.

Menurutnya, program Center of Excellence merupakan langkah positif yang tidak boleh berhenti hanya pada seremoni peresmian, tetapi harus terus dikembangkan secara berkelanjutan.

“Kami berharap program ini dapat menjadi contoh penguatan pendidikan vokasi di Riau. Dunia industri harus benar-benar hadir di lingkungan sekolah sehingga siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami standar dan kebutuhan nyata di lapangan kerja,” ujarnya.

Akmaluddin menegaskan bahwa konsep Daikin Center of Excellence sejalan dengan pengembangan teaching factory, yakni menghadirkan proses dan budaya industri ke dalam pembelajaran di sekolah.

Dengan model tersebut, siswa diharapkan memperoleh pengalaman praktik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga lulusan SMK memiliki kompetensi yang lebih siap pakai.

Ia juga berharap pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh SMK Negeri 2 Pekanbaru melalui program ini nantinya dapat ditularkan kepada SMK lain di Provinsi Riau.

“Tujuan akhirnya adalah bagaimana pendidikan vokasi mampu ikut mengurangi angka pengangguran. Lulusan SMK harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri dan memiliki peluang kerja yang lebih besar,” tambahnya.

Sementara itu, Vice President Director PT Daikin Air Conditioning Indonesia, Budi Mulia, menyampaikan bahwa kerja sama dengan SMK Negeri 2 Pekanbaru merupakan bagian dari komitmen Daikin dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia.

Ia menjelaskan, melalui Daikin Center of Excellence, siswa akan mendapatkan pembelajaran teori sekaligus praktik yang sesuai dengan standar industri tata udara modern.

“Kami berharap keberadaan pusat unggulan ini dapat meningkatkan kualitas dan kompetensi siswa, sehingga mereka memiliki kesiapan yang lebih baik untuk memasuki dunia kerja,” kata Budi Mulia.

Menurutnya, Daikin telah menjalin kolaborasi dengan banyak institusi pendidikan di Indonesia sebagai upaya membangun kesinambungan antara pendidikan dan industri.

Selain itu, Daikin juga memiliki jaringan toko dan ratusan service partner di berbagai daerah, termasuk Pekanbaru, yang dapat membuka peluang lebih luas bagi lulusan SMK untuk memperoleh akses ke dunia kerja.

Budi Mulia menambahkan bahwa Daikin yang telah hadir hampir 50 tahun di Indonesia terus mendukung penguatan industri nasional, termasuk melalui pengembangan produksi dalam negeri.

“Kebutuhan industri terhadap tenaga kerja kompeten terus meningkat. Kami berharap lulusan SMK yang mendapatkan pelatihan melalui kerja sama ini dapat menjadi bagian dari kebutuhan sumber daya manusia industri di masa mendatang,” ujarnya.

Peresmian Daikin Center of Excellence ditandai dengan penandatanganan kerja sama, pengguntingan pita, serta peninjauan fasilitas dan peralatan praktik yang akan digunakan dalam proses pembelajaran.

Dengan hadirnya Daikin Center of Excellence, SMK Negeri 2 Pekanbaru diharapkan tidak hanya menjadi tempat pembelajaran, tetapi juga berkembang menjadi pusat pengembangan kompetensi, inovasi, dan layanan berbasis industri.

Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan lulusan yang kompeten, siap kerja, siap berwirausaha, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan Indonesia.
PEKANBARU – KONTRASRIAU.COM - 
Sebanyak 63 Ketua RT/RW dan 60 Ketua Dasawisma se-Kecamatan Pekanbaru Kota resmi dikukuhkan dalam sebuah prosesi yang dipimpin Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, di Gedung Dharma Wanita, Senin (3/8/2026).

Pengukuhan tersebut menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian pemilihan Ketua RT dan RW di Kecamatan Pekanbaru Kota yang sebelumnya sempat diwarnai berbagai dinamika. Wali Kota menegaskan, kini saatnya seluruh pengurus lingkungan bersatu dan fokus menjalankan tugas melayani masyarakat.

Acara tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar, Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin, Camat Pekanbaru Kota Pondris Wandri, S.Pd., M.Si., Ketua TP PKK Kota Pekanbaru Hj. Sulastri Agung, S.Sos., M.H., Ketua I TP PKK Kota Pekanbaru dr. Hj. Sari Rahmawati, Sp.OG, Kapolsek Pekanbaru Kota Deswandi, S.H., Danramil 02/Kota Mayor Arm. Febrizal, para kepala OPD se-Kota Pekanbaru, Sekretaris Forcintaku Pekanbaru Ermaneli, para lurah se-Kecamatan Pekanbaru Kota, serta ratusan Ketua RT, RW, dan Ketua Dasawisma.

Dalam sambutannya, Agung Nugroho mengajak seluruh Ketua RT dan RW meninggalkan seluruh perbedaan yang terjadi selama proses pemilihan. Menurutnya, tidak ada lagi kelompok ataupun kubu karena seluruh pengurus kini merupakan bagian dari Pemerintah Kota Pekanbaru yang memiliki tujuan sama, yakni melayani masyarakat.

"Hari ini adalah momen yang bersejarah. RT/RW yang selama ini menjadi polemik dan penuh dinamika, hari ini sudah selesai. Sekarang saatnya Bapak dan Ibu menuntaskan tanggung jawab kepada masyarakat," ujar Agung.

Ia menegaskan bahwa Ketua RT dan RW merupakan ujung tombak pelayanan pemerintahan karena paling dekat dengan masyarakat. Oleh sebab itu, mereka diminta tidak hanya menunggu program pemerintah, tetapi aktif melihat persoalan yang terjadi di lingkungan masing-masing.

"RT/RW jangan lagi menunggu pemerintah datang membantu masyarakat. Justru RT/RW harus proaktif, bersama warga membangun Kota Pekanbaru dari lingkungan masing-masing," katanya.

Menurut Agung, Ketua RT dan RW harus menjadi mata dan telinga pemerintah. Jika menemukan jalan rusak, warga miskin, anak putus sekolah, maupun masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi, seluruh persoalan tersebut harus segera dilaporkan kepada Pemerintah Kota Pekanbaru agar dapat ditindaklanjuti.

"Kalau ada jalan rusak, ada warga tidak mampu, ada orang yang tidak bisa makan, jangan dibiarkan. Jangan merasa sebagai pejabat. Laporkan kepada kami, itu tugas kita bersama melayani masyarakat," tegasnya.

Bahkan, Agung membuka akses komunikasi seluas-luasnya kepada seluruh Ketua RT dan RW.

"Silakan Pak RT dan Pak RW datang ke rumah saya 24 jam, kapan saja, asalkan membawa persoalan masyarakat. Kalau ada warga miskin, anak putus sekolah, atau persoalan yang memang harus segera ditangani, jangan ragu datang. Pemerintah harus hadir untuk masyarakat," katanya.

Untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan para Ketua RT/RW, Agung mengungkapkan rencana menggelar retreat atau malam keakraban. Kegiatan tersebut akan menjadi forum diskusi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi di masing-masing wilayah sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan pengurus lingkungan.

"Saya tidak ingin menjadi pejabat yang hanya dihormati dari jauh. Saya ingin berada di tengah-tengah RT/RW dan masyarakat. Karena itu saya juga akan ikut bermalam bersama RT/RW dalam kegiatan nanti," ujarnya.

Selain itu, Pemerintah Kota Pekanbaru juga akan meningkatkan kesejahteraan Ketua RT dan RW melalui pembayaran insentif yang tepat waktu. Bahkan, ke depan pemerintah juga mengupayakan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR).

"Insya Allah, bukan hanya insentif yang dibayarkan tepat waktu, tetapi kami juga sudah memikirkan agar RT/RW nantinya mendapatkan THR," ungkapnya yang disambut tepuk tangan peserta.

Tidak hanya itu, Pemko Pekanbaru juga berencana menyiapkan seragam baru dan pelatihan bagi para Ketua RT dan RW agar semakin siap menjalankan tugas sebagai ujung tombak pelayanan pemerintahan.

Pada kesempatan yang sama, Agung turut menyoroti pentingnya peran Dasawisma sebagai garda terdepan dalam mendukung program TP PKK di tingkat lingkungan. Menurutnya, Dasawisma memiliki peran strategis dalam pendataan keluarga, pemberdayaan masyarakat, hingga mendukung keberhasilan berbagai program pemerintah.

Pemerintah Kota Pekanbaru bersama TP PKK, lanjutnya, akan terus memberikan pembinaan serta dukungan kepada Dasawisma, bahkan menyiapkan penghargaan bagi kelompok Dasawisma yang aktif dan berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka.

Sementara itu, Camat Pekanbaru Kota Pondris Wandri, S.Pd., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa proses pemilihan Ketua RT dan RW telah dilaksanakan sesuai Peraturan Daerah Kota Pekanbaru dan Peraturan Wali Kota Pekanbaru Nomor 48 Tahun 2025 tentang Pedoman Pemilihan, Pengesahan, dan Pengukuhan Ketua RT dan RW.

Dari hasil pemilihan tersebut ditetapkan 44 Ketua RT dan 19 Ketua RW, sehingga total 63 Ketua RT/RW dikukuhkan. Mereka berasal dari enam kelurahan di Kecamatan Pekanbaru Kota, yakni Kelurahan Tanah Datar, Kota Baru, Simpang Empat, Kota Tinggi, Sumahilang, dan Sukaramai. Selain itu, sebanyak 60 Ketua Dasawisma juga resmi dikukuhkan.

Pondris berharap seluruh pengurus yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta menjadi penggerak pembangunan di lingkungan masing-masing.

"Kami mengucapkan selamat kepada seluruh Ketua RT, Ketua RW, dan Ketua Dasawisma yang telah dikukuhkan. Semoga amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan baik, membawa kemajuan, ketertiban, dan kesejahteraan bagi masyarakat Kecamatan Pekanbaru Kota," ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para Ketua RT dan RW yang telah mengakhiri masa pengabdiannya.

"Terima kasih kepada seluruh Ketua RT dan RW yang telah mengabdi dengan penuh keikhlasan. Semoga segala pengabdian yang telah diberikan menjadi amal ibadah di sisi Allah SWT," tutup Pondris.