Suasana haru, syukur, dan penuh kebahagiaan menyelimuti kedatangan jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) BTH 09 asal Kabupaten Bengkalis dan Kota Pekanbaru di Kota Suci Makkah Al-Mukarramah, Minggu (10/5/2026).
Setelah menempuh perjalanan darat dari Madinah Al-Munawwarah, rombongan jemaah tiba di Makkah sekitar pukul 01.30 WAS dalam keadaan selamat dan sehat. Kedatangan jemaah disambut penuh rasa syukur karena seluruh proses perjalanan berlangsung lancar.
Berdasarkan laporan Ketua Kloter BTH 09, H. Agus Saputera, jemaah bertolak dari Madinah pada Sabtu (9/5/2026) pukul 17.00 WAS dan tiba di Makkah keesokan harinya dengan kondisi jemaah secara umum dalam keadaan baik. Petugas kloter langsung mengarahkan jemaah menuju hotel masing-masing agar dapat beristirahat sebelum melaksanakan umrah wajib.
“Alhamdulillah seluruh proses perjalanan berjalan lancar. Jemaah tiba dengan selamat dan langsung menempati hotel yang telah disiapkan. Saat ini jemaah mulai mempersiapkan diri untuk melaksanakan umrah wajib,” ujar Agus Saputera.
Pada musim haji tahun 1447 H/2026 M ini, jemaah Kloter BTH 09 menempati dua hotel di wilayah Syisyah, yakni Hotel Talal Al Ghadir (201) dan Hotel Safa Al Murjan (202). Sebanyak 441 jemaah telah berada di Makkah dan secara bertahap menuntaskan pelaksanaan umrah wajib di Masjidil Haram.
Hingga menjelang waktu Zuhur, sebanyak 412 jemaah berhasil menyelesaikan rangkaian umrah wajib dengan lancar. Dalam pelaksanaannya, petugas memberikan perhatian khusus kepada jemaah lanjut usia, risiko tinggi (risti), dan disabilitas agar tetap dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan aman.
Sebanyak 24 jemaah melaksanakan umrah menggunakan fasilitas kereta golf di area tawaf dan sa’i. Pendampingan ibadah dipandu langsung oleh Pembimbing Ibadah Kloter, Ust. H. Suryandi, guna memastikan seluruh rukun dan wajib umrah terlaksana sesuai syariat meskipun dalam keterbatasan fisik.
Selain itu, melalui Layanan Khusus Disabilitas PPIH Arab Saudi Sektor 2 Syisyah, sebanyak 32 jemaah lansia dan risiko tinggi diberangkatkan pada pukul 22.00 WAS untuk melaksanakan umrah menggunakan bantuan kursi roda. Seluruh proses pendorongan kursi roda dilakukan oleh tenaga resmi yang tersertifikasi oleh otoritas Arab Saudi demi menjamin keamanan dan kenyamanan jemaah.
H. Agus Saputera menyampaikan bahwa pelayanan kepada jemaah lansia dan disabilitas menjadi prioritas petugas kloter sebagai bentuk komitmen menghadirkan layanan haji yang inklusif dan ramah jemaah.
“Alhamdulillah, biiznillah, seluruh jemaah lansia yang menggunakan kursi roda telah berhasil melaksanakan umrah wajib dengan selamat. Ini adalah komitmen kami untuk memastikan jemaah disabilitas mendapatkan hak ibadah yang sama dengan pelayanan terbaik,” ungkapnya.
Sementara itu, dua orang jemaah dilaporkan masih menjalani perawatan di German Hospital Madinah sehingga belum dapat bergabung bersama rombongan di Makkah. Petugas terus melakukan koordinasi dan pendampingan terhadap jemaah yang sakit.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau Defizon mengimbau seluruh jemaah untuk tetap menjaga kesehatan.
*Mengingat kondisi cuaca di Arab Saudi cukup ekstrem dengan suhu mencapai 40 hingga 47 derajat Celsius. Jemaah diminta rutin mengonsumsi air putih, menggunakan alat pelindung diri seperti payung dan masker, serta membatasi aktivitas di luar hotel apabila tidak ada kepentingan ibadah".
Keberhasilan pelaksanaan umrah wajib bagi jemaah BTH 09 menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat Riau, khususnya keluarga jemaah di tanah air. Seluruh petugas dan jemaah berharap doa dari masyarakat agar seluruh rangkaian ibadah haji hingga puncak Arafah diberikan kemudahan, kesehatan, dan kelancaran oleh Allah SWT.
Post A Comment:
0 comments:
Berikan Komentar Terbaik Anda yang Mencerminkan Kredibilitas Anda Untuk Kemajuan NKRI yang Kita Cintai