TRENDING NOW

PEKANBARU - KontrasRiau.com - 
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, S.IP., M.Si., memberikan klarifikasi terkait isu dugaan pemotongan gaji Tenaga Harian Lepas (THL) sebesar Rp60 ribu hingga kabar pemotongan satu bulan gaji yang sempat beredar di kalangan pekerja.

Menurut Reza, informasi tersebut perlu diverifikasi secara menyeluruh agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Kalau memang ada informasi seperti itu, tentu harus kita cek. Saya sendiri belum menerima laporan resmi soal pemotongan satu bulan gaji. Dengan adanya informasi ini, justru bisa kita klarifikasi secara terbuka,” ujarnya. ( Sabtu 21/2/2026)

*Penyesuaian Sistem, Bukan Pemotongan*

Reza menjelaskan, sistem penggajian tenaga kebersihan selama ini mengacu pada Standar Biaya Umum (SBU) pemerintah daerah. Namun, seiring adanya regulasi terbaru terkait penataan tenaga non-ASN, pemerintah kota melakukan penyesuaian skema kerja.

Ia menegaskan, perubahan sistem ini bukan kebijakan sepihak DLHK, melainkan kebijakan Pemerintah Kota yang berlaku juga di OPD lain yang memiliki kegiatan serupa.

“Ini bukan hanya berlaku di dinas kami. OPD lain yang memiliki kegiatan sejenis juga mengikuti pola yang sama. Jadi bukan kebijakan khusus DLHK,” jelasnya.

Jika sebelumnya tenaga menerima sistem bulanan, maka mulai 2025 akan diterapkan skema pembayaran harian. Hal ini dilakukan agar pembayaran disesuaikan dengan jumlah hari kerja dalam satu bulan.

“Pertimbangannya supaya sesuai dengan jumlah hari kerja, apakah 28, 29, 30, atau 31 hari. Jadi bukan ada pemotongan, tetapi penyesuaian sistem pembayaran,” terangnya.

Ia juga mengakui bahwa pemerintah daerah saat ini tidak lagi diperbolehkan merekrut tenaga dengan skema THL seperti sebelumnya. Namun, pihaknya berupaya tidak serta-merta memberhentikan tenaga yang sudah lama bekerja dan memiliki kinerja baik.

“Kita tidak ingin memberhentikan orang yang sudah lama bekerja dan serius. Tapi kita juga harus mengikuti aturan negara,” katanya.

*Mekanisme Tender dan Penganggaran*

Terkait pertanyaan publik mengapa jasa kebersihan ditenderkan kepada pihak ketiga, Reza menyebut hal tersebut mengikuti mekanisme pengadaan barang dan jasa pemerintah sesuai aturan.

“Penunjukan atau tender itu ada prosedurnya. Tidak serta-merta menunjuk tanpa dasar. Semua mengikuti aturan pengadaan,” tegasnya.

Secara struktur, tenaga kebersihan berada di bawah dinas teknis. Namun penganggaran tetap melalui sistem keuangan daerah yang terintegrasi dengan perangkat daerah pengelola keuangan.

“Yang punya personel memang dinas. Tapi struktur anggarannya tetap melalui mekanisme pengelolaan keuangan daerah. Jadi saling berkaitan,” jelasnya.

Ia memastikan anggaran gaji tenaga kebersihan tetap melekat pada dinas teknis yang menaungi.

*Penanganan TPA dan Overkapasitas*

Selain soal tenaga kebersihan, Reza juga menyinggung kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang saat ini menghadapi persoalan overkapasitas serta akses jalan yang rusak.

Menurutnya, pemerintah kota sedang melakukan pembenahan bertahap, termasuk penyiapan zona baru untuk mengurangi penumpukan di area lama.

“Memang TPA ini sudah lama seharusnya ditata lebih optimal. Sekarang proses itu sedang berjalan. Sudah ada zona baru di bagian atas untuk mengurangi beban di lokasi lama,” ungkapnya.

Ia mengakui faktor cuaca turut menjadi kendala dalam operasional di lapangan, terutama saat hujan.

Reza menegaskan bahwa kritik dan pertanyaan yang muncul justru menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah kota.

“Kalau kami terlihat tegas dalam menjelaskan, itu karena ada hal yang memang harus kami sampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman. Semua ini sedang kita benahi bersama,” pungkasnya. (Tim)
PEKANBARU - KontrasRiau.com - 
Selain mengerjakan pembangunan fisik, Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0301/Pekanbaru terus menunjukkan kepedulian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di lokasi kegiatan TMMD. Salah satunya melalui kegiatan nonfisik berupa penyuluhan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang digelar untuk masyarakat di Kelurahan Tuah Negeri, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Minggu (22/2/2026).

Bertempat di Aula PAUD Sabar, suasana penyuluhan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Personel Satgas TMMD tampak membaur dengan warga, berdialog ringan namun sarat makna. Warga diajak memahami dampak Karhutla terhadap kesehatan, lingkungan, hingga perekonomian keluarga. Lebih dari sekadar menyampaikan materi, Satgas TMMD berupaya menumbuhkan kesadaran bersama bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab semua pihak.
Dansatgas TMMD ke-127 Kodim 0301/Pekanbaru Kolonel Inf Ikhsanuddin, S.Sos., M.M., melalui Dan SSK Lettu Kav Heri Kurniawan menyampaikan bahwa kegiatan nonfisik seperti penyuluhan Karhutla merupakan bagian penting dari program TMMD. Menurutnya, pembangunan tidak hanya soal memperbaiki rumah atau infrastruktur, tetapi juga membangun pola pikir dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar.

“Kalau masyarakat paham risikonya, insyaallah pencegahan bisa dilakukan sejak dini. Ini upaya kecil, tapi dampaknya besar untuk masa depan,” ujarnya.
Warga yang hadir menyambut kegiatan ini dengan antusias. Banyak di antara mereka yang aktif bertanya seputar cara pencegahan Karhutla, langkah yang harus dilakukan saat menemukan titik api, serta peran warga dalam menjaga lingkungan sekitar tempat tinggal.
Bagi warga, kehadiran Satgas TMMD bukan hanya membawa pembangunan fisik, tetapi juga rasa aman dan perhatian yang nyata.

Melalui kegiatan ini, Satgas TMMD berharap tumbuh kesadaran kolektif di tengah masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Dengan semangat kebersamaan, TMMD ke-127 ingin meninggalkan jejak bukan hanya berupa bangunan, tetapi juga nilai kepedulian yang hidup di tengah warga Tuah Negeri.
PEKANBARU, KODIM 0301/Pekanbaru - KontrasRiau.com - Selain melaksanakan pembangunan fisik, Satuan Tugas (Satgas) TMMD ke-127 Kodim 0301/Pekanbaru juga terus mengoptimalkan kegiatan non fisik sebagai upaya membangun kualitas sumber daya manusia di lokasi TMMD. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah penyuluhan kesehatan bagi masyarakat di Kelurahan Tuah Negeri, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Sabtu (21/2/2026).

Kegiatan penyuluhan kesehatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, yakni Ibu Dila Marwati. Penyuluhan dilaksanakan di PAUD Sabar, Jalan Bukit Jamin RT 002 RW 004, dan diikuti oleh warga setempat dengan penuh antusias.
Dalam penyuluhan tersebut, warga diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat, terutama di lingkungan keluarga. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya kebersihan lingkungan, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pencegahan penyakit, serta pola makan sehat yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terlebih di bulan Ramadhan.

Dansatgas TMMD ke-127 Kodim 0301/Pekanbaru Kolonel Inf Ikhsanuddin, S.Sos., M.M., melalui Dan SSK Lettu Kav Heri Kurniawan menyampaikan bahwa kegiatan non fisik seperti penyuluhan kesehatan ini menjadi bagian penting dari program TMMD. Menurutnya, pembangunan tidak hanya diukur dari berdirinya infrastruktur, tetapi juga dari meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat.

“Melalui kegiatan non fisik TMMD, kami ingin menghadirkan manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Penyuluhan kesehatan ini diharapkan mampu menambah wawasan warga agar lebih peduli terhadap kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan. Sehat itu modal utama untuk membangun kehidupan yang lebih baik,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan, kehadiran Satgas TMMD di tengah masyarakat bukan sekadar untuk membangun fisik, tetapi juga membangun kedekatan emosional, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong. Dengan adanya interaksi langsung antara TNI, instansi terkait, dan warga, diharapkan terjalin sinergi yang kuat dalam menciptakan lingkungan desa yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

Sementara itu, Ibu Desy yang mengikuti kegiatan penyuluhan mengaku senang dan terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Selain mendapatkan ilmu baru tentang kesehatan, mereka juga merasa diperhatikan dan dilibatkan secara langsung dalam rangkaian kegiatan TMMD ke-127 Kodim 0301/Pekanbaru.

Kegiatan penyuluhan kesehatan ini menjadi salah satu bukti bahwa program TMMD tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kesadaran, pengetahuan, serta kualitas hidup masyarakat di lokasi sasaran TMMD.
PEKANBARU - KontrasRiau.com - 
Komandan Korem (Danrem) 031/Wira Bima, Brigjen TNI Dr Agustatius Sitepu, S.Sos., M.Si., M.Han melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Kantor Klasis Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Riau-Sumbar, Jumat (20/2/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antara TNI dan tokoh agama dalam rangka menjaga stabilitas serta mendukung pembangunan di Provinsi Riau. Turut hadir dalam kegiatan itu Ketua Persit KCK Koorcab Rem 031/WB.
Kehadiran Danrem dan rombongan disambut langsung oleh Ketua Klasis GBKP Riau-Sumbar, Pdt Soni Petrus Sembiring, PS.Th., M.Div, beserta jajaran pengurus klasis dan perwakilan runggun se-Klasis Riau-Sumbar.

Dalam sambutannya, Brigjen TNI Dr Agustatius Sitepu berharap GBKP dapat berkontribusi secara langsung dalam mendukung pembangunan serta menjaga kedamaian di Provinsi Riau. Ia menegaskan pentingnya peran tokoh agama dalam menciptakan suasana yang kondusif di tengah masyarakat.

“Kami berharap sinergi antara TNI dan gereja terus terjalin erat. Peran tokoh agama sangat strategis dalam menjaga persatuan, memperkuat moral masyarakat, serta mendukung tugas-tugas TNI di wilayah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Klasis GBKP Riau-Sumbar menyampaikan apresiasi atas kunjungan Danrem 031/WB. Ia menegaskan bahwa GBKP siap mendukung tugas-tugas TNI, terutama dalam menjaga situasi wilayah agar tetap aman dan damai.

Sebagai bentuk penghormatan dan doa, Ketua Klasis juga menyerahkan Manuk (Ayam) Sankep Geluh kepada Danrem 031/WB. Pemberian tersebut merupakan simbol doa dan harapan agar Danrem dapat mengemban tugas dengan baik, lancar, serta senantiasa diberikan kekuatan dan perlindungan dalam menjalankan amanah.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai wujud komitmen bersama dalam memperkuat sinergi demi terciptanya keamanan dan kedamaian di Riau.
ROHIL - KontrasRiau.com - 
Tepat pada 20 Februari 2026, genap satu tahun kepemimpinan Bupati Rokan Hilir H. Bistamam dan Wakil Bupati Jhony Charles sejak dilantik oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada 20 Februari 2025 di Istana Kepresidenan. 

Dalam kurun waktu 365 hari, pasangan kepala daerah periode 2025–2030 ini menapakkan langkah pembangunan yang terarah dengan fokus pada infrastruktur, pelayanan dasar, penguatan ekonomi kerakyatan, hingga tata kelola pemerintahan yang lebih profesional.

H. Bistamam, yang lahir di Rantau Bais, Tanah Putih, pada 14 Agustus 1949, dikenal sebagai tokoh senior dengan pengalaman panjang di bidang usaha dan pengabdian masyarakat. 

Sementara Wakil Bupati Jhony Charles, kelahiran Ujung Tanjung, 27 April 1983, merupakan figur muda dengan latar belakang pendidikan manajemen dan pengalaman organisasi yang kuat. 

Kombinasi pengalaman dan energi pembaruan ini menjadi fondasi kepemimpinan yang saling melengkapi.

Sejak awal masa jabatan, Bistamam–Jhony Charles menegaskan visi mewujudkan Rokan Hilir yang bermarwah, maju, sejahtera, beriman dan berbudaya. 

Fokus utama diarahkan pada pembenahan infrastruktur sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah. 

Perbaikan jalan penghubung antar kecamatan, normalisasi drainase dan pengerukan sungai untuk mengurangi banjir, hingga rencana pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) pemeliharaan jalan dan jembatan di beberapa wilayah menjadi langkah konkret yang dijalankan sepanjang tahun pertama.

Pembangunan infrastruktur tersebut bertujuan memperlancar mobilitas masyarakat, memperkuat distribusi hasil pertanian dan perikanan, serta membuka akses ekonomi ke daerah-daerah yang sebelumnya sulit dijangkau. 

Pemerintah daerah juga melakukan konsolidasi birokrasi melalui pelantikan pejabat administrator, camat, hingga kepala fasilitas layanan publik guna memastikan roda pemerintahan berjalan efektif dan responsif.

Di sektor kesehatan, Pemkab Rohil melakukan penguatan manajemen pelayanan dengan penataan kepala puskesmas dan optimalisasi layanan jaminan kesehatan masyarakat melalui program Universal Health Coverage (UHC). 

Upaya ini ditujukan agar masyarakat di seluruh kecamatan memperoleh akses pelayanan kesehatan yang lebih merata dan berkualitas.

Sementara di bidang pendidikan, pemerintah daerah mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penataan tenaga pendidik, pembenahan sarana prasarana sekolah, serta penjajakan pembangunan fasilitas pendidikan tinggi dan pusat ekonomi rakyat.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing generasi muda Rohil.

Dalam aspek ekonomi, kepemimpinan Bistamam–Jhony Charles menitikberatkan pada penguatan ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan. 

Dukungan terhadap UMKM, sinergi lintas sektor termasuk dengan TNI dalam program pangan, serta dorongan kemandirian desa menjadi agenda prioritas untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Selain pembangunan fisik dan pelayanan publik, satu tahun kepemimpinan ini juga diwarnai sejumlah capaian prestisius di tingkat nasional. 

Bupati H. Bistamam dianugerahi penghargaan Top Pembina BUMD 2025 dalam ajang Top BUMD Awards sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan Badan Usaha Milik Daerah. 

Pada ajang yang sama, PT. BPR Rokan Hilir (Perseroda) meraih penghargaan Top BUMD Awards Bintang 4, Top CEO BUMD 2025, serta Golden Champion 2025. 

Deretan penghargaan tersebut menjadi indikator bahwa tata kelola BUMD di Rokan Hilir dinilai mampu menunjukkan kinerja dan profesionalisme yang baik di tingkat nasional.

Penghargaan tersebut bukan sekadar simbol prestasi, melainkan refleksi dari upaya pembenahan manajemen dan sinergi antara pemerintah daerah dan perusahaan daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Memasuki tahun kedua kepemimpinan, tantangan pembangunan masih terbentang luas, mulai dari pemerataan infrastruktur hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok daerah. 

Namun, satu tahun pertama telah menjadi fondasi awal yang memperlihatkan arah pembangunan yang lebih terstruktur dan berorientasi pada pelayanan publik.

Dengan komitmen kolaborasi, pengalaman kepemimpinan, serta semangat pembaruan, Bupati H. Bistamam dan Wakil Bupati Jhony Charles diharapkan terus membawa Kabupaten Rokan Hilir melangkah maju, menjaga nilai-nilai kemarwahan daerah, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Editor: Redaksi / ST
JAKARTA - Kemenag RI - KontrasRiau.com - 
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kebijakan penyaluran zakat yang dikaitkan dengan Makan Bergizi Gratis (MBG). Thobib memastikan penyaluran zakat dilakukan sesuai dengan ketentuan Syariat. Zakat yang dihimpun disalurkan, pada delapan _ashnaf_ (golongan) sebagaimana diatur dalam Surat Al-Taubah ayat 60. 

Delapan _ashnaf_ itu terdiri atas: fakir (orang yang tidak memiliki harta dan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan dasar), miskin (orang yang punya pekerjaan tapi hasilnya tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari), amil (petugas yang sesuai dengan ketentuan ditetapkan sebagai pengelola zakat), muallaf (orang yang baru masuk Islam), riqab (hamba sahaya), gharimin (orang yang terlilit hutan), fisabilillah (orang yang berjuang di jalan Allah), dan ibnu sabil (orang yang dalam perjalanan).

“Tidak ada kebijakan zakat untuk MBG. Kami pastikan penyaluran zakat dilakukan sesuai Syariat dan peraturan perundang-undangan. Zakat diperuntukkan bagi delapan golongan _ashnaf_ sebagaimana tercantum dalam QS. At-Taubah ayat 60 serta diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Prinsip ini menjadi landasan utama dalam tata kelola zakat nasional,” tegas Thobib Al Asyhar di Jakarta, Jumat (20/2/2026).

Menurut Thobib, dalam Pasal 25 UU No 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, diatur bahwa zakat wajib didistribusikan kepada mustahik sesuai dengan syariat Islam. Mustahik adalah orang yang berhak menerima zakat. Sementara pada pasal 26, ditegaskan bahwa pendistribusian zakat, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25, dilakukan berdasarkan skala prioritas dengan memperhatikan prinsip pemerataan, keadilan, dan kewilayahan.

“Zakat adalah amanah umat yang harus dijaga dan disalurkan sesuai ketentuan Syariat. Hak para mustahik adalah prioritas dalam setiap kebijakan pengelolaan dana zakat,” lanjutnya.

Thobib juga menegaskan bahwa pengelolaan zakat dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel melalui lembaga resmi yang diawasi dan diaudit secara berkala, baik melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) maupun Lembaga Amil Zakat (LAZ).

“Saya mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakatnya pada lembaga pengelola zakat yang memiliki izin resmi dari pemerintah, baik Baznas maupun LAZ. Untuk akuntabilitas, kinerja mereka juga diaudit oleh auditor independen secara berkala,” tandasnya.