TRENDING NOW

PEKANBARU - KontrasRiau.com - 
Puluhan pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, bakal jalani pelantikan di Komplek Perkantoran Pemerintah, Tenayan Raya, Jumat (30/1/2026) sore.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar direncanakan bakal melantik dan mengambil sumpah jabatan puluhan pejabat administrator dan pejabat pengawas ini.

Dijadwalkan pelantikan berlangsung pukul 16.00 WIB. Ada sekitar 20 orang lebih yang bakal jalani pelantikan.

"Jam empat nanti, sekitar 20-an orang lah eselon III dan IV," kata Kepala BKPSDM Kota Pekanbaru, Samto saat dikonfirmasi, Jumat siang.

Samto tidak merinci ASN yang dilantik untuk menduduki posisi-posisi mana saja. Namun, dari informasi yang dihimpun mayoritas mereka ditempatkan pada Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru dan beberapa OPD lainnya. (Kominfo8/RD2)
PEKANBARU - KontrasRiau.com - 
Untuk memastikan penempatan tenaga PPPK Paruh Waktu di tiap RW berjalan sesuai dengan yang diharapkan, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Bagian Tata Pemerintahan akan melakukan monitoring dan evaluasi.

Hal ini disampaikan Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru, Ardiansyah Eka Putra, Jumat (30/1/2026).

"Kita sudah persiapan. Makanya di dua kecamatan ini kita melakukan penugasan dulu. Nantik dari situ kita tau bagaimana tugas dan perannya (PPPK Paruh Waktu) seperti apa. Makanya perlu monitoring dan evaluasi. Supaya nantik bisa running di kecamatan lain," terang Kabag Tapem yang akrab disapa Yayan.

Dijelaskan Yayan, PPPK Paruh Waktu ditugaskan disetiap RW dalam jangka waktu tertentu.

"Mereka bukan pindah (dari OPD). Tetapi mereka ditugaskan dalam jangka waktu tertentu. Ditugaskan sebagai tenaga di RW untuk updating data dan membantu lurah dan camat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat," ujarnya.

Diketahui, sebanyak 770 tenaga PPPK Paruh Waktu yang sebelumnya bertugas di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan ditugaskan di tiap RW dalam mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan dari pemerintah kota.

Sebelumnya, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdako Pekanbaru, Syamsuir menyampaikan, pada awal Februari 2026, tenaga PPPK Paruh Waktu sudah ditempatkan di setiap RW didua kecamatan.

"Awal Februari rencananya akan kita lepas anak-anak PPPK Paruh Waktu untuk kita kirim satu orang satu RW. Untuk tahap pertama ini dua kecamatan dulu, Kecamatan Bina Widya sama Kecamatan Sail. Satu RW satu ASN kita," terang Syamsuir kepada, Kamis (22/1/2026).

"Nanti dalam perjalanannya kita lihat, kan ada juga RW ini yang jumlah KK nya banyak kan, nantik barang kali kita perbantukan lagi (PPPK Paruh Waktu) yang lainnya. Yang jelas untuk tahap pertama ini nanti satu RW itu hanya satu ASN/PPPK," ujarnya.

Menurut Syamsuir, seluruh OPD sudah mengajukan data PPPK Paruh Waktu yang akan ditugaskan di tiap RW.

Ditempat berbeda, Kepala BKPSDM Kota Pekanbaru, Samto, memastikan, seluruh OPD sudah mengajukan nama-nama PPPK Paruh Waktu yang akan ditempatkan disetiap RW.

"Nama-nama sudah masuk dari seluruh OPD. Jumlah yang dibutuhkan 770 personil sesuai dengan jumlah RW. Untuk saat ini masih berproses dan sudah terpenuhi 60 persen kebutuhan," terang Samto.

"Proses pengiriman data dari OPD sudah berlangsung, sekaligus OPD melakukan verifikasi terhadap personel yang akan ditempatkan sesuai dengan domisili masing-masing," tutupnya.(Kominfo9/rd3)

PEKANBARU - KontrasRiau.com - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, mendorong sekolah di wilayah setempat khususnya tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) untuk menggalakkan penghijauan.

Selain untuk menyukseskan program Green City atau Kota Hijau, penanaman pohon di lingkungan sekolah juga untuk menciptakan suasana yang asri, aman dan nyaman bagi peserta didik.

“Sehingga anak-anak kita merasa lebih nyaman saat berada di sekolah,” kata Wakil Walikota (Wawako) Pekanbaru H Markarius Anwar ST M.Arch, usai launching penanaman pohon di SMPN 44 Palas, Kecamatan Rumbai, Jumat (30/1/2026).

Disampaikannya, saat ini masih ada sebagian sekolah khususnya sekolah yang baru beroperasi yang minim penghijauan.

“Sekolah baru ini terasa masih gersang, sehingga perlu dilakukan penanaman pohon,” pintanya.

Dalam menggalakkan penghijauan ini, lanjut Wawako Markarius, ia menyarankan agar sekolah mengutaman menanam pohon buah.

“Jadi, saya sarankan untuk menanam tanaman buah. Nanti juga ada dampaknya terhadap ketersediaan pangan juga. Kemudian anak-anak juga bisa memetik buahnya, dan ini kan bagus,” tutupnya. (**)

PEKANBARU - KontrasRiau.com - Salah satu Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di Jalan Tuanku Tambusai, dibongkar Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, Rabu (28/1/2026) malam.

Bangunan JPO yang berada tepat di depan Pusat Perbelanjaan Hawaii ini, dibongkar karena dinilai sudah tidak layak dan tidak terpakai.

Pembongkaran dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru, bersama Dinas PUPR. Pembongkaran ini dipimpin langsung oleh Pj Sekda Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut.

Petugas gabungan mulai membongkar tiang bangunan dasar JPO yang terbuat dari beton ini, dibantu sejumlah peralatan dan alat berat.

“Ini bagian dari upaya merapikan kota, terutama di jalan-jalan protokol. Untuk memperindah estetika kota,” kata Pj Sekda di lokasi pembongkaran JPO.

Pembongkaran material ini dikatakan Ingot, diperkirakan memakan waktu hingga tiga hari. Pada malam ini pekerjaan dimulai dengan pembongkaran atap.

Kemudian dihari selanjutnya akan dilanjutkan dengan pembongkaran material lantai, hingga tiang JPO.

“Kita gunakan alat berat nanti, supaya tidak merusak jalan,” ulas Ingot.

Selama pekerjaan pembongkaran berlangsung, arus lalulintas dialihkan menjadi buka tutup di kawasan tersebut. Pekerjaan bakal berlangsung hingga subuh. (**)

PEKANBARU – KontrasRiau.com - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru resmi menerapkan Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai sistem pengembangan karier dan pengisian jabatan. Kebijakan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat reformasi birokrasi serta memastikan penempatan ASN dilakukan berdasarkan kompetensi dan kinerja.

“Penerapan Manajemen Talenta tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya penguatan sistem merit dalam tata kelola pemerintahan. Melalui sistem ini, pengembangan karier ASN tidak lagi bergantung pada mekanisme penilaian konvensional,” kata Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Selasa (27/1/2026).

Melainkan, sistem berbasis pemetaan talenta yang objektif, terukur, dan transparan. Kebijakan ini dilaksanakan setelah Pemko Pekanbaru memperoleh persetujuan resmi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Persetujuan tersebut tertuang dalam Keputusan Kepala BKN Nomor 68 Tahun 2026 tentang Persetujuan Penerapan Manajemen Talenta di Lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru. Persetujuan BKN diberikan setelah dilaksanakannya rapat ekspose antara BKN dan Tim Manajemen Talenta Pemko Pekanbaru pada 23 Januari 2026.

“Dalam keputusan itu, BKN menyetujui Manajemen Talenta sebagai dasar pengembangan karier dan mobilitas jabatan ASN di lingkungan Pemko Pekanbaru,” ujar Agung.

Dengan diterapkannya sistem ini, pengisian jabatan dilakukan berdasarkan hasil pemetaan talenta ASN yang mengedepankan prinsip sistem merit. Proses tersebut dilaksanakan secara objektif, terencana, terbuka, tepat waktu, dan akuntabel, serta bebas dari intervensi politik dan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

“Pemko Pekanbaru tercatat sebagai pemerintah daerah pertama di Provinsi Riau yang menerapkan Manajemen Talenta ASN secara resmi. Dalam pelaksanaannya, pemko tetap berkoordinasi dengan BKN serta melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala. Hal ini guna memastikan penerapan sistem berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” sebut Agung. (Kominfo11/RD5)

PEKANBARU - KontrasRiau.com - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, akan bergerak cepat memperbaiki jalan rusak yang jadi target perbaikan di awal 2026 ini.

Wakil Walikota (Wawako) Pekanbaru H Markarius Anwar ST M.Arch mengatakan, perbaikan segera terhadap ruas jalan yang alami kerusakan merupakan arahan langsung dari Walikota H Agung Nugroho SE MM.

“Pak wali maunya kita cepat laksanakan. Lebih awal lebih bagus,” ungkapnya, Selasa (27/1/2026).

Saat ini, sebut Wawako Markarius, proses perbaikan jalan rusak tersebut masih menunggu evaluasi APBD 2026 senilai Rp3,049 dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.

“Kita nunggu evaluasi turun dulu, evaluasi APBD kita kan belum turun. Setelah evaluasi turun, tentu kita segera (lakukan perbaikan terhadap jalan rusak),” ucapnya.

Menjelang selesainya evaluasi APBD 2026, lanjut Wawako Markarius, pemerintah kota sudah memerintahkan ke Dinas PUPR setempat untuk segera mempersiapkan administrasi yang diperlukan.

“Kita sudah sampaikan ke dinas (PUPR), jangan nunggu akhir tahun (baru dikerjakan). Begitu evaluasi turun, uangnya ada, kerjakan,” tutupnya.

Seperti diketahui, Pemko Pekanbaru di awal 2026 ini menargetkan memperbaiki sebanyak 17 ruas jalan rusak. Belasan ruas jalan yang jadi target perbaikan ini merupakan jalan-jalan strategis yang ramai dilintasi warga.