TRENDING NOW

MAKKATUL MUKARRAMAH - KONTRASRIAU.COM - 
Alhamdulillah, seluruh Jamaah Haji asal Kabupaten Kampar telah berhasil melaksanakan rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) dengan aman, tertib, dan lancar. Saat ini para jamaah telah kembali berada di Makkatul Mukarramah untuk melanjutkan rangkaian ibadah, di antaranya melaksanakan tawaf serta berbagai ibadah sunnah di Masjidil Haram.

Petugas Haji Daerah (PHD) Bidang Kesehatan Kabupaten Kampar, Ns. Rita Yulita, S.Kep, Senin (01/06), mengatakan bahwa pihaknya bersama tim kesehatan terus melakukan pemantauan serta pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh jamaah guna memastikan kondisi mereka tetap prima dalam menjalankan ibadah.

"Alhamdulillah, setelah menjalani rangkaian ibadah Armuzna, kondisi jamaah haji Kampar secara umum dalam keadaan sehat walafiat. Tim kesehatan terus melakukan pemantauan dan memberikan pelayanan kesehatan kepada jamaah yang membutuhkan," ujar Rita Yulita.

Menurutnya, pelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina yang merupakan puncak dari ibadah haji dapat dijalani oleh jamaah Kampar dengan baik. Dukungan petugas kloter, tenaga kesehatan, serta kedisiplinan jamaah dalam menjaga kondisi fisik menjadi faktor penting dalam kelancaran pelaksanaan ibadah tersebut.

"Usai melaksanakan ibadah besar di Armuzna, jamaah haji Kampar kini fokus melaksanakan tawaf, memperbanyak ibadah sunnah, zikir, doa, serta memanfaatkan kesempatan beribadah di Masjidil Haram," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kampar, H. Dirhamsyah, M.Sy, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan ibadah haji yang dijalani jamaah asal Kabupaten Kampar hingga saat ini.

Ia menjelaskan bahwa seluruh petugas haji terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah, baik dalam aspek pembinaan ibadah, pelayanan kesehatan, maupun pendampingan selama berada di Tanah Suci.

"Alhamdulillah, jamaah haji Kampar dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah Armuzna dengan baik. Saat ini mereka telah kembali ke Makkah dan sedang melaksanakan tawaf serta ibadah lainnya. Kami terus mengingatkan jamaah untuk menjaga kesehatan, memperbanyak minum air putih, mengatur waktu istirahat, dan tetap mengikuti arahan petugas," ungkap Dirhamsyah.

Dirhamsyah juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Kampar untuk terus mendoakan para jamaah agar senantiasa diberikan kesehatan, kemudahan dalam menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji, serta kembali ke tanah air dengan selamat dan memperoleh predikat haji yang mabrur.

"Semoga seluruh jamaah haji Kampar diberikan kekuatan dan kesehatan hingga selesai menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji, serta kembali ke kampung halaman dengan membawa keberkahan bagi diri, keluarga, masyarakat, dan daerah Kabupaten Kampar," tutupnya.
(Diskominfo Kampar/Pdy)
BANGKINANG KOTA - KONTRASRIAU.COM - 
Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar melalui Panitia Seleksi Terbuka (Panselter) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) tahun 2026 di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar mendapatkan apresiasi dari Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) DPRD Kabupaten Kampar Eko Sutrisno.

Pemerintah daerah kabupaten Kampar dibawah kepemimpinan Bupati Kampar H Ahmad Yuzar dan Wakil Bupati Kampar Dr Hj Misharti saat ini telah berjalan tahapan Selter JPTP tahun 2026 melalui Panitia Selter yang di Ketuai oleh Prof Dr H Ilyas Husti.

"Sebelumnya kami mengapresiasi  banyaknya minat ASN yang ingin berkontribusi untuk memajukan Kampar dan mengikuti Selter JPTP tahun 2026 yang dibuka oleh Pemda Kampar," ujar Eko saat diwawancarai, Senin (01/06/2026) pagi dari Bangkinang Kota.

Eko dalam kesempatan tersebut, berharap proses Seliter JPTP tahun 2026 yang dibuka oleh Pemda Kampar ini dapat berjalan sesuai harapan masyarakat kabupaten Kampar dan menghasilkan pejabat yang profesional, berintegritas dan loyalitas dalam bekerja.

"Harapan kami tentu, pada pelaksanaan kegiatan ini musti profesional dan mereka yang di pilih nanti tentu betul-betul kredibel, bekerja mengutamakan kepentingan masyarakat, serta bisa berkomunikasi aktif dengan legislatif, agar persoalan Kampar ini bisa kita cari solusi bersama," pungkasnya mengakhiri wawancara.

Sampai ini, Panselter JPTP tahun 2026 ini telah bekerja dan melaksanakan tes ujian seleksi Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural pada tanggal 25-26 Mei 2026, kemarin di Pekanbaru.

Selanjutnya tinggal menunggu pengumuman  hasil tes ujian seleksi Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural pada tanggal 02 Juni 2026 besok. Jika merujuk pada tahapan yang telah diumumkan pada saat pembukaan pendaftaran Selter JPTP tahun 2026 di Lingkungan Pemda Kampar.(Diskominfo Kampar /Arif)
JAKARTA - KONTRASRIAU.COM - 
Rumah Batik Serunai Kabupaten Kampar turut ambil bagian dalam ajang Gema Pemuda yang berlangsung pada 30 Mei hingga 1 Juni 2026 di Taman Lapangan Banteng, Jakarta. Keikutsertaan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan produk ekonomi kreatif khas Kampar kepada masyarakat luas.

Dalam pameran produk UMKM yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan Gema Pemuda, Rumah Batik Serunai menampilkan beragam produk unggulan, mulai dari kain batik khas Kampar, baju batik, kemeja batik, outer batik, vest batik, dress batik hingga selendang batik yang menampilkan motif-motif bernuansa budaya dan kearifan lokal Kampar.

Tidak hanya mengikuti pameran, Rumah Batik Serunai juga berpartisipasi dalam Fashion Show Batik Daerah Gema Pemuda yang digelar pada 30 Mei 2026. Penampilan berbagai koleksi batik khas Kampar tersebut berhasil menarik perhatian pengunjung dan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Rumah Batik Serunai sendiri didirikan oleh Ratna Waty dan Sari Indah Putri, dua perempuan kreatif yang memiliki komitmen kuat dalam melestarikan sekaligus mengembangkan batik khas Kampar sebagai identitas budaya daerah.

Founder Rumah Batik Serunai, Ratna Waty dan Sari Indah Putri, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan untuk tampil dalam ajang berskala nasional tersebut.

"Kami melihat betapa besarnya antusiasme masyarakat terhadap produk kreatif lokal di acara Gema Pemuda Jakarta. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan Batik Serunai agar semakin dikenal luas," ujar Ratna Waty didampingi Sari Indah Putri, Minggu (31/05/2026) di sela kegiatan Gema Pemuda di Jakarta.

Menurutnya, Batik Serunai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kebanggaan Kabupaten Kampar sekaligus penggerak ekonomi kreatif masyarakat.

"Dengan dukungan dan kebersamaan dari Pemerintah Daerah serta seluruh elemen masyarakat, kami berharap Batik Serunai dapat berkembang lebih pesat, membuka lapangan kerja baru bagi pemuda dan warga sekitar, serta menjadi salah satu sumber ekonomi kreatif yang mampu mengangkat nama baik Kabupaten Kampar di tingkat nasional bahkan internasional," tambahnya.

Keikutsertaan Rumah Batik Serunai dalam Gema Pemuda 2026 menjadi bukti bahwa kreativitas anak daerah mampu bersaing dan tampil sejajar di panggung nasional. Melalui karya-karya batik yang sarat nilai budaya, Rumah Batik Serunai terus berupaya menjaga warisan leluhur sekaligus menghadirkan inovasi yang sesuai dengan perkembangan zaman.(Diskominfo Kampar AJ)
BANGKINANG - KONTRASRIAU.COM - 
Penurunan harga pembelian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit oleh sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kampar. Kondisi tersebut dikeluhkan petani karena terjadi di tengah biaya produksi yang terus meningkat, sementara harga komoditas sawit di pasar internasional justru relatif stabil bahkan menunjukkan tren menguat.

Bupati Kampar melalui Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar Marahalim  menyampaikan bahwa berdasarkan perkembangan pasar global, harga minyak sawit mentah (CPO) internasional tidak mengalami penurunan yang signifikan. Bahkan dalam beberapa periode terakhir harga CPO dunia cenderung bergerak stabil dan sesekali mengalami penguatan seiring meningkatnya kebutuhan pasar global terhadap minyak nabati.

"Oleh karena itu, masyarakat mempertanyakan mengapa harga pembelian TBS di tingkat petani justru mengalami penurunan. Pertanyaan ini wajar muncul karena kondisi pasar internasional tidak menunjukkan adanya penurunan yang drastis," ujarnya.

Menurutnya, terdapat berbagai faktor yang menjadi pertimbangan perusahaan dalam menentukan harga pembelian TBS, seperti kebijakan tata niaga, biaya operasional pabrik, biaya logistik, kualitas bahan baku, hingga strategi pemasaran produk turunannya. Namun demikian, faktor-faktor tersebut harus tetap mengacu pada mekanisme penetapan harga yang telah ditetapkan pemerintah guna menjaga keseimbangan antara kepentingan industri dan kesejahteraan petani.

Pemerintah pusat sendiri terus melakukan pembenahan tata kelola perdagangan komoditas strategis nasional, termasuk sektor sumber daya alam dan perkebunan. Kebijakan penguatan peran negara melalui badan usaha milik negara (BUMN) dalam pengelolaan dan perdagangan komoditas strategis bertujuan meningkatkan efisiensi, transparansi, nilai tambah, serta memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Menteri Pertanian dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjalankan kebijakan secara transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. Setiap kebijakan yang diterbitkan pemerintah pada prinsipnya dilakukan melalui kajian yang komprehensif dan terbuka, sehingga seluruh pelaku usaha dapat memahami tujuan dan dampaknya terhadap sektor pertanian dan perkebunan nasional.
 Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak memiliki kebijakan yang bertujuan menekan harga TBS petani. 

Sebaliknya, pemerintah terus berupaya menciptakan tata niaga yang sehat, transparan, dan memberikan manfaat bagi seluruh pihak, mulai dari petani, pelaku usaha, hingga negara.
Di sisi lain, petani sawit saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Harga pupuk terus mengalami kenaikan, biaya pemeliharaan kebun semakin besar, sementara upah tenaga kerja untuk panen dan perawatan kebun juga meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi ini menyebabkan biaya produksi perkebunan rakyat menjadi semakin tinggi.

"Ketika harga TBS turun sementara biaya pupuk, tenaga kerja, dan operasional kebun meningkat, maka pendapatan petani tentu akan tergerus. Karena itu harga yang diterima petani harus mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," jelasnya.

Sebagai bentuk keberpihakan kepada petani, Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar telah mengambil berbagai langkah konkret. Salah satunya dengan menyurati seluruh PKS yang beroperasi di wilayah Kabupaten Kampar agar membeli TBS masyarakat sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah melalui mekanisme tim penetapan harga TBS.

Surat tersebut sekaligus menjadi pengingat kepada perusahaan agar menjalankan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan tidak melakukan pembelian di bawah harga yang dapat merugikan petani. Disbun Kampar juga terus melakukan komunikasi, koordinasi, dan pembinaan kepada pihak perusahaan serta menyampaikan berbagai aspirasi petani yang berkembang di lapangan.

Selain itu, Disbun Kampar akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau, asosiasi perusahaan kelapa sawit dan pemangku kepentingan lainnya guna memastikan terciptanya hubungan yang harmonis antara petani dan perusahaan serta menjaga stabilitas harga TBS di Kabupaten Kampar.

Pemerintah Kabupaten Kampar berharap seluruh PKS dapat menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung kesejahteraan petani sawit dengan menerapkan harga pembelian yang sesuai dengan ketentuan pemerintah. Langkah ini dinilai penting mengingat sektor perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu penggerak utama perekonomian daerah dan sumber penghidupan bagi puluhan ribu kepala keluarga di Kabupaten Kampar.

Dengan sinergi yang baik antara pemerintah, perusahaan, dan petani, diharapkan tata niaga kelapa sawit dapat berjalan lebih adil, transparan, dan berkelanjutan sehingga manfaat pembangunan sektor perkebunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat. (Diskominfo Kampar)
BANGKINANG KOTA - KONTRASRIAU.COM - 
Kabupaten Kampar kembali membuat gebrakan lewat Event Organizer (EO) Anova Motor Sport dan W2 Bangknang Automotif Club sebagai Panitia Penyelengara Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Motorprix Region A Sumatera Seri 3 Riau  Tahun 2026, bersama dengan sponsor Pertamaz Turbo Aspira Premio Motorprix, bertempat di sirkuit Permanen Sport Center Bangkinang, Jalan Panglima Khotib, Kelurahan Langgini, Kecamatan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar.

Kejurnas Motoprix Region A Sumatera Seri III Tahun 2026 ini menjadi ajang pembuktian bagi para pembalap di Sumatera untuk mencari poin penting menuju akhir kejuaraan tersebut.

Ketua Panitia Pelaksana Wendi Sopyan menyampaikan bahwa Kejurnas Motorprix Region A Sumatera Seri 3 Riau tahun 2026 ini diselenggarakan mulai tanggal 30-31 Mei 2026, di Sirkuit Permanen Sport Center Bangkinang.

"Kejurnas Motoprix Region A Sumatera Seri 3 Riau tahun 2026 ini diikuti oleh pembalap-pembalap dari seluruh Pulau Sumatera. Ada kelas utama dan kelas supporting yang dipertandingan pada ajang tesebut," ujar Wendi dengan penuh semangat saat diwawancarai Sabtu (30/05/2026) malam, di Bangkinang Kota.

Ditambahkannya, ada total 16 kelas yang dipertandingan pada Kejurnas Motorprix Region A Sumatera Seri 3 Riau tahun 2026 dengan dibagi 2 kelas yaitu 4 kelas utama dan 12 kelas supporting. 

"Semoga ivent balap ini menjadi ajang pembuktian bagi para pembalap di Sumatera untuk meraih juara alias podium pada Kejurnas Motorprix Region A Sumatera Seri 3 Riau tahun 2026," harapnya.

Wendi juga berharap bagi pembalap muda yang ingin tampil, Panitia Pelaksana membuka ruang besar melalui kelas Rookie Umur 16 dan Beginer Umur 14. "Kelas ini merupakan bentuk kehadiran kelas pembinaan bagi pembalap muda, bahwa kompetisi ini tidak hanya mengejar prestasi, akan tetapi dalam rangka mencari dan menjaring bibit unggul agar regenerasi talenta balap Indonesia umumnya dan khususnya di Sumatera," harapnya lagi .

Mengakhiri wawancara, Wendi menyampaikan bahwa Kejurnas kali ini memperebutkan Trophy Anova Motorsport yang juga sekaligus EO dan tidak terlepas dari dukungan dan support IMI Kampar, IMI Riau, IMI Pusat. Pemerintah daerah kabupaten Kampar, KONI, Polres, Kodim juga ikut mendukung terselenggaranya Kejurnas tersebut.

Untuk kelas utama yaitu terdiri kelas :
1.Bebek 4T Tune Up 150CC Expert
2.Bebek 4T Tune Up 150CC Novice U23
3.Bebek 4T STD 150CC Rookie U16
4.Bebek 4T STD 150CC Beginner U14
5.Matic STD 131CC Open

Untuk kelas supporting sebagian berikut :
6.Bebek 4T S/D 130CC Open
7.Bebek 4T S/D 130CC Open (U23)
8.Bebek 4T S/D 130CC Lokal Riau (U23)
9.Bebek 2T STD Tune Up 125CC Open
10.Bebek 2T STD Tune Up 125CC Open (U23) 
11..Bebek 2T STD Tune Up 125Czc Lokal Riau (U23)
12.Matic Tune Up S/D 131CC Open
13.Matic STD S/D 131 CC Open (U23)
14.Matic STD S/D 116CC Open (U23)
15.Matic STzd S/D 131CC Lokal Riau (U23) 
16.Matic STD S/D 116CC Lokal Riau (U23)
(Diskominfo Kampar /Arif)
KAMPAR - KONTRASRIAU.COM - 
Di tengah dinamika harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang menjadi perhatian masyarakat, Bupati Kampar Ahmad Yuzar melalui Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan Marhalim menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kampar tidak tinggal diam dalam menyikapi keluhan para petani sawit. Berbagai langkah koordinasi telah dilakukan untuk memastikan aspirasi masyarakat dapat diteruskan kepada pihak yang memiliki kewenangan dalam penetapan kebijakan sektor perkebunan.

Kepedulian terhadap nasib petani sawit diwujudkan melalui komunikasi dan pelaporan kepada Dinas Perkebunan Provinsi Riau terkait kondisi harga TBS berbagai pabrik yang ada di Kabupaten kampar yang dikeluhkan masyarakat. 

Laporan tersebut selanjutnya diteruskan ke pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian sebagai bagian dari upaya mencari solusi yang komprehensif terhadap persoalan yang terjadi di lapangan.

Menurut informasi, persoalan harga TBS tidak hanya terjadi di Kabupaten Kampar, tetapi juga menjadi perhatian berbagai daerah sentra perkebunan sawit di Indonesia. 

Oleh karena itu, penyelesaiannya memerlukan sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, pelaku usaha, dan organisasi petani.

Pemerintah sangat memahami kondisi yang dirasakan petani. Karena itu, berbagai informasi dan perkembangan yang terjadi di lapangan telah disampaikan kepada instansi terkait agar dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan langkah-langkah strategis di tingkat yang lebih tinggi,” ujar Marhalim 

Pemerintah Kabupaten Kampar menilai bahwa persoalan harga TBS merupakan isu yang kompleks karena dipengaruhi banyak faktor, mulai dari pergerakan harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar global, kondisi ekspor, biaya logistik, hingga mekanisme tata niaga yang terjadi di lapangan sampai pada berbagai kebijakan yang mempengaruhinya.

Atas dasar itu, Bupati Ahmad Yuzar melalui dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan hewan Kampar, mendorong agar persoalan ini agar diselesaikan secara nasional. Pemerintah Kabupaten Kampar telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak termasuk memberikan laporan ke ke kementrian pertanian secara kolektif bersama daerah lainnya ke dinas perkebunan propinsi riau guna melaporkan penurunan harga yang diterima petani.

Lebih lanjut Marhalim mengatakan Langkah koordinasi tersebut melibatkan pemerintah provinsi, instansi teknis perkebunan, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai kondisi pasar dan tata niaga sawit saat ini. 

Selain itu, informasi yang dihimpun dari daerah juga menjadi bagian dari bahan pembahasan di tingkat kementerian. Pemerintah pusat saat ini diketahui tengah melakukan evaluasi terhadap berbagai persoalan yang memengaruhi harga TBS petani, termasuk berbagai kendala yang terjadi dalam rantai pasok industri kelapa sawit nasional. Telah disampaikan  bahwa PKS yang melanggar aturan akan ditindak. Termasuk pencabutan izin, 

Pemerintah Kabupaten Kampar menegaskan bahwa kesejahteraan petani merupakan salah satu perhatian utama Pemerintah Kabupaten Kampar. Sebagai daerah yang memiliki kontribusi besar dari sektor perkebunan sawit, keberlangsungan usaha perkebunan rakyat menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi daerah.

Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong lahirnya solusi yang dapat memberikan kepastian dan rasa keadilan bagi petani, tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan industri sawit secara keseluruhan. Pendekatan yang ditempuh adalah melalui komunikasi, koordinasi, dan penyampaian aspirasi secara berjenjang kepada pemerintah yang memiliki kewenangan lebih luas dalam pengambilan kebijakan.

Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang belum terverifikasi. Pemerintah Kabupaten Kampar memastikan bahwa setiap aspirasi dan keluhan yang disampaikan petani menjadi perhatian serius dan terus diperjuangkan melalui jalur-jalur pemerintahan yang tersedia.
Dengan langkah-langkah yang telah dilakukan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kampar menunjukkan komitmennya untuk selalu hadir bersama masyarakat, khususnya para petani sawit yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung perekonomian daerah. 

Kepedulian ini tidak hanya diwujudkan melalui pernyataan, tetapi juga melalui tindakan nyata berupa koordinasi aktif dengan pemerintah provinsi dan pusat guna mencari solusi terbaik bagi keberlangsungan usaha perkebunan rakyat. (Diskominfo Kampar)