TRENDING NOW

BANGKINANG KOTA - KONTRASRIAU.COM - 
Bupati Kampar Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T secara resmi membuka kegiatan Movie Day Riau 2026 dari Anti Corruption Film Festival (ACFFEST) bersama Komunitas Film Pekanbaru yang digelar di Balai Bupati Kampar, Ahad (19/04/2026). 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Penyuluh Anti Korupsi Riau Edward dan Hayu Ardina, Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Ardi Mardiansyah, S.STP., M.Si, Kepala Inspektorat Kabupaten Kampar Muhammad Irsyad, SH., M.Hum, Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Kampar Lukmansyah Badoe, S.Sos., M.Si, serta Plt Kadisdikpora Kabupaten Kampar Helmi, SH., MH.

Dalam sambutannya, Bupati Kampar Ahmad Yuzar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting bagi Kabupaten Kampar, karena menjadi salah satu daerah penyelenggara yakni Pekanbaru dan Rengat pemutaran film dalam rangkaian ACFFEST 2026.

“Ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Kampar dalam upaya pemberantasan korupsi melalui media edukatif yang kreatif dan inspiratif,” ujar Ahmad Yuzar.

Ia menegaskan bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Kita semua harus bersatu padu untuk melawan korupsi, karena ini adalah tanggung jawab kita bersama. Melalui ACFFEST ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk semakin sadar dan berperan aktif dalam pemberantasan korupsi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bupati Kampar juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Kampar untuk bersama-sama membangun budaya anti korupsi dalam kehidupan sehari-hari.

“Mari kita bersama-sama membangun budaya anti korupsi demi mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berintegritas,” ajaknya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Kampar juga menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI atas terselenggaranya kegiatan ACFFEST yang dinilai mampu menjadi sarana edukasi yang efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya korupsi.

Kegiatan Movie Day Riau 2026 ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam menanamkan nilai-nilai integritas serta memperkuat gerakan anti korupsi di tengah masyarakat, khususnya di Kabupaten Kampar. (Diskominfo Kampar/RF)
PEKANBARU - KONTRASRIAU.COM - 
Personel Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Riau bergerak cepat menangani peristiwa kecelakaan lalu lintas ganda yang terjadi di Jalan Tol Permai KM 38, Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 13.40 WIB.
Kecelakaan tersebut melibatkan dua kendaraan, yakni mobil Daihatsu Terios BM 1662 NF dan truk Hino BM 9569 TY yang saat itu dalam kondisi berhenti di bahu jalan.

Berdasarkan informasi di lapangan, kecelakaan bermula saat mobil Daihatsu Terios yang datang dari arah Pekanbaru menuju Duri tiba-tiba bergerak ke kiri hingga masuk ke bahu jalan. Pada saat bersamaan, terdapat kendaraan truk Hino yang sedang berhenti akibat mengalami gangguan mesin (overheat).

Diduga akibat pengemudi mengantuk serta kondisi jalan menanjak, kendaraan Daihatsu Terios tidak dapat dikendalikan dan menabrak bagian belakang truk Hino yang sedang berhenti.

Akibat kejadian tersebut, pengemudi Daihatsu Terios, Irma (45), meninggal dunia di tempat kejadian perkara. Sementara tiga penumpang lainnya mengalami luka berat, yakni Sanusi Tandi (50), Brian (11), dan Rizkya Zahara Tania (13), yang seluruhnya merupakan warga Jalan Siak II, Kelurahan Umban Sari, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru.

Kerugian material akibat kecelakaan ini diperkirakan mencapai Rp50 juta.

Petugas Sat PJR yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian, memberikan pertolongan kepada korban, serta mengevakuasi seluruh korban ke RS Awal Bros Ahmad Yani Pekanbaru untuk mendapatkan penanganan medis. Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti dan berkoordinasi dengan Unit Laka Polsek Kandis Polres Siak untuk penanganan awal.

Penanganan di lapangan dipimpin langsung oleh Panit Regu 1 Tol Permai, Ipda Aljamil, bersama personel Aiptu Edi Jimmi, Aipda Andri Mulyadi, dan Brigadir Risky Aprianda yang sigap melakukan evakuasi dan pengamanan di lokasi kejadian.

Kasat PJR Ditlantas Polda Riau, AKBP Eko Baskara, menyampaikan bahwa pihaknya bergerak cepat begitu menerima laporan dari masyarakat.

“Begitu menerima informasi, personel kami langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal, mengevakuasi korban, serta mengamankan lokasi kejadian agar tidak menimbulkan kemacetan maupun kecelakaan lanjutan,” ujarnya.

Ia juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tol agar selalu memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima saat berkendara.

“Kami mengingatkan kepada pengendara agar tidak memaksakan diri saat mengantuk. Apabila merasa lelah, segera beristirahat di rest area demi keselamatan bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh personel yang telah bergerak cepat dalam menangani kejadian tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada personel PJR serta tim HK yang telah merespons cepat kejadian ini, memberikan pertolongan kepada korban, serta melakukan pengamanan di lokasi sehingga situasi tetap kondusif,” ungkapnya.

Setelah memberikan bantuan pertolongan dan pengamanan di lokasi kecelakaan, personel Sat PJR Ditlantas Polda Riau selanjutnya menyerahkan penanganan perkara kepada Satlantas Polres Siak untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Kehadiran cepat personel PJR bersama tim terkait di lokasi mendapat apresiasi karena sigap dalam memberikan bantuan kepada para korban serta memastikan kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.(***)
TAMBANG - KONTRASRIAU.COM - 
Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si, secara resmi meresmikan Yayasan Pendidikan Setia Nusa (YPSN) dan melakukan peletakan batu pertama atas pembangunan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA), Minggu (19/04). Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Masjid Zulkifli, Desa Kualu, Kecamatan Tambang ini juga dibalut dengan acara Halal bi Halal bersama seluruh masyarakat RT 10 dan RT 12. 

Dalam arahannya, Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, menyampaikan rasa bangga atas inisiatif warga yang memprioritaskan pendidikan agama bagi generasi muda. Menurutnya, keberadaan MDTA sangat krusial di tengah tantangan zaman saat ini. 

"Pembangunan MDTA ini adalah investasi dunia dan akhirat. Pemerintah Kabupaten Kampar sangat mendukung langkah masyarakat Desa Kualu dalam membangun fasilitas pendidikan yang mandiri dan terorganisir melalui yayasan," ujar Misharti. 

Pembangunan gedung MDTA ini sejalan dengan visi Kampar sebagai "Negeri Serambi Mekkah" di Riau, yang mengedepankan nilai-nilai religius dalam kehidupan bermasyarakat. Pemkab Kampar juga memiliki program “Kampar Cerdas”, salah satunya yaitu Bantuan Seragam Gratis: Diberikan kepada siswa kurang mampu yang terdaftar dalam program Kampar Cerdas untuk meringankan beban ekonomi keluarga dan juga ada pemrogram lainnya yg fokus pada nilai-nilai keagamaan.

“Dibawah kepemimpinan Bupati Ahmad Yuzar dan saya sebagai Wakil Bupati Kampar, Pemerintah Daerah terus mendorong partisipasi masyarakat dalam membangun sarana pendidikan. Apa yang dimulai oleh warga Perum Setia Nusa hari ini adalah bukti nyata sinergi masyarakat dan pemerintah dalam memajukan sektor keagamaan," Pungkas  Wabup Dr. Hj. Misharti pada sambutannya. 

Turut hadir dalam prosesi ini jajaran Pemerintah Kecamatan Tambang, Kepala Desa Kualu, serta tokoh masyarakat setempat, alim ulama dan cerdik pandai. Peletakan batu pertama ini menandai dimulainya pengerjaan fisik gedung yang diharapkan menjadi pusat literasi Al-Qur'an bagi warga RT 10 dan RT 12.

Acara diakhiri dengan doa bersama dan bersalam-salaman sebagai wujud syukur atas terbentuknya yayasan yang menjadi harapan baru bagi pendidikan anak-anak di lingkungan Perum Griya Setia Nusa. (Diskominfo Kampar /Prot-Dokpim/RyD)
PEKANBARU - KONTRASRIAU.COM - 
Direktorat Lalu Lintas Polda Riau kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya tertib berlalu lintas dan kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas dan Program Green Policing yang dilaksanakan di area Car Free Day (CFD) Jalan Sudirman, Pekanbaru, Minggu (19/04/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.30 WIB hingga 09.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau, AKBP Dasril, dan melibatkan sejumlah personel dari berbagai satuan fungsi di lingkungan Ditlantas Polda Riau.

Dalam suasana santai namun penuh edukasi, kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan penyampaian materi kampanye keselamatan berlalu lintas serta pengenalan program Green Policing kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja yang hadir di lokasi CFD.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi saat sesi kuis interaktif digelar. Para peserta yang berhasil menjawab pertanyaan diberikan hadiah berupa helm, tumbler, buku panduan keselamatan berlalu lintas, balon, hingga bibit pohon sebagai bentuk apresiasi sekaligus edukasi nyata.

Dalam keterangannya, AKBP Dasril menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pendekatan humanis Polri kepada masyarakat.
“Kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menanamkan kesadaran bahwa keselamatan berlalu lintas adalah kebutuhan bersama, bukan sekadar kewajiban. Melalui Green Policing, kami juga mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari masyarakat yang hadir di lokasi CFD. Salah satu pengunjung, Hendri, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan yang dilakukan oleh Polantas Riau.
“Kegiatan seperti ini sangat positif dan bermanfaat, apalagi disampaikan dengan cara yang santai dan mudah dipahami. Kami sebagai masyarakat merasa lebih dekat dengan polisi, dan tentunya jadi lebih sadar akan pentingnya tertib berlalu lintas serta menjaga lingkungan. Kami mengapresiasi Polantas Riau yang terus aktif memberikan edukasi Kamseltibcar Lantas dan program Green Policing,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Jeki Rahmat Mustika, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan dalam membangun kesadaran masyarakat.
“Kami terus mendorong pendekatan edukatif dan humanis dalam setiap kegiatan kepolisian, khususnya di bidang lalu lintas. Melalui momentum CFD ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk menjadikan keselamatan berlalu lintas sebagai budaya, sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan melalui program Green Policing,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa Ditlantas Polda Riau akan terus konsisten hadir di tengah masyarakat dengan berbagai inovasi kegiatan yang edukatif, kolaboratif, dan berdampak positif bagi keselamatan serta kelestarian lingkungan.

Selain itu, momen spesial juga diberikan kepada masyarakat dan anggota Polri yang berulang tahun di bulan April dengan penyerahan bibit pohon sebagai simbol harapan akan kehidupan yang berkelanjutan.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan antara Polri dan masyarakat, sekaligus menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas dan kepedulian lingkungan adalah tanggung jawab bersama.

Dengan pendekatan humanis dan edukatif, Ditlantas Polda Riau terus berupaya hadir di tengah masyarakat untuk menciptakan budaya tertib berlalu lintas serta mendukung lingkungan yang lebih hijau dan lestari.(***)

BANGKINANG - KONTRASRIAU.COM -Provinsi Riau berduka atas berpulangnya salah satu tokoh pers terbaiknya, Zulmansyah Sekedang yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PWI Pusat. Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam, khususnya bagi insan pers di Riau dan Indonesia.

Prosesi pelepasan jenazah dilaksanakan di rumah duka Perumahan Baitussakinah, Purwodadi, Pekanbaru, Sabtu (18/04/2026). Gubernur Riau yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Dr. H. Syahrial Abdi, AP., M.Si secara resmi melepas jenazah almarhum.
Tampak hadir dalam prosesi tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya mantan Bupati Kampar H. Jefry Noer, SH bersama Hj. Eva Juliana, SE, Bupati Siak Nur Afni Zulkifli, serta ratusan pelayat dari kalangan alumni, karyawan, hingga eks karyawan Riau Pos Group.

Ratusan pelayat juga memadati masjid untuk melaksanakan salat jenazah sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum.

Dalam sambutannya, Syahrial Abdi menyampaikan bahwa almarhum merupakan sosok jurnalis profesional, pekerja keras, serta memiliki jaringan pergaulan yang luas.

“Kita semua tentu sangat kehilangan sosok almarhum yang dikenal baik dan berdedikasi tinggi. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan keikhlasan dalam menerima takdir Allah SWT,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PWI Pusat Ahmad Munir mengungkapkan rasa keterkejutannya atas kepergian almarhum. Ia menyebut, beberapa jam sebelum wafat, dirinya masih bersama almarhum dalam sejumlah kegiatan di Jakarta.

“Ini kabar yang sangat mengejutkan bagi kami semua. Kami baru saja bersama beliau dalam berbagai agenda di Jakarta sehari sebelumnya,” ungkap Ahmad Munir.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Kampar Lukmansyah Badoe, S.Sos., M.Si yang diwakili oleh Sekretaris Diskominfo Kampar Safaruddin, S.Pi., M.Si turut hadir mendampingi serta mengikuti seluruh rangkaian prosesi, mulai dari salat jenazah hingga pengangkatan jenazah ke ambulans untuk diberangkatkan ke pemakaman usai salat Asar.

Safaruddin menyampaikan bahwa kepergian almarhum merupakan kehilangan besar, khususnya bagi insan pers di Riau dan Kabupaten Kampar.

“Almarhum Zulmansyah adalah sosok yang baik, rendah hati, dan sangat bersahaja. Kami semua merasa kehilangan. Semoga almarhum husnul khatimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujarnya Safaruddin yang didampingi oleh Isteri Dr. Molly Wahyuni yang juga merupakan rekan Alm Zulmansyah di Riau Pos Group. 

Prosesi pelepasan jenazah berlangsung khidmat, dipandu oleh Mawardi M. Zakaria sebagai MC dan doa dipimpin oleh Ustadz Sondra Al Hafiz yang mana keduanya merupakan rekan seperjuangan di Riau Pos Group. 

Kepergian Zulmansyah Sekedang tidak hanya meninggalkan duka, tetapi juga warisan keteladanan dalam dunia jurnalistik yang akan terus dikenang sepanjang masa. (Diskominfo Kampar /Moly /Pdy)

BANGKINANG KOTA - KONTRASRIAU.COM - Suasana penuh kekeluargaan menyelimuti Stanum Resort Bangkinang hari ini, Sabtu (18/4/2026). Keluarga Alumni Pelajar Mahasiswa Riau Yogyakarta (KAPEMARY) Kabupaten Kampar sukses menggelar perhelatan akbar bertajuk Halal Bi Halal sekaligus Pengukuhan Pengurus KAPEMARY Kabupaten Kampar masa bakti 2026-2030.

Acara ini menjadi momentum bersejarah bagi para alumni "Kota Pelajar" yang berdomisili di Kampar. Prosesi pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Umum KAPEMARY Provinsi Riau, H. Zukri Misran, SE., MM., yang ditandai dengan penyerahan pataka organisasi kepada Zamhur, ST., MM. sebagai Ketua KAPEMARY Kabupaten Kampar yang baru.

Hadir mewakili Pj Bupati Kampar, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kampar, Drs. Muhammad, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terbentuknya kepengurusan KAPEMARY di Kabupaten Kampar. Ia berharap organisasi ini dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun daerah.

"Pemerintah Kabupaten Kampar menyambut baik pengukuhan ini. Alumni Yogyakarta dikenal memiliki etos kerja dan intelektualitas yang khas. Kami berharap saudara-saudara yang tergabung dalam KAPEMARY, di bawah kepemimpinan Pak Zamhur, dapat memberikan sumbangsih pemikiran, ide, serta inovasi demi kemajuan Kabupaten Kampar yang kita cintai," ujar Muhammad.

Ia juga menambahkan bahwa semangat "Guyub" yang dibawa dari Yogyakarta diharapkan mampu memperkuat persatuan masyarakat di Kampar, terutama dalam menyukseskan program-program pembangunan daerah.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum KAPEMARY Provinsi Riau, H. Zukri Misran, menekankan bahwa nilai-nilai intelektualitas dan budaya yang didapat selama menimba ilmu di Yogyakarta harus mampu diimplementasikan secara nyata.
"KAPEMARY bukan sekadar wadah nostalgia, tapi merupakan kekuatan intelektual. Saya berharap alumni Yogyakarta di Kampar dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dan menjadi motor penggerak inovasi," tegas Zukri.

Sebagai nahkoda baru, Zamhur, ST., MM. 
menyatakan kesiapannya untuk merangkul seluruh elemen alumni dari berbagai lintas generasi. Ia menegaskan bahwa fokus utama kepengurusannya adalah penguatan basis data alumni dan kontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat.

Selain prosesi pelantikan, acara ini juga diisi dengan kegiatan Halal Bi Halal untuk mempererat tali silaturahmi. Gelak tawa dan cerita masa lalu saat merantau di Yogyakarta mewarnai pertemuan yang dihadiri oleh ratusan alumni dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari akademisi, birokrat, hingga pengusaha.

"Kami ingin membawa semangat Yogyakarta yang inklusif dan guyub ke tanah Kampar. Pengukuhan hari ini adalah langkah awal untuk kerja-kerja nyata ke depan," pungkas Zamhur menutup acara.
(Diskominfo Kampar/Srn)