TRENDING NOW

BANGKINANG KOTA - KONTRASRIAU.COM - 
Bupati Kampar Ahmad Yuzar S.Sos M.Si yang diwakili Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Kampar Drs Muhammad M.Si mengikuti Zoom Meeting Launching Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Anti Korupsi dengan tema “Pendidikan Antikorupsi Sebagai Pondasi Bangsa” yang dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi, bertempat di Ruang Media Center (Gedung Asisten 2), Senin (11/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh pemerintah daerah se-Indonesia bersama kementerian dan lembaga terkait dalam rangka memperkuat pendidikan karakter antikorupsi sejak dini sekaligus menjaga stabilitas inflasi di daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Asisten II Setda Kampar Muhammad menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kampar mendukung penuh upaya penanaman nilai-nilai antikorupsi melalui dunia pendidikan sebagai langkah strategis membentuk generasi yang jujur, berintegritas, dan bertanggung jawab.

“Pendidikan antikorupsi merupakan pondasi penting dalam membangun karakter bangsa. Dengan adanya buku panduan dan bahan ajar ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam menanamkan nilai kejujuran dan integritas kepada peserta didik,” ujarnya.

Selain itu, pada Rakor Pengendalian Inflasi juga dibahas langkah-langkah strategis pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta mengantisipasi potensi kenaikan inflasi di berbagai wilayah.

Pemkab Kampar sendiri terus berkomitmen mendukung program pengendalian inflasi melalui koordinasi lintas sektor, pemantauan harga pasar, serta menjaga ketersediaan bahan pokok di tengah masyarakat.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut sejumlah perwakilan OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar. (DiskominfoKampar/RyD)
JAKARTA - KONTRASRIAU.COM -
Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia, Firdaus, didampingi Sekretaris Jenderal Makali Kumar, menyatakan dukungannya terhadap perkembangan media digital independen atau yang disebut sebagai “media homeless” atau New Media di Indonesia.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital dan media sosial telah melahirkan pola baru dalam penyebaran informasi yang tidak lagi sepenuhnya bergantung pada model media konvensional dengan kantor fisik dan struktur organisasi besar.

Pernyataan tersebut disampaikan Firdaus di sela-sela Fun Walk Dewan Pers bersama awak media dan masyarakat dalam rangka memperingati World Press Freedom Day (WPFD) 2026 yang secara internasional diperingati setiap tanggal 3 Mei, Dewan Pers pada hari ini, 10 Mei 2026.

Pada kesempatan tersebut, Firdaus menilai fenomena media homeless merupakan realitas baru dalam dunia pers dan komunikasi publik yang tidak dapat dihindari di tengah perkembangan era digitalisasi. Ia berharap keberadaan media jenis tersebut dapat diterima oleh masyarakat pers nasional, termasuk oleh Dewan Pers, sebagai bagian dari ekosistem media massa modern.

“Perkembangan media digital saat ini sudah sangat terbuka. Banyak kreator informasi yang bekerja secara mandiri, tanpa kantor fisik, tetapi mampu menghadirkan informasi secara cepat dan menjangkau audiens luas. Fenomena ini tidak bisa diabaikan,” ujar Firdaus.

*Fenomena Media “Homeless”*

Istilah “media homeless” atau Media Baru merujuk pada saluran informasi atau kreator konten digital yang menyajikan berita maupun informasi layaknya media massa, namun tidak memiliki struktur redaksi konvensional, kantor tetap, maupun sistem administrasi sebagaimana perusahaan pers pada umumnya.

Model ini berkembang pesat melalui platform digital seperti YouTube, TikTok, Instagram, podcast, maupun media sosial lainnya. Sebagian besar dijalankan secara mandiri dari rumah atau secara remote dengan dukungan perangkat digital sederhana.

Selain menyampaikan informasi aktual, sebagian kreator juga mengembangkan konten berbasis gaya hidup, home living, dekorasi rumah, hingga aktivitas keseharian yang dikemas secara informatif dan menarik.

Dengan kreativitas dan pemanfaatan teknologi, konten tersebut mampu membangun audiens yang besar meskipun diproduksi tanpa fasilitas perusahaan media besar.

Menurut Firdaus, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat kini memiliki alternatif baru dalam memperoleh informasi. Karena itu, regulasi pers dinilai perlu lebih adaptif terhadap perubahan zaman.

Evaluasi terhadap Sistem Verifikasi Media

Dalam kesempatan itu, Firdaus juga menyinggung sistem verifikasi administrasi media yang diterapkan Dewan Pers. Ia menyebut masih banyak perusahaan pers, khususnya media siber daerah dan media kecil, yang mengalami kesulitan memenuhi persyaratan verifikasi.

Firdaus menggambarkan kondisi tersebut sebagai bentuk “hambatan administrasi” karena persyaratan yang dianggap cukup berat bagi sebagian pelaku media di tengah tekanan ekonomi industri pers saat ini, sehingga dapat menjadi penghambat kemerdekaan pers.

Sehingga syarat verifikasi media, antara lain, harus dievaluasi dan disesuaikan dengan ruh UU Pers. Secara administratif, cukup berbadan hukum dan operasionalnya fokus pada penegakan Kode Etik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Dewan Pers tidak perlu masuk ke ranah konstituen seperti urusan newsroom, kompetensi wartawan, apalagi cawe-cawe ikut mengurusi masalah Departemen Tenaga Kerja dan Departemen Kesehatan.

Verifikasi wajib, dalam rangka pendataan, syarat cukup perusahaan harus berbadan hukum dan Dewan Pers sebagai fasilitator fokus saja pada penegakan etika jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber. Syarat dan ketentuan verifikasi saat ini, menurut Firdaus, banyak kendala. 

“Banyak media yang tetap menjalankan fungsi jurnalistik dan memberikan informasi kepada masyarakat, tetapi terkendala syarat administratif yang cukup berat. Ini perlu menjadi perhatian bersama,” kata Firdaus.

*Dorong Revisi Regulasi Pers*

Firdaus berharap Dewan Pers dapat melakukan penyesuaian regulasi agar lebih relevan dengan perkembangan teknologi informasi dan pola kerja media digital modern.
Menurutnya, verifikasi media sebaiknya tetap menjaga kualitas dan profesionalisme pers, namun tidak menjadi hambatan yang memberatkan bagi perusahaan pers kecil maupun media digital independen. Ia menegaskan bahwa perusahaan pers tetap harus berbadan hukum dan terdata di Dewan Pers sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, namun mekanisme verifikasi perlu disederhanakan agar lebih inklusif.
“Yang terpenting adalah media tetap menjalankan fungsi pers secara bertanggung jawab, menjunjung etika jurnalistik, dan memiliki legalitas sesuai undang-undang. Regulasi harus mampu mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.

Perdebatan mengenai keberadaan media independen dan standar verifikasi pers diperkirakan akan terus berkembang seiring pesatnya transformasi digital di Indonesia. Di satu sisi, verifikasi dinilai penting untuk menjaga kredibilitas dan profesionalisme pers, namun di sisi lain muncul tuntutan agar regulasi lebih fleksibel terhadap model media baru yang lahir dari perkembangan teknologi digital.

Firdaus juga menyampaikan, ketika syarat dan ketentuan verifikasi media telah disesuaikan dengan ruh UU Pers, diharapkan media baru dapat menjadi bagian dari organisasi konstituen Dewan Pers. Sehingga dengan adanya evaluasi tersebut, tangan Dewan Pers dapat menjangkau media baru, sehingga pendataan yang diamanatkan UU Pers dapat membangun iklim pers Indonesia yang sehat dan merdeka.(***)
PEKANBARU - KONTRASRIAU.COM - Kawasan Car Free Day (CFD) Kota Pekanbaru kembali menjadi pusat aktivitas masyarakat pada Minggu pagi, 10 Mei 2026. Ribuan warga tampak memadati area CFD untuk berolahraga, bersantai hingga menikmati suasana akhir pekan bersama keluarga.
Memanfaatkan momentum tersebut, personel Ditlantas Polda Riau yang dipimpin langsung Kasi BPKB Subdit Regident Ditlantas Polda Riau AKP Lily Sulfiani, S.I.K., M.H., melaksanakan kegiatan preemtif berupa sosialisasi dan himbauan Kamseltibcarlantas serta Green Policing kepada masyarakat yang hadir di kawasan CFD.
Kegiatan dimulai sekira pukul 06.30 WIB hingga pukul 09.00 WIB dengan pendekatan humanis melalui interaksi langsung, pembagian brosur edukasi keselamatan berlalu lintas serta ajakan menjaga lingkungan hidup.

Selain memberikan edukasi, kehadiran personel Polwan Ditlantas Polda Riau juga mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Banyak pengunjung tampak antusias berdialog hingga berfoto bersama personel yang bertugas.

Salah seorang pengunjung CFD, Dianidhinta (23), warga Kota Dumai yang sedang berlibur di Pekanbaru mengaku senang dengan kehadiran polisi di tengah keramaian masyarakat.

“Menurut kami ini kegiatan sangat positif sekali. Di tengah pusat keramaian ini dengan adanya kehadiran polisi tentu kami lebih merasa aman dan nyaman. Saya mewakili rekan-rekan lain mengucapkan terima kasih kepada ibu-ibu Polwan tadi, kebetulan sempat berfoto bersama juga. Semoga kegiatan ini terus berlanjut setiap minggunya,” ujarnya.

AKP Lily Sulfiani menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata pelayanan Polri kepada masyarakat melalui pendekatan edukatif dan persuasif.

“Selain menyampaikan pesan edukasi Kamseltibcarlantas dan Green Policing, kami juga mengajak masyarakat untuk ikut memeriahkan event Riau Bhayangkara Run 2026 yang dalam waktu dekat kembali akan dilaksanakan. Momentum CFD ini sangat baik untuk mengedukasi sekaligus membangun kedekatan bersama masyarakat,” jelas AKP Lily Sulfiani.

Ia juga menyampaikan bahwa Riau Bhayangkara Run merupakan salah satu event terbesar di Pulau Sumatera yang setiap tahunnya mendapat antusias tinggi dari masyarakat maupun peserta dari luar daerah.

“Riau Bhayangkara Run bukan sekadar ajang olahraga, namun juga menjadi sarana mempererat hubungan Polri bersama masyarakat serta mendukung gaya hidup sehat,” tambahnya.

Sementara itu, Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kehadiran personel Ditlantas di ruang publik merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan rasa aman, nyaman dan edukasi kepada masyarakat.

“Kami ingin kehadiran Polantas benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Tidak hanya melakukan pengaturan lalu lintas, namun juga aktif memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas, mengajak masyarakat peduli lingkungan melalui Green Policing serta membangun kedekatan humanis bersama masyarakat,” ujar Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika.

Ia juga mengimbau masyarakat agar terus meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas demi terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di Provinsi Riau.

Adapun personel yang turut hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya AKP Lily Sulfiani, S.I.K., M.H., Iptu Sri Restu Fajarwati, S.Psi., Iptu Yulanda Alvalery, S.Tr.K., M.M., Aiptu Hendro Sucipto, Aiptu Rio Utomo Dwijo, Aipda Tomy Manuel, Bripka Bayu Ariwibowo, Bripka Nitha Listasari, S.H., Briptu Feby Iriani serta Bripda Triyuni Sadiah Zahra Chaniago bersama personel lainnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di kawasan Car Free Day terpantau aman, tertib dan kondusif. (***)
RIAU (KEMENHAJ) - KONTRASRIAU.COM - 
Secara bertahap jemaah haji Provinsi Riau telah tiba di Kota Makkah untuk mengawali rangkaian ibadah haji Tahun 1447 H/2026 M. Setelah mengambil niat ihram umrah di Masjid Bir Ali, para jemaah melanjutkan rangkaian ibadah umrah wajib berupa tawaf, sa’i, dan tahalul.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, mengabarkan bahwa berdasarkan laporan petugas kloter, sebagian besar jemaah haji asal Riau saat ini telah berada di Makkah dan melaksanakan ibadah umrah wajib.

“Alhamdulillah, secara umum jemaah haji Provinsi Riau dalam keadaan baik dan telah melaksanakan ibadah umrah wajib. Pelaksanaan ibadah dilakukan secara bertahap dengan pemisahan layanan bagi jemaah lansia, risiko tinggi, dan penyandang disabilitas agar lebih nyaman dan aman,” ujar Defizon.

Ia menjelaskan, skema pemisahan layanan tersebut dilakukan untuk memudahkan pendampingan serta menjaga kondisi kesehatan jemaah, terutama bagi kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus selama menjalankan ibadah di tengah padatnya aktivitas di Masjidil Haram.

Lebih lanjut Defizon mengatakan, saat ini para jemaah haji juga tengah melakukan pembayaran dam sebagai konsekuensi pelaksanaan haji tamattu’.

“Pembayaran dam dilakukan melalui pihak resmi Pemerintah Arab Saudi yakni Adahi, sehingga pelaksanaannya lebih tertib, aman, dan sesuai ketentuan syariat serta regulasi yang berlaku,” jelasnya.

Sementara itu, jemaah haji Provinsi Riau yang masih berada di Madinah memanfaatkan waktunya untuk melaksanakan Arbain di Masjid Nabawi serta berziarah ke beberapa tempat bersejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat.

Defizon juga mengingatkan seluruh jemaah agar tetap menjaga kondisi kesehatan mengingat cuaca di Arab Saudi saat ini cukup ekstrem dengan suhu berkisar antara 40 hingga 47 derajat celcius.

“Jemaah diminta untuk rutin mengonsumsi air putih agar tidak mengalami dehidrasi, menggunakan alat pelindung diri seperti payung, topi, masker, dan alas kaki, serta mengurangi aktivitas di luar hotel apabila tidak ada keperluan penting, kecuali untuk melaksanakan ibadah,” imbaunya.

Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau terus mengimbau seluruh jemaah agar menjaga kesehatan, memperbanyak istirahat, serta mematuhi arahan petugas demi kelancaran pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
BANGKINANG KOTA - KONTRASRIAU.COM - 
Pagi itu, Ahad (10/05/2026), suasana di Gedung LPTQ Kabupaten Kampar, Bangkinang Kota, tampak berbeda. Dari setiap sudut ruangan terdengar lantunan ayat suci Al-Qur’an, diskusi materi tafsir, hingga semangat para peserta yang serius menyimak arahan para pembimbing. Di tempat itulah, harapan Kabupaten Kampar untuk tampil maksimal pada MTQ ke-44 tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Kuantan Singingi terus dipersiapkan.

Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Kampar kembali menggelar pelatihan rutin bagi qori dan qoriah terbaiknya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memantapkan kemampuan peserta agar mampu bersaing dan memberikan hasil terbaik pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat Provinsi Riau nanti.

Ketua Umum LPTQ Kabupaten Kampar, Tengku Said Hidayat, S.STP., M.IP melalui Ketua Harian, DR. H. Erman Gani, MA mengatakan, pelatihan dilakukan secara berkelanjutan agar para peserta semakin matang, baik dari sisi pemahaman materi maupun mental saat tampil di arena perlombaan.

“Dalam rangka mempersiapkan diri mengikuti MTQ ke-44 tingkat Provinsi Riau di Kuantan Singingi nanti, LPTQ Kabupaten Kampar terus mengasah kemampuan qori dan qoriah melalui pelatihan rutin,” ujar Erman Gani.

Antusiasme para peserta terlihat jelas sepanjang pelaksanaan pelatihan. Dengan penuh kesungguhan, mereka mengikuti setiap arahan yang diberikan para pelatih. Kepiawaian para pembimbing dalam menyampaikan materi mampu membangkitkan semangat belajar sekaligus menambah rasa percaya diri peserta.
Pada pelatihan tersebut, sedikitnya tujuh cabang dibina secara intensif. Cabang Tafsir Bahasa Arab, Tafsir Bahasa Inggris, dan Tafsir Bahasa Indonesia diasuh oleh H. IN Syaher. 

Sementara Cabang 100 Hadis dan 500 Hadis dibimbing oleh Faisal Mahdi, M.Ag. Untuk Cabang Syarhil Qur’an diasuh oleh H. Arianto Arbi, S.Sos, sedangkan Cabang Fahmil Qur’an dibimbing oleh DR. Jauhari.

Masing-masing pelatih tidak hanya memberikan penguatan materi, tetapi juga membina teknik penyampaian, ketenangan, serta kesiapan mental peserta. Suasana pembinaan yang hangat dan penuh motivasi membuat para qori dan qoriah tampak semakin bersemangat menjalani setiap sesi latihan.

Bagi LPTQ Kabupaten Kampar, pelatihan ini bukan sekadar rutinitas menjelang perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar melahirkan generasi Qur’ani yang mampu memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui media, Erman Gani berharap seluruh rangkaian pelatihan dapat berjalan lancar dan memberikan hasil terbaik bagi Kabupaten Kampar.

“Semoga para qori dan qoriah dapat memahami ilmu yang disampaikan oleh pelatih dan menjadi modal mereka dalam tampil pada ajang MTQ ke-44 tingkat Provinsi Riau di Kuansing nanti,” ungkapnya penuh harap

Di tengah keseriusan latihan yang berlangsung, tersimpan doa dan cita-cita besar. Kampar tidak hanya ingin hadir sebagai peserta, tetapi juga ingin menunjukkan bahwa pembinaan yang konsisten akan melahirkan generasi Qur’ani yang berprestasi dan membanggakan daerah.(Diskominfo Kampar /AJ)
BANGKINANG KOTA - KONTRASRIAU.COM - 
Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bangkinang Dr H Zulher melalui Penanggung Jawab Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik (TA) 2026-2027 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Dr H Zamhir Basem menyampaikan pesan kepada seluruh Calon Mahasiswa Baru (Camaba) untuk mengikuti ujian dengan membaca petunjuk pelaksanaan tes dengan penuh seksama.

"Selamat datang Camaba di Tes PMB Online STIE Bangkinang. Baca petunjuk pelaksanaan yang ada terlebih dahulu. Silahkan anda memilih tes uji coba sebelum anda memulai tes yang sebenarnya. Tes PMB Online STIE Bangkinang terdiri dari 100 soal dan waktu yang diberikan selama 120 menit," ujar Zamhir yang juga Wakil Ketua I STIE Bangkinang.

Dijelaskannyax bahwa Camaba silahkan  membaca petunjuk pelaksanaan tes dengan seksama sebagai berikut : 

1.Terselesaikan : Progress atau laporan kemajuan tes terdapat pada sisi kiri atas tes menunjukan berapa halaman yang telah dikerjakan oleh peserta.

2.Sisa Waktu : Sisa waktu dalam mengerjakan soal tes terhadap pada sisi kanan atas tes.

3.Deskripsi: Petunjuk menjawab soal pada halaman tersebut.

4.Tombol Simpan : Tombol yang digunakan untuk menyimpan jawaban pada halaman tersebut, jangan di tekan apabila anda belum menjawab semua soal pada halaman tersebut. Jika anda telah selesai menjawab semua soal pada halaman tersebut jangan lupa untuk menekan tombol ini. Setiap halaman yang telah seyanda jawab harus disimpan dengan menekan tombol simpan ini.

5.Tombol Kembali : Tombol beralih ke halaman sebelum dari halaman soal tersebut (Pergunakan untuk berpindah halaman meskipun anda belum menjawab seluruh soal yang ada pada halaman tersebut).

6.Tombol Selanjutnya : Tombol beralih ke halaman selanjutnya dari halaman soal tersebut (Pergunakan untuk berpindah halaman meskipun anda belum menjawab seluruh soal yang ada pada halaman tersebut).

7.Tombol Hentikan : Tombol untuk menghentikan pelaksanaan tes, semua data atau jawaban yang telah anda masukan akan hilang.

Kepada Camaba yang telah mengikuti ujian tes PMB dan dinyatakan lulus, Zamhir juga  menyampaikan ucapan terima kasih dan mengucapkan selamat bagi mahasiswa baru  PMB TA 2026-2027 STIE Bangkinang yang sudah lulus ujian.

"Selamat atas kelulusan Camaba STIE Bangkinang menjadi Maba STIE Bangkinang. Saya atas nama Penanggung Jawab dan Panitia Pelaksana PMB, bagi mahasiswa baru yang dinyatakan lulus Tes PMB Online Gel. 1 TA. 26/27 lanjut mengikuti proses dan tahapan administrasi yaitu mendaftar ulang sebagai mahasiswa baru STIE Bangkinang ," harapnya.

Mengakhiri wawancara, Zamhir menegaskan, bahwa keberuntungan bagi Camaba Tahun Akademik 2026/2027 ini,  STIE Bangkinang akan berubah bentuk menjadi Institut Bisnis dan Tekhnologi (ITB) Bangkinang. "Insyaallah STIE Bangkinang akan berubah bentuk menjadi Institut Bisnis dan Tekhnologi ( ITB) Bangkinang, sehingga semua mahasiswa STIE Bangkinang akan menjadi mahasiswa ITB  Bangkinang," pungkasnya. (Diskominfo Kampar /Arif)