TRENDING NOW

PEKANBARU — KONTRASRIAU.COM -
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru, Yusup Gunawan, memimpin rapat perdana bersama jajaran pejabat struktural dan petugas Lapas Pekanbaru pada Senin (11/5/2026) di Ruang Rapat Lapas Pekanbaru.

Rapat tersebut menjadi agenda awal kepemimpinan Plh Kalapas dalam memperkuat koordinasi internal serta menyampaikan arahan terkait pelaksanaan tugas dan fungsi seluruh jajaran selama masa pelaksana harian berlangsung.
Dalam arahannya, Yusup Gunawan terlebih dahulu memperkenalkan diri kepada seluruh jajaran sekaligus menekankan pentingnya menjaga integritas dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan. Penegakan integritas, menurutnya, harus dimulai dari para pejabat dan diteruskan hingga jajaran paling bawah sebagai bentuk mitigasi terhadap potensi pelanggaran disiplin yang dapat berdampak pada terjadinya pelanggaran oleh warga binaan.

Selain itu, ia juga menegaskan agar seluruh program pembinaan warga binaan tetap berjalan secara optimal dan terus ditingkatkan. Menurutnya, kegiatan pembinaan harus semakin didorong agar masyarakat dapat melihat secara langsung bahwa proses pembinaan di dalam Lapas berjalan dengan baik dan memberikan manfaat positif bagi warga binaan.

Dalam rapat tersebut, seluruh jajaran juga diingatkan untuk menjaga komunikasi yang baik dengan media maupun masyarakat serta memberikan pelayanan terbaik, baik kepada warga binaan maupun masyarakat yang menerima layanan di Lapas Pekanbaru.

“Integritas adalah pondasi utama dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan. Saya berharap seluruh jajaran dapat menjaga komitmen, disiplin, dan profesionalisme dalam bekerja. Selain itu, program pembinaan harus terus ditingkatkan agar masyarakat mengetahui bahwa Lapas tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga pembinaan bagi warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Yusup Gunawan.

Melalui rapat perdana tersebut, diharapkan seluruh jajaran Lapas Pekanbaru dapat memperkuat sinergi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjaga pelaksanaan tugas pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berintegritas.
XIII KOTO KAMPAR - KONTRASRIAU.COM - 
Camat Zulfikar, S.Ag., M.Si melakukan kunjungan ke kantor baru Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengelolaan Pajak Daerah Wilayah I yang kini telah berpindah lokasi ke samping Kantor Lurah Batu Bersurat. Sebelumnya, kantor pelayanan tersebut berada di area Kantor Camat XIII Koto Kampar.

Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan pemerintah kecamatan terhadap peningkatan pelayanan publik, khususnya dalam pelayanan pajak daerah bagi masyarakat Kecamatan XIII Koto Kampar, Koto Kampar Hulu, dan Kecamatan Kuok.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Zulfikar meninjau langsung kondisi kantor baru serta berdialog dengan petugas pelayanan terkait kesiapan sarana dan prasarana pelayanan kepada masyarakat. Ia berharap dengan lokasi baru yang lebih representatif dan mudah dijangkau, pelayanan pajak daerah dapat berjalan semakin optimal, cepat, dan nyaman bagi masyarakat.

“Perpindahan kantor ini diharapkan menjadi langkah positif dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendorong kesadaran masyarakat untuk taat membayar pajak daerah,” ujar Camat Zulfikar.

Selain itu, Camat XIII Koto Kampar juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah kecamatan dengan UPTD Pengelolaan Pajak Daerah dalam mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) demi percepatan pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan kunjungan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.(Diskominfo Kampar /Pdy)
PEKANBARU — KONTRASRIAU.COM - 
Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional, Kapolsek Pekanbaru Kota, KOMPOL Deswandi, SH, bersama personel Polsek Pekanbaru Kota dan Kelompok Tani Berkah Mandiri melaksanakan penanaman jagung pipil hibrida merek Pioner di lahan seluas kurang lebih satu hektare.

Kegiatan penanaman tersebut berlangsung di Jalan Raja Panjang, Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru. Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara Polri dan masyarakat dalam memanfaatkan lahan produktif guna mendukung ketersediaan pangan di daerah.

Peninjauan ladang jagung pipil hibrida ini dilakukan pada Senin 11  Mei 2026 , untuk melihat langsung perkembangan pertumbuhannya.

Kapolsek Pekanbaru Kota KOMPOL Deswandi, SH, kepada sejumlah awak media mengatakan keterlibatan Polri dalam kegiatan ini  merupakan bentuk kepedulian terhadap sektor pertanian sekaligus langkah nyata dalam membantu masyarakat mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin termotivasi untuk memanfaatkan lahan yang tersedia menjadi lahan produktif. Upaya ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan bersama,” ujarnya.

Peninjauan ladang  jagung ini berlangsung lancar dan penuh semangat kebersamaan. Kapolsek dan  Personel Polsek Pekanbaru Kota bersama anggota Kelompok Tani Berkah Mandiri tampak melihat pertumbuhan jagung dan ada juga yang mulai berbuah.

Sementara tanaman yang dilakukan penyisipan terlihat tumbuh subur mengikuti tumbuh yang terlebih dahulu ditanam.

Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan sinergitas antara Polri dan masyarakat semakin kuat. Selain mempererat kebersamaan, program ini juga diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan di Kota Pekanbaru. (Tim)
SIAK - KONTRASRIAU.COM - 
Wakil Bupati Siak Syamsurizal mengapresiasi kontribusi serta kepedulian PTPN IV Regional III Sei Buatan atas pembangunan rumah singgah kesehatan program Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Siak.
 
PKS milik BUMN tersebut menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp50 juta, kepada BWI yang diterima secara simbolis oleh Ketua BWI Kabupaten Siak yang juga Wakil Bupati Siak.
 
“Kami atas nama pemerintah dan BWI Kabupaten Siak mengucapkan terimakasih kepada pihak Perusahaan yang turut mendukung program BWI Siak,” kata dia, Kantor Bupati Siak, Senin (11/5/2026).
 
Syamsurizal mengatakan, melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat, diharapkan program wakaf mampu menjadi instrumen pemberdayaan sosial yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Siak.
 
“Melalui peran serta dunia usaha, kita harapkan pembangunan rumah singgah kesehatan dapat memberikan dampak nyata bagi kaum dhuafa sehingga dapat meringankan beban biaya penginapan dan transportasi saat menjalani pengobatan berulang,” terangnya.
 
Dalam pertemuan tersebut, BWI Kabupaten Siak memaparkan program Gerakan Wakaf Tunai Rp1.000 per hari yang menyasar ASN, masyarakat, hingga dunia usaha sebagai upaya memperkuat partisipasi sosial dan pemberdayaan umat.
 
Selain itu, turut dibahas rencana pembangunan rumah singgah melalui program infak Rp1.000 per hari yang diharapkan dapat segera direalisasikan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
 
Manager Kebun Sei Buatan PTPN IV Regional III Sei Buatan, Andri, menyampaikan bahwa perusahaan ingin turut ambil bagian dalam gerakan wakaf dan mendorong program sosial yang dijalankan BWI.
 
“Kami berharap program ini dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ringkasnya.
 
Rumah Singgah Kesehatan di Siak memiliki peran penting bagi masyarakat kurang mampu. Fasilitas ini memberikan tempat menetap sementara bagi pasien dhuafa yang dirujuk ke rumah sakit, terutama yang berasal dari pelosok jauh.
 
Inisiatif Rumah Singgah Kesehatan di Siak, yang diresmikan melalui sinergi BWI Siak dan Pemkab Siak, menjadi jawaban atas kebutuhan nyata masyarakat dhuafa untuk akses kesehatan yang lebih adil.
 
Audiensi tersebut membahas berbagai program dan bidang usaha yang akan dijalankan oleh BWI Kabupaten Siak, termasuk evaluasi bantuan yang telah dikucurkan serta penguatan gerakan wakaf tunai di tengah masyarakat.
 Eko/MC Siak
MAKKAH (KEMENHAJ) - KONTRASRIAU.COM - 
Suasana haru, syukur, dan penuh kebahagiaan menyelimuti kedatangan jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) BTH 09 asal Kabupaten Bengkalis dan Kota Pekanbaru di Kota Suci Makkah Al-Mukarramah, Minggu (10/5/2026).
Setelah menempuh perjalanan darat dari Madinah Al-Munawwarah, rombongan jemaah tiba di Makkah sekitar pukul 01.30 WAS dalam keadaan selamat dan sehat. Kedatangan jemaah disambut penuh rasa syukur karena seluruh proses perjalanan berlangsung lancar.
Berdasarkan laporan Ketua Kloter BTH 09, H. Agus Saputera, jemaah bertolak dari Madinah pada Sabtu (9/5/2026) pukul 17.00 WAS dan tiba di Makkah keesokan harinya dengan kondisi jemaah secara umum dalam keadaan baik. Petugas kloter langsung mengarahkan jemaah menuju hotel masing-masing agar dapat beristirahat sebelum melaksanakan umrah wajib.
“Alhamdulillah seluruh proses perjalanan berjalan lancar. Jemaah tiba dengan selamat dan langsung menempati hotel yang telah disiapkan. Saat ini jemaah mulai mempersiapkan diri untuk melaksanakan umrah wajib,” ujar Agus Saputera.

Pada musim haji tahun 1447 H/2026 M ini, jemaah Kloter BTH 09 menempati dua hotel di wilayah Syisyah, yakni Hotel Talal Al Ghadir (201) dan Hotel Safa Al Murjan (202). Sebanyak 441 jemaah telah berada di Makkah dan secara bertahap menuntaskan pelaksanaan umrah wajib di Masjidil Haram.

Hingga menjelang waktu Zuhur, sebanyak 412 jemaah berhasil menyelesaikan rangkaian umrah wajib dengan lancar. Dalam pelaksanaannya, petugas memberikan perhatian khusus kepada jemaah lanjut usia, risiko tinggi (risti), dan disabilitas agar tetap dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan aman.

Sebanyak 24 jemaah melaksanakan umrah menggunakan fasilitas kereta golf di area tawaf dan sa’i. Pendampingan ibadah dipandu langsung oleh Pembimbing Ibadah Kloter, Ust. H. Suryandi, guna memastikan seluruh rukun dan wajib umrah terlaksana sesuai syariat meskipun dalam keterbatasan fisik.

Selain itu, melalui Layanan Khusus Disabilitas PPIH Arab Saudi Sektor 2 Syisyah, sebanyak 32 jemaah lansia dan risiko tinggi diberangkatkan pada pukul 22.00 WAS untuk melaksanakan umrah menggunakan bantuan kursi roda. Seluruh proses pendorongan kursi roda dilakukan oleh tenaga resmi yang tersertifikasi oleh otoritas Arab Saudi demi menjamin keamanan dan kenyamanan jemaah.

H. Agus Saputera menyampaikan bahwa pelayanan kepada jemaah lansia dan disabilitas menjadi prioritas petugas kloter sebagai bentuk komitmen menghadirkan layanan haji yang inklusif dan ramah jemaah.

“Alhamdulillah, biiznillah, seluruh jemaah lansia yang menggunakan kursi roda telah berhasil melaksanakan umrah wajib dengan selamat. Ini adalah komitmen kami untuk memastikan jemaah disabilitas mendapatkan hak ibadah yang sama dengan pelayanan terbaik,” ungkapnya.

Sementara itu, dua orang jemaah dilaporkan masih menjalani perawatan di German Hospital Madinah sehingga belum dapat bergabung bersama rombongan di Makkah. Petugas terus melakukan koordinasi dan pendampingan terhadap jemaah yang sakit.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau Defizon mengimbau seluruh jemaah untuk tetap menjaga kesehatan.

*Mengingat kondisi cuaca di Arab Saudi cukup ekstrem dengan suhu mencapai 40 hingga 47 derajat Celsius. Jemaah diminta rutin mengonsumsi air putih, menggunakan alat pelindung diri seperti payung dan masker, serta membatasi aktivitas di luar hotel apabila tidak ada kepentingan ibadah".

Keberhasilan pelaksanaan umrah wajib bagi jemaah BTH 09 menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat Riau, khususnya keluarga jemaah di tanah air. Seluruh petugas dan jemaah berharap doa dari masyarakat agar seluruh rangkaian ibadah haji hingga puncak Arafah diberikan kemudahan, kesehatan, dan kelancaran oleh Allah SWT.
PEKANBARU - KONTRASRIAU.COM -
Kabar gembira bagi masyarakat Bumi Lancang Kuning. Pemerintah Provinsi Riau bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Riau dan PT Jasa Raharja resmi memberlakukan kebijakan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tanpa harus melampirkan KTP asli pemilik pertama kendaraan.

Kebijakan tersebut disahkan melalui penandatanganan kesepakatan bersama antara Kepala Bapenda Riau, Dirlantas Polda Riau, dan Kepala Cabang Jasa Raharja Riau di Pekanbaru, Senin (11/5/2026). Langkah ini diambil untuk mempermudah masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak kendaraan sekaligus menata ulang database kepemilikan kendaraan di Provinsi Riau.

Kepala Bapenda Riau, Ninno Wastikasari, mengapresiasi kolaborasi lintas instansi tersebut. Menurutnya, kebijakan ini diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini terkendala membayar pajak kendaraan karena tidak memiliki dokumen pemilik lama.

“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi lintas sektoral ini. Semoga program ini mampu mendorong masyarakat untuk lebih antusias membayar pajak kendaraan bermotor, sehingga secara langsung dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sangat bermanfaat untuk kesinambungan pembangunan di Provinsi Riau,” ujarnya.

Sementara itu, Dirlantas Polda Riau, Jeki Rahmat Mustika, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut hasil Rapat Koordinasi Samsat Nasional di Semarang. Menurutnya, banyak kendaraan yang sudah berpindah tangan namun belum dilakukan proses Bea Balik Nama (BBN), sehingga identitas kendaraan masih tercatat atas nama pemilik sebelumnya.

“Kami sepakat memberlakukan perpanjangan pajak tanpa KTP pemilik lama. Namun, kebijakan ini bersifat sementara dengan masa berlaku selama satu tahun. Tujuannya agar masyarakat segera melakukan proses balik nama kendaraan mereka,” jelasnya.

Ia menegaskan, kebijakan tersebut hanya berlaku hingga 31 Desember 2026. Jika pemilik kendaraan tidak segera melakukan proses balik nama hingga batas waktu tersebut, maka sanksi administratif akan diberlakukan pada tahun berikutnya.

“Juknisnya sudah siap dan tahun ini mulai kita laksanakan. Kami mengajak masyarakat memanfaatkan kemudahan ini untuk segera mengurus Bea Balik Nama. Jika tidak dilakukan hingga akhir tahun ini, maka sesuai ketentuan, tahun depan identitas kendaraan tersebut akan diblokir,” tegas Kombes Jeki.

Ketua Pansus Optimalisasi Pendapatan Daerah DPRD Riau, Abdullah, turut menyambut baik kebijakan tersebut. Ia menilai penghapusan syarat KTP pemilik lama merupakan solusi konkret yang telah lama dinantikan masyarakat.

“Terima kasih kepada Bapenda, Dirlantas, dan Jasa Raharja atas kesepakatan ini. Kami mengimbau masyarakat memanfaatkan kesempatan ini sepanjang tahun 2026 agar pada tahun 2027 seluruh administrasi kendaraan sudah atas nama pemilik yang sah,” katanya.

Abdullah juga mengingatkan pentingnya sosialisasi hingga ke tingkat desa agar informasi terkait kemudahan pembayaran pajak kendaraan dapat diketahui secara luas oleh masyarakat.

Di sisi lain, Kepala Cabang PT Jasa Raharja Provinsi Riau, Muhamad Hidayat, menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut. Menurutnya, kemudahan administrasi pembayaran pajak kendaraan juga berdampak positif terhadap kepastian perlindungan dasar bagi pengguna jalan.

“Jasa Raharja mendukung penuh inovasi ini karena selain membantu meningkatkan pendapatan daerah, program ini juga memastikan perlindungan bagi masyarakat melalui pembayaran SWDKLLJ,” ungkapnya.

Program pembayaran pajak kendaraan tanpa KTP pemilik lama ini berlaku di seluruh layanan Samsat di Provinsi Riau, mulai dari Samsat Induk, Samsat Tanjak, Samsat Keliling, Gerai Samsat Mall Pelayanan Publik (MPP), hingga layanan Drive Thru.(*Red)