TRENDING NOW

MAKKATUL MUKARRAMAH - KONTRASRIAU.COM - 
Alhamdulillah, Jamaah Haji Kabupaten Kampar hingga saat ini dalam kondisi sehat walafiat dan tetap aktif melaksanakan berbagai rangkaian ibadah di Masjidil Haram, Makkah Al-Mukarramah. Meski terdapat beberapa jamaah yang mengalami batuk dan pilek ringan, kondisi tersebut masih dapat diatasi dengan baik oleh tim kesehatan haji.

Selain memperbanyak ibadah di Masjidil Haram, para jamaah juga mulai mengikuti manasik dan pembekalan intensif menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji atau Armuzna, yakni rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah dan Mina yang akan berlangsung mulai 8 hingga 13 Zulhijjah 1447 H atau bertepatan pada 25 Mei 2026 mendatang.

Petugas Haji Daerah Kabupaten Kampar bidang kesehatan, Ns. Rita Yulita, S.Kep, dari Makkatul Mukarramah, Kamis (14/05), menyampaikan bahwa secara umum kondisi kesehatan jamaah masih sangat baik dan terkendali.

“Alhamdulillah, jamaah dalam kondisi sehat walafiat. Memang ada beberapa jamaah mengalami batuk dan pilek ringan, namun masih bisa ditangani dengan baik. Persediaan obat juga cukup, dan kami terus berkoordinasi dengan Klinik Kesehatan Haji Indonesia,” ujar Rita Yulita.

Rita juga menjelaskan bahwa saat ini jamaah terus dipersiapkan secara fisik maupun mental menghadapi fase terpenting dalam ibadah haji. Salah satu bentuk pembekalan tersebut melalui tausiah dan bimbingan yang diberikan oleh Ustadz Dr. Syahrul Aidi Ma’azat, Lc., MA kepada jamaah Kampar.

Dalam tausiahnya, Ustadz Syahrul Aidi Ma’azat menegaskan bahwa ibadah haji merupakan kewajiban umat Islam sekaligus rukun Islam yang kelima, sehingga harus dipersiapkan dengan sungguh-sungguh.

“Puncak ibadah haji adalah pelaksanaan wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan lempar jumrah di Mina. Oleh sebab itu diperlukan kesiapan fisik, mental serta pemahaman yang baik agar seluruh rangkaian rukun haji dapat dilaksanakan dengan sempurna,” terang Ustadz Syahrul Aidi di hadapan jamaah.

Ia juga mengingatkan jamaah untuk menjaga kesehatan, memperbanyak ibadah serta memperkuat kebersamaan dan kesabaran selama berada di Tanah Suci.

Sementara itu, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kampar, H. Dirhamsyah, S.Ag., M.Sy, menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian pelaksanaan ibadah haji jamaah Kampar hingga saat ini berjalan lancar dan tertib.

“Secara umum pelaksanaan ibadah haji berjalan dengan baik dan lancar. Kita berharap hingga puncak pelaksanaan haji nanti seluruh jamaah Kampar tetap dalam keadaan sehat walafiat dan dapat menunaikan seluruh rangkaian ibadah dengan sempurna,” ujar Dirhamsyah.

Suasana kebersamaan dan kekhusyukan jamaah Kampar di Tanah Suci juga semakin terasa dengan berbagai kegiatan ibadah, pembinaan, dan pendampingan yang terus dilakukan oleh petugas haji demi memastikan jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman dan penuh kekhidmatan.
(Diskominfo Kampar / Pdy)
RIAU (KEMENHAJ) - KONTRASRIAU.COM - 
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kabar duka kembali datang dari Tanah Suci. Salah seorang Jemaah Haji Provinsi Riau yang tergabung dalam Kloter BTH 09 asal Kabupaten Bengkalis atas nama Marati Kasmuri Usman dengan nomor porsi 400103963, dilaporkan meninggal dunia di pemondokan jemaah di Kota Makkah Al Mukarramah, Rabu (13/5/2026) pukul 17.51 WAS.

Kabar duka tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon. Ia menyampaikan rasa belasungkawa mendalam atas wafatnya almarhumah serta mengajak seluruh jemaah dan keluarga yang ditinggalkan untuk mendoakan almarhumah agar memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Saya atas nama pribadi dan instansi menyampaikan duka cita mendalam. Semoga almarhumah husnul khatimah, diampuni segala dosa-dosanya, dilapangkan kuburnya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta keikhlasan,” ujar Defizon.

Lebih lanjut Defizon mengatakan, jemaah yang meninggal dunia di Tanah Suci dalam masa pelaksanaan ibadah haji, hak-haknya akan diselesaikan oleh pemerintah.

“Jemaah yang meninggal di Arab Saudi dalam masa pelaksanaan ibadah haji, haknya akan diselesaikan oleh pemerintah, termasuk badal haji dan asuransi jemaah,” jelasnya.

Defizon juga menyampaikan bahwa petugas haji telah memberikan pendampingan dan penanganan sesuai prosedur yang berlaku di Arab Saudi. Prosesi pemulasaraan hingga pemakaman akan dilaksanakan oleh petugas bersama pihak terkait di Kota Makkah.

Sementara itu, berdasarkan laporan petugas kloter, almarhumah Marati Kasmuri Usman (66 tahun) diketahui memiliki riwayat angioplasty pada Desember 2025, diabetes melitus non insulin, chronic ischemic heart disease, serta hypertensive heart disease.

Pada Rabu pagi (13/5/2026), almarhumah dilaporkan tidak memiliki nafsu makan dan tetap diberikan motivasi untuk makan serta mengonsumsi obat secara rutin. Sekitar pukul 16.00 WAS, saat sedang duduk di pemondokan, almarhumah tiba-tiba terbaring dan tidak sadarkan diri.

Teman sekamar kemudian segera melapor kepada ketua regu dan memanggil petugas kesehatan. Petugas kesehatan yang tiba di lokasi mendapati kondisi almarhumah tidak sadar dengan GCS E1M1V1, tekanan darah tidak terukur, nadi sangat lemah, serta tidak terdapat pernapasan.

Petugas kemudian melakukan tindakan medis darurat berupa CPR, pemasangan infus, serta injeksi epinefrin. Meski sempat terdapat respons sementara, petugas terus melanjutkan penanganan resusitasi selama kurang lebih satu jam tiga puluh menit. Namun kondisi almarhumah tidak menunjukkan perbaikan hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 17.51 WAS.

Sementara itu, seluruh jemaah haji Provinsi Riau lainnya diimbau untuk tetap menjaga kondisi kesehatan, mengatur pola istirahat, memperbanyak konsumsi air putih, serta mengikuti arahan petugas mengingat cuaca di Tanah Suci cukup panas dan aktivitas ibadah yang padat menjelang puncak pelaksanaan haji.

Hingga hari ini sudah dua orang jemaah haji Provinsi Riau meninggal di Arab Saudi :
1. Dawanus Mahmud Muhammad (52) BTH 05 asal Kab. Kampar wafat di Madinah

2. Marati Kasmuri Usman (66) Kloter BTH 09 asal Kab. Bengkalis wafat di Makkah
MAKKAH — KONTRASRIAU.COM - Suasana duka yang berbalut keikhlasan dan kekhusyukan mewarnai kegiatan ziarah yang dilakukan oleh jajaran Ketua Rombongan (Karom) dan Ketua Regu (Karu) Kloter BTH 09. Mereka bertolak menuju Maqbarah Syara'i (Sharae) di Makkah untuk  ziarah memanjatkan doa secara langsung di pusara almarhumah Marati (65 th), salah satu jemaah haji Indonesia yang baru saja berpulang ke Rahmatullah.

Almarhumah Marati merupakan jemaah haji yang tergabung dalam Rombongan 09, Kloter BTH 09, asal Kabupaten Bengkalis. Beliau menghembuskan napas terakhirnya di kamar hotel pada hari Rabu (13/5/2026).

Kepergian almarhumah di Tanah Suci ini meninggalkan duka mendalam. Segenap petugas Kloter, Karom, Karu, beserta seluruh jemaah BTH 09 turut menyampaikan rasa belasungkawa yang sebesar-besarnya.

"Kami segenap petugas dan jemaah kloter BTH 09 merasa kehilangan. Namun, kami bersaksi almarhumah adalah orang baik yang dipanggil Allah SWT di tempat dan waktu yang sangat mulia. 

Ziarah ini adalah bentuk penghormatan dan doa kami untuk beliau," ungkap salah satu perwakilan petugas kloter.
Sebelum dimakamkan di Maqbarah Syara'i, jenazah almarhumah Marati telah mendapatkan penghormatan tertinggi. 

Jenazah dibawa ke Masjidil Haram dan disalatkan oleh jutaan umat Islam usai pelaksanaan salat Subuh berjemaah.
**Mengenal Maqbarah Syara'i: Tempat Peristirahatan Terakhir Jemaah Lintas Negara**

Bagi masyarakat Indonesia, Maqbarah Syara'i (Sharae) mungkin belum sepopuler Pemakaman Ma'la. Namun, pemakaman ini memegang peranan penting dalam penyelenggaraan ibadah haji.

 * **Peruntukan Khusus:** Maqbarah Syara'i adalah kompleks pemakaman umum di Makkah yang secara khusus diperuntukkan bagi jemaah haji atau warga negara asing (non-Saudi Arabia) yang wafat di Kota Makkah.

 * **Gambaran Lokasi:** Terletak sekitar 15 kilometer dari Masjidil Haram, mendekati arah perbatasan menuju Thaif.

 * **Kondisi Pemakaman:** Berbeda dengan pemakaman di Tanah Air, Maqbarah Syara'i berupa hamparan tanah luas di kawasan berbukit batu. Makam-makam di sini dibuat sangat sederhana. 

Tidak ada bangunan kijing, keramik, maupun nama yang tertulis di atas nisan. Setiap makam hanya ditandai dengan gundukan tanah yang sejajar dan dua buah bongkahan batu bersahaja sebagai penanda letak kepala dan kaki.

Keseragaman bentuk makam di Maqbarah Syara'i ini seolah memberikan pesan spiritual yang kuat: bahwa di hadapan Sang Pencipta, seluruh manusia dari berbagai ras, negara, dan latar belakang memiliki kedudukan yang sama, hanya berbekal kain kafan dan amal ibadahnya. Di hamparan tanah penuh kesederhanaan inilah, almarhumah Marati kini beristirahat dengan tenang. *Semoga husnul khatimah.*
BANGKINANG KOTA - KONTRASRIAU.COM - 
Wakil Bupati Kampar sekaligus Ketua PGRI Kabupaten Kampar Dr. Misharti.S.Ag.M.Si secara resmi melantik pengurus cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) untuk Kecamatan Kuok, Kecamatan Bangkinang Kota dan Kecamatan Bangkinang di Gedung Guru Bangkinang Kota, Rabu (13/5).

Turut hadir dalam kegiatan ini di antaranya Perwakilan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora), Perwakilan Kemenag Kampar, Sekratris PGRI Kabupaten Kampar Admiral.SP.M.Si dan seluruh pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kampar.

Sebagai organisasi profesi guru terbesar di Indonesia, PGRI memiliki peran strategis dalam memperjuangkan kesejahteraan guru sekaligus meningkatkan mutu pendidikan. 

Di Kabupaten Kampar, PGRI telah lama menjadi wadah aspirasi dan perjuangan para pendidik. Pelantikan pengurus cabang Tiga kecamatan ini menandai langkah penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sehingga aspirasi guru dapat lebih terakomodasi.

Setelah pembacaan Surat Keputusan kepengurusan cabang, Dr.Misharti memimpin prosesi pelantikan dengan mengucapkan sumpah jabatan yang diikuti oleh seluruh pengurus cabang terpilih.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kampar sekaligus Ketua PGRI Kabupaten Kampar Dr. Misharti.S.Ag.M.Si menegaskan bahwa guru adalah pilar utama pembangunan bangsa. Guru bukan hanya mengajar, tetapi juga mendidik, membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Kepengurusan PGRI yang baru harus menjadi motor penggerak peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Kampar.

Wakil Bupati sekaligus Ketua PGRI menambah beberapa arahan penting di antaranya peningkatan kualitas guru melalui pelatihan berkelanjutan dan penguasaan teknologi pendidikan, penguatan karakter siswa dengan menanamkan nilai religius, budaya lokal dan nasionalisme, kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mendukung program pendidikan, termasuk pembangunan sarana prasarana sekolah serta kesejahteraan guru sebagai prioritas, agar tenaga pendidik dapat bekerja dengan tenang dan penuh dedikasi.(Diskomimfo Kampar /CK)
PEKANBARU, INFO_PAS – KONTRASRIAU.COM - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru melaksanakan kegiatan razia kamar hunian dan tes urin terhadap warga binaan sebagai upaya deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban serta pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan Pemasyarakatan, Rabu malam (13/05).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yusup Gunawan, bersama jajaran petugas pemasyarakatan. Razia dilakukan secara menyeluruh pada sejumlah blok hunian guna memastikan tidak adanya barang-barang terlarang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam lapas.

Selain razia kamar hunian, petugas juga melaksanakan tes urin kepada sejumlah warga binaan sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di lingkungan Lapas.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan implementasi dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Tahun 2026, khususnya pada poin pemberantasan narkoba dan berbagai modus penipuan di lingkungan Lapas dan Rumah Tahanan Negara (Rutan).

Plh. Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yusup Gunawan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi langkah nyata jajaran Lapas Pekanbaru dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bersih dari narkoba maupun barang-barang terlarang lainnya.

“Kegiatan razia dan tes urin ini merupakan langkah preventif dan deteksi dini guna menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, serta bersih dari narkoba dan barang-barang terlarang,” ujar Yusup Gunawan.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif serta tetap mengedepankan pendekatan humanis kepada warga binaan. Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Pekanbaru menegaskan komitmennya dalam mendukung terwujudnya pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas.
BANGKINANG KOTA - KONTRASRIAU.COM -
Sebagai bentuk komitmen terhadap keterbukaan informasi publik, PPID Utama Pemerintah Kabupaten Kampar menggelar rapat teknis bersama PPID Pelaksana/PPID Pembantu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar, Rabu (13/05), di Ruang Rapat Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Kampar, Bangkinang.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk memastikan seluruh badan publik atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kampar memiliki komitmen dan kepatuhan dalam melaksanakan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Selain itu, pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman terkait kewajiban pembaruan Daftar Informasi Publik (DIP) secara berkala.

Dalam rapat tersebut juga disosialisasikan perubahan regulasi terbaru, yakni Permendagri Nomor 2 Tahun 2026 sebagai pengganti Permendagri Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Pengelolaan Pelayanan Informasi dan Dokumentasi di lingkungan Kementerian Dalam Negeri, Pemerintah Daerah, dan Pemerintah Desa.

Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Kampar, Lukmansyah Badoe melalui Kepala Bidang Statistik dan Persandian, Salmi Hadi menyampaikan bahwa di era transparansi saat ini, pengelola dan admin PPID memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat di masing-masing OPD.

“PPID Pembantu harus mampu membangun sinergitas yang kuat bersama Diskominfo Kampar selaku PPID Utama, sehingga pelayanan informasi publik dapat berjalan optimal, cepat, tepat dan akuntabel,” ujar Salmi Hadi di hadapan peserta rapat.

Ia juga menegaskan bahwa keterbukaan informasi bukan hanya kewajiban administratif, namun merupakan bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan dipercaya masyarakat.

Melalui pertemuan teknis ini, diharapkan seluruh PPID Pembantu di lingkungan Pemkab Kampar semakin memahami tugas dan tanggung jawabnya dalam pengelolaan informasi publik, sekaligus mampu meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat secara profesional dan berkelanjutan.
(Diskominfo Kampar /Pdy)