TRENDING NOW

Bukittinggi - KontrasRiau.com - Ketua DPW LDII Riau DR.Imam Suprayogi di dampingi oleh Sekretaris Ir. H. Budi Mulyono, Biro Pendidikan Karakter Abdul Rohman Wali, S.Si,MSi, Biro Pemberdayaan Masyarakat 
H. Awaldi Hasibuan, Wakil Ketua DPW LDII Provinsi Riau H. Firdaus, SE,MM., melakukan kunjungan kerja ke PPSDM Kemendagri RI di Bukittinggi, yang diterima langsung oleh Kepala PPSDM Kemendagri, Bukittinggi Sarjayadi, SS, MAP. selama dua hari.

Ketua DPW LDII Riau Menyakatan bahwa kunjungan kerja kali ini kaitannya dengan penguatan kapasitas SDM Profesional Religius sebagaimana amanah hasil Rakernas 2018, bidang 8 kluster Kontributif LDII." Tegas Imam Suprayogi kepada awak media.

" Diantaranya pendidikan karakter, dan nilai-nilai kebangsaan, kami berharap dengan kunjungan kali ini, dapat meningkatkan kerjasama ormas Islam dan negara, guna mewujudkan program asta cita presiden." Pungkasnya.

Sarjayadi, SS, MAP Menyebutkan kami ucapkan terimakasih atas kunjungan DPW LDII Riau ke tempat kami. Semoga peran aktif ormas Islam LDII semakin jaya, sejahtera serta bermanfaat bagi masyakarat luas." Tutupnya.

Editor : TIM


Pekanbaru (Kemenag Riau) — MAN 2 Pekanbaru menggelar Tasyakuran Renovasi Bangunan melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) sekaligus menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H, Jumat (23/1/2026), di Aula MAN 2 Pekanbaru.
Kegiatan ini menjadi penanda rampungnya renovasi sarana dan prasarana MAN 2 Pekanbaru sebagai bagian dari komitmen peningkatan mutu layanan pendidikan madrasah di Provinsi Riau.

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Riau H. Muliardi dalam arahannya menegaskan bahwa renovasi madrasah bukan sekadar pembenahan fisik bangunan, melainkan investasi jangka panjang untuk melahirkan pendidikan yang lebih berkualitas dan berdaya saing.

“Renovasi ini bertujuan menjadikan madrasah sebagai sekolah yang lebih baik dan bermutu. Infrastruktur sudah kita benahi, selanjutnya yang paling penting adalah bagaimana SDM guru memaksimalkan perannya dalam membentuk generasi unggul,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa MAN 2 Pekanbaru merupakan salah satu madrasah reguler yang telah diakui secara nasional, sejajar dengan MAN Insan Cendekia Siak sebagai madrasah unggulan di Riau.

“Setiap langkah harus mengedepankan kualitas. Saat ini kita juga sedang melakukan penataan untuk menempatkan SDM sesuai bidang keilmuan agar kinerja semakin optimal,” tambahnya.

Ditambahkan Kepala Satuan Kerja Sarana dan Prasarana M. Yudi dalam laporannya menyampaikan bahwa program rehabilitasi madrasah di Provinsi Riau saat ini terus berjalan.

“Sebanyak 63 madrasah riau ditangani dalam kurun waktu 2025/2026, sementara itu 5 madrasah skema tahun tunggal (Single Year), 
diantaranya MAN 2 Pekanbaru, dan 54 madrasah dengan skema tahun jamak (Multi Year)” jelasnya.

Ia berharap hasil renovasi tersebut dapat memberikan manfaat nyata serta mendukung terciptanya suasana pembelajaran yang aman, nyaman, dan berkualitas.

Sementara itu, Kepala MAN 2 Pekanbaru H. Ghafardi menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan seluruh pihak selama proses renovasi berlangsung.

Ia mengungkapkan bahwa sekitar enam bulan lalu, seluruh civitas akademika MAN 2 Pekanbaru harus menjalani kegiatan belajar mengajar di UIN Suska Riau, Jalan Ahmad Dahlan, Pekanbaru, demi kelancaran proses renovasi.

“Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, hari ini kampus MAN 2 Pekanbaru telah kembali dan tampil lebih indah, nyaman, serta kondusif untuk kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.

Kegiatan tasyakuran juga diisi dengan ceramah agama oleh H. Zulhendri yang menyampaikan tausiah tentang pentingnya persiapan menyambut Bulan Suci Ramadhan.

Ia menekankan bahwa kesiapan Ramadhan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga spiritual dan intelektual.

“Ramadhan harus disiapkan dengan ilmu dan mental yang baik, termasuk pemahaman tentang hal-hal yang membatalkan puasa agar ibadah kita berjalan sempurna,” pesannya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Riau H. Rahmat Suhadi, Kabid Pendidikan Madrasah H. Jisman Tim Satpras Bidang Penmad, Kepala Kantor Kemenag Kota Pekanbaru, Ka. Prasarana Strategis Wilayah Riau Kementerian PU Muhammad Yudhy Prasetya, perwakilan Dinas PUPR Provinsi Riau, Penasehat dan Ketua Komite MAN 2 Pekanbaru, para tokoh pendidikan, serta undangan lainnya.

Melalui tasyakuran ini, Kanwil Kemenag Riau menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat mutu madrasah, baik dari sisi sarana prasarana maupun kualitas sumber daya manusia, demi mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.
Kemenag RI (Riau) - KontrasRiau.com - 
Menteri Agama Nasaruddin Umar, mengungkapkan bahwa Indonesia akan memainkan peran strategis terutama, dalam bidang pendidikan dan pengembangan bahasa Arab.  Menurutnya, Al Azhar memberi sinyal positif atas kerja sama yang dijalin antara Indonesia dan Mesir. 
“Al-Azhar sangat mendukung kerja sama antara kedua negara, bukan saja dari soal pendidikan, tapi berbagai macam kepentingan sebagai sesama negara mayoritas Muslim yang moderat,” ungkap Menag Nasaruddin sepulang dari kunjungan kerja ke Mesir atas mandat Presiden Prabowo di Tangerang, Kamis (22/1/2026).

Menag menjelaskan bahwa Al Azhar siap memberikan asistensi kepada perguruan tinggi keagamaan di Indonesia, baik negeri maupun swasta. Tujuannya, menguatkan kapasitas institusi  agar menghasilkan lulusan yang lebih kompeten. 

“Al-Azhar bersedia untuk memberikan asistensi terhadap perguruan tinggi-perguruan tinggi, terutama perguruan tinggi negeri, UIN, IAIN, dan PTKIS untuk kendali mutu,” lanjutnya.

"Al-Azhar juga bersedia untuk mengirim dosen-dosen yang diperlukan oleh Indonesia, terutama Bahasa Arab dan juga 200 sampai 1000 tenaga ahli Bahasa Arab Mesir bersedia untuk datang ke Indonesia," sambungnya.

Dikatakan Menag, pada April 2026, Pemerintah Mesir berencana melakukan kunjungan ke Indonesia untuk penandatanganan MoU dan membahas lebih lanjut program-program strategis yang akan dijalin antara Indonesia dan Mesir. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat pendidikan tinggi Islam di Indonesia seiring dengan pengembangan pendidikan dan pembelajaran yang semakin relevan dengan kebutuhan zaman.

*Apresiasi Internasional*

Menteri Agama Nasaruddin Umar menambahkan, Indonesia mendapat apresiasi internasional setelah melakukan kunjungan ke Mesir. Dalam pertemuan dengan pemerintahan Mesir dan ulama-ulama dunia, Menag mendapatkan pengakuan bahwa Indonesia memiliki peran strategis dalam pengembangan sains dan teknologi, terutama dalam bidang Artificial Intelligence (AI), yang dinilai dapat menjadi kekuatan baru dalam peradaban dunia Islam.

Menag menyampaikan bahwa dalam pertemuan dengan Menteri Wakaf Mesir, Usamah Al-Sayyid Al-Azhari, dibahas bagaimana mengantisipasi perkembangan teknologi, khususnya AI, agar dapat menjadi alat untuk memperkuat peradaban, memberikan dampak positif bagi peradaban dunia Islam, bukan justru melemahkannya.
“Kita diminta untuk mengantisipasi perkembangan sains dan teknologi, terutama _Artificial Intelligence_, supaya itu bisa menjadi kekuatan untuk pengembangan peradaban kebudayaan. Bukan sebaliknya, justru akan memperlemah posisi peradaban yang substantif itu,” ungkap Menag.

Menag mengungkapkan bahwa Indonesia mendapatkan pengakuan penting dalam forum tersebut. “Indonesia disebut-sebut punya peran yang sangat strategis di masa akan datang,” ujarnya.

Ditambahkan Menag, banyak ulama besar dari berbagai negara memberikan apresiasi terhadap Indonesia sebagai negara yang dianggap paling aman dan strategis untuk mengembangkan sains dan teknologi peradaban modern. Menurut Menag, pengakuan ini sekaligus menantang Indonesia untuk menjadi epicentrum baru dalam pengembangan peradaban dunia Islam modern. 

"Indonesia ini dituntut dan ditantang untuk menjadi _epicentrum_ baru untuk sebuah pengembangan peradaban dunia Islam modern,” tegasnya.

Dengan pengakuan ini, Indonesia diharapkan dapat memainkan peran utama dalam mengarahkan perkembangan teknologi yang berdampak positif, tidak hanya untuk umat Islam, tetapi juga untuk dunia secara keseluruhan.
PEKANBARU - KontrasRiau.com - Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Provinsi Riau DR. Imam Suprayogi, ST,MT dan di dampingi sekretaris Ir. H. Budi Mulyono, beserta jajarannya diantaranya : Abdul Rohman Wali, M.Si, Awaldi Hasibuan, H. Firdaus, SE,MM., Rohman Hermanto akan melakukan penguatan organisasi LDII Jumat (23/01/2026).

DR. Imam Suprayogi, ST,MT Menyampaikan bahwa kedatangan kami ke DPW LDII Sumbar, utamanya menjalin Silaturrahim antar pengurus, sekaligus juga kolaborasi kegiatan.agenda yang akan disampaikan pada Musyawarah Nasional (MUNAS) Ke X di Jakarta Pada Bulan April Mendatang." Tegas DR.Imam Suprayogi, ST,MT. 

"Harapan kami tentunya dengan kolaborasi antara pengurus ini dapat memperkuat peran, tugas dan fungsi organisasi ditengah-tengah masyarakat secara nyata. Mengingat adanya, kedekatan secara demografi, dan kesamaan kultur, budaya antara Riau dan Sumatera Barat." Tutupnya.

Editor : TIM
Kairo (Kemenag) --- KontrasRiau.com -
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa persoalan lingkungan hidup tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab keagamaan. Penegasan tersebut disampaikan Menag dalam Seminar Internasional Fikih Lingkungan (Ekoteologi) di Al-Azhar Conference Center, Kairo, Mesir.
"Dalam perspektif Islam, bumi bukanlah milik mutlak manusia, melainkan titipan Ilahi yang harus dijaga keseimbangannya. Karena itu, setiap aktivitas yang merusak lingkungan sejatinya telah menyimpang dari tujuan ibadah dan hakikat pembangunan peradaban," ujar Menag, Selasa (20/1/2026).

Menurut Menag, konsep ekoteologi menjadi fondasi penting dalam membangun kesadaran kolektif umat Islam mengenai amanah menjaga alam. "Ekoteologi mengajarkan bahwa relasi manusia dan lingkungan harus dibangun di atas prinsip amanah, tanggung jawab moral, dan keseimbangan," lanjutnya.

Menag menambahkan bahwa pendekatan ekoteologi menempatkan nurani dan etika sebagai elemen penting dalam mengelola kemajuan dan menjaga keseimbangan lingkungan. "Dunia hari ini tidak hanya membutuhkan kecerdasan, tetapi juga nurani dan etika dalam mengelola kemajuan,” jelasnya.

Seminar internasional bertajuk “Tantangan Berinteraksi dengan Lingkungan dalam Tafsir dan Sunnah” ini merupakan hasil sinergi Kementerian Agama RI dengan Al-Azhar Al-Sharif, Kedutaan Besar RI Kairo, dan Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir.

Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari kalangan ulama, dosen, peneliti, mahasiswa, serta pemerhati isu lingkungan sebagai upaya memperkuat kontribusi pemikiran Islam dalam menjawab krisis lingkungan global melalui pendekatan teologis, yuridis, dan etis.

Di sela-sela kegiatan, Menag juga menyerahkan secara simbolis mushaf Al-Qur’an braille yang diterbitkan Kementerian Agama RI kepada Rektor Universitas Al-Azhar Salama Gomaa Dawud.

Dalam sambutannya, Rektor Al-Azhar Salama Gomaa Dawud menegaskan bahwa Islam memiliki perhatian besar terhadap upaya pelestarian lingkungan. "Menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab institusi, melainkan kewajiban setiap individu, karena dampak kerusakan lingkungan akan dirasakan oleh seluruh umat manusia," ungkapnya.

Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Kairo Zaim Al Khalis Nasution menyampaikan bahwa penyelenggaraan seminar ini menegaskan kuatnya hubungan historis dan intelektual antara Indonesia, Mesir, dan Al-Azhar. 

"Kerja sama ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi pemikiran Islam dalam menghadapi tantangan global, khususnya isu lingkungan hidup," tuturnya.

Lebih lanjut, manurut Zaim, kegiatan ini menegaskan komitmen Indonesia dan Mesir untuk terus mendorong diplomasi keagamaan, memperkuat peran Islam sebagai rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil ‘alamin), serta membangun jejaring global dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan berbasis nilai-nilai spiritual.

Pada sesi seminar, Kepala Akademi Internasional Pelatihan Imam dan Pendakwah Al-Azhar Al-Sharif Hasan El Sagher dan Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag RI Mukhlis Hanafi memaparkan secara mendalam konsep fikih lingkungan. Pembahasan mencakup penggalian perspektif Al-Qur’an dan Sunnah dalam membangun etika lingkungan, penguatan kebijakan publik berbasis nilai keagamaan, serta peran strategis institusi keagamaan dalam edukasi ekologis.

Turut hadir, Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar, Abbas Shouman, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga (PRK), Amany Lubis. 


Riau (Kemenag) — KontrasRiau.com - 
Dalam rangka memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau bersama Kelompok Kerja Majelis Taklim (KKMT) Riau menggelar Festival Shalawat dengan tema “Membumikan Shalawat, Merajut Jagat: Pesan Ekoteologi dalam Peristiwa Isra Mikraj”.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kanwil Kemenag Riau, Sabtu (17/1/2026) ini diikuti oleh 41 grup shalawat dari berbagai daerah di Provinsi Riau, tidak hanya dari Pekanbaru, namun juga dari Rokan Hulu, Siak, Kampar, dan Pelalawan. Festival ini menjadi wujud nyata sinergi majelis taklim dalam menghidupkan syiar Islam sekaligus memperkuat pembinaan umat.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag Riau yang diwakili Kabid Penaiszawa H. Mas Jekki Amri. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa shalawat bukan hanya lantunan suara indah semata, melainkan energi spiritual yang dapat menghidupkan kesadaran sosial, kemanusiaan, dan kepedulian ekologis.

Menurutnya, tema festival selaras dengan arah kebijakan Kementerian Agama melalui Asta Protas Kemenag, khususnya penguatan nilai-nilai spiritual yang berdampak pada kehidupan nyata.

“Peristiwa Isra Mikraj bukan sekadar perjalanan spiritual Rasulullah SAW, tetapi mengandung pesan mendalam tentang hubungan harmonis antara langit dan bumi, antara Tuhan, manusia, dan alam semesta. Alam bukanlah objek eksploitasi semata, namun amanah ilahi yang wajib dijaga,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, membumikan shalawat berarti membumikan akhlak Rasulullah, menghadirkan teladan dalam menjaga keseimbangan alam, mencintai makhluk hidup, serta menjauhkan diri dari perusakan bumi.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Hj. Kamalia dalam laporannya menyampaikan bahwa Festival Shalawat ini digelar sebagai sarana dakwah sekaligus penguatan budaya shalawat di tengah masyarakat, khususnya dalam momentum peringatan Isra Mikraj dan menyambut bulan suci Ramadhan. Ia menuturkan bahwa kegiatan ini juga menjadi ruang kebersamaan majelis taklim lintas daerah untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat persatuan umat.

Melalui festival ini, shalawat yang dilantunkan diharapkan menjadi doa bagi keselamatan dunia, memperkuat nilai rahmatan lil ‘alamin, sekaligus mempererat persatuan umat.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan turut dimeriahkan oleh stand bazar UMKM yang tergabung dalam MT Perwira, serta partisipasi sponsor melalui tenda layanan dan promosi. Panitia juga menyediakan penghargaan bagi para pemenang berupa uang tunai, sertifikat, dan piala untuk Juara 1, 2, 3 serta Juara Harapan 1, 2, dan 3 dengan total hadiah uang tunai sebesar 6,3 juta.

Adapun sponsor kegiatan antara lain BSI Cabang Rumbai, Dashnet, BPRS Hasarah, Leng Kafe, Cava Living & Coffee, serta sejumlah donatur lainnya.

Hadir dalam kegiatan ini antara lain Ketua Tim Publikasi Dakwah dan HBI H. Firdaus, Ketua Panitia Pelaksana Hj. Kamalia, dewan juri, para peserta, panitia, serta undangan lainnya.

Festival Shalawat ini diharapkan dapat menjadi agenda yang terus berlanjut sebagai ruang pembinaan umat, penguatan budaya shalawat, serta gerakan spiritual yang membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat dan kelestarian alam. (*)