TRENDING NOW

BAGANSIAPI SIAPI - KontrasRiau.com -
Dalam rangka menyambut Hari Raya Imlek 2577 Kongzili Tahun 2026, Panitia Bakti Sosial Bersama Imlek (PBBI) bersama Perkumpulan Kin Men Riau (PKMR) menggelar kegiatan bakti sosial berupa pembagian sembako dan layanan pengobatan gratis bagi masyarakat prasejahtera di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

Kegiatan tersebut dipusatkan di Klenteng Ce Kong Thua, Jalan Perniagaan, Kota Bagansiapiapi, dan berlangsung selama dua hari, Jumat hingga Sabtu (30–31 Januari 2026).

Pelaksanaan kegiatan bakti sosial ini dilakukan oleh Panitia Bersama Baksos Imlek PBBI yang diwakili oleh Himpunan Persaudaraan Tionghoa (HPT) Rohil.

 Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua HPT Rohil, Handy Lokimen atau Lo Cie Hui, bersama jajaran pengurus lainnya.

Ketua Umum PKMR, Ali Suyanto yang akrab disapa Lie Thong Hong, menjelaskan bahwa paket sembako Imlek yang dibagikan berisi berbagai kebutuhan pokok berupa makanan dan minuman khas Tahun Baru Imlek, serta disertai pemberian angpao kepada penerima manfaat.

Menurut Ali Suyanto, program pembagian sembako ini merupakan agenda rutin Panitia Bersama Bakti Sosial Imlek di Provinsi Riau, termasuk di wilayah Kabupaten Rokan Hilir, yang secara konsisten ditujukan bagi masyarakat kurang mampu.

“Pada kegiatan ini, ratusan paket sembako disalurkan ke sejumlah wilayah di Rokan Hilir,” ujarnya.

Adapun rincian penyaluran paket sembako tersebut meliputi Kecamatan Sinaboi sebanyak 77 Kepala Keluarga (KK), Sinaboi Kecil 22 KK, Sungai Bakau (Tua Pa) 24 KK, Pulau Halang 92 KK, serta Panipahan sebanyak 225 KK. Secara keseluruhan, jumlah paket sembako yang disalurkan mencapai 845 paket.

Selain pembagian sembako, PKMR juga menggelar kegiatan bakti sosial pengobatan gratis bagi masyarakat Kota Bagansiapiapi selama dua hari pelaksanaan. Layanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, cek tekanan darah, cek kolesterol, cek darah, pemeriksaan mata, pemberian obat-obatan, vitamin, serta layanan medis lainnya.

Ali Suyanto menyebutkan bahwa kegiatan pengobatan gratis ini menargetkan sebanyak 1.000 warga Rokan Hilir sebagai penerima manfaat. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian PKMR terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

“Kesehatan merupakan aset yang sangat berharga. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat memperoleh manfaat nyata, khususnya dalam menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa bagi masyarakat yang dalam pemeriksaan mata terindikasi membutuhkan tindakan operasi katarak, akan dijadwalkan untuk menjalani operasi lanjutan pada bulan Juli mendatang.

Lebih lanjut, Ali Suyanto menyampaikan bahwa terselenggaranya kegiatan bakti sosial ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, di antaranya Rumah Sakit Awal Bros, Klinik SMEC, Rumah Sakit Hermina Pekanbaru, para tenaga kesehatan dan tim medis, relawan, serta para sponsor, termasuk pengurus dan Dewan PKMR.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rokan Hilir, Fauzie Efrizal, menyampaikan apresiasi atas kekompakan dan kepedulian masyarakat Tionghoa dalam menyelenggarakan kegiatan bakti sosial tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, kami mengucapkan terima kasih. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Rokan Hilir,” ujarnya.

Ia berharap sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah daerah dapat terus terjalin, sehingga kegiatan sosial serupa dapat berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
PEKANBARU - KontrasRiau.com - 
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Pekanbaru menggelar Rapat Kerja (Raker) perdana pada Minggu, 1 Februari 2026, bertempat di Kantor Sekretariat PSMTI, Jalan Setia Budi No. 138 D–E, Kota Pekanbaru. 
Rapat kerja ini menjadi momentum strategis dalam mengawali kepengurusan PSMTI Kota Pekanbaru periode 2025–2029.
Rapat kerja dipimpin langsung oleh Ketua PSMTI Kota Pekanbaru, Sebastianus Happy, dan dihadiri oleh hampir seluruh jajaran pengurus harian. 
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dewan Kehormatan PSMTI Kota Pekanbaru, Bapak Alex Sidik , serta Romo  Toni Sasanasurya dan Bapak Jailani Tan selaku anggota Tim Formatur PSMTI Riau yang mewakili Ibu Lindawati, Ketua PSMTI Riau.

Hadir pula sebagai narasumber orientasi organisasi, Romo  Ket Tjing  yang memberikan pemaparan terkait wawasan dan penguatan kelembagaan PSMTI.

Dalam forum tersebut dilakukan penyerahan Surat Keputusan (SK) pembaruan susunan pengurus dari PSMTI Riau kepada Ketua PSMTI Kota Pekanbaru dengan masa bakti 2025–2029. SK ini melengkapi struktur kepengurusan yang sebelumnya telah disahkan melalui SK PSMTI Riau pada tahun 2025.

Dengan suasana yang akrab dan bersahabat, Ketua PSMTI Kota Pekanbaru memperkenalkan susunan lengkap kepengurusan, yang terdiri atas Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, para Ketua Bidang, serta anggota dari 11 bidang kerja yang akan menjalankan roda organisasi PSMTI Kota Pekanbaru.

Dalam arahannya, Sebastianus Happy menegaskan pentingnya kerja kolektif dan semangat kebersamaan dalam mewujudkan visi dan misi PSMTI. Ia berharap seluruh pengurus dapat menjalankan program kerja yang telah disusun dengan penuh dedikasi, keikhlasan, dan kasih, serta mampu membangun sinergi yang konstruktif dengan berbagai pihak demi kemajuan organisasi dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, narasumber Romo Ket Tjing menyampaikan materi sosialisasi mengenai sejarah, latar belakang, serta peran strategis PSMTI dalam konteks kebangsaan. 

Pemaparan ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada para pengurus mengenai perjalanan dan kontribusi masyarakat Tionghoa dalam pembangunan Indonesia, sekaligus menegaskan nilai-nilai dasar yang melandasi berdirinya PSMTI.

Lebih lanjut, visi dan misi PSMTI dijelaskan secara mendalam agar seluruh pengurus memiliki kesamaan perspektif dan komitmen dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab organisasi.

Rapat kerja ini juga dimanfaatkan sebagai forum perencanaan program kerja tahun 2026. Seluruh pengurus diajak untuk menyusun dan merumuskan agenda kegiatan sesuai dengan visi, misi, serta tugas pokok dan fungsi masing-masing bidang, yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan sepanjang tahun 2026.

Melalui pelaksanaan rapat kerja perdana ini, diharapkan seluruh jajaran pengurus PSMTI Kota Pekanbaru semakin memahami peran dan tanggung jawabnya, serta mampu memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi dan masyarakat Kota Pekanbaru secara inklusif dan berkelanjutan.
PEKANBARU - KontrasRiau.com - 
Puluhan pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, bakal jalani pelantikan di Komplek Perkantoran Pemerintah, Tenayan Raya, Jumat (30/1/2026) sore.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar direncanakan bakal melantik dan mengambil sumpah jabatan puluhan pejabat administrator dan pejabat pengawas ini.

Dijadwalkan pelantikan berlangsung pukul 16.00 WIB. Ada sekitar 20 orang lebih yang bakal jalani pelantikan.

"Jam empat nanti, sekitar 20-an orang lah eselon III dan IV," kata Kepala BKPSDM Kota Pekanbaru, Samto saat dikonfirmasi, Jumat siang.

Samto tidak merinci ASN yang dilantik untuk menduduki posisi-posisi mana saja. Namun, dari informasi yang dihimpun mayoritas mereka ditempatkan pada Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru dan beberapa OPD lainnya. (Kominfo8/RD2)
PEKANBARU - KontrasRiau.com - 
Untuk memastikan penempatan tenaga PPPK Paruh Waktu di tiap RW berjalan sesuai dengan yang diharapkan, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Bagian Tata Pemerintahan akan melakukan monitoring dan evaluasi.

Hal ini disampaikan Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru, Ardiansyah Eka Putra, Jumat (30/1/2026).

"Kita sudah persiapan. Makanya di dua kecamatan ini kita melakukan penugasan dulu. Nantik dari situ kita tau bagaimana tugas dan perannya (PPPK Paruh Waktu) seperti apa. Makanya perlu monitoring dan evaluasi. Supaya nantik bisa running di kecamatan lain," terang Kabag Tapem yang akrab disapa Yayan.

Dijelaskan Yayan, PPPK Paruh Waktu ditugaskan disetiap RW dalam jangka waktu tertentu.

"Mereka bukan pindah (dari OPD). Tetapi mereka ditugaskan dalam jangka waktu tertentu. Ditugaskan sebagai tenaga di RW untuk updating data dan membantu lurah dan camat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat," ujarnya.

Diketahui, sebanyak 770 tenaga PPPK Paruh Waktu yang sebelumnya bertugas di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan ditugaskan di tiap RW dalam mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan dari pemerintah kota.

Sebelumnya, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdako Pekanbaru, Syamsuir menyampaikan, pada awal Februari 2026, tenaga PPPK Paruh Waktu sudah ditempatkan di setiap RW didua kecamatan.

"Awal Februari rencananya akan kita lepas anak-anak PPPK Paruh Waktu untuk kita kirim satu orang satu RW. Untuk tahap pertama ini dua kecamatan dulu, Kecamatan Bina Widya sama Kecamatan Sail. Satu RW satu ASN kita," terang Syamsuir kepada, Kamis (22/1/2026).

"Nanti dalam perjalanannya kita lihat, kan ada juga RW ini yang jumlah KK nya banyak kan, nantik barang kali kita perbantukan lagi (PPPK Paruh Waktu) yang lainnya. Yang jelas untuk tahap pertama ini nanti satu RW itu hanya satu ASN/PPPK," ujarnya.

Menurut Syamsuir, seluruh OPD sudah mengajukan data PPPK Paruh Waktu yang akan ditugaskan di tiap RW.

Ditempat berbeda, Kepala BKPSDM Kota Pekanbaru, Samto, memastikan, seluruh OPD sudah mengajukan nama-nama PPPK Paruh Waktu yang akan ditempatkan disetiap RW.

"Nama-nama sudah masuk dari seluruh OPD. Jumlah yang dibutuhkan 770 personil sesuai dengan jumlah RW. Untuk saat ini masih berproses dan sudah terpenuhi 60 persen kebutuhan," terang Samto.

"Proses pengiriman data dari OPD sudah berlangsung, sekaligus OPD melakukan verifikasi terhadap personel yang akan ditempatkan sesuai dengan domisili masing-masing," tutupnya.(Kominfo9/rd3)

PEKANBARU - KontrasRiau.com - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, mendorong sekolah di wilayah setempat khususnya tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) untuk menggalakkan penghijauan.

Selain untuk menyukseskan program Green City atau Kota Hijau, penanaman pohon di lingkungan sekolah juga untuk menciptakan suasana yang asri, aman dan nyaman bagi peserta didik.

“Sehingga anak-anak kita merasa lebih nyaman saat berada di sekolah,” kata Wakil Walikota (Wawako) Pekanbaru H Markarius Anwar ST M.Arch, usai launching penanaman pohon di SMPN 44 Palas, Kecamatan Rumbai, Jumat (30/1/2026).

Disampaikannya, saat ini masih ada sebagian sekolah khususnya sekolah yang baru beroperasi yang minim penghijauan.

“Sekolah baru ini terasa masih gersang, sehingga perlu dilakukan penanaman pohon,” pintanya.

Dalam menggalakkan penghijauan ini, lanjut Wawako Markarius, ia menyarankan agar sekolah mengutaman menanam pohon buah.

“Jadi, saya sarankan untuk menanam tanaman buah. Nanti juga ada dampaknya terhadap ketersediaan pangan juga. Kemudian anak-anak juga bisa memetik buahnya, dan ini kan bagus,” tutupnya. (**)

PEKANBARU - KontrasRiau.com - Salah satu Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di Jalan Tuanku Tambusai, dibongkar Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, Rabu (28/1/2026) malam.

Bangunan JPO yang berada tepat di depan Pusat Perbelanjaan Hawaii ini, dibongkar karena dinilai sudah tidak layak dan tidak terpakai.

Pembongkaran dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru, bersama Dinas PUPR. Pembongkaran ini dipimpin langsung oleh Pj Sekda Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut.

Petugas gabungan mulai membongkar tiang bangunan dasar JPO yang terbuat dari beton ini, dibantu sejumlah peralatan dan alat berat.

“Ini bagian dari upaya merapikan kota, terutama di jalan-jalan protokol. Untuk memperindah estetika kota,” kata Pj Sekda di lokasi pembongkaran JPO.

Pembongkaran material ini dikatakan Ingot, diperkirakan memakan waktu hingga tiga hari. Pada malam ini pekerjaan dimulai dengan pembongkaran atap.

Kemudian dihari selanjutnya akan dilanjutkan dengan pembongkaran material lantai, hingga tiang JPO.

“Kita gunakan alat berat nanti, supaya tidak merusak jalan,” ulas Ingot.

Selama pekerjaan pembongkaran berlangsung, arus lalulintas dialihkan menjadi buka tutup di kawasan tersebut. Pekerjaan bakal berlangsung hingga subuh. (**)