TRENDING NOW

BATAM (KEMENHAJ) - KONTRASRIAU.COM - 
Alhamdulillah, jemaah haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) BTH 10 tiba di Asrama Haji Embarkasi Batam pada Sabtu (2/5/2026). Kloter ini terdiri dari jemaah asal Kota Pekanbaru sebanyak 212 orang dan Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 213 orang.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, menyampaikan bahwa hingga tanggal 1 Mei 2026, Provinsi Riau telah memberangkatkan sebanyak 3.096 orang yang terdiri dari 3.051 jemaah haji, Petugas Haji Daerah (PHD) sebanyak 14 orang, pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) sebanyak 3 orang, serta petugas haji kloter sebanyak 28 orang.

“Alhamdulillah, proses pemberangkatan jemaah haji Riau berjalan dengan lancar. Hari ini kita menyambut kedatangan Kloter BTH 10 di Asrama Haji Batam,” ujar Defizon saat menyambut jemaah asal Pekanbaru.

Ia juga mengimbau kepada jemaah haji pada kloter berikutnya, khususnya Kloter BTH 11, BTH 12, dan BTH 18, agar senantiasa menjaga kesehatan serta mempersiapkan diri dengan baik, baik secara fisik, mental, maupun pemahaman terhadap manasik ibadah haji.

Menurutnya, dari beberapa kloter yang telah diberangkatkan, hampir setiap kloter terdapat jemaah yang harus mendapatkan perawatan di Batam. Hingga saat ini tercatat sebanyak 7 orang jemaah dan 6 orang pendamping masih dalam perawatan.

“Kami berharap pada kloter berikutnya tidak ada lagi jemaah yang harus dirawat. Mudah-mudahan jemaah yang saat ini dirawat segera pulih dan insyaallah dapat diberangkatkan pada kloter berikutnya,”
Ĥ tambahnya.

Lebih lanjut, Defizon juga mengingatkan kepada jemaah haji yang telah berada di Madinah agar tetap fokus dalam melaksanakan ibadah dan menjaga kondisi kesehatan. Ia mengimbau agar jemaah tidak keluar hotel jika tidak ada keperluan mendesak, mengingat kondisi cuaca di Arab Saudi saat ini cukup ekstrem dengan suhu berkisar antara 40 hingga 47 derajat Celsius.

“Jemaah diharapkan tetap berada di dalam hotel j:ika tidak ada keperluan penting, guna menghindari dampak buruk dari suhu panas yang tinggi
 tutupnya.
PEKANBARU - KONTRASRIAU.COM - 
Di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat dan antrean kendaraan untuk pengisian bahan bakar minyak (BBM), Direktorat Lalu Lintas Polda Riau bersama Satuan Lalu Lintas Polresta Pekanbaru melaksanakan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di Kota Pekanbaru. Minggu (02/05/2026)

Kegiatan ini difokuskan pada titik-titik SPBU yang berada di jalur padat kendaraan, khususnya di kawasan Payung Sekaki, Panam–Tampan, Sudirman, hingga Rumbai. Personel ditempatkan untuk melaksanakan strong point, guna mengantisipasi kepadatan kendaraan akibat antrean pengisian BBM.
Selain pengamanan di kawasan SPBU, personel Ditlantas Polda Riau dan Satlantas Polresta Pekanbaru juga melaksanakan monitoring serta pengaturan arus lalu lintas di sejumlah titik rawan kepadatan di jalan protokol dan pusat aktivitas masyarakat. Pengawasan difokuskan pada ruas-ruas utama serta kawasan pusat perbelanjaan, seperti di sekitar Mal SKA dan lokasi pusat perbelanjaan lainnya yang mengalami peningkatan volume kendaraan.

Di lapangan, personel kepolisian terlihat aktif mengatur arus kendaraan guna mencegah terjadinya kemacetan, baik di akses masuk SPBU maupun di ruas jalan utama. Petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar tetap tertib dalam antrean, tidak saling mendahului, serta mematuhi arahan petugas demi menjaga keselamatan bersama.
Dirlantas Polda Riau, Jeki Rahmat Mustika, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

“Pengamanan ini tidak hanya difokuskan pada SPBU, tetapi juga pada titik-titik rawan kepadatan di jalan protokol dan pusat keramaian. Kami berupaya memastikan arus lalu lintas tetap lancar serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga mengimbau kepada seluruh pengendara dan masyarakat yang sedang mengantre di SPBU agar tetap menjaga ketertiban dan keamanan bersama. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, menjaga etika dalam antrean, tidak saling mendahului, serta tetap waspada terhadap potensi gangguan Kamtibmas. Utamakan keselamatan, jaga jarak kendaraan, serta ikuti arahan petugas di lapangan demi terciptanya Kamseltibcarlantas yang aman, tertib, dan lancar,” tambahnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, sejumlah SPBU aktif di Kota Pekanbaru mayoritas merupakan jaringan Pertamina, dengan sebaran di jalur utama serta kawasan dengan mobilitas tinggi dan sebagian besar beroperasi selama 24 jam.

Dengan adanya kehadiran personel Ditlantas Polda Riau dan Satlantas Polresta Pekanbaru, diharapkan pengendalian arus lalu lintas dapat berjalan optimal, baik di kawasan SPBU maupun di titik-titik keramaian lainnya di Kota Pekanbaru. (***)
Madinatul Munawwarah – KONTRASRIAU.COM - Kabar menggembirakan datang dari Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Kampar Kloter 05. Seluruh jamaah dilaporkan dalam kondisi sehat walafiat setelah dilakukan kontrol kesehatan secara menyeluruh oleh tim medis dan Petugas Haji Daerah.

Hal ini disampaikan oleh Petugas Kesehatan Jamaah Kampar, Ns. Rita Yulita, S.Kep, bersama tim kesehatan serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar, H. Dirhamsyah, S.Ag., M.Sy, di Madinah, Sabtu (02/05).

Dirhamsyah menjelaskan bahwa secara umum kondisi jamaah dalam keadaan baik dan stabil. Meski demikian, ia tetap mengimbau seluruh jamaah untuk menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah.

“Kami mengimbau kepada seluruh jamaah agar tetap menjaga kesehatan dengan memanfaatkan waktu istirahat sebaik mungkin serta menjaga pola makan yang teratur,” ujar Dirhamsyah yang terus memantau kondisi jamaah secara intensif.

Sementara itu, Rita Yulita menyampaikan bahwa tim kesehatan secara rutin melakukan kontrol langsung ke kamar-kamar jamaah guna memastikan kondisi kesehatan tetap terjaga.
“Tim medis terus melakukan pemantauan dengan berkeliling ke setiap kamar jamaah untuk memastikan seluruh jamaah dalam kondisi sehat,” jelasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil pemantauan dan pemeriksaan yang dilakukan, seluruh jamaah haji asal Kampar hingga saat ini berada dalam kondisi sehat.
“Alhamdulillah, dari hasil kontrol kesehatan, seluruh jamaah Kampar dalam kondisi sehat walafiat,” pungkasnya. (Diskominfo Kampar / Pdy)
JAKARTA (KEMENAG RI) - KONTRASRIAU.COM - Kementerian Agama terus berupaya meningkatkan kesejahteraan guru binaan. Sejumlah langkah strategis disiapkan, baik dalam upaya peningkatan kompetensi maupun kesejahteraan guru.

Terobosan ini disampaikan Menag Nasaruddin Umar saat membuka Simposium Guru Nasional Kementerian Agama Tahun 2026 di Jakarta. Langkah yang disiapkan antara lain percepatan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG), serta peningkatan bantuan insentif.

"Kami menargetkan penuntasan sertifikasi bagi 467.353 guru yang telah berpendidikan S1 dalam waktu 2 tahun. Anggaran sebesar Rp11,59 triliun telah kita proyeksikan untuk memastikan setiap guru yang kompeten segera memiliki sertifikat pendidik dan berhak atas TPG," ujar Menag, Rabu (29/4/2026).

"Alhamdulilah, keikutsertaan PPG dalam jabatan pada 2025 meningkat tajam, mencapai 700%. Jika tahun 2024 ada 29.933 guru ikut PPG dalam Jabatan, tahun 2025 mencapai 206.411 guru," lanjutnya.  

Bagi guru yang belum sertifikasi dan belum inpassing, Kemenag juga mengusulkan penyesuaian bantuan insentif dengan standar Upah Minimum Kab/Kota (UMK). Anggaran yang dibutuhkan diproyeksikan sebesar Rp12,76 triliun untuk menjangkau 467.809 guru.
Saat ini, tercatat ada 1.157.050 guru binaan Kementerian Agama. Dari jumlah itu, 360.632 guru atau 31,2% berstatus ASN (PNS dan PPPK). Selebihnya, sebanyak 796.418 orang (68,8%) adalah Guru Non-ASN. Mayoritas dari para guru tersebut bertugas di madrasah (655.622 orang). 

"Data ini menunjukkan satu hal yang fundamental tentang kontribusi Guru Non-ASN yang sangat tinggi. Karenanya, kebijakan tata kelola guru ke depan fokus pada penguatan status, peningkatan kesejahteraan, dan pengembangan profesionalisme mereka," sebut Menag Menag. 

Terkait pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bagi guru honorer madrasah, Menag Nasaruddin Umar mengatakan bahwa pihaknya tidak tinggal diam dan terus mengupayakan mencari solusi untuk mengusulkan para guru honorer dapat diangkat menjadi CPPPK. 

"Kami terus melakukan koordinasi intensif dengan Kemenpan-RB, BKN, bahkan DPR untuk mengusulkan formasi agar guru Honorer madrasah dapat diangkat menjadi CPPPK," ungkap Menag.

*Pencairan TPG*

Terkait pencairan TPG, Menag menyampaikan kabar baik. Per Maret 2026, progres pencairan TPG Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk periode Januari-Februari telah mencapai 87,4%. Dari 234.265 guru yang berhak, sebanyak 204.747 guru telah menerima TPG. 

"Bagi yang masih dalam proses, saya telah menginstruksikan jajaran di daerah untuk mempercepat verifikasi dokumen dan transfer bank agar tidak ada lagi guru yang harus menunggu terlalu lama," tegasnya. 

Sedangkan pencairan TPG Madrasah Non ASN secara nasional, sampai dengan Maret, telah cair 100%. Bahkan ini termasuk untuk Guru lulusan PPG Tahun 2025 yang sudah memiliki Nomor Registrasi Guru (NRG). Pencairan dilakukan menggunakan anggaran existing yang sudah tersedia di daerah.

"Sedangkan Pencairan TPG Madrasah ASN masih belum seragam secara nasional. Sebagian daerah sudah mencairkan sebagian lainnya masih dalam proses," unkap Menag.

Menag menambahkan bahwa Simposium Guru Nasional 2026 adalah bukti nyata bahwa Kementerian Agama berkomitmen untuk transparan dan akomodatif. Kemenag ingin menghilangkan jarak antara pengambil kebijakan dan para guru yang berada di garis depan pendidikan. 

“Kami juga dengan tegas menolak aspirasi yang ingin mengeluarkan madrasah dari Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), karena madrasah adalah bagian integral yang tak terpisahkan dari sejarah dan masa depan pendidikan Indonesia,” tandasnya.

RIAU (KEMENHAJ) - KONTRASRIAU.COM - 
Jemaah haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) BTH 09 asal Provinsi Riau resmi diberangkatkan menuju Madinah, Arab Saudi, pada Jumat (1/5/2026). Pemberangkatan dilakukan melalui Bandara Hang Nadim Batam menuju Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah.

Kloter BTH 09 terdiri dari 437 jemaah haji, didampingi oleh 2 Petugas Haji Daerah (PHD) dan 4 petugas kloter, sehingga total keseluruhan berjumlah 443 orang.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, menyampaikan bahwa seluruh jemaah dalam kloter ini telah diberangkatkan menggunakan pesawat Saudi Airlines dengan nomor penerbangan SV 5477 pada pukul 11.45 WIB.

“Jemaah yang tergabung dalam Kloter BTH 09 berjumlah 443 orang telah diberangkatkan menuju Madinah dengan pesawat Saudi Airlines SV 5477 pada pukul 11.45 WIB,” ujar Defizon.

Namun demikian, terdapat dua orang jemaah yang mengalami tunda berangkat karena kondisi kesehatan dan masih menjalani perawatan di Batam. Keduanya terdiri dari 1 orang jemaah dan 1 orang pendamping yang berasal dari Bengkalis dan Rokan Hulu.

Lebih lanjut, Defizon menjelaskan bahwa hingga pemberangkatan Kloter BTH 09, total jemaah haji asal Riau yang telah diberangkatkan mencapai 3.096 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 3.051 jemaah haji, 14 PHD, 3 pembimbing KBIHU, serta 28 petugas haji.

Selain itu, masih terdapat beberapa jemaah yang belum dapat diberangkatkan karena alasan kesehatan, yakni 7 orang jemaah masih dirawat di Batam, 6 orang pendamping di Batam, 4 orang jemaah sakit di daerah, serta 1 orang jemaah dilaporkan wafat di daerah.

Hingga saat ini tercatat sebanyak 2.652 sudah di Madinah, satu orang jemaah meninggal di Madinah dan 443 orang dalam perjalanan menuju Madinah". 

Jemaah yang meninggal atas nama Dawanus Mahnud Muhammad (52 Th) tergabung dalam BTH 05 asal Kabupaten Kampar. 

Pihak Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau terus berupaya memberikan pelayanan terbaik serta memastikan seluruh jemaah dalam kondisi sehat dan siap menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.
RIAU (KEMENHAJ) - KONTRASRIAU.COM - 
Jemaah haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) BTH 09 asal Provinsi Riau resmi diberangkatkan menuju Madinah, Arab Saudi, pada Jumat (1/5/2026). Pemberangkatan dilakukan melalui Bandara Hang Nadim Batam menuju Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah.

Kloter BTH 09 terdiri dari 437 jemaah haji, didampingi oleh 2 Petugas Haji Daerah (PHD) dan 4 petugas kloter, sehingga total keseluruhan berjumlah 443 orang.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, menyampaikan bahwa seluruh jemaah dalam kloter ini telah diberangkatkan menggunakan pesawat Saudi Airlines dengan nomor penerbangan SV 5477 pada pukul 11.45 WIB.

“Jemaah yang tergabung dalam Kloter BTH 09 berjumlah 443 orang telah diberangkatkan menuju Madinah dengan pesawat Saudi Airlines SV 5477 pada pukul 11.45 WIB,” ujar Defizon.

Namun demikian, terdapat dua orang jemaah yang mengalami tunda berangkat karena kondisi kesehatan dan masih menjalani perawatan di Batam. Keduanya terdiri dari 1 orang jemaah dan 1 orang pendamping yang berasal dari Bengkalis dan Rokan Hulu.

Lebih lanjut, Defizon menjelaskan bahwa hingga pemberangkatan Kloter BTH 09, total jemaah haji asal Riau yang telah diberangkatkan mencapai 3.096 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 3.051 jemaah haji, 14 PHD, 3 pembimbing KBIHU, serta 28 petugas haji.

Selain itu, masih terdapat beberapa jemaah yang belum dapat diberangkatkan karena alasan kesehatan, yakni 7 orang jemaah masih dirawat di Batam, 6 orang pendamping di Batam, 4 orang jemaah sakit di daerah, serta 1 orang jemaah dilaporkan wafat di daerah.

Hingga saat ini tercatat sebanyak 2.652 sudah di Madinah, satu orang jemaah meninggal di Madinah dan 443 orang dalam perjalanan menuju Madinah". 

Jemaah yang meninggal atas nama Dawanus Mahnud Muhammad (52 Th) tergabung dalam BTH 05 asal Kabupaten Kampar. 

Pihak Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau terus berupaya memberikan pelayanan terbaik serta memastikan seluruh jemaah dalam kondisi sehat dan siap menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.