BATAM (KEMENHAJ) - KONTRASRIAU.COM - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, menyampaikan bahwa keberangkatan jemaah haji Provinsi Riau yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) BTH-5 mengalami penundaan akibat kendala teknis, yang kemudian diikuti dengan penyesuaian jadwal oleh pihak penerbangan.
Hal tersebut disampaikan Defizon pada Senin (27/4/2026) dari Asrama Haji Embarkasi Batam. Ia menjelaskan bahwa penyesuaian ini berdasarkan informasi resmi dari maskapai Saudia melalui Hajj Operation Command Center.
“Setelah sebelumnya ditunda akibat kendala teknis, jemaah haji Kloter BTH-5 kemudian mengalami penyesuaian jadwal keberangkatan dari pihak penerbangan,” ujar Defizon.
“Semula, jemaah haji Kloter BTH-5 dengan nomor penerbangan SV 5312 dijadwalkan berangkat pada 27 April 2026 pukul 20.15 waktu setempat dari Batam menuju Madinah, dan diperkirakan tiba pada 28 April 2026 pukul 01.40,” lanjutnya.
Namun, berdasarkan pemberitahuan terbaru, jadwal tersebut mengalami perubahan. “Keberangkatan dijadwalkan ulang menjadi 28 April 2026 pukul 09.00 waktu setempat, dengan estimasi tiba di Madinah pada hari yang sama pukul 14.25,” jelasnya.
Defizon menegaskan bahwa pihaknya telah menyampaikan informasi penyesuaian ini kepada seluruh petugas dan jemaah terkait agar dapat dipahami dengan baik serta tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.
“Kami mengimbau kepada seluruh jemaah agar tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di asrama haji. Penyesuaian jadwal ini merupakan hal yang biasa dalam operasional penerbangan, dan kami pastikan seluruh proses tetap berjalan dengan baik,” tambahnya.
Sementara itu, Defizon juga menyampaikan bahwa hingga hari ini terdapat 14 jemaah haji asal Provinsi Riau yang mengalami penundaan keberangkatan karena sakit dan juga pendamping jemaah sakit. Dari jumlah tersebut, 7 orang dirawat di rumah sakit di Batam, 1 orang dirawat di daerah asal, dan 6 orang merupakan pendamping jemaah sakit.
“Jemaah yang ditunda keberangkatannya akan diberangkatkan pada kloter berikutnya apabila telah dinyatakan layak terbang oleh tim kesehatan embarkasi,” ungkapnya.
Ia juga memastikan bahwa pelayanan terhadap jemaah selama masa tunggu di Asrama Haji Embarkasi Batam tetap diberikan secara optimal, mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga layanan kesehatan.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar jemaah tetap merasa nyaman dan siap menjalankan ibadah haji,” tutup Defizon