Search

Rakerda DPD REI Riau Ke-XIII Tahun 2022, Pelaksanaan Berjalan dengan Aman dan Sukses

Rakerda DPD REI Riau Ke-XIII Tahun 2022, Pelaksanaan Berjalan dengan Aman dan Sukses

PEKANBARU – KontrasRiau.com – Tema Rakerda DPD REI Riau Tahun 2022, “Sinergitas REI dengan  Stekhoder Dalam Percepatan Proses Legalitas di Era Digitalisasi” Pelaksanaan Rakerda DPD REI Riau, bertempat di Hotel Premiere. Rabu(29/06/2022)pagi.

Rakerda DPD REI Ke-XIII Tahun 2022 yang hadir kali ini : Gubernur Riau Drs.H. Syamsuar, MSi, Ketua Umum REI Pusat Totok Lusida, Ketua DPD REI Riau, Elvi Sofriadi, Danrem 031 WB diwakili oleh Kolonel R. Cahyo, Kanwil BPN,H. Amran Tambi, Anggota DPRD Riau H. Parisman Ikhwan, Kesbangpol Riau Yudadibrata, Kadin Riau H. Fran Rizal, Bank BRI, Bank BRI, Bank BTN, Bank Nagari Busnel Watson, Bank BSI, Bank Bukopin, Notaris Lili Lastari, serta Perwakilan Anggota DPD REI Riau.

 

Ari Prima Citra,SP Sekretaris DPD REI Riau” Kegiatan ini adalah rangkaian dari kegiatan rapat kerja daerah ke-13 DPD REI Riau mulai dari semalam itu acaranya welcome dinner kita menjamu tamu-tamu yang hadir mulai dari Ketua Umum Pusat REI, Bapak Gubernur Riau, Bapak Kapolda, dan unsur Forkopimda

Alhamdulillah puncak acara rapat kerja daerah DPD REI Riau, diawali dari pagi tadi pembukaan oleh Bapak Gubernur Riau H. Syamsuar, selanjutnya setelah acara pembukaan kita acara talk show yang sekarang sedang berlangsung nanti ditutup dengan sidang rapat kerja daerah (Internal Kita)” Terang Ari Prama Citra,SP.

Akan kita lakukan periodisasi ke depan terhadap kendala-kendala yang ada sejauh ini di bisnis Properti adalah mengenai PBG dulu IMB sekarang PBG itu kan dari bulan Agustus di menggantikan IMB sampai sekarang bulan Juli Tahun 2022 ini kan belum ada yang terbit satupun di provinsi Riau.

Jadi kami selaku asosiasi pengembang yang membawahi provinsi Riau itu sangat prihatin kondisi tersebut karena kenapa usaha properti ini kan adalah usaha yang terdapat lebih kurang 170 saat turunan di dalamnya.

Baik itu barang dan jasa usaha mikro ataupun makro jadi ketika izin ini tidak terbit maka efek domino yang ada di bawahnya itu akan terdampak semua.

Jadi potensi-potensi pendapatan daerah potensi-potensi pendapatan dari masyarakat otomatis akan terganggu dengan adanya izin ini tidak terbit sampai saat ini.

Jadi harapan kami dengan adanya, Rakerda ini kami memberikan rumusan-rumusan usulan-usulan kepada stakeholder terkait agar permasalahan ini dapat dijadikan solusi yang sebenarnya.

Untuk beberapa daerah itu sudah ada solusi artinya ini tidak mutlak se-indonesia tidak ada yang terbit ada yang sudah terbit nah artinya kenapa kita tidak belajar dari sana.

Kenapa mereka bisa kok kita belum apa kendalanya yang ada nah itu yang kita akan rumus satu hari ini aja sampai sore nanti.

Harapan kami kepada pemerintah, agar segera mencarikan solusi Kenapa kami ini kan adalah bagian dari putarannya pertumbuhan ekonomi pasca pandemi

Jadi dengan adanya usaha ini, yang tadi saya sampaikan di atas sebelumnya ada 170 usaha turunan itu akan terbantu mulai dari barang dan jasa.

Tadi saya bilang jasa mulai dari jasa perbankan sampai jasa tukang barang mulai dari pasir sampai dengan semua betul karena ketika IMB ini yang dulu  sekarang PBG tidak terbit.

Kita kan tidak bisa bekerja kalau kita membangun kita punya nilai aturan tidak ada izin ketika kita paksa pun membangun kita mau jual juga tidak bisa.

Karena persyaratan di perbankan harus ada IMB kalau dulu gitu kalau sekarang jadi PBG. jadi kan kami kan sifatnya white nice di ruangan kami kepada pihak terkait terutama, stekholder kami kita carikan solusi bersama-sama.” Tutur Ari Prama Citra,SP. Selaku Sekretaris DPD REI Riau.(Omeng)

 

Related posts

Leave a Comment