Search

Kadivpas Tekankan 4 Pondasi Penting yang Harus Dimiliki Tunas Muda Pengayoman (TMP) untuk Membangun Jiwa Korsa

Kadivpas Tekankan 4 Pondasi Penting yang Harus Dimiliki Tunas Muda Pengayoman (TMP) untuk Membangun Jiwa Korsa

PEKANBARU – KontrasRiau.com – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Riau menggelar kegiatan Pembaretan bagi Tunas Muda Pengayoman Angkatan 2018-2019 yang dilaksanakan pada tanggal 18 dan 19 Januari 2022.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh ASN Angkatan 2018 dan 2019 dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan dan Imigrasi yang terpusat di Garuda Sakti Outbond Pekanbaru.

Kegiatan diawali dengan *inspeksi Pasukan TMP* dakam upacara pembukaan pembaretan yang dipimpin langsung oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kemenkumham Riau. M. Hilal yang diikuti oleh Ka. UPT dan dan Tunas Muda Pengayoman angkatan 2018 dan 2019, Selasa (19/1).

Pada kesempatan ini, bertindak selaku Inspektur upacara Kadiv Pas, mewakili Ka Kanwil Riau mengatakan bahwa setelah dilantiknya secara resmi sebagai ASN Angkatan 2018 dan 2019, selanjutnya dilakukan prosesi pembaretan yang merupakan salah satu proses dalam Pemebekalan Karakter sebagai ASN di jajaran Kemenkumham.

“Kenapa baret yang menjadi simbol kita, karena baret merupakan salah satu mahkota kehormatan di jajaran Pengayoman ~ Kemenkumham. Bukan baretnya yang harus dijaga, tapi *hakikatnya adalah mahkota/ marwah Kemenkumham* itu yang dijaga dan dipelihara dengan sikap dan perilaku dalam memberikan layanan kepada masyarakat,” tegas M. Hilal.

Oleh karena itu, ada *empat pondasi* yang harus dimiliki oleh Tunas Muda Pengayoman dalam membangun *JIWA KORSA*. Yakni Kedewasan Spritual, saat melaksanakan tugas tidak harus diperintah, disiplin yang tidak harus diawasi. Kemudian, Kecerdasan emosional yang dibagun dengan kasih sayang, semangat, empati dan disiplin sehingga mampu bekerjasama dalam melaksanakan tugas dengan baik dan benar. Selanjutnya Kecakapan/ Kematangan Intelektual, yaitu dapat bekerja sesuai dengan SOP yang berlaku. Terakhir, Ketangguhan Jasmani dimana setiap petugas mampu melaksanakan tugas dan kewajiban dengan ketangguhan fisik, mental dan jiwa yang sehat. Semua ini harus dilaksanakan dengan *Hati, Sepenuh hati, Sekuat hati dan Hati-hati*.

Setelah pembukaan upacara pembaretan, dilanjutkan dengan Dinamika Kelompok yang dilakukan Tim Aquaman yang terdiri dari gabungan psikolog dari UPT se-Riau. Tujuan dinamika kelompok ini adalah untuk membangun kerjasama antar peserta.

Selanjutnya, peserta mengikuti kegiatan fisik seperti Latihan Baris Berbaris, long march, halang rintang, mountenering dan berjalan dalam danau. Kegiatan hari pertama ditutup dengan Jurit malam untuk melatih kepemimpinan, mengasah keberanian, memecahkan masalah dan juga berkerjasama dengan mencari baret yang merupakan simbol mahkota kehormatan dengan melewati rintangan-rintangan yang ada.

Pembaretan ASN 2018 dan 2019 dilanjutkan pada hari ke-2 yang merupakan puncak acara pada hari Rabu, 20 Januari 2022. (***)

Related posts

Leave a Comment