Search

PSBB Pekanbaru Dimulai 17 April 2020, Selama 15 Hari

PSBB Pekanbaru Dimulai 17 April 2020, Selama 15 Hari
Pekanbaru – KontrasRiau.com – Walikota Pekanbaru sudah mempersiapkan segala kebutuhan masyarakat dalam pelaksanaan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB). Jadwal PSBB akan dimulai tanggal 17 April 2020 hingga 15 hari ke depan.
“Benar, Pekanbaru akan mulai melakukan PSBB dari tanggal 17 April hingga 15 hari kedepan. Ini sudah disetujui Kemenkes dan Gubri,” terang Walikota Pekanbaru, DR H Firdaus ST MT di Media Center Covid-19 Pemko, Senin (13/4/2020).
Disebut Walikota, PSBB sudah mendapatkan dukungan penuh dari instansi dan aparatur terkait ini guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Pekanbaru. Oleh karena itu dia meminta agar masyarakat Pekanbaru juga memberikan dukungan yang penuh pula.
Baca Juga:
“Melihat eskalasi penyebaran virus berbahaya ini dan kondisi sosial masyarakat Pekanbaru, PSBB ini harus kita ambil dan sudah dibahas secara detail dan matang. Jadi jika dalam pelaksanaan nanti masih ada yang melanggar, akan dikenakan sanksi. Hendaknya masyarakat Pekanbaru memberikan dukungan sepenuhnya,” tegas Wako.
Tambah Walikota Pekanbaru,  dalam waktu dekat akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Warga diminta tidak panik, lantaran PSBB tidak menutup akses kebutuhan.

Walikota Pekanbaru Dr Firdaus MT memastikan, jika PSBB diterapkan, aktivitas ekonomi tidak terganggu. Aktivitas di pasar tradisional yang resmi akan tetap berjalan.

Pedagang tetap bisa jualan dan pembeli tetap bisa berbelanja di pasar untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan. Ia memastikan tidak ada penutupan aktivitas di pasar.

Pemerintah hanya membatasi jumlah pengunjung yang datang di toko atau pasar. “Pasar tradisional yang resmi tetap beroperasi. Baik yang dikelola pemerintah ataupun swasta,” kata Walikota

Walikota mengingatkan, pedagang dan pengunjung di pasar tetap mengacu pada protokol kesehatan. Selain menggunakan masker, juga menjaga jarak. “Yang tidak diperbolehkan adalah pasar kaget,” tegasnya.

Selain itu, pekerja di sektor infrastruktur dasar, seperti layanan umum, telekomunikasi, transportasi, listrik dan driver ojek online tetap bisa bekerja.

“Jadi kita pertegas yang tidak boleh keluar rumah hanyalah yang tanpa kepentingan. Kita ingatkan di rumah lebih aman,” Pungkasnya

Kota Pekanbaru merupakan daerah kedua yang melaksanakan PSBB setelah DKI Jakarta. (Krc)

Related posts

Leave a Comment