Search

Pemko Pekanbaru Diminta Siapkan Anggaran untuk Tiga Bulan Jika Terapkan PSBB

Pemko Pekanbaru Diminta Siapkan Anggaran untuk Tiga Bulan Jika Terapkan PSBB

Pekanbaru – KontrasRiau.com  – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru masih lakukan kajian persiapan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun sebelum diterapkan Pemko diminta menyiapkan anggaran untuk tiga bulan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru, M Noer MBS mengatakan saat ini Pemko masih menggesa pembentukan anggaran yang akan dimanfaatkan untuk pelayanan kesehatan Covid-19, dan untuk penanggulangan dampak yang ditimbulkan wabah Covid-19 tersebut.

“Sesuai hasil rapat Forkopimda tadi bersama unsur-unsur terkait, kita sudah diarahkan untuk mengkaji persyaratan agar bisa diberlakukan PSBB. Kemarin rencana kita, anggaran itu adalah untuk 20 hari, tetapi diinstruksikan Gubernur Riau tadi agar disiapkan untuk 3 bulan,” kata M Noer, Rabu (8/4/2020).

Kata dia, persiapan anggaran untuk dampak Covid-19 harus teliti, karena lebih rumit. Anggaran ini nantinya akan digunakan untuk membiayai kebutuhan dasar masyarakat yang membutuhkan selama PSBB diterapkan.

“Kita harus mengkaji tentang pemberian kepada masyarakat,” jelasnya.

Secara sosial, ada tiga golongan masyarakat yang menjadi pertimbangkan, yaitu golongan sangat miskin, miskin, dan rentan miskin. Menurutnya, untuk masyarakat sangat miskin saat ini jumlahnya mencapai sekitar 12.000 KK.

Kemudian masyarakat miskin jumlahnya sekitar 15.000 KK dan jumlah masyarakat rawan miskin sekitar 11.500 KK. “Ini datanya diinstruksikan Walikota untuk kita validasi. Selain itu, kita juga harus pertimbangkan atau kaji mengenai orang-orang yang usahanya terdampak akibat Corona, yang usahanya benar-benar tutup dan yang tidak bisa bekerja sama sekali,” jelasnya.

M Noer MBS menjelaskan, Pemko memang sudah menyediakan anggaran terkait antisipasi Corona tersebut. Namun, persiapan itu hanya untuk 20 hari ke depan.

“Berkaitan dengan dampak Covid-19 ini yang sudah kita persiapkan kajiannya itu adalah Rp115 miliar,” jelasnya.

Instruksi Gubernur Riau agar Pemko mempersiapkan anggaran untuk 3 bulan ke depan, akan kita kaji lagi. “Pak Gubernur juga menyampaikan adanya bantuan untuk Riau, kalau benar maka ini akan menjadi satu keringanan bagi kita,” jelasnya.

Tambah M. Noer,  penerapan PSBB harus ada kajian-kajian. Pertama tentang kasusnya berapa positif, berapa Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan berapa Orang Dalam Pemantauan (ODP).

“Selain kasus, juga daerah lain ada nggak pandeminya. Kalau kita di Pekanbaru bagaimana Kampar, Pelalawan, Siak,”

Seterusnya Kata Dia Gubernur menanyakan kesiapan sarana dan prasarana, baik Alat Pelindung Diri (APD), tenaga medis dan juga sarana dan prasarana rumah sakit. “Termasuk yang tak kalah penting, ketika kita terapkan PSBB, ini kan ada pembatasan gerak masyarakat yang ini akan berdampak terhadap ekonomi,” jelasnya.

“Ketersediaan pangan, beliau (Gubernur Syamsuar) ingatkan ketersediaan pangan seperti apa,” tambahnya.

Lanjutnya, Pekanbaru sebetulnya sudah mendiskusikan sejak Sabtu lalu, dengan Forkopimda terkait kajian untuk menerapkan PSBB. “Sekarang sedang dikaji baik kasusnya, ketersediaan anggaran kita, nanti kalau sudah selesai semua akan ditandatangani pak Walikota dan akan disampaikan ke pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi,” jelasnya.

Ditanya seberapa besar kasus untuk penerapan PSBB itu, Ayat tidak menyebut. Sebab, keputusan PSB berada di tangan pemerintah pusat. “Diizinkan atau tidak nanti keputusan Menteri Kesehatan. Kita hanya mengkajinya,” Terang M. Noer. (Advertorial)

 

 

 

 

 

 

Related posts

Leave a Comment