Search

Keinginan Investor Jepang Tertarik Olah Tankos dan Batang Sawit di Riau

Keinginan Investor Jepang Tertarik Olah Tankos dan Batang Sawit di Riau
Pekanbaru – Kontrasriau.com – Investor dari Jepang DSJ Holdings Inc Kamis (2/11/2017) melakukan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Riau. Kedatangan investor dari Negeri Matahari Terbit ini untuk membicarakan pengolahan limbah tandan kosong (Tankos) dan Batang kelapa sawit menjadi biomass pellet.
Kehadiran investor yang dipimpin langsung President and CEO DSJ Holdings Inc, Ippei Hara ini langsung disambut Gubernur dan Wakil Gubernur Riau. Kemudian terlihat juga hadir sejumlah Kepala OPD.
Usai bertemu dengan Gubernur Ippei Hara mengatakan, produk biomass pellet ini akan menjadi produk bernilai tambah yang sangat bermanfaat bagi dunia, yaitu sebagai sumber bahan bakar yang ramah lingkungan.
“Tankos dan batang sawit tua yang ada di Riau selama ini tidak digunakan dan hanya menjadi sampah. Dengan teknologi yang telah dipatenkan dan ada pada kami, limbah sawit tersebut bisa diatasi menjadi sesuatu yang bermanfaat berbentuk pellet,” ujar Ippei.
Menurut Ippei, produk ini nanti juga akan mengurangi emisi karbon karena dalam pengolahan limbahnya menggunakan teknologi yang modern.
“Ini menjadi sumber energi yang terbarukan. Hasil produknya akan bermanfaat dan dijual ke seluruh dunia. Dari Indonesia, Riau ini lah khususnya yang sangat menjanjikan. Tidak perlu khawatir, pengolahan produk ini juga akan mengurangi pencemaran udara dan emisi karbon,” ujarnya.
Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menyambut baik niat investor tersebut, tentunya menurut Gubernur harus ditindaklanjuti karena potensi yang dilihat investor Jepang tersebut sangat besar di Riau.
“Kita sambut baik dan akan ditindaklanjuti dengan OPD terkait tentunya, karena Riau memiliki luas kebun kelapa sawit yang selama ini tidak termanfaatkan tankos dan batangnya, “ujar Andi.
Kemudian pihak investor Jepang tersebut juga menurut Andi berminat membeli turunan CPO yang selama ini dikelola perusahaan, untuk itu lanjut Gubernur harus ada perjanjian bisnis to bisnis dengan perusahaan.
“Namun mereka melihat potensi di Riau sangat besar dan kita berharap mereka datang lagi, karena ini juga peluang untuk meningkatkan investasi di Riau, “ujar Andi Rachman. * (Krc)
TribunePekanbaru

Related posts

Leave a Comment