Search

Bincang-bincang dengan Ketum PBFI Riau

Bincang-bincang dengan Ketum PBFI Riau

Pekanbaru – KontrasRiau.com – Setelah terpilih menjadi Ketua Umum Pengrov PBFI Riau pada 3 Oktober 2020 lalu, Kusworo Mahardi dan pengurus lainnya ingin segera menjalankan roda organisasi, Kamis [5/11/20].

Namun, untuk sementara harus ditunda karena surat permohonan rekomendasi belum ditandatangani Ketua Umum KONI Riau. Selain itu, rekomendasi ini jika sebuah pijakan bagi Pengurus Pusat PBFI untuk mengeluarkan Surat Keputusan SK pengurus provinsi [PengProv] PBFI Riau.

Dalam bincang-bincang tersebut, mantan binaragawan andalan Riau itu memaparkan proses dirinya terpilih menjadi Ketua Umum PBFI Riau periode 2020-2024.

Menurutnya, dalam rapat kerja nasional KONI Pusat menghasilkan sebuah keputusan dimana PABBSI dibubarkan pada 25 Agustus 2020. Pembubaran ini sesuai dengan aturan Internasional Weighlifting Federation [IWF]. Dimana angkat besi, angkat berat dan binaraga harus punya federasi sendiri.

Binaraga yang bernaung sejak 1940 dibawah PABBSI membentuk organisasi sendiri, namanya Perkumpulan Binaraga Fitness Indonesia [PBFI]. Sedangkan Angkat Berat membentuk Pabersi dan Angkat Besi membentuk PABSI.

Pasca bubar, pendiri dan pengurus pusat kemudian mendaftarkan PBFI ke KONI Pusat. Dan pada tanggal 27 Agustus 2020 PBFI resmi menjadi anggota KONI Pusat. Pengurus Pusat PBFI kemudian mengembangkan organisasi secara berjenjang ke daerah. Yakni dengan membentuk PBFI Provinsi dan kabupaten/kota. Caranya dengan memberi mandat kepada ex pengurus PABBSI atau binaragawan di daerah.

“Untuk Riau, PP PBFI memberikan mandat kepada Asrelawandi, Pak Irvan Sagita Hermawan dan kepada saya,” kata mantan binaraga andalan Riau itu.

Sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga [AD&ART] dan Peraturan Organisasi [PO] PBFI. Selaku pemegang mandat, Kusworo yang akrap disapa Hardi, Irvan dan Asrelawandi bintang olahraga pamer otot Riau selama belasan tahun, mengundang para pengurus PABBSI di kabupaten/kota dalam rangka sosialisasi tugas pemegang mandat, sosialisasi AD&ART dan Peraturan Organisasi PBFI.

“Kawan-kawan pengurus PABBSI dan binaraga daerah [kabupaten/kota] saya undang melalui WhatsApp untuk menghadiri rapat sosialisasi dan pembentukan pengurus provinsi [PBFI Riau],” kata Kusworo sembari memperlihatkan notulen rapat dan daftar hadir peserta rapat.

Selain itu, selaku pemegang mandat, Kusworo juga tak lupa berkoordinasi dengan Kabid organisasi dan sekretaris KONI Riau dalam pembentukan Pengprov PBFI Riau. Setelah beberapa kali rapat, dan pada rapat tanggal 3 Oktober 2020 disebuah cafe di Pekanbaru, peserta rapat yang berasal dari Meranti, Siak, Pelalawan, Bengkalis, Pekanbaru, Rohul, Kampar, Dumai dan lainnya, sepakat memilih Kusworo sebagai Ketua Umum PengProv PBFI Riau. Berdasarkan amanah dari peserta rapat yang berasal dari kabupaten/kota tersebut, Kusworo kemudian menyusun kepengurusan.

“Saya selalu koordinasi dengan Kabid Organisasi dan Sekretaris KONI Riau. Kata mereka [Kabid dan Sekretaris KONI Riau] langkah yang saya lakukan sudah sesuai dengan AD&ART dan Peraturan Organisasi PBFI,” kata mantan binaragawan yang juga perwira TNI angkatan darat itu.

Setelah kepengurusan terbentuk, pada tanggal 7 Oktober 2020, PengProv PBFI Riau mengirim surat permohonan rekomendasi Cabor PBFI Provinsi Riau ke KONI Riau dengan nomor surat; 01/PengProv PBFI/Riau/X/2020. Kemudian pada tanggal 9 Oktober berdasarkan nomor surat; 02/PengProv PBFI/Riau/X/2020 PengProv PBFI Riau mengirim surat permohonan pengesahan susunan PengProv PBFI Riau ke Pengurus Pusat PBFI di Jakarta.

“Kita sudah masukan surat permohonan rekomendasi ke KONI Riau, tapi permohonan rekomendasi itu sampai sekarang belum ditandatangani Ketua Umum KONI Riau,” kata Kusworo lagi sembari penunjukan pertinggal kedua surat permohonan tersebut.

Kendati sudah sebulan permohonan rekomendasi itu belum juga keluar, Kusworo dan pengurus lainnya mengaku tetap sabar. “Ya, kita tetap sabar menunggu. Mudah-mudahan Pak, Ketum [Emrizal Pakis] cepat tanda tangan supaya kita bisa menggerakkan roda organisasi,” ujarnya.

Belum ditandatanganinya surat permohonan rekomendasi itu, dibenarkan oleh Sekretaris KONI Riau Deni Ermanto saat dikonfirmasi media ini beberapa hari lalu.

Menurut Deni, pihak KONI mempelajari terlebih dahulu proses pembentukan Pengprov PBFI Riau. Apakah sesuai dengan peraturan organisasi [PO] PBFI atau tidak. Kemudian ungkapnya, apakah sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga [AD&ART] PBFI.

“Masih kami pelajari, apakah sesuai PO atau tidak. Soalnya, PO-nya kan sedang digodok pengurus pusat PBFI,” kata Deni Ermanto kepada media ini melalui telpon seluler, Selasa [3/11/20] lalu.

Namun, saat disinggung bahwa pengurus pusat PBFI sudah melantik beberapa Pengprov PBFI, diantaranya Pengrov PBFI Sumsel, Deni mengaku sudah mengetahui. Jika mengacu pada peraturan sebuah organisasi, tentu kepengurusan PBFI Sumsel sandarannya AD&ART dan PO.

“Pak, Deni, PBFI Sumsel sudah dilantik, berarti PO dan AD&ART PBFI sudah siap. Mengapa rekomendasi PBFI Riau belum juga keluar?,” tanya awak media ini.

“Kami masih pelajari terlebih dahulu,” ujarnya.

Terbentuknya, PBFI merupakan amanah pasca dibubarkannya Persatuan Angkat Besi, Binaraga, dan Angkat Berat Seluruh Indonesia [PABBSI] oleh KONI Pusat pada Agustus 2020 lalu. Masing-masing cabang olahraga angkat besi, angkat berat dan binaraga yang sejak 1940 bernaung dibawah bendera PABBSI harus membentuk federasi sendiri sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga masing-masing. Khusus cabang binaraga membentuk Perkumpulan Binaraga Fitness Indonesia [PBFI], angkat berat membentuk Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia [Pabersi], dan angkat besi membentuk Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia [PABSI].

Dalam rangka pembentukan masing-masing perkumpulan tersebut, Pengurus PABBSI Provinsi Riau, Kamis [29/10/20] Minggu lalu, menggelar musyawarah provinsi luar biasa [Musprovlub] disalah satu hotel berbintang di Pekanbaru.

Hadir dalam Musprovlub Pengurus KONI Provinsi Riau, Ketua Umum KONI Riau diwakili Wakil Ketua 1 Dastrayani Bibra, para legenda binaraga Riau, seperti Zarmi Bakhtiar, Asrelawandi, Kusworo Mahardi, dan Abdul Rachman, Ketua PABBSI Sanusi Anwar, pengurus binaraga, angkat besi dan angkat berat serta para atlet dan pengurus PABBSI kabupaten dan kota se-Riau.

Sementara pemegang mandat PBFI Riau sudah menggelar beberapa kali rapat dengan pengurus PABBSI kabupaten kota sebelum Musprovlub PABBSI. Hasilnya, para peserta rapat yang datang dari kabupaten kota sepakat memilih Kusworo Mahardi sebagai Ketua Umum PBFI Riau. [Rudi]

Related posts

Leave a Comment