Search

APSI Riau dan FPR Boyong Vokalis Band Internasional ‘Debu’ ke Palu, Asep Ruhiat : Nanti Nyanyi Baren KPJ

APSI Riau dan FPR Boyong Vokalis Band Internasional ‘Debu’ ke Palu, Asep Ruhiat : Nanti Nyanyi Baren KPJ
Pekanbaru – KontrasRiau.com –  Asosiasi Pengacara Syariah (APSI) Riau dan Forum Pemred Riau (FPR) memboyong Muhammad Saleem, vokalis dari Grub Band Debu yang merupakan band internasional untuk menghibur para korban bencana gempa dan tsunami di Palu, Sigi dan Donggala.
“Yang berangkat Saleem, vokalisnya, nanti beliau akan bernyanyi bersama KPJ (Kelompok Penyanyi Jalanan) Pekanbaru dan juga nyanyi bareng petinggi Forum Pemred Riau (FPR) Tun Akhyar,” kata Ketua APSI Riau, Asep Ruhiat lewat pesan elektronik media sosial yang diterima, Senin (5/11/2018).
Asep menjelaskan, Grub Band Debu, kelompok pemusik muslim Sufi yang anggotanya berasal dari berbagai negara tersebut adalah klien tetapnya.
“Kebetulan Grub Band Debu adalah klien tetap saya, dan Saleem bersedia untuk berangkat ke Palu bareng untuk membantu mengurangi beban psikologis para korban bencana,” kata Asep.
Asep terbang dari Pekanbaru menuju Jakarta pada Jumat (3/11/2018) dan melanjutkan perjalanan ke Palu pada Minggu (4/11/2018) bersama dengan Saleem.
Sesampainya di Bandara Mutiara SIS Al Jufri Palu, Asep dan Saleem disambut antusiastis oleh warga di sana, mereka berebut untuk selfie dan foto bareng di terminal bandara.
“Suatu kebanggaan dan kebahagiaan bisa membantu saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah, dan semoga beban psikologis mereka bisa sedikit terobati dengan hiburan musik yang nanti akan dilakukan oleh Saleem dan rekan-rekan KPJ Pekanbaru,” katanya.
Asep menjelaskan, bahwa misi kedatangan ke Palu adalah untuk membantu para korban bencana di sana, mulai dari bantuan keuangan yang telah terkumpul sekitar Rp17 juta, kemudian ada bantuan barang pakaian dan makanan yang disalurkan lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau.
Bentuk bantuan lainnya kata Asep adalah pendampingan hukum untuk korban bencana yang membutuhkan.
Sementara itu, Forum Pemred Riau (FPR) lewat Ketua Dewan Kehormatan Tun Akhyar mengatakan pihaknya juga akan menyerahkan bantuan yang telah disatukan ke APSI Riau, berupa uang tunai dan pakaian serta makanan siap saji.
“Kami juga akan malakukan peliputan langsung di lokasi bencana untuk mengetahui kondisi sebenarnya di Palu, Sigi dan Donggala,” katanya.
Tun Akhyar akan berangkat bersama dua orang pengurus KPJ Pekanbaru yakni Budi Yusadi dan Eko Kusuma Jaya pada malam ini (5 November 2018).
“Insya Allah subuh besok kita sudah tiba di Palu dan siap untuk melakukan upaya-upaya bantuan sesuai dengan profesi dan kemampuan kita,” katanya. (rls)
====
Saleem Vokalis Debu Shalat Bersama Korban Tsunami Sigi di Masjid yang Tersisa, Asep Ruhiat Imamnya
PEKANBARU – Muhammad Saleem, vokalis dari Grub Band Debu yang merupakan band internasional, shalat bersama sejumlah korban bencana gempa dan tsunami di Masjid Al-Muhajirin, Wilayah Jono Oge, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Pada pelaksanaan shalat wajib itu, Ketua Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Riau Asep Ruhiat bertindak sebagai imam.
“Semoga semuanya diberi ketabahan,” kata Saleem dalam video yang dikirim lewat media sosial, Senin (5/11/2018) siang sesaat setelah dia menggelar Shalat Zuhur berjemaah.
Setelah shalat berjemaah, Saleem bersama Asep berbincang-bincang dengan sejumlah jemaah masjid tersebut, kemudian foto bersama.
“Palu kuat Palu bangkit, Sigi kuat Sigi bangkit,” kata Asep dalam pesan elektroniknya.
Masjid Al-Muhajirin adalah bangunan rumah ibadah yang masih utuh di lokasi bencana dahsyat.
Ketika gempa ‘menggoyang’ daerah itu, nyaris seluruh bangunan di Jono Oge, Kabupaten Sigi rubuh, bahkan hanyut ditelah gelombang tsunami yang datang sesaat setelah gempa.
“Masjid ini masih kokoh, hanya sebagian yang rusak akibat gempa dan tsunami,” kata Asep dalam laporannya.
Dalam video berdurasi 1,36 menit, Asep juga menampilkan kondisi Jalan Bulili, jalan utama di kota itu, menuju Masjid Muhajirin yang mengalami kerusakan parah, tidak tersisa aspal pada permukaan badan jalan tersebut.
Kondisinya juga terlihat seperti kubangan dan jalan dengan tekstur yang tidak teratur, bahkan sulit untuk ditempuh oleh kendaraan roda empat.
“Tadinya ini adalah jalan yang tersambung dengan jalan raya, tapi setelah kejatian itu (gempa & tsunami), tinggal berbentuk tumpukan-tumpukan tanah,” kata Asep.
Dalam video itu, terlihat ratusan bahkan ribuan rumah rubuh, sebagian bahkan tertimbun tanah yang digulung gelombang tsunami.
Warga setempat yang menjadi saksi mata menjelaskan, di lokasi tersebut masih banyaka korban yang tertimbun dan sampai saat ini belum ditemukan jasadnya. (rls)

Related posts

Leave a Comment