Search

Gubernur Respons Positif Keinginan Masyarakat Riau Soal Blok Rokan

Gubernur Respons Positif Keinginan Masyarakat Riau Soal Blok Rokan

Pekanbaru – KontrasRiau.com – Gubernur Riau (Gubri) Arsyadjuliandi Rachman merespons positif adanya keinginan berbagai komponen masyarakat Riau yang menginginkan Riau ikut mengelola ladang minyak Blok Rokan. Bahkan, Gubri menyatakan Pemprov Riau siap berdampingan dengan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) dan elemen masyarakat dalam memperjuangkan pengelolaan blok migas terbesar di Indonesia itu.

Hal tersebut terungkap dalam pertemuan antara Gubri Arsyadjuliandi Rachman dengan Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau Datuk Seri H. Alazhar dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Datuk Seri Syahril Abubakar, di Balai Adat Melayu Riau, Rabu (1/8/2018).

Turut hadir pada pertemuan tersebut Ketua MKA LAMR HR. Raja Marjohan Yusuf, Sekretaris Umum MKA LAMR Taufik Ikram Jamil, Sekretaris Umum DPH LAMR M. Nasir Penyalai, Bendahara Umum Isharuddin, anggota MKA LAMR Tengku Lukman Jaafar, Makmur Hendrik, H. Syamsurizal, HM. Ali Noer, dan pengurus LAMR lainnya. Juga hadir anggota DPRD Riau Bagus Santoso.

Gubri Arsyadjuliandi Rachman mengatakan beberapa waktu lalu ia bertemu dengan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar. Pada pertemuan tersebut, Gubri sempat menyinggung mengenai Blok Rokan tetapi tidak detail. “Wamen mengatakan dia siap untuk dipertemukan. Kami akan berdampingan dengan LAMR dan elemen masyarakat,” kata Gubri.

Ketua MKA LAMR Datuk Seri H. Alazhar mengucapkan terima kasih kepada Gubri Arsyadjuliandi Rachman yang bersedia menjembatani komponen masyarakat Riau dengan pusat.

Di awal pertemuan, Ketua Umum MKA LAMR sempat menyampaikan secara ringkas kepada Gubri hasil pertemuan LAMR dengan berbagai komponen masyarakat Riau, di Balai Adat Melayu Riau, Selasa malam (31/7/2018). Hasil pertemuan tersebut secara tertulis selanjutnya diserahkan Al azhar kepada Gubri disaksikan hadirin yang hadir.

Al azhar sebelumnya sempat mempersoalkan tidak dilibatkannya LAMR dan komponen masyarakat Riau menyangkut pengelolaan blok migas yang wilayahnya berada di tujuh kabupaten di Provinsi Riau itu.

“Karena kita tidak dilibatkan sama sekali atau tidak dipelawa maka kita tidak mengakui atau menolak penetapan pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM yang menetapkan Pertamina sebagai pengelola Blok Rokan. Kami akan menerima jika syarat-syarat yang kami inginkan dipenuhi, ” kata Al azhar.(rilis)

Related posts

Leave a Comment