Fakultas Teknik Universitas Riau Gelar Deklarasi Tolak Terorisme, Radikalisme, Intoleransi, dan Penggunaan Obat Terlarang

Pekanbaru – KontrasRiau.com – Jum’at (8/6/2018) telah berlangsung deklarasi civitas akademika Fakultas Teknik Universitas Riau mendukung deklarasi Universitas Riau pada tanggal 4 Juni 2018 yang diikuti seluruh fakultas di Universitas Riau. Deklarasi ini berisi pernyataan yang menolak dan mengecam segala tindakan terorisme, paham radikalisme, intoleransi, dan penggunaan obat-obatan terlarang. Bertempat di Lobby Fakultas Teknik Unri, acara ini turut dihadiri oleh Rektor Unri Prof. Dr. Ir. H. Aras Mulyadi, M. Sc., Dekan Fakultas Teknik Unri Dr. Ir. Ari Sandhyavitri, M. Sc., Wakil-wakil Dekan Fakultas Teknik Unri, Koordinator Jurusan di Fakultas Teknik Unri, dan seluruh pimpinan kelembagaan mahasiswa di Fakultas Teknik Unri. Acara ini dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Dipimpin oleh Ari Sandhyavitri selaku Dekan Fakultas Teknik Unri, seluruh hadirin ikut membacakan pernyataan sikap dari civitas akademika Fakultas Teknik Unri. Kemudian, seluruh pimpinan yang hadir menandatangani deklarasi tersebut secara simbolik. Acara dilanjutkan dengan foto bersama dan bersalam-salaman. Tidak lupa pula Aras Mulyadi memberikan apresiasi kepada Fakultas Teknik Unri yang telah memberikan support dan inisiatif sebagai fakultas pertama yang mengadakan deklarasi menolak dan mengecam segala tindakan terorisme, paham radikalisme, intoleransi, dan penggunaan obat-obatan terlarang di Unri.

Ketua pelaksana acara, Akhyar Abdullah memaparkan, acara ini mewakili fakultas teknik untuk menunjukkan sikap penolakan dan kecaman keras untuk tindakan terorisme, paham radikalisme, intoleransi, dan penggunaan obat-obatan terlarang. “Di fakultas teknik, kami bekerja sama dengan kelembagaan-kelembagaan mahasiswa untuk membangun suasana kehidupan kampus yang positif. Salah satunya, kami mengadakan pengajian dua kali dalam sebulan yang diikuti oleh dosen, staf, dan mahasiswa di Lobby Fakultas Teknik Unri”, ujar Akhyar.

Akhyar juga berpendapat bahwa hal-hal negatif tersebut berpengaruh dalam usaha Unri mendapatkan akreditasi A dan tidak sesuai dengan kehidupan masyarakat di Provinsi Riau khusunya Melayu Riau yang identik dengan Islam. “Islam di Riau adalah Islam yang sejuk, terbukti dengan keberagaman yang ada di Provinsi Riau”, sebut Akhyar.

Tim KontrasRiau.com juga bertemu dan berbincang dengan Ari Sandhyavitri, Dekan Fakultas Teknik Unri setelah acara selesai. Ari menyatakan paham terorisme, radikalisme, intoleransi, dan penggunaan obat-obatan terlarang merupakan sebuah penyakit di masyarakat. “Terorisme, teror itu menakutkan. Radikal, menyerang kesana-kemari. Intoleransi, menganggap dirinya saja yang benar. Semua itu tidak berguna dan menyebabkan keresahan” ujar Ari. Ari menjelaskan ketika pahlawan sudah berjuang dan rela mati untuk memperjuangkan kesatuan NKRI, jangan sampai dirusak oleh hal-hal negatif seperti ini. “Orang yang benar-benar muslim tidak akan melakukan perbuatan-perbuatan diluar dari sifat-sifat Allah, yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang” ungkap Ari.

Terkait kejadian di Fisip Unri, Ari mengingatkan bahwa kejadian tersebut tidak disebabkan dan tidak diajarkan dalam pendidikan di Universitas Riau, “Penyebabnya adalah paham-paham dari luar yang menjadi virus”. Fakultas Teknik dan seluruh fakultas yang ada di Universitas Riau akan memperkuat diri dan berusaha agar kejadian ini tidak terulang lagi. Ari berharap, kedepannya Universitas Riau dapat melawan tindakan terorisme, paham radikalisme, intoleransi, dan penggunaan obat-obatan terlarang. “Perkuat persatuan, perkuat persatuan, perkuat persatuan”, tutup Ari. (lukman)

Post Author: Lukmannil Hakim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *