Search

Anggota Pansus RPIK DPRD Meranti Kunjungan Ke Kementerian Perindustrian Pusat

Anggota Pansus RPIK DPRD Meranti Kunjungan Ke Kementerian Perindustrian Pusat

Jakarta – Kontrasriau.com – Dewan Perwakilan Rakrat Daerah(DPRD) Kabupaten Kepulauan Meranti melalui pansus RPIK,dan juga berkonsultasi langsung dengan Kementrian Prindustrian Pusat.

Terkait dengan pengembangan industri yang ada di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti (01/03/2018).

Dalam acara tersebut dihadiri DR. Warsito.Sekretaris Dirjen Pengembangan Wilayah Industri, Ir Nova.Kabag Perencanaan,Meta MM., Kepala Subdirektorat industri kecil, Ikana.Kabag Peraturan Perundang-Undangan,Taufikurahman.

Wakil Ketua Dewan, Dedi Putra, Ketua Pansus Darsini, Wakil Ketua,Anggota Pansus Darwin Susandi, H.Nursalim, Lindawati, Taufiek, Musdar, Asmawi, dan E. Miratna.

Hal ini Warsito Sekretaris Dirjen Pengebangan Wilayah Industri menjelaskan,bahwa dalam Penyusunan Ranperda RPIK harus menganalisa dan menentukan Kawasan Industri, Peruntukan industri, dan Sentra industri.

Penetapan Perda PIK harus di reviuw terus selama 5 tahun sekali, dan tetap berkordinasi dengan Bappeda dan Dinas perindustrian provinsi.

Untuk itu baru ada 15 Provinsi yg memenuhi syarat sebagai Wilayah yg mempunyai kawasan industri.Ada tiga syarat yg harus dipenuhi dlm penentuan kawasan industri yaitu Kriteria, Standar, dan Cara.

Disisi lain Pemerintah Daerah juga harus menentukan kebijakan konsekuensi dan infrastruktur untuk mendukung RPIK tersebut.tutur Sekretaris Dirjen Industri Warsito.

Dedi Putra selaku Ketua Pansus menanyakan tentang kaitan rancangan RPIK dgn Perda RT/RW yg belum juga disahkan.

Dan juga menanyakan apakah Kabupaten Meranti bisa di masukan kedalam RIPIN karena melihat kawasan Riau yang ditetapkan menjadi Rencana Induk Pembangunan Nasional (RIPIN) adalah Bengkalis, Dumai, dan Kabupaten Siak.

Disisi lain Pimpinan DPRD Meranti Toufiqurahman menanyakan kawasan industri Galangan kapal di Meranti memerlukan bahan baku kayu yang dalam hal ini dimana perolehan kayu banyak ilegal.

Dan dalam kesempatan itu juga anggota pansus,Asmawi menanyakan tentang perlu bantuan anggaran pusat berkaitan dgn industri Sagu yang sangat terkenal di Meranti,tutup Asmawi. Adapun beberapa yang ditanyakan anggota pansus di jawab langsung sekretaris dirjen industri ,Warsito menjelaskannya perlunya Rekomendasi Provinsi dalam menentukan Kawasan Industri.

Mengenai RTRW dari Kabupaten harus mendorong terus pihak provinsi dan tetap menunggu Rekomendasi dan persetujuan kementerian pusat.

Selanjutnya jika ada usulan kawasan industri dalam RIPIN hendaknya diajukan ke Provinsi dgn kajian Analisa mendalam. Tidak menutup kemungkinan Meranti masuk dalam RIPIN tutup warsito mewakili kementrian industri

Selain sekretaris Dirjen industri Ibu Nova selaku kabag perencanaan menjelaskan bahwa Sagu di meranti harus jadi skala priority. Juga dalam perencanaan dan pelaksanaannya  harus memperhatikan keterkaitan bahan baku serta infrastruktur untuk mendukungnya.

Mengenai bantuan untuk Kabupaten Meranti dalam hal ini sudah 2 kali dialokasikan yaitu tahun 2017 dan 2018  untuk tahun ini dialokasikan juga sebesar 20,8 milyar. (Humas Setwan/Krc)

Related posts

Leave a Comment