Gubri Bersama Kepala Bappeda se Provinsi Riau Gelar Dialog Pembangunan Bersama Bappenas RI

Kontrasriau.com – Gubernur Riau H. Arsyadjuliandi Rachman hadiri Dialog Perencanaan Pembangunan Nasional / Bappenas Bapak Prof. Dr. Bambang P. S Brodjonegoro di Balai Pauh Janggi Gedung Daerah

Gubernur Riau H. Arsyadjuliandi Rachman didampingi oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bapenas RI Bapak Prof. Dr. Bambang P. S Brodjonegoro, Deputi bidang Sarana dan Prasarana bapak Wiswana, para direktur, seluruh jajaran dari kementrian, kepala Bapeda Provinsi Riau Bapak Rahmat Rahim, selutuh kepala bapeda se provinsi riau kab/kota, asisten, staf ahli, kepala dinas dan badan.

Gubernur Riau H. Arsyadjuliandi Rachman menyampaikan terimakasih kehadiran bapak dengan jadwal padat yang hadir di pekanbaru dan alhamdulillah masih menyempatkan untuk diskusi dengan kami dan teman-teman semua kab/kota tentang masalah pembangunan di riau.

Kami berterima kasih atas kepercayaan pemerintah pusat dan juga dan atas penambahan anggaran yang diberikan kepada provinsi Riau secara keseluruhan baik itu di proyek strategis nasional yang ada di provinsi Riau maupun melalui kementrian lembaga dan juga bantuan bantuan lainnya terhadap provinsi riau secara keseluran dan ini memang yang kami harapkan

Semenjak 2015 provinsi di kab/kota se Riau ini merasakan masih ada yang defisit jadi masih ada yang cashflownya yang terganggu dan kami terus berusaha dan Pemerintah Provinsi pun dengan sekuat tenaga melalui kegiatan dinas badan dan bantuan keuangan mencoba membantu kondisi fiskal di kab/kota namun demikian ya tentu jauh dari harapan pada kesempatan kali ini pak menteri akan menyampaikan beberapa skin baru untuk melaksanakan pembangunan yang kerjasama dengan swasta dan ini adalah salah satu cara mengatasi kekurangan pendapatan di masih masih daerah di provinsi juga mudah mudahan ini salah satu solusi yang di harapkan kedepan.

Dan kami juga berterima kasih kepada pak menteri memberi dorongan bidang olah raga, dan sore ini pak menteri akan bermain badminton bersama teman pak menteri dari luar. Kalau untuk olah raga kami punya venus yang cukup lengkap untuk kegiatan olah raga, dan mudah mudahan di ikuti oleh yang lain, dan ini juga menjadi riau khususnya pekanbaru menjadi tujuan olahraga.

Gubernur Riau H. Arsyadjuliandi Rachman hadiri Dialog Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Bapak Prof. Dr. Bambang P. S Brodjonegoro di Balai Pauh Janggi Gedung Daerah Sabtu (4/11/2017)
Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bapenas RI Bapak Prof. Dr. Bambang P. S Brodjonegoro menyampaikan kedatangan saya ke pekanbaru ingin berbagi kepada bapak ibu semua mengenai skema alternatif di dalam pendanaan pembangunan khususnya pembangunan daerah, sebagian besar pembangunan berasal dari ABPD dan APBD itu sendri di bayar daerah dan tegantung pada (Dana Alokasi Umum) DAU ada tergantung pada Dana Bagi Hasil (DBH), dan Khusus untuk riau mungkin sebagian besar tergantung pada DBH dan sedangkan banyak provinsi lain di indonesia menggunakan DAU

Problemnya adalah kebutuhan pembangunan kita itu tidak pernah bisa di bilang sedikit atau sangat sukar bagi kita mengatakan tahapan pembagunan kita sudah cukup dengan terus bertumbuhnya penduduk dan bertumbuhnya ekonomi maka dengan sendiri nya kebutuhan akan berbagai sarana pembangunan pun juga makin meningkat sehingga terjadi kejar-kejaran di satu sisi kita mendapatkan uang lebih dan di sisi lain belum meyediakan kebutuhan pembangunan itu secara cukup.

Satu hal lagi karena APBD tergantung pada APBN, APBN sendiri menghadapi suatu tantangan yang luar biasa , saya hampir 2 tahun menjadi menteri keuangan dan yang paling berat sebagai menteri keuangan adalah bukan mengeluarkan uang tetapi mencari uang bagaimana kita mendapatkan penerimaan yang bisa memastikan pengeluaran pun nanti bisa jumlah yang di anggap cukup dan sebagai manusia sayangnya tidak pernah mengatakan uang yang kita miliki itu cukup, kita akan selalu bilang uang yang kita dapat itu kurang meskipun naik setiap tahun ini kita selalu bilang kurang, sifat kurang itu tidak hanya muncul di riau saja, tetapi muncul di semua daerah indonesia sehingga juga banyak terjadi banyak daerah lupa membangun atau terlambat membangun karena terlaku berharap adanya alokasi yang memadai baik dari APBN melalui kementrian agama maupun dari APBD. Jadi pada kesempatan yang baik ini, saya akan menyampaikan kerjasama pemerintah dan badan usaha. (MediaCenter)

 

 

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *